Thursday, April 21, 2011

pengalaman memakai clodi

Dres code Shoji kalau mau tidur

Haiii...
mau share lagi niee...
sebagai ibu baru, pastinya donk pengen ngasi yang terbaik buat anak, banyak baca, browsing, obrol obrol sama sesama bumil dan busui...jadi banyak tau juga. Kemaren saya pernah membahas mengenai hebohnya kami membeli clodi dipostingan gila-belanja-cloth-diaper 

Kalau yang belon pernah denger, clodi itu seperti diaper tapi dari kain dan tidak sekali pakai. ada isian microfiber atau bamboo untuk menahan pipis baby supaya tidak luber kemana mana. Merknya banyak banget, mulai dari yang lokal (sheizy, GG, ziya) sampai yang impor (coolababy, babyland, Moo moo kow, rump a rooz). Tentu saja lain merk lain pula harganya.
ini penampang clodi yang dimaksud


Makin lama mempelajari dan menelaah sekaligus  berbincang tentang plus minusnya clodi, akhirnya saya memberanikan diri mencoba membeli clodi sheizy keluaran baby-oz. Saya tertarik karena outernya bener bener keren, motifnya army hehehe...saya rasa cocok untuk Shoji yang bertampang sangar hahahah

Berawal dari seringnya Shoji pipis malam, dan ngantuknya saya untuk berkali kali mengganti popok dan celana, tapi saya juga tidak mau pakai pospak karena selain bikin ruam, banyak zat aktif yang berbahaya untuk Shoji, saya juga tidak mau menambah sampah dengan banyaknya pospak yang saya buang tiap hari (saya kan cinta lingkungan). Salah satu perhitungan lain adalah biaya, jadi setelah melalui perhitungan yang rumit bin pelit, saya memutuskan memakai clodi karena ternyata lebih irit.

Rencana saya pakaikan clodi kalau Shoji mau tidur saja, tapi eh tapi...(ini sekalian review clodi sheizy yaa) memang sih bentuknya kokoh, saya suka sekali, apalagi pakai snap (saya tidak suka velcro yang bisa bikin kulit perut Shoji luka klo masangnya gak pas) ternyata cuttingnya besar, terlihat so bulky di badan Shoji yang mungil. alhasil bobonya sepertinya kurang nyaman, sehingga Sheizy lebih sering saya gunakan saat jalan jalan saja *pamer anak* heheheh
keren ya...kek tentara :)

Berhubung Shoji pipisnya banyak, sepertinya Sheizy tidak cukup tangguh menampungnya, 3 jam aja sudah bocor dan tembus ke alas ompol, jadinya selama 3 jam harus diganti segera clodinya.

Kemudian ada teman yang menyarankan pakai babyland, katanya cocok untuk newborn karena cuttingnya kecil. Untuk babyland saya suka karena lebih tipis, snapnya lebih mudah diuka tutup, bahannya stretch *jadi gak takut Shoji sesak perut* dan sepertinya untuk tidur terlihat lebih nyaman.

babyland

Untuk daya serap, saya pakaikan ke Shoji jam 9 malam dan baru diganti jam 2, selanjutnya dengan clodi baru dari jam 2 sampai jam 7 pagi, lumayan siiihhh...gak bangun bangun untuk ganti clodi lagi, asal kalau kena pup harus langsung diganti.

Untuk pencucian cukup simple kok

Persiapan sebelum digunakan:
Cuci popok kain beserta insert untuk mendapatkan daya serap maksimal serta mensterilkan lapisan finishing bahan. Cuci-kering-cuci-kering-cuci-kering-pakai.

Cara pencucian:
Setelah dipakai, buang kotoran dalam toilet, pisahkan celana dengan insertnya, masukkan ember tertutup.Tidak perlu direndam dan jangan diberi detergen/dettol/obat apapun.
Sebaiknya cuci tiap hari untuk menghindari bau dan noda kotor yang menetap,
Bila mengunakan mesin cuci,gunakan level air yang paling tinggi sesuai dengan kapasitas mesin cuci.
Gunakan ½ detergen yg dianjurkan oleh pabrik pembuat detergen. Bisa dikeringkan dengan mesin cuci system SPIN (peras).

Tips untuk problem kebocoran:
Popok harus diganti setiap 3-4 jam (beda dengan popok disposable yang mungkin bisa bertahan sampai 6 jam) dan Pastikan tidak ada rongga di sekitar kaki si kecil.

Bila popok kain anda bau:
Tambahkan soda kue pada saat pembilasan awal untuk menghilangkan noda dan bau tidak sedap.
Gunakan ½ - 1 cangkir cuka putih pada pembilasan akhir untuk melembutkan popok kain dan untuk menghilangkan bau tidak sedap.
Coba untuk menambahkan ½ cangkir air lemon saat pencucian untuk menghilangkan noda.

Ingat!!
Hindari perendaman yang terlampau lama karena dapat merusak bahan.
Hindari memakai cream anti ruam karena bisa menutup pori-pori inner, penyebab bocor.
Hindari sabun laundri karena dapat meninggalkan sisa-sisa pada popok kain.
Jangan menggunakan air panas, karena dapat melarutkan lapisan waterproof.
Jemur dibawah sinar matahari karena matahari secara alami dapat menghilangkan noda serta membuat bahan popok tahan lama, Atau angin-anginkan hingga kering.
Hindari detergen yang mengandung softener/enzyme/bleach atau sabun colek, karena dapat merusak serat microfiber.
Lakukan ‘tes bau’ setelah mencuci.Jika popok kain berbau seperti detergen, lakukan pembilasan ulang.
Lakukan proses pemutaran ulang saat menjemur untuk membantu popok kain lebih cepat kering.
Jangan disetrika.

Bila popok kain dan insert mulai menurun kualitasnya seperti bau dan bocor, mungkin perlu dilakukan stripping.

Bagaimana cara melakukan stripping?
Cara I:
Cuci popok dengan air hangat, ½ cup cuka dan ½ cup baking soda (sesuaikan volume air dengan banyak clodi).Cuci berkali-kali sampai tidak muncul busa. Lakukan stripping secara berkala, misalnya setiap bulan. Selain tidak baik utnuk popok, residu juga bisa menyebabkan ruam pada kulit bayi.
Cara II:
  • Isi ember dengan air panas (untuk outer dengan bahan PUL TIDAK disarankan untuk dicuci atau direndam dalam air panas)
  • Tambahkan deterjen pencuci (dalam jumlah yang sangat sedikit sekali atau ¼ takaran yang dianjurkan untuk pencucian biasa)
  • Cuci clodi dengan menggunakan tangan. Bunda dapat menggosoknya dengan kuat (tapi jangan terlalu kuat) atau menggunakan sikat yang lembut
  • Balik clodi dan ulangi penggosokan atau penyikatan
  • Bilas dengan baik, pastikan air mengalir jernih, bebas dari deterjen (dari berbagai sumber)

Deterjen yang sementara aman*:
*Daia Bunga 900gr Rp 9000 (berhadiah mangkok)
*Daia Lemon 900gr Rp 9000
*Attack Clean Maximiser 450gr Rp 8200
*Attack Easy 700gr Rp 10890
*Rinso Excel 1kg Rp 19900
*B29 Water guard 1800gr Rp 18690
*B29 Rose Rp 10690
*Deterjen bubuk carefour 500gr Rp 3450
*Viso 900gr Rp 9450
*Deterjen BOOM putih 550gr Rp 4790

** Perhatian bahwa pabrik deterjen tidak memberikan info detail kandungan aktif dalam produk mereka dan seringkali merubah komposisi bahan aktif dalam produk mereka setiap saat, sehingga Bunda/Ayah perlu mengecek ulang kandungan aktif pada kemasan deterjen saat membeli. (Sumber : GreenNappy) 

Yaa..kira kira itu deh sedikit review dari saya. Kalau ada yang jualan dan gak berkenan ya mohon maaf, namanya juga cuma share pengalaman pribadi hehehe...semoga berguna :)

Wednesday, April 13, 2011

Senangnya bisa memberi ASI

Haiii...kebetulan Shoji lagi tidur, bunda buka lappie untuk berbagi cerita ahh...

Menjadi ibu baru adalah hal yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Ternyata setelah menjalani sendiri baru merasakan betapa beratnya tugas seorang ibu *jadi ingat ibu saya huhuuu* Itulah membuat seorang pekerjaan menjadi ibu adalah pekerjaan mulia dengan imbalan surga :)

Setelah melahirkan Shoji, saya langsung pindah menumpang di rumah ibu. Badan masih belum sehat benar namun sudah harus mulai mengurus si kecil. untungnya untuk bagian cuci mencuci dibantu ibu dan memandikan bayi bisa dipegang oleh bidan. Tapi ada bagian yang tidak bisa digantikan oleh siapapun yaitu "menyusui".

Sejak hamil saya sudah mulai merawat payudara, memakai massage yang diajarkan bu bidan dan memakai cream untuk melembutkan nipple yang saya dapat dari dokter. Banyak orang bilang saat menyusui pertama akan sakiiitttt rasanya, karena bayi baru lahir belum memproduksi air liur dan permukaan lidahnya masih kasar. Hiiyyy membayangkannya semppat bikin takut juga.

Namun saya sudah membulatkan tekad dan menguatkan iman, sebisa mungkin lulus ASIX, padahal pas hamil air susu saya tidak juga keluar (banyak teman cerita pas 7 bulan ASI udah merembes ke baju) Tapi syukur Alhamdulillah begitu Shoji lahir, Asi sudah keluar, meskipun sedikit. Shoji yang lahir dengan berat 2,45 kg tentu sangat membutuhkan ASI untuk membuat berat badannya normal, hal itu yang membuat saya semakin semangat dan berusaha percaya bahwa produksi ASI saya akan mampu memenuhi kebutuhan Shoji.

Saya yang sangat suka aktivitas keluar rumah, sejak ada Shoji jadi ibu rumahan. Selain saya tidak tega meninggalkannya, saya juga khawatir kalau Shoji kehausan sewaktu saya tinggal. Saya belum jago memerah menggunakan tangan, apalagi saat itu payudara saya sakit dan bengkak, kata orang tua "ngrangkaki" akhirnya saya membeli pompa ASI dan pilihan saya jatuh pada tommee tippee, produk dari Inggris bisa dilihat di sini 

ini gambar kardusnya

Ini kelengkapannya



Jadi kalau payudara mulai sakit atau Shoji mau saya tinggal, saya selalu siapkan ASI perah untuk dia, jadi dia nggak akan kehausan.

Yang saya suka dari breastpump ini:
1. Sparepartynya gak banyak, cuma terdiri dari 3 bagian, jadi kalau mau sterilisasi/ mau nyuci enggak susah
2. Manual, jadi bisa disesuaikan kecepatan dan besar daya hisapnya.
3. Corong tempat PD yang besar dan terbuat dari karet yang lentur, bikin PD gak sakit
4. Dapet sterilizer box, breastpad, sama sparepart untuk ganti kalau rusak
5. Kalau buru buru dan gak sempat merah pake tangan, ini bisa jadi senjata andalan.

Semoga kami lulus ASIX yaaa.... :)

Monday, April 11, 2011

Jadi ibu baru




Metamorfosa itu indah, seperti metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu, maka metamorfosa indah lainnya adalah metamorfosa menjadi ibu. Sekitar 9 bulan sudah saya selalu membawa bawa si jabang bayi yang biasa saya panggil “dedek” di dalam perut. Setiap kali saya selesai sholat jamaah dengan Uda, setelah saya mencium tangannya, ia selalu meletakkan tangannnya ke perut saya. Begitu juga saat mendoakan saya tidur, tangan kanan Uda di dahi saya dan tangan kirinya di perut saya.

Setelah bertapa sekian lama dalam rahim, akhirnya ia menjelma menjadi sosok bayi mungil. Melihat ia dibalut kain dan diletakkan di dada saya saat itu adalah saat saat paling mengagumkan. Selama ini saya tidak pernah membayangkan seperti apa bentuk dedek saat keluar (hanya melihat melalui USG 4 dimensi saja) namun kini ia benar benar ada di dekapan saya.

Saya rasa semua ibu yang melahirkan bayinya pasti merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan. Tangannya yang kecil, matanya yang terpejam, bibirnya, jari jarinya…tak ada rasa yang bisa menggambarkan perasaan bahagia ini.

Syukur saya tiada henti atas semua yang sudah diberikan Allah pada saya. Sebuah karunia amun juga merupakan amanah yang harus dijaga baik-baik, dibimbing dan diarahkan supaya menjadi hamba Allah yang sebenar-benarnya, berbakti pada orang tua, dan menebar manfaat untuk sesama.

Selamat datang ksatria kecilku. Selamat datang Shojiki Kenzie Salfarino. Teriring banyak doa terbaik dan terindah untukmu dari ayah dan bunda.