Monday, April 11, 2011

Jadi ibu baru




Metamorfosa itu indah, seperti metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu, maka metamorfosa indah lainnya adalah metamorfosa menjadi ibu. Sekitar 9 bulan sudah saya selalu membawa bawa si jabang bayi yang biasa saya panggil “dedek” di dalam perut. Setiap kali saya selesai sholat jamaah dengan Uda, setelah saya mencium tangannya, ia selalu meletakkan tangannnya ke perut saya. Begitu juga saat mendoakan saya tidur, tangan kanan Uda di dahi saya dan tangan kirinya di perut saya.

Setelah bertapa sekian lama dalam rahim, akhirnya ia menjelma menjadi sosok bayi mungil. Melihat ia dibalut kain dan diletakkan di dada saya saat itu adalah saat saat paling mengagumkan. Selama ini saya tidak pernah membayangkan seperti apa bentuk dedek saat keluar (hanya melihat melalui USG 4 dimensi saja) namun kini ia benar benar ada di dekapan saya.

Saya rasa semua ibu yang melahirkan bayinya pasti merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan. Tangannya yang kecil, matanya yang terpejam, bibirnya, jari jarinya…tak ada rasa yang bisa menggambarkan perasaan bahagia ini.

Syukur saya tiada henti atas semua yang sudah diberikan Allah pada saya. Sebuah karunia amun juga merupakan amanah yang harus dijaga baik-baik, dibimbing dan diarahkan supaya menjadi hamba Allah yang sebenar-benarnya, berbakti pada orang tua, dan menebar manfaat untuk sesama.

Selamat datang ksatria kecilku. Selamat datang Shojiki Kenzie Salfarino. Teriring banyak doa terbaik dan terindah untukmu dari ayah dan bunda.

4 comments:

  1. Selamat ya atas kelahirannya ... semoga menjadi anak yg Sholeh dan berbakti pada kedua orang tuanya.

    ReplyDelete
  2. makasih mbak Sukma :)seneng bangeetttt neh :)

    ReplyDelete
  3. --- Airmata untuk Ibu (Kartika Nugmalia) ---

    Dari segumpal darahku di rahim mu
    Sampai terbentuk mahluk titipan -NYA untuk mu
    Engkau rawat serta jaga aku dalam badan mu
    Walaupun penuh ketidak nyamanan dalam gerak gerik langkah mu

    Engkau perjuangkan aku untuk hidup di dunia ini
    Nyawa pun kau pertaruhkan dengan seluruh kemampuan nurani
    Sakit perih tiada terhingga kau rasai
    Walaupun kau tahan dengan rasa sakit yang terus meliliti

    Kau rawat aku penuh cinta, kasih serta sayangmu
    Bikin ku tenang nyaman dalam pangkuanmu
    Tanpa capek kau menimangku
    Tanpa ada keluhan kau mengasihi ku

    Aku yang tercipta sebagai amanahmu
    Sudah kau usahakan penuh doa serta usahamu

    Oh ibu,,, dalam nya lautan samudra tidak sedalam kasih sayangmu
    Serta luas nya lautan tidak seluas semua pengorbanan mu.

    ( ..................tak terasa airmataku ini mengalir deras..............)

    ReplyDelete
  4. Cuma Mau Bilang.." IJINKAN SAYA MENYAMPAIKAN PUISI UNTUK IBU NYA SHOJI N REY.."

    -- Airmata untuk ibu -----

    Dari segumpal darah ku di rahim mu
    Sampai terbentuk mahluk titipan – NYA untuk mu
    Engkau rawat serta jaga aku dalam badan mu
    Walaupun penuh ketidak nyamanan dalam gerak gerik langkah mu

    Engkau perjuangkan aku untuk hidup di dunia ini
    Nyawa pun kau pertaruhkan dengan seluruh kemampuan nurani
    Sakit perih tiada terhingga kau rasai
    Walaupun kau tahan dengan rasa sakit yang terus meliliti

    Kau rawat aku penuh cinta, kasih serta sayangmu
    Bikin ku tenang nyaman dalam pangkuanmu
    Tanpa capek kau menimangku
    Tanpa ada keluhan kau mengasihi ku

    Aku yang tercipta sebagai amanahmu
    Sudah kau usahakan penuh doa serta usahamu

    Oh ibu,,, dalam nya lautan samudra tidak sedalam kasih sayangmu
    Serta luas nya lautan tidak seluas semua pengorbanan mu.
    ----( tak terasa airmataku mengalir deras ) ------------

    ReplyDelete