Friday, November 16, 2012

Perjalanan dedek-nya Shoji

Soal Shoji kayanya udah terlalu sering saya ubek ubek di blog ini. Udah tenar aja dia sebelum lahir hihihi...
Nih saya mau share sedikit tentang adiknya. Bukannya apa apa, terasa "beda" gitu di kehamilan saya yang ketiga ini. Kalau saat hamil kakak Shoji, Yusuf  Muhammad Shalda Saya lebih ngerasa ke "belum siap", saat kehamilan Shoji rasanya baru benar benar merasa siap deh. 

Bukan berarti saat hamil adik Shoji ini saya "nggak siap", hanya saja ada beberapa hal yang sempat mengganjal benak saya. Setelah merayakan ultah Shoji kecil kecilan di rumah bersama eyang kakung dan utinya tanggal 24 Februari 2012, saya dapat menstruasi (tepatnya tanggal 26 Februari 2012). Tidak saya sadari ternyata itu adalah menstruasi saya yang terakhir hingga saat ini. Bulan Maretnya saya telat datang bulan dan mual luarbiasa. Saya pikir itu hanya masuk angin biasa, karena beberapa hari sebelumnya saya sempat ke Klaten untuk check up kesehatan shoji ke DSA Shoji di Klaten.

Harap harap cemas dan mual serta pusing yang tak kunjung hilang, saya mencoba untuk membeli test pack. Hasil pagi itu cukup membuat saya Shock. Shock karena ada 2 strip merah di testpack tersebut. Saya gamang GALAU kalo bahasa anak sekarang. Penyebabnya antara lain:

1. Merasa Shoji masih terlalu kecil untuk punya adik
2. Kemarin lahiran Shoji C-sect dan jaraknya belum ada 2 tahun
3. Ngurus satu anak aja saya merasa belum becus, apalagi 2 batita
4. Rencana untuk ngasih ASI Shoji hingga 2 tahun ada kemungkinan gagal
5. Kayanya saya udah bener deh ngitung kalendernyaaaaa... :(

Tapi, Uda menguatkan saya dengan bilang kalau ini adalah rejeki yang harus diterima dengan lapang dada, dengan ikhlas dan berpositif thinking sama Allah. Kata Uda, banyak sekali yang udah bela belain ngelakuin segala cara untuk bisa hamil dan punya keturunan, kita diberi kemudahan untuk itu dan harus disyukuri. Tiap manusia di dunia ini rejekinya sudah diatur sama Allah, jadi nggak perlu khawatir dengan itu. 

Akhirnya saya terbawa aura positif Uda dan mulai lebih nyaman dan rileks dengan kehamilan ketiga ini. Subhanallah, adiknya Shoji sangat kooperatif. Tidak banyak keluhan yang saya rasakan selama hamil. Aktivitas saya nggak ada yang terganggu, malah merasa lebih semangat, sampai sampai orang tua saya dan Uda yang jadi sering mengingatkan bahwa saya sedang "hamil" saking aktifnya.

Dedek membawa aura positif untuk saya, Ia juga jadi pemicu semangat saya untuk menjalani aktivitas aktivitas yang lumayan banyak. Belum lahir aja saya merasa sudah dibanjiri rejeki karena kehadirannya. Ia benar benar keajaiban....

Karena keinginan saya untuk bisa melahirkan secara normal, saya banyak belajar dari para pakar obsgyn, dokter maupun bidan. Banyak baca tentang VBAC juga bertemu dengan tenaga kesehatan yang pro-*kelahiran* normal. Hal itu membuat saya tercerahkan dan terkuatkan. Dokter Anisah adalah dokter pertama yang saya temui saat kehamilan memasuki bulan ke 2. Beliau adalah salah satu dokter senior di Jogja, bliau bilang pernah menangani VBAC untuk jarak kosong hanya selang 4 bulan dari C-sect yang pertama. Lega deh mendengarnya.

Dokter kedua adalah Dr. Ivanna, dokter Shoji waktu masih tinggal di Klaten. Tempat praktek beliau difasilitasi dengan USG 4 D yang memungkinkan kami untuk melihat kondisi rahim dan kemungkinan VBAC.


Dokter berikutnya adalah Dr Wita. dr Wita sangat sabar sekali saat memeriksa dedek.Dia terlihat cukup antusias saat saya berkata ingin lahiran normal meskipun yang sebelumnya sesar, dan beliau tampak cukup mendukung keputusan saya itu. 


 Yang terakhir, kemarin saya sempat mampir ke Bidan Kita di Klaten saat menghadiri pernikahan sahabat saya di Boyolali Bertemu lagi dengan tante Yesie Aprilia dan mba Ulya. 

Sambil menunggu tante Yesie di klinik, saya ngobrol banyak sama bidan Ulya *lebih tepatnya bergosip mengenang memori masa lalu saat rencana Shoji untuk lahiran waterbirth. Bidan Kita sudah pindah lokasi, jika sebelumnya di perumahan Cemara Hijau, dekat dengan rumah kami, sekarang sedikit lebih terlihat karena letaknya yang strategis di belakang swalayan LARIS daerah alun alun Klaten.

Tante Yesie akhirnya datang juga dan langsung mengajak saya ke ruang periksa. Menurut pemeriksaan beliau, si dedek sehat sehat saja, semua bagus. Mulai dari detak jantung, posisi janin, letak plasenta, semuanya baik. Tidak ada indikasi medis yang mengkhawatirkan. Berat janin pun sesuai dengan usia kandungan saya yang menginjak 36 minggu. Legaaaa...rasanya. Habis itu kita banyak diskusi soal pemberdayaan diri, tips trick jika ingin sukses VBAC, apa yang sebaiknya dilakukan untuk persiapan persalinan, pokonya ngalor ngidul dan banyak ilmu yang saya dapat sehabis saya keluar ruang periksa. 

Karena Shoji tidak cukup tenang saat diajak melihat dedeknya melalui USG, akhirnya dia menunggu di luar  ruang periksa. Nggak heran dia bisa tenang, lha wong dia menjadikan gym ball untuk mainan, jadi betah deh mainnya...

Harapan saya siiih, semoga benar bisa lahiran VBAC kali ini. Bismillah semoga dimudahkan dan dilancarkan semuanya. Intinya adalah usaha dan pemberdayaan diri. Selanjutnya saya pasrahkan semua sama Allah, dia maha mengetahui yang terbaik untuk hambanya. Apapun itu, kita wajib mengusahakan yang terbaik. Ikhtiar dan pasrah. Mohon doanya semua ya....

Salam Sayang

/Aya
 

Wednesday, November 14, 2012

HijabClass dan BeautyDemo


Meskipun lagi hamil lumayan besar, awal bulan kemarin saya sempat ke Magelang bareng rekan rekan bisnis tersayang bu Gold Director Nur Annisa Rahmawati, bu Director Dhina Patrianna, teman seperjuangan jeng Ayoe Rizqi, dan anak saya tersayang yang sudah menunggu di Magelang Ima Fatimah. 

Kami menyelenggarakan acara hijab class, beauty demo sekaligus sharing opportunity bisnis. Dari Jogja berangkat jam 07.00 teng...dan sampai di Magelang sekitar pukul 08.30. Sambil berdandan dan menunggu waktu acara, kami singgah di kediaman mba Ima untuk menyapa keluarga dan si cantik Queena, putri mba Ima yang sepantar Shoji. 

Setelah disuguhi teh hangat dan didandani oleh mba Dhina Patrianna, saya terlihat lebih representatif hihihi. Kemudian kami meluncur ke venue yaitu di Istana Pempek Endang Jaya, Metro Square, Magelang. 

Persiapan kami lakukan dengan cepat, mengingat waktu cukup mepet hingga undangan datang, benar saja, belum kelar saya mendandani mba Ima, sudah mulai berdatangan para tamu undangan hihihi...jadi dandan kilat deehhh...

Dandan kilat, tetep Oke dengan Oriflame
stand by di posisi masing masing
Acara seperti biasa diawali dengan clap supaya lebih semangat. Mba Dhina Oke banget deh ngemsi-nya jadi pengen belajar sama beliau biar lebih percaya diri menghadapi audience. Jam terbang juga menentukan yaa...makin tinggi jam terbangnya, pasti makin kecil tuh groginya :)

clap dipimpin mba Dhina dan mba Nisa
Setelah dirasa cukup panas, Mba Nisa membagikan cerita dan sharing bisnis bagaimana bisa bekerja dari rumah dengan penghasilan rata rata sepuluh juta perbulannya. Beliau juga bercerita betapa bahagia bisa mengajak mertua untuk ke tanah suci, hasil dari bisnis rumahannya.

Mba Dhina ngemsi


Sambil mendengar sharing beliau, sesekali diselingi dengan beauty demo tentang dasar bermake-up sehari hari yang soft namun cantik bersama saya dan model yang dengan sukarela didandani mba Suci Shaumianingtyas. Dandan musti dimulai dengan wajah yang bersih, alias biasa dibersihkan tiap hari. Untuk yang katanya kulitnya sensitif, Oriflame punya rangkaian perawatan yang dijamin tetep oke untuk  kulit sensitif sekalipun.
Rangkaian produk yang saya pakai saat itu antara lain:

Pembersih: Optimals Cleanser
Penyegar: Optimals normalising toner
Pelembab: Even out daycream
Face Primer
Foundation: Oriflame Beauty Matte control foundation (Natural Ivory)
Bedak:  Oriflame Beauty Matte Control Pressed Powder (Light/Medium)
Eyeshadow: Giordani Gold Baked Eyeshadow (Rich Mauve)
Eyeliner: Very Me Double Trouble Eye Pencils (Night Glow) plus eyeliner stylo
Mascara: Oriflame Beauty 2FX mascara plus Oriflame Beauty Wonderlash Waterproof mascara.
Blush on: Giordani Gold Bronzing Pearls (Natural Bronze)
Lipstick: Oriflame Beauty Triple Core Lipstick (Spectacular Nude) dicampur dengan Oriflame wonder colour lipstick (Blosson Petal)

Hasilnya cantik natural dan enggak menor sama sakali :)
 
Dandan yuuuukk...
Make up cantik terasa kurang lengkap kalau hijabnya belum cantik juga yaa...Nih, teman saya mba Kiki jago banget bikin kreasi jilbab. Di acara ini, mba Kiki dan mba Suci ngasih tau tips trick berhijab syar'i sesuai dengan acara yang mau dihadiri. Biar kita nggak underdressed atau overdressed, maksudnya kurang sopan atau nggak lebay gitu looh Mereka juga berbagi tips untuk memakai hijab sesuai dengan bentuk wajah, namun tetap menutup dada lho yaaa...untuk menyembunyikan perhiasan berharga :) Saya jadi ikut belajar beberapa style hijab yang diperagakan. Sudah dapet banyak style, masih dapet bonus lagi hihihihi...senangnyaaa....

Aksi mba Suci dan mba Kiki
Acara ditutup dengan foto bersama dan dilanjut dengan lunch bareng. Senang sekali dapet banyak kenalan baru di kota Magelang. Orang orang dengan semangat tinggi untuk belajar dan upgrade diri untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi. Ngobrol ngobrol saya juga seru, meski baru pertama ketemu, tapi semua asyik asyik diajak ngobrol :)

Niihh...rombongan bisniswati sukses :)


Pempeknya enaaakkk....
Belum belum udah kangen bikin event kaya gini lagi...seruuuu...
Yang belum pernah ikutan dan mau ikutan, boleh banget lhoo... bisa hubungi saya yaa...

Salam cerdas

/Aya

My bestfriends's Wedding

Tentang mempelai laki laki

nyempetin dateng saat pernikahan saya

Saya mengenalnya sejak SMP sebenarnya, tapi karena jumlah siswa di satu angkatan sekitar...oh 400 anak, maka dengan kakak kelas yang satu ini tidak terlalu kenal dekat, hanya sebatas tau saja. Di SMU kami berjumpa lagi. Yang istimewa darinya adalah tak pernah menanggalkan TOPI. Hihihi...iyaaa...kemana mana selalu pakai topi kecuali kalau di dalam kelas, sampai sampai banyak yang penasaran bagaimana wajahnya kalau tidak pakai topi.

Dia adalah sahabat mantan pacar saya (sekarang bukan suami saya juga siih). Tapi yang kemana mana sama saya malah beliau. Mulai dari nganter pulang, ngajak makan, nonton konser de el el. *jadi heran pacar saya kemana aja yaaa???

Dia juga yang memprovokasi saya untuk mengikuti jejaknya mengambil jurusan favorit di salah satu universitas negri ternama di Jogja (yang akhirnya mempertemukan saya dengan Uda Ryan Salfarino-suami saya sekarang). Mulai dari mencari pensil 2B untuk keperluan SNMPTN, meminjami saya buku latihan ujian dapet minjem dari temennya juga siih Memberi semangat saat H-1 SNMPTN dengan datang ke rumah dan ngajak saya main dan STOP belajarnya :)

Saya masih ingat saat saya pengen banget nonton konser Sheila on 7 yang ngehits banget tahun 2000 dan tidak dapat ijin dari orang tua untuk keluar malam, tapi dengan alasan mas Tiyok yang akan jagain, akhirnya diperbolehkan juga sama Ibu *Yeaaayy...nonton konser Sheila juga akhirnya padahal saya tahu Mas Tiyok udah huek huek hhihi. Atau saat saya juga nggak diijinkan ikut MAKRAB penerimaan siswa baru saat kuliah, dengan merayu Ibu bahwa mas Tiyok ikut juga dan akan nganterin pulang, maka saya mengantongi ijin dari orang tua. Pernah juga saat beliau meminta temannya menemani saya untuk nonton konser ADA Band, saya jadi dapet restu hanya karena menyebutkan "Ini temen mas Tiyok bu..." jadi kalau ada apa apa yang diminta tanggung jawab ya mas Tiyok wakakaka....kasiaaannn....

Saya juga sedikit heran sih, orang tua saya termasuk ketat tidak mengijinkan saya keluar malam yang menjadikan saya kurang gaul jaman masa muda wkwkwkwk Tapi dengan keberadaan dia, saya bisa dapet ijin keluar malam. Selain Yoga (sahabat SMA saya) dan Mex (Teman dekat saat kuliah), mas Tiyok adalah satu dari tiga orang yang dianggap ibu saya cukup bertanggungjawab membawa saya keluar malam dan mengembalikan dengan utuh.

Intinya, saya merasa banyak punya hutang budi sama mas yang satu ini. Sampai sampai saat nikahan kemaren ibu bilang "Kalau nggak demi Tiyok sama miss Cici, enggak deh nyampe ke Boyolali" karena jalan alternatif yang sungguh membuat saya yang hamil tua cukup ketar ketir karena full goncangan. Pernah saat belum masuk kuliah, saya diperkenalkan sebagai adiknya ke teman teman angkatan. Tapi pada enggak percaya doong...beda banget gitu, meski begitu kok ya ada juga yang tetap berpikir aku adiknya sampe selesai masa kuliah baru tahu kalau ternyata enggak hihihi.

Tentang mempelai perempuan

Seksi sibuk di acara pernikahan saya

Saya mengenalnya saat memutuskan hijrah ke Klaten untuk mencari kerja. Dia sudah menjadi karyawan Speak First Pre-school ssat itu dan saya masih calon guru. Kesan pertama sangat menyenangkan, orangnya ramah, cantik dan suaranya renyah. Belum aja keterima kerja, dia sudah bilang "Nanti kalau jadi tinggal di mess, sekamar sama aku aja ya Miss"....

Alhamdulillah ternyata memang keterima :) akhirnya kami benar satu mess (asrama) dan satu kamar. Ternyata gadis ini sangat menyenangkan. Awalnya tampak pemalu, namun lama lama gila-nya keluar juga atau karena ketularan saya yah?  Yang jelas saya senang sekali dapat sahabat baru. Kami sering curhat di malam hari kalau mata nggak bisa juga terpejam, cerita kesana kemari nggak karuan. 

Suka duka kerja kami bagi berdua, termasuk saat kami mengacak acak acara ulangtahun Speak First yang ke 5 (dipasrahi jadi sie acara Seminar dengan Tika Bisono dan jalan sehat). Pfiiiuuhhh...persiapan yang bener bener menguras tenaga dan emosi. Tiap malam begadang bareng, belajar bareng, pokoknya hal yang membuat kami jadi team yang solid deh. Kadang untuk refresh, kami hangout bareng, ke Frapio cuma sekedar minum kopi atau makan french fries, atau karaokean di Plaza Klaten wkwkwkwk....

Nggak kerasa udah kaya sodara, belum pernah ngerasa sedeket ini sama teman baru. Tapi senaaaaang sekali rasanya...

Akhirnya, tiba waktu kami pisah ranjang, saya harus tidur dengan orang lain *baca: menikah, tapi support dan silaturahmi kami nggak hilang. Dia bela belain cuti untuk menghadiri akad saya, nginep dirumah pas jadi bride's maid saya, Dia ikut ngurusin open house saya saat pindah ke rumah kontrakan baru, seksi sibuk macem macem pokoknya. Bantuan dari suami pertama saya ini tak pernah berhenti mengalir. 

Saya masih ingat, saat kehilangan kakaknya Shoji, dia yang pertama membawa saya ke Rumah Sakit karena perdarahan yang tidak berhenti. Rasa panik dan bingung karena Uda masih bekerja di Jogja dan saya sudah perdarahan cukup hebat. Terimakasih ya Cinta, ada disana saat aku membutuhkanmu. 

Ketika saya memustuskan untuk berhenti bekerja, rasanya ada yang hilang, meninggalkan keluarga besar Speak First dan meninggalkan Micici tersayang )baca: gak bisa sering sering ketemu lagi... harus cari cara supaya tetep bisa kontak kontakan hihihi...

Dan di penghujung tahun itu, saya berusaha menautkan hati kakak tersayang saya dengan sahabat tercinta....Thanks God, Allah mempermudah jalan mereka hingga lanjut ke pelaminan :)

Dari saya

SAH!!!!

Senangnya saya akhirnya mendapat kabar pernikahan mereka. Dua orang sahabat dekat akhirnya menjadi satu dan mempererat tali silaturahmi saya dengan mereka. Saya mengenal Cici dan mas Tiyok dengan baik, begitu juga Uda. Hmm...jadi berpikir untuk menjadikan mereka besan nantinya Haiiissshhhhh.....*masih jaoooohhhh.... :p
Well, aniway...
Happy Wedding my blue sky...
Semoga menjadi keluarga sakinah mawwadah warahmah


Baarakallaahu laka, wa baaraka 'alaika, wa jama'a baynakumaa fii khair
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadamu. Dan semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan."

Monday, November 12, 2012

Kopdar sahabat masa Sekolah Dasar

Masih pengen nulis tentang cerianya saat saat kopdar. Kali ini saya ingin cerita tentang kopdar saya bersama sahabat sahabat SD. Whuaaa...masih inget dengan sahabat sahabat jaman SD? saya bersyukur ada Facebook yaa..karena masa SD kami tidak punya HP, nomor telepon saja jarang hihihi. Sekarang saya bisa ketemu lagi via facebook dengan teman teman lama itu rasanya luar biasa. 

Pagi yang rempong, hihihi...kalau mau ajak Shoji keluar keluar, pagi hari saya selalu sibuk. Sibuk untuk membuat bekal Shoji. Bukannya pelit gak mau ajak Shoji jajan yaa...(karena kami janjian di Tamansari, Amplaz Jogja) Tapi kadang selera Shoji yang masakanemak-minded bikin saya ragu beliin jajan untuk dia. Belum tentu makanan yang kita beli cocok dengan seleranya, saya aja nggak mesti cocok kalau jajan makanan jadinya untuk amannya yaaa...masak sendiri aja.

Bekal Shoji untuk kopdaran di Amplaz waktu itu adalah spaghetti mie sayur (resep bisa dilihat disini )


Kami datang agak terlambat karena jalanan Jogja saat itu macet abis :) tapi senangnya langsung disambut hangat oleh sahabat sahabat tersayang. Waktu itu yang udah kumpul jeng Arthur, Arum, Nisa, dan Ira. Semuanya tidak berubah, kecuali perut saya hihihi...

Ngobrol kesana kemari cerita tentang kehidupan masing masing. kebetulan juga anak anak kami seumuran, (kecuali Ira yang udah curi start jadi anaknya gede sendiri). Kita juga sharing soal tumbang anak kita masing masing. 

Rombongan Ibu muda yang cantik
Senengnya sharing pengalaan mengurus si kecil. Biasanya cuma saling mention di FB dan tag notes, tapi ketemuan jauuuh lebih seru. Selama ngobrol itu, Shoji dengan asiknya menghabiskan spaghetti bayam saus tomat wortel bekalnya, berbagi apel dan ubi madu kukus ke Khaila dan Keane. Ada video Shoji yang asik sendiri makan bekal ampe belepotan lhooo...


Non stop ngunyah
Sharing plus momong
Kalau udah cerita...hebooohhhh...
Minus Arthur karena lagi ngASI Keane
Sebelum pulang narsis dulu ahhh...
eski cuma sebentar tapi seru banget yaaa...
kapan kapan musti dijadwalin lagi niihh... :)


Love

/Aya