Friday, November 25, 2016

Gurat Senja, Fashion Diary Karya Anak Bangsa

Hai Bundas, 
Sebagai seorang wanita, tentunya pengen juga untuk mengikuti trend fashion terkini yaaa... Kali ini saya dapet kesempatan untuk meliput acara fashion show, launching perdana karya tiga orang desainer ternama Jogja yaitu Endarwati, Theo Ridski, dan Djoko Margono. 


Pagelaran fashion show kali ini mengambil tema "The Enlightment Fashion Diary, Gurat Senja". Sebelumnya Ibis Styles juga sudah menggelar acara serupa bertema Svarna Bianglala 2015 lalu. 

Acara ini juga sekaligus sebagai launching promo terbaru dari Ibis Styles promo, Sunset Hour. Gurat Senja sengaja dipilih untuk mengangkat keindahan cahaya langit kala senja. Warna warni jingga akan mendominasi warna warna karya ketiga desainer ini. 

Dibuka dengan sambutan duo MC mba Sukma dan mas Firman, langsung membuat para pengunjung penuh semangat. Bagian runway di  sky bar Ibis Styles yang terletak di lantai 7 dan menghadap kolam renang membuat suasana semakin segar dengan terpaan angin sepoi-sepoi. 

Suasana seperti ini langsung aja deh kami rombongan blogger dari kumpulan emak blogger langsung mengambil spot terbaik untuk foto foto *yah, seperti biasanya laaah* Gimana hasil foto di lantai 7 hotel Ibis Styles? Kece badai yaaaa 😄😄

Photo credit: @imasatrianto


Setelah launching "Ibis Sunset Hour" langsung dilanjutkan dengan peragaan busana dari desainer Endarwati oleh 8 orang Diajeng Sleman dari Paguyuban Dimas Diajeng Sleman. Desainer Endarwari yang galerinya bertempat di Jl A Yani 47 Bantul mengusung desain simple chic dengan warna warna a la batik jumputan. Bajunya bisa dikenakan dalam acara casual maupun semi formal. Yang jelas saya suka banget karena desainnya simple dan selain enak dilihat, sepertinya juga nyaman untuk dikenakan. Para Diajeng tampak makin cantik dengan polesan make up dari Gandrix Professional Make Up Artist and Salon. 

Karya Endarwati

Desain kedua dari Theo Ridski didominasi desain untuk laki laki. Kemeja dengan detail etnik dan celana pendek tampak cocok saja dipadankan. Sesuai dengan tema summer, warna warni yang ditampilkan juga adalah warna warna ceria. Koreografer Lutfi Majid berhasil membuat tampilan karya busana ini enak dinikmati oleh pengunjung.



Usai tampilan baju baju untuk pria, saatnya doorprize yeeeaaay. Selamat untuk Via (salah satu teman blogger) yang dapat doorprize voucher. Waaah...rejeki nomplok ya Via. Tak disangka sangka, saya juga ketiban pulung, dapat doorprize dari HS Silver isinya sepasang anting. Cihuuuy makin cakep nih pakai anting baru.



Konsep unik dan modern juga ditangkap pada karya Djoko Margono, seperti juga konsep yang ingin ditampilkan Ibis Styles. Busana busana casual ready to wear ini memang kekinian dan eye catching sekali. Acara yang dibanderol 75.000/pax ini kumplit banget. Selain bisa untuk menikmati karya para desainer dengan nuansa sunset di tengah kota, bisa dijadikan ajang kumpul sama sahabat menikmati senja di Jogja. 

Makan bareng sahabat 

Oh iya, sekedar informasi bahwa dulunya Ibis Style ini bernama All Season hotel. Dengan 112 kamar dan 6 meeting room ini juga menyediakan lokasi wedding loh, bisa untuk 200 tamu undangan. Momen pernikahan special pasti butuh tempat special kaan? Siapa tau jodohnya di Ibis Styles

Pengen tau soal acara acara special di Ibis Style? Atau ingin menggelar acara special? Untuk informasi dan reservasi langsung aja hubungi: 
Ibis Styles Yogyakarta
Jl Dagen No 109 Yogyakarta 55271
0274-588889
www.Ibisstyles.com


Tuesday, November 22, 2016

Uji Kadar Narsismu di Museum Trick Eye



Hai Bundas,
Kali ini saya mau cerita soal jalan jalan saya. Jalan jalan??? Iyeessss...akhirnya emak rempong, Mahmud ASTI (mamah muda anak sudah tiga) ini bisa juga piknik cuyyy...

Lihat gambar diatas? Kira kira saya sama teman teman cantik saya lagi dimana tuuh? Di Korea? Hihihi...itu adalah hasil photo di greenscreen photobooth museum trick eye. Keliatan seger dan real banget yaaah :) 

Berawal dari tawaran seorang sahabat untuk ikutan liputan di salah satu museum kece di Jogja, @elizhabeth_elzha, akhirnya saya masuk jadi salah satu peserta blogger gathering untuk mengunjungi museum Trick Eya deMata deArca Jogja. Iyeessss....mamah kesampaian piknik :D

Tanggal 17 November kami janjian untuk ketemuan di venue. Jujur emang belum pernah kesana (kan udah dibilang tadi jarang bisa piknik). Datang paling awal dan langsung disambut sama mas Warli, marketing Managernya DeMATA yang mungkin sedikit bingung saat saya bertanya mengenai blogger gathering. Mungkin dipikirnya saya salah satu siswa SMP yang terpisah dari rombongan kali yaaaa, secara ukuran juga sama sebangun ama anak SMP *abaikan*

Saya langsung diminta untuk menunggu di ruang meeting DeMATA sambil menunggu teman teman yang lain. Sekilas melihat betapa serunya anak anak sekolah yang berkunjung dan mengambil foto. 17 bus. Saya ulangi (((17 bus!!!))) hari itu jadwal kunjungan DeMATA dan DeARCA museum. Gilingaaaaan....kebayang bakalan kaya cendol jadinya.

Ternyata eh ternyata dari pihak manajemen itu kece banget pengaturan keluar masuk pengunjung loh. Pengunjung sebanyak itu langsung disebar ke 3 lokasi (DeMATA1, DeMATA2 dan DeARCA) Mereka juga menyadari bahwa harga tiket masuk termasuk untuk middle up, jadi diusahakan banget dengan harga tiket segitu pengunjung bisa PUAS berkeliling menikmati lebih dari 100 gambar 3 dimensi, lebih dari 50 gambar 3 dimensi dan tambahan mirror illusion, 4D, Augmented Reality, dan yang paling bikin ngeces adalah costume booth.

DeMATA 1

Setelah semua blogger ngumpul, langsung deh kita diajak berkeliling sama mas Warli dan mba Thea. Pertama kali langsung ke studio DeMATA 1. Disini isinya museum foto 3 dimensi. Bisa foto foto dengan background piknik di Belanda atau jadi keluarga Khong Guan :D

Backgroundnya lucu lucu banget lho, dan ini biasanya tiap 2 bulan ganti tema. Jadi nggak akan bosen bolak balik ke museum trick eye demi mengejar background foto terbaru.

Photo credit @imasatrianto

DeMATA 2

Setelah dari DeMATA 1, kita lanjut ke deMATA 2. Isinya DeMATA 2 adalah museum foto 3 dimensi, 4 dimensi, ilusi cermin dan foto kostum. Disini kita bisa bikin video seruuuu, karena ada background yang bisa bergerak gerak. Iiih asik banget deh. Banyak gambar gambar yang kesannya real banget. Kalau udah foto disini, kemampuan akting, ekspresi dan totalitas jangan ketinggalan. Supaya hasilnya fotonya kece, jangan setengah setengah yaaa narsisnya. Kalau misal gak sempat bawa tripod sendiri atau nggak bawa tukang foto pribadi, bisa loh minta tolong sama penjaga museum untuk bantu fotoin. Mereka akan dengan suka cita membantu kita dan mengarahkan supaya hasil fotonya memuaskan :)

Nggak perlu bingung, di setiap gambar background ada contoh ekspresi foto yang bisa kita contek, bahkan disediakan tangga untuk pengambilan gambar terbaik. Kece badaaaiii pokoknya maaah...Nggak salah museum eye trick DeMata mengangkat jargon #bestplacetotakeyourpict. Sesuai banget emang sih.

Favorit saya adalah saat kita bikin foto kostum group. Langsung disediain kostum Korea yeaaayyy...seneng banget hihihi...


Photo credit @imasatrianto

Manda Ima juga sempet bikin video dengan lokasi background bergerak di DeMATA 2 loh, bisa diintip disini yaaa videonya :)



DeArca

Nah, kalau udah puas main main di spot spot terbaik DeMATA 1 dan 2, kita lanjut ke DeARCA. Disini ada patung dari fiberglass yang miriiip sama tokoh tokoh dunia, tokoh nasional juga ada, bahkan ada superhero juga loh, saya sempetin foto sama duo superhero ganteng ini

Foto lain bisa dilihat di Instagram @kartikanugmalia

Selain itu ada patung Einstein, patung pak Jokowi, patung Hary Potter, Katy Perry, Lady Gaga juga adaaa. Saya juga sempet berfoto di ruangan yang dipajang foto foto Lady Diana, idola saya.

Ruangannya lega, dan kesannya glamor. Mirip sama museum lilin Madam Tussaud di luar negri. Mau dipakai belajar sejarah atau mau dipakai nyenengin anak buat foto sama tokoh idola bisa bangeet.


Itu yang rambut pirang di belakang mirip kan yaa? *uhuuuk

Perlu bawa berapa duit?

Harga tiket buat masuk ke DeMata menurut saya masih terjangkau banget sih untuk fasilitas sekece itu. Tiket terusan untuk happy hour (Senin hingga Jumat jam 10.00- 15.00) cuma Rp.85.000 udah bisa jalan jalan ke 3 lokasi (DeMATA1, DeMATA2 dan DeARCA). Sementara kalau pas gak happy hour kita bisa menjelajah museum cukup dengan Rp.100.000 ajah.

Untuk weekend dari jam 10.00 hingga jam 22.00 tiket terusan seharga Rp 120.000, tapi jangan khawatir untuk yang sedang berulangtahun di hari itu, tiketnya FREE dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku. Oke banget kan?

Kalau nggak punya banyak waktu atau gak punya banyak tenaga, boleh lho mengunjungi satu atau dua lokasi saja, harga tiket masuknya juga beda dengan harga tiket terusan :)

Nah, untuk harga paket foto kostum, cukup 75.000/orang bisa dapet 3x foto dan 1x cetak 6R dan 1 CD juga. Untuk 2-5 orang cukup bayar 150.000 aja dengan fasilitas yang sama :) Untuk foto saya yang jadi sampul postingan ini, kita pakai greenscreen photobooth.

Tips kalau mau berkunjung

1. Kenakan baju yang nyaman supaya bisa jumpalitan seru seruan dan hasil fotonya tempak manjah terpampang nyata :D
2. Bawa tripod sendiri kalau kita termasuk yang "shy shy cat" (maksudnya malu malu kuciiiing) seperti saya untuk minta dipotoin
3. Siapkan batere cadangan atau memori hape yang buanyaaak... Biar nggak nyesel kehabisan batere atau memori sebelum tuntas jalan jalannya.
4. Bawa air mineral biar gak gagal fokus atau pingsan karena lompat sana lompat sini, jumpalitan pasang aksi.
5. Manfaatkan wifi yang bisa dipakai untuk langsung upload upload hasil foto narsis kita ke medsos.
6. Pilih happy hour supaya lebih hemat dan lebih leluasa memanfaatkan semua fasilitas karena pengunjung gak bejubel kaya kalau pas weekend
7. Makin banyak temen yang ikutan makin seru lhoooo...

Ini hasil video dari salah satu temen saya, mas Charis, si empunya blog sipenyugunung. Bisa dinikmati juga keseruan kita jumpalitan di spot spot foto 3 dan 4 dimensi :)




Nah, seru banget yaaa jalan jalan saya kali ini. Kalau masih ada yang penasaran, cus langsung aja deh kunjungi DeMATA dan DeARCA eyetrick museum yes

FB: De Mata - DeARCA
Twitter: DeMATA_DeARCA
Web: dematamuseum.com
Instagram: de_mata_de_arca
PIN BB: 7508F791
Lokasi: XT Square Jl Veteran No 150-151 Yogyakarta
Telp 0274-380809
MP: 081327166616

Salam Piknik
/Aya






Thursday, November 10, 2016

Lampaui Batas untuk Senyum Ibunda



Sebagai seorang anak, pernahkah terlintas ingin memberikan sesuatu untuk orang yang paling kita sayangi? Orang tua?

Pertanyaan retoris ini membawa saya pada sebuah penyesalan ketika mengingat kegagalan mempersembahkan hadiah umroh untuk orang tua saya.

Saya ingat betul kata kata ibu saat itu,

"Nduk, ibu tuh punya rencana mau jual tanah di kampung. Ibu pengen umroh nduk."
...lalu ada semacam rasa sesak melanda hati, karena belum bisa mengajak ibu berangkat umroh kala itu.
"Kalau tanahnya gak laku, ya nanti biar diwakafkan aja jadi masjid.

Tak berapa lama, ada program leaders driver dari perusahaan tempat saya mengais rejeki, Oriflame. Oriflame menawarkan pilihan pergi ke Turki, Umroh dan ke Korea.


Ketika itu, secercah cahaya menyelimuti saya. Bismillah, semoga saya dimudahkan menjemput tiket umroh untuk ibu tercinta. 

Tantangannya adalah selama 6 bulan berturut turut harus punya kenaikan 1000 poin dan minimal poin adalah 13.000 BP. 

Bulan pertama...lolos
Bulan kedua...lolos
Bulan ketiga...lolos
Bulan keempat...lolos

Sisa 2 bulan lagi untuk mendapatkan tiket umroh idaman, ternyata di bulan ke 5 omzet saya turun. Tak tanggung tanggung, dari 17.000 poin (sekitar Rp 96.000.000,-) di bulan keempat, bulan ke lima saya baru mengumpulkan  16.000 poin menjelang closing poin. 



Usaha maksimal sudah saya lakukan untuk mendongkrak omzet, namun ternyata masih belum maksimal. Remuk hati saya saat itu. Bukan karena kegagalan saya, tapi karena merasa belum bisa berjuang untuk membahagiakan ibu. 

Yang bikin lebih nyesek lagi adalah, ketika di bulan ke 6 dalam hitungan kualifikasi saya lolos dengan 19.000 poin (sekitar Rp.107.000.000,-). Saya hanya gagal di bulan ke 5 *nangis India*

Kenangan ini saya ingat ingat untuk menjadi pelecut saya berjuang lebih baik lagi. Ketika akhirnya diumumkan bahwa Director seminar 2016 ke Bali. Bali adalah pulau yang saya, bapak dan adik pun sudah pernah kesana, tapi ibu belum.  Kalau lihat foto foto kami di Bali, ibu sering bilang kalau serumah cuma ibu yang belum pernah ke Bali.


Nah, ke Bali itu juga ada syarat syaratnya, jadi new achiever alias kudu mencapai title baru. Saat itu saya adalah seorang Director dan harus jadi Gold Director untuk bisa dapat tiket gala dinner dan nginep di hotel berbintang 5 di Bali. 

Naikin omset bukan perkara gampang. Mau hasil lebih, kerjanya harus lebih. Untungnya kerja team di Oriflame keren syekaliiii. Dibela belain ngadain OOM ke luar kota, Magelang, Klaten dijabanin. Semua saling kerjasama sehingga Alhamdulillah saya bisa jemput level Gold Director saya karena banyak team saya yang juga naik level.

Singkat cerita, untuk mengurangi rasa bersalah saya, sekaligus ingin ibu menginjakkan kaki ke Bali untuk pertama kalinya, saya mengajak ibu menjadi partner gala dinner saya di Bali. 

Akomodasi yang super wah dari Oriflame membuat ibu puas. Berangkat ke Bali pertama kali dengan traktiran Oriflame. Ibu yang jarang banget mau difoto malah jadi minta sering sering foto di pantai yang jadi bagian view Hotel Conrad, tempat kami menginap.


Saya tau, kisah ini nggak heroik dengan ending akhirnya bisa ajak ibu saya umroh, tapi setidaknya bisa mengulaskan kembali senyum ibu dari kekecewaan kekecewaan yang saya torehkan di masa lalu, cukup berharga bagi saya. Setidaknya saya bisa memberikan sedikit kenangan indah bagi beliau. 



Challenge dari Oriflame kadang memang sangat menantang, ya? Iya dong, emangnya hadiahnya piring cantik, cukup dengan belanja detergen? Hehehe.... Tapi insyaAllah sangat layak untuk dikejar dan diperjuangkan kok. Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah merasa gagal. Akan ada tantang tantangan baru yang akan saya persiapkan dengan lebih sungguh sungguh. Doakan sayaaaa :)

Ini cerita #lampauibatas ku. 
Mana ceritamu? 

Friday, November 4, 2016

Mengintip Rahasia Panjang Umur a la Kaisar China




Di sebuah tayangan televisi,


"Istriku.... Aku akan mencari tanaman obat, kau tinggal di rumah ya, jaga rumah baik baik"
"Baik, suamiku. Jangan lama lama ya, semoga kau segera menemukan tanaman obat mujarab".

Ada yang sudah bisa menebak potongan adegan tersebut? Yes, buat yang abegeh (anak baru gede badannya berkat hamil anak 3 biji) kaya saya mungkin akan langsung terbayang sosok tabib Han Wen dan istrinya si siluman ular putih, Pai Su Cen.

Serial dari negri Cina itu tertanam di otak saya sejak usia SD hahaha, makannya tiap denger Cina yang terbayang di saya bukan produk KW KW-an tapi pengobatan herbalnya, salah satunya ya gara gara serial ular putih itu.

Tapi beneran gak sih kalau di Cina itu sangat mempercayai pengobatan herbal? Rasa penasaran saya sedikit terjawab setelah membaca beberapa literatur tentang jamur. Eh, jamur? Iya J.A.M.U.R

Siapa nggak kenal dengan jenis tumbuhan ini. Sekilas saya mau cerita soal jamur Ling Zhi, ya tanaman yang sudah menjadi obat sejak 2000 tahun yang lalu.
Saya dan keluarga sendiri termasuk yang suka mengkonsumsi jamur, mulai dari jamur merang, jamur tiram, jamur kuping. Kadang jadi campuran oseng oseng dan tak jarang digoreng krispi saja.




Jamur Ling Zhi
Jamur Ling Zhi (Ganoderma sp) biasa disebut jamur Reishi di Jepang. Ada cerita yang menyebutkan bahwa seorang kaisar dari Dinasti Wei sampai mengerahkan 3000 orang prajurit ke Jepang untuk mencari tanaman sebagai jamu awet muda. Jamu awet muda ini tak lain dan tak bukan adalah jamur Ling Zhi. Gimana caranya jamur bisa bikin awet muda ya? Kalau kata Dr Paulus Wahyudi Halim, Ling Zhi mampu memperbaiki aliran darah dan meningkatkan distribusi zat gizi ke kulit. Kandungan antioksidannya juga tinggi, namun bagi penderita sakit jantung koroner dan kanker, tidak disarankan mengkonsumsi Ling Zhi. Sementara sifatnya yang neovaskularitas disebut cukup efektif untuk mengatasi stroke. Pengobatan dengan herbal tentunya butuh waktu yang relatif tidak singkat. Harus telaten dan rajin.

Beberapa manfaat bagi kesehatan jika mengkonsumsi jamur Ling Zhi antara lain:

1. Meningkatkan kekebalan tubuh
2. Menormalkan tekanan darah tinggi
3. Mencegah stroke
4. Antioksidan
5. Antinyeri
6. Antiradang
7. Antivirus
8. Antijamur
9. Anti alergi
10. Menurunkan kadar lemak, kolesterol dan gula darah
11. Menyembuhkan bronchitis dan Hepatitis
12. Menekan efek samping kemoterapi
Khasiat tersebut berkaitan dengan kandungan asam ganoderat dan asam lusidenat, yaitu senyawa polisakarida yang berfungsi menghambat tumor.




Wow! Banyak juga ya khasiatnya! Seperti madu juga nih, pengobatan alami dengan mengkonsumsi makanan sehat :)

Apakah jamur bisa dibudidayakan? Kan enak ya kalau bisa budidaya jamur sendiri. Kebetulan kakak angkatan saya jaman kuliah saat ini menekuni budidaya jamur Ling Zhi ini loh, mba Puri namanya. Selain jamur Ling Zhi juga ada jamur kuping dan jamur tiram juga.

Jamur Tiram
Jamur tiram (pkeurotus sp) merupakan salah satu jamur yang bisa dikonsumsi. Umumnya diproduksi secara organik tanpa bahan kimia dalam budidayanya. Fungsinya selain dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah, juga membantu penurunan berat badan karena kadar seratnya yang tinggi dan dapat membantu proses pencernaan.

Jamur Kuping

Jamur kuping, bahasa sundanya "lember" biasanya tumbuh di kayu kayuan lembab. Jamur kuping sering kita temui pada masakan SOP, sayur kimlo, nasi goreng jamur, Sukiyaki karena pengolahannya cukup mudah. Biasanya dijual dalam bentuk kering dan bila direndam air akan kembali ke bentuk segarnya. Fungsinya dapat memperbaiki kondisi penyakit darah tinggi, kurang darah, datang bulan tidak lancar jika dikonsumsi rutin dan sesuai takaran.


Saat ini jamur malah tersedia juga dalam bentuk camilan yang siap "lhep". Camilan ini selain enak dan juga sehat loh. Kemarin dapet kiriman jamur crispy dari mba Puri waaah, langsung jadi rebutan sama anak anak. Mereka sukaaa..

Ada dua varian rasa, rasa pedas dan rasa gurih. Enak juga buat kriukan teman makan nasi pengganti kerupuk. Ada juga jamur Ling Zhi yang sudah dikeringkan untuk dikonsumsi sebagai obat.

Untuk pemesanan bisa hubungi:
Puri Riliana / Dwi Purnomo
HP 081398665160
Atau lewat IG @shoreafood (081328362823)

Kalau mau berkunjung ke tempat budidayanya
Dukuh RT 09/RW 02 Kelurahan Sucenjurutengah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Salam Sehat

/Aya

Gambar cover : suwaldi321.blogspot.com