Monday, December 26, 2016

Pengalaman menggunakan uberMOTOR di Jogja

Uber di Jogja

Hai Bundas,

Mau sharing pengalaman saya nih hari Sabtu kemarin naik uberMOTOR. Jadi ceritanya saya habis terapi Aisha di RS PKU Jogja kemudian lanjut ada acara Seminar, Workshop dan Bazar di Kedai Kolega Gedong Kuning. Nah, berhubung suami sedang ada acara lain, jadi saya dan Aisha perlu berangkat berdua saja nih.


Karena uberMOTOR ikut merayakan liburan akhir tahun ini dengan memberikan potongan Rp10.000 untuk 5 kali perjalanan uberMOTOR dari tanggal 24 Desember 2016 s/d 1 Januari 2017. Jadi, saya bisa jalan-jalan naik uberMOTOR di Jogja dengan lebih hemat saat liburan Tahun Baru.

Beneran enggak siiih?

Karena kemal alias kepo maksimal, akhirnya saya ikutan kekinian dengan mencoba uberMOTOR ini nih.

CARANYA:
1. Buka aplikasi Uber
2. Masukan kode promo NGUBERDIJOGJA  di opsi promosi
3. Nikmati potongan Rp10.000 untuk 5 kali perjalanan UberMOTOR mulai dari tanggal 24 Desember 2016 – 1 Januari 2017

Aniway busway, untuk yang mau dapat potongan Rp. 25.000 di order pertama bisa masukkan kode SEJF5WVUUE ya di bagian kode promo :)

Nah, lanjut ke cerita saya. Selesai Aisha terapi itu pukul 08.00 dan saya harus mengejar waktu karena sebenarnya undangan untuk peserta bazar adalah pukul 08.00.

Langsung deh saya buka aplikasi UberMOTOR dan memasukkan lokasi saat ini. Setelah itu pilih lokasi tujuan dan klik pesan uberMOTOR. Tak berapa lama, identitas pengemudi dan jenis kendaraan langsung muncul di layar.

Aplikasi uberMOTOR

Saya menunggu tidak terlalu lama, Mas Hega (driver uberMOTOR), langsung nyamperin saya dan menawarkan tas berisi brosur dan katalog yang saya bawa untuk bazar untuk diletakkan di bagian depan motornya. Jadi saya cuma bawa tas aja.



Mungkin karena saya bawa bayi, mas Hega mengendarai dengan hati hati hehehe. Enggak terlalu kencang tapi cukup nyaman selama perjalanan. Sampai perempatan, saya diijinkan untuk mau memilih lewat jalan Selatan atau Utara, saya pilih jalan Utara (jalan Kusuma Negara). Kayanya mas Hega juga udah cukup kenal rute perjalanan kami, which is itu bagus...karena saya sendiri belum pernah kesana *ngook*

Rute perjalanan uberMOTOR
Sampai Kedai Kolega, saya sempatkan untuk berfoto. Nah, sewaktu saya mau bayar ongkos naik uberMOTOR, kata mas Hega udah GRATIS!

Wow!

Di aplikasi tertera ongkosnya 10.528 tapi karena saya pakai kode promosi jadinya beneran GRATIS loh. Asiiik...
Sampai sampai saking nggak percaya saya minta dikirim screenshot harga dari aplikasi driver. Dan ternyata benar. Aaahh...rejeki bunda shaliha ini hehehe...

Biaya perjalanan


Nah buat teman teman yang mau coba pakai uberMOTOR juga, cukup ikuti langkah langkah singkat berikut yaaa:

Cara Memesan uberMOTOR
1. Masukkan alamat tujuan
2. Atur pin atau alamat penjemputan dan pilh metode pembayaran.
3.Tekan “Pesan uberMOTOR”Identitas uberMOTOR”Identitas pengemudi dan kendaraan yang menjemput akan muncul di layar.
4. Nikmati perjalanan dengan harga yang sangat terjangkau.

Biaya minimum : Rp 5.000 per perjalanan
Biaya per km : Rp 1.800
Biaya pembatalan : Rp 5.000

Mengingatkan lagi untuk yang mau dapat potongan Rp.25.000 di order pertama bisa masukkan kode SEJF5WVUUE ya di bagian kode promo :)

Nah, siap jalan jalan keliling Jogja dengan uberMOTOR? Teman-teman yang ada pengalaman memakai uberMOTOR boleh sharing juga yaaaa, baik yang di Jogja maupun di kota lain :)

Salam
/Aya

Sunday, December 25, 2016

Epilepsi dan West Syndrome


"Akan ada saatnya bunda nggak akan selalu ada di dekatmu,  Aisha
Akan ada suatu masa kakak kakakmu akan menjadi pelindungmu 
Tapi, bunda ingin Aisha mengerti

Terkadang bertahan saja tidak cukup, maka kita harus berjuang

Terkadang menunggu juga terlalu lama, maka kita harus menjemput

Dan terkadang hidup tidak berjalan seperti yang kita harapkan, maka kita harus mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin..."

Impresi gelombang epileptiform difus

Hai Bunda,
Selepas tets EEG kemarin, saya vakum membuat postingan tentang Aisha ya, rasanya udah telat lat lat pake banget. Tapi gapapa lah ya, semoga postingan kali ini tetep bisa diambil manfaatnya.

Jadi setelah test EEG itu, kami konsultasikan hasil rekam EEG pada dokter Vetria, dokter di RSA UGM yang membantu menelusuri kondisi Aisha yang diawali dengan kecurigaan GDD.

Baca : Global Developmental Delay (GDD)

Baca : Test EEG

Dari hasil rekam EEG didapatkan diagnosa bahwa Aisha memiliki gelombang kelistrikan di otak yang cukup ruwet. Hasil itu menegakkan diagnosa bahwa kejang Aisha termasuk yang cukup berat.
Dokter Vetria kemudian memberikan obat untuk kejang (epilepsi) Aisha bernama Ikalep. Ikalep fungsinya untuk meredakan kelistrikan di otak Aisha yang akan mengurangi efek kejangnya. Obat ini diberikan bersamaan dengan vitamin untuk mengoptimalkan pertumbuhan otak Aisha, sehingga bagian yang tidak mengalami perlunakan tetap bisa dioptimalkan fungsinya nantinya.

Baca : CT Scan Aisha

EEG ini akan digunakan sebagai kontrol, dalam setahun kedepan bagaimana kondisi kelistrikan di otak Aisha. Kalau dengar cerita teman teman sih, pada EEG ke dua biasanya hasilnya sudah jauh lebih baik. Saya pun berharap yang sama untuk Aisha.

Epilepsi


Baiklah, jadi kali ini kita akan bicara mengenai Epilepsi yah. Apa yang terbayang di benak bunda sekalian ketika mendengar "epilepsi"? Sakit bawaan? Penyakit menular? Penyakit karena kutukan?


Tidak perlu tertawa lho, hal ini lumrah kok, karena memang secara sosial epilepsi punya konotasi negatif. Sakit yang tidak semua orang mau mengakui karena latar belakang sosial itu salah satunya. Seperti yang saya kutip dari wikipedia, Dalam Hukum Hammurabi (sekitar 1790 SM), kejang epilepsi disebut sebagai alasan sah seorang budak belian boleh dikembalikan dengan ganti rugi. Sampai sebegitunya yaaa :(

Epilepsi tidak bisa disembuhkan, tetapi serangan-serangan bisa dikontrol dengan pengobatan. Kurang tau juga saat ini prosentasenya berapa, tapi kalau di grup WA ortu hebat yang saya ikuti, beberapa teman mengatakan memang pengobatan dengan obat anti epilepsi hasilnya cukup baik, bahkan ada yang sudah lepas obat rutin juga.

Kejang ini disebabkan adanya pola kelistrikan di otak. Ketika membaca buku "Apa Yang Dapat Dilakukan Pada Anak Anda Yang Cedera Otak" tulisan Glenn Doman, definisi anak cedera otak adalah ”setiap anak yang mengalami sesuatu yang mencederai otaknya”. Sesuatu ini dapat terjadi kapan pun, mulai ketika anak masih ada dalam kandungan, selama proses kelahiran, setelah dilahirkan, hingga anak cukup besar.

Sumber: gue-epilepsi.blogspot.com

Sumber: gue-epilepsi.blogspot.com

Jadi biasanya cidera otak yang terjadi sebelum anak berusia 2 tahun bisa dikategorikan sebagai cerebral palsy. Cidera otak bisa dari faktor genetik saat masa pembuahan (bisa terjadi pada anak dengan Down Syndrome) atau dikarenakan ketidakcocokan rhesus darah kedua orangtuanya.

Anak yang mengalami cedera otak kehilangan kemampuan untuk menyerap informasi (sensorik) dan merespons informasi (motorik). Ini juga bisa dipengaruhi faktor eksternal seperti cedera di kepala ketika proses persalinan atau faktor lain.

Nah, karena epilepsi itu hanya merupakan gejala dari cidera otak, maka yang seharusnya langsung mendapat penanganan adalah bagian otak yang masih normal. Otak normal dan sehat ini harus dijaga supaya tidak mengalami kerusakan yang lebih parah dikarenakan kejang epilepsi.

Menurut Glen Doman, mengoptimalkan kerja otak ini dengan cara mengembalikan atau mereset otak dengan memasukkan stimulasi proses tumbuh kembang anak, mulai dari merayap, berguling, merangkak, hingga tahap berjalan. Dengan stimulasi ini diharapkan tubuh mampu merespon stimulus dan menjadikan stimulus itu sebagai gerak spontan.

Bentuk kejang epilepsi berbeda beda. Ada banyak jenis kejang pada epilepsi. Ada yang serangan datang mendadak cukup lama dan seusai kejang anak akan terlihat lemas, ada pula serangan halus yang datang berulang dalam jangka waktu tertentu.

West Syndrom


Kejang epilepsi yang mengarah ke west syndrom umumnya adalah berupa kejang halus. Kejang ini kadang sulit dibedakan dengan kejang saat anak anak masih bayi dibawah 3 bulan. Sebelum 3 bulan, saya kira Aisha hanya kaget kaget biasa, namun seiring bertambah usia, dari 3 bulan ke 6 bulan kok kejangnya semakin intens.

Jadi EEG Aisha, gelombang epi khas West Syndrome

Menurut Prof Herini, dokter ahli neurologi syaraf Rumah Sakit Panti Rapih, ketika membaca hasil EEG Aisha mengatakan, "Ini termasuk epilepsi yang cukup parah Pak, Bu. Saya lihat dari model grafik EEG ada puncak gelombang epytologi yang saling overlap". DEG! Rasanya kaget mendengar pembacaan hasil EEG dari Prof Herini, tapi beliau melanjutkan, " Tapi ini bisa kok pakai terapi obat pelan pelan. Sudah fisioterapi belum?" Prof Herini pembawaannya kalem, jadi bikin kami nggak tegang tegang amat saat itu, tapi tetep aja di perjalanan pulang sesenggukan sendiri di bahu suami. Apapun yang disampaikan sama Profesor kita ingat baik baik, googling dan bertanya sama sahabat sahabat yang profesinya dokter.

Ikalep
Pertama kali diberi obat Prof Herini, Aisha melanjutkan obat dari dr Vetria, yaitu Ikalep, piracetam, asam folat dan vitamin B6. Dosisnya masih sama 1,2ml/12 jam. Dosis ini semakin bertambah karena Aisha belum berhenti kejang dengan penambahan dosis obat. Hingga kini Aisha kalau minum 2ml/12 jam.

Dari hasil obrolan kami di grup ortu hebat, obat obatan yang biasanya diberikan untuk anak dengan west syndrome atau spasme infantil antara lain:
Ikalep,
depakene isi valproic acid,
phenobarbital.

Valproic Acid
Biasanya akan diberikan juga vitamin B6 untuk mengurangi efek samping obat obat diatas.

Kemarin sempat juga ada sharing dari mba Ratih, bundanya Nadia. Nadia sempat terapi suntik ACTH. Teknisnya, 1botol kecil disuntikkan 3x dalam  3 hari berturut turut. Selanjutnya diberi jarak 2 hari. Nadia habis 4 botol. Harga 1 botol/ampul sekitar Rp.3.500.000,-

Namun sayang, menurut info mba Ratih, persediaan ACTH di dokter sudah habis. Dan ketika saya konfirmasi ke Prof Herini, suntik ACTH sekarang hanya bisa dilakukan di Singapura.

Ditambahkan mba Ayu, "Ada terapi khusus buat west syndrome. Dulu suntik ACTH, sejenis hormon gitu. Cuma sekarang udah susah dicari. Ada lagi yg minum prednisolone, sejenis steroid."

Nama nama asing itu adalah PR saya untuk cari tahu. Oh iya, pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang epilepsi bisa kita lakukan loh, caranya begini:

1. Tempatkan anak di tempat yang aman, cukup luas dan tidak berpotensi membahayakan dirinya.
2. Rebahkan anak dengan posisi kepala miring agar lidah tidak menghalangi jalan napas, longgarkan semua baju.
3. Sebaiknya tidak menghalangi gerak tubuh anak yang kejang, biarkan bergerak sesuai dengan keinginannya, hindari juga memasukkan. Barang barang seperti sendok dll karena bisa mengakibatkan gigi patah atau menghalangi jalan nafas, apalagi saat kejang sesungguhnya mereka membutuhkan suply oksigen yang cukup ke otak.
4. Setelah kejang selesai, berikan tempat untuk istirahat, karena biasanya akan menjadi lemas dan butuh waktu menemukan kesadaran diri.

Gimana Bundas, lebih tercerahkan setelah membaca artikel ini? Jadi mulai sekarang buang jauh jauh rasa malu dan minder kalau anak kita didiagnosa epilepsi. Mereka lebih butuh peran aktif kita untuk membantu pengobatan sebaik mungkin dan seawal mungkin. Ayo bergerak, cari tau, cari komunitas yang tepat.

Salam sayang
/Aya






Monday, December 19, 2016

Bekerjasama Beri Akses Wirausaha, Gojek Gandeng Arisan Mapan

Kerjasama Go-JEK dan ARISAN mapan
Hai Bundas,
Sudah pernah dengar GO-JEK dan ARISAN mapan? Iyes banget pastinya ya, karena kedua hal ini lekat banget sama yang namanya ibu ibu. Kalau belum kenal, pas banget, postingan ini saya mau ajak bunda semua berkenalan dengan GO-JEK dan Arisan MAPAN lebih dekat lagi.

GO-JEK di mata saya sebagai pengguna adalah perpanjangan tangan. Bunda bunda pasti setuju banget nih ya, mulai dari Go-Ride yang memudahkan kita untuk pergi ke tempat tujuan, saat di rumah nggak ada makanan dan gak bisa keluar ada Go-food, hingga akhirnya aplikasi ini berkembang dengan fitur fitur yang sangat membantu penggunanya, mulai dari Go-Mart, Go-Send, Go-Box, Go-Pulsa, Go-Massage, Go-Clean, Go-Glam, Go-Tix, Go-Auto, Go-Med, dan Go-Busway.

Tapi GO-JEK dimata partner driver ojek dan mobil adalah tempat untuk memberdayakan diri di sektor informal. Ini adalah komitmen PT GO-JEK untuk bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya. Dengan Arisan Mapan, PT GO-JEK memberikan akses kesempatan wirausaha kepada pasangan mitra GO-JEK untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.


Seperti penuturan mas Andre Soelistyo, President GO-JEK, GO-JEK sudah meluncurkan lima program manfaat utama bagi mitra driver GO-JEK, yaitu: akses layanan jasa keuangan (perbankan dan asuransi), cicilan otomatis yang terjangkau, diskon untuk kebutuhan sehari hari, akses kesempatan wirausaha untuk meningkatkan penghasilan keluarga dan pelatihan berkendara. 

Hingga Desember 2016, GO-JEK sudah bermitra dengan 250.000 mitra driver, 3000 penyedia jasa lain dan 35.000 usaha kuliner yang menjadi merchant Go-Food. Keren banget ya pertumbuhan GO-JEK sampai saat ini.

Nah, sekarang soal ARISAN mapan nih. Arisan seperti apa siih? ARISAN mapan adalah program yang dikeluarkan oleh PT Ruma untuk memudahkan masyarakat dalam mewujudkan barang impian secara nyaman, aman, bersama sama dan terjangkau melalui sistem arisan. Namanya emak emak, siapa sih yang gak demen arisan? Arisan saya pun udah entah dimana aja saking banyaknya hihihi. 

Arisan adalah cara saya untuk menabung dengan "paksaan" hahaha. Gimana enggak? Kan mau nggak mau tiap bulan kita "dipaksa" buat mengeluarkan setoran arisan kan ya?

Keuntungannya arisan itu kalau buat saya sih biasanya jadi kejutan indah tak terduga kalau bisa keluar arisannya pas lagi bener bener butuh, setuju gak? Harus setuju pokokna mah.

Mas Aldi Haryopratomo, CEO PT Ruma mengatakan, "Misi ARISAN mapan adalah untuk meningkatkan akses, derajat, dan pendapatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui teknologi. Seiring dengan tahapan kehidupan keluarga, kebutuhan juga semakin banyak. Mereka sering mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan atau barang impian yang berkualitas secara mudah dan terjangkau." ARISAN mapan sudah membuat platform yang memudahkan anggotanya untuk mengakses barang berkualitas secara terjangkau dan mudah.

Mas Aldi sedikit berbagi kisah Lia, salah satu ketua ARISAN mapan di Jakarta Timur. Lia berhenti bekerja dan saat ini berjualan online yang pastinya butuh modal. Dengan ikut ARISAN mapan dan mendapatkan komisi, Lia bisa membeli furnitur yang dibutuhkan keluarganya. Ternyata, suami Lia adalah sorang driver GO-JEK. Dengan kondisi Lia dan suami yang saat ini sama sama berwirausaha, keluarga keduanya saat ini menjadi keluarga mandiri dengan makanan cukup, rumah terisi dengan perabot yang baik.

Seperti juga kisah Lia, semoga akan lebih banyak keluarga yang mampu menjadi keluarga mandiri. Dengan kerjasama antara GO-JEK dan ARISAN mapan itu diharapkan mitra GO-JEK (bapak bapak) mengajak pasangan menjadi anggota ARISAN mapan dan begitu juga sebaliknya, para anggota ARISAN mapan (ibu ibu) bisa mengajak pasangan menjadi mitra GO-JEK.

Karena latar belakang itulah, akhirnya dua start-up Nasional ini meluncurkan program kerjasama. Bertempat di gedung Tenggoro Budoyo Sindu Kusuma Edupark, acara launching kerjasama GO-JEK dan ARISAN mapan ini digelar. Acara ini dihadiri oleh rekan rekan media dan tamu kehormatan Ibu Dra Hj Muslimatun, MS. sebagai wakil Bupati Sleman yang memberikan dukungannya untuk program baru ini.


Beliau atas nama Pemerintah kabupaten Sleman, menyambut baik program peningkatan kesejahteraan keluarga yang tujuannya membantu pemerintah untuk memberdayakan dan memberi kesempatan masyarakat berwirausaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Diharapkan, dengan program ini, Ibu ibu bisa memberikan peran aktif membantu peningkatan pendapatan keluarga. Membuat para perempuan menjadi berdaya adalah tujuan yang ingin digarisbawahi oleh beliau.

Beliau berharap, kedepannya penduduk Sleman lebih sejahtera, mandiri dan berbudaya. Pada 2021 dan mulai dari sekarang, Sleman sudah dirintis menjadi e-government. Saat ini dengan 5609 angkatan kerja, mayoritas bekerja di sektor informal, petani, pedagang, pelaku wisata.

Di Sleman, perempuan sudah lebih dari 50% yang menjabat di pemerintahan. Yang bekerja di sektor informal juga lebih banyak perempuan. Jadi dengan adanya kerjasama GO-JEK dan ARISAN mapan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda di Sleman untuk bisa berkarya lebih baik lagi.

Bersama rekan blogger di acara pressconference

Setelah sambutan singkat beliau, dari GO-JEK dan PT Ruma memberikan kenang kenangan dan ucapan terimakasih atas dukungan Ibu Sri terhadap program ini.

Buat bunda yang tertarik dengan program kerjasama dari GO-JEK dan ARISAN mapan ini bisa langsung mengunduh aplikasi GO-JEK di www.GO-JEK.com/app dan http://mapan.id/app atau mengunjungi Facebook MAKIN MAPAN untuk informasi lebih lanjut

Salam,
/Aya

Friday, December 16, 2016

Jangan Baper, Bunda

Aisha Baper

Sebagai wanita yang diciptakan fitrahnya baper (eh ini sih saya deng) rasa rasanya kok kalau nggak pandai pandai menjaga emosi dan hati bisa berkali kali hancur dan luluh lantak *lebay* melihat sliweran postingan sosial media yaaa. Meskipun saya bukan penggemar drama Korea, sinetron Indonesia maupun serial India, tetaplah saya mengukuhkan diri sebagai emak baper. Saya tanpa baper itu seperti Awkarin tanpa endorse #remuuuuk ahahaha

Kebaperan emak emak itu sudah dari jaman perjuangan merebut kemerdekaan dari Belanda, dan itu sudah nggak bisa ditawar lagi. Perang antar mamah muda dengan anak yang baru semata wayang lebih garang :D tapi tak memungkiri bahwa yang beranak tiga hingga lima pun kadang terbawa baper baper nikmat ibarat harbolnas tapi isi rekening cekak.

Predikat istri shaliha tampaknya makin panjang daftar list nya, padahal secetek pengetahuan saya yang seujung kukunya bunda Athirah, predikat istri shaliha itu cuma 3 poinnya.
1. Bila dipandang menyenangkan
2. Bila diperintah akan mentaati
3. Bila suami pergi, ia akan menjaga dirinya dan harta serta anak anaknya.

Nah kini makin bermunculan kriteria bunda ideal masa kini yang kadang sering bikin yang "kurang ideal" model saya begini sedikit keki *yeaaaaa...curcol*

Perdebatan antara working mom vs stay at home mom, pampers vs clodi, MPASI rumahan vs instant, lahiran caesar vs normal, ASI vs formula bikin perang nyinyir yang berkepanjangan. Untungnya sekarang ibu ibu makin cerdas dan bijak, semua kembali pada pilihan kita dan kondisi masing masing keluarga. Keluarga kita, anak kita, kita tau mana yang paling baik untuk mereka, titik.

Baca: Pengalaman Memakai Clodi

Nah yang saya pengen curhatin eh ceritain disini adalah soal kebaperan emak dengan anak berkebutuhan khusus. Berseliweran di timeline cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak pakai metode A, generasi yang oke adalah yang sudah bisa A,B,C,D lha kadang bikin saya hanya bisa ngowoh *eh bahasa Indonesianya apa ya? Ternganga sampe mengeluarkan air liur begitulah kira kira. Bahkan, ibu ibu posting anak 9 bulannya sudah bisa jalan pun bisa bikin baper berkepanjangan, duh Gustiiiii paringono kesempatan ketemu sama Muhammad Thaha Al Junayd atau Muzzamil Hasballah #ehh :D

Baca: Selamat Hari Difabel Internasional dari Aisha

Baca: Hebohnya MPASI Perdana

Tapi...apa yang membuat saya tetap berdiri tegar seperti lagu mbak Rossa dalam menghadapi bombardir hal hal yang membuat baper terkait dengan keistimewaan Shoji maupun Aisha? Salah satunya adalah makan banyak, supaya kuat, kuat menghadapi kenyataan #nelenkuehlupis. Tips tips berikut terceplos dari pengalaman pribadi, kalau bisa dipraktekkan syukur, kalau enggak, well setidaknya saya udah ngeluarin unek unek disini #lhaaa....

Sebenernya nggak cuma buat anak berkebutuhan khusus aja sih, secara umum sepertinya tips tips ini bisa dipraktekkan juga kok. Tinggal ambil seperlunya, tuangkan ke cetakan, lalu panggang dengan api kecil hingga kecoklatan *mulai gagal fokus*

Yak, jadi mari kita mulai:

1. Pahala...pahala...pahala...

Anak adalah ladang pahala. Semakin banyak kesabaran yang bunda limpahkan, semakin banyak peluh yang bunda keluarkan untuk merawat, membimbing mereka, jumlah yang sama akan diberikan Allah dalam bentuk pahala, insyaAllah. Jadi tetep bakoh, tetep setrong karena kita sedang mengumpulkan koin koin untuk dimasukkan ke celengan pahala. Meskipun saya sendiri merasa sering melupakan yang satu ini. Kalau udah bawaan laper dan capek, langsung mata melotot ala FTV dipadukan gerak slowmotion sukses membuat Shoji maupun Aisha mengkeret.

2. Ingat kalau mereka itu titipan

Tugas kita hanya menjaga. Dikasih yang baik dijaga baik baik. Misal lihat anak si A sudah bisa lari lalu kayang, ya berpikirnya bahwa kepandaiannya juga dari Allah, kemampuannya juga dari Allah. Rejeki orang tuanya diberi perhiasan yang menyenangkan dan membanggakan. Jadi ya kita ucapkan Alhamdulillah juga dooong, makin yakin kalau Allah maha Keren.

3. Fokus sama ikhtiar yang membuat lebih baik.

Kelamaan baper jadi nggak semangat nemenin anak terapi. Sedih berkepanjangan trus sampe lupa jadwal minum obat rutinnya. Siapa yang rugi coba? Saya juga yang rugi kaan. Anak anak terutama yang istimewa itu jauuuh lebih sensitif perasaannya, jadi saya usahakan saya bisa happy, supaya mereka juga ketularan happynya kita :)

4. Menyesal boleh, terus terusan menyesal jangan.

Setelah tau bahwa anak saya jadi ABK karena saya dulu nggak jaga diri pasti penyesalan berkepanjangan. Lalu terlintas "coba kalau...coba kalau....". Itu saya banget deh. Dulu saya saking positif thinking dan semangat banget kesana kemari sampai lupa kalau saya hamil dan butuh banyak istirahat atau asupan gizi yang cukup. Hal ini mungkin salah satu yang bikin saya jadi sering drop dan CMV saya kumat :( nah itu salah satu yang mungkin berpengaruh pada kondisi Aisha sekarang. Tapi eh tapiii... berlarut larut mikirin itu makin periiiih, perihnya tuh disini, bang *tunjukulu hati* jadi sekarang saya malah bisa evaluasi, kudu jaga kesehatan, supaya bisa fit terus, bisa kasih ASI terbaik buat Aisha, bisa jagain setiap waktu dan nemenin aktivitasnya Aisha dengan baik. 

5. Gak usah dimasukkan hati.

Masukkan aja dalam dompet (emangnya kartu ATM atau foto kekasih). Ya kadang ada selentingan selentingan gak enak pasti yah, terkait soal "special"nya anak anak kita. Tapi khusnudzon aja lah, siapa tau memang belum tau kondisi anak kita dan sama sekali nggak ada tendensi untuk nyakitin hati kita atau anak anak kita. Pokoknya kudu perpanjang usus aja lah. Mari kita nyanyi bersama...

Panjang ususnya...panjang ususnya...panjang ususnya serta muliaaaa....serta mulia....serta muuuuliiii.....aaaaaa...... *siapa yang tiba tiba nyanyi dengan nada " panjang umurnya"?

6. Edukasi apa yang kita tau untuk yang gak tau.

Jujur, seiring saya sering sharing kondisi anak anak special di Facebook ataupun blog, beberapa ada yang inbox saya, SMS sampai wa. Untuk apa? Untuk kasih suntikan semangat, untuk tanya tanya dan berbagi, untuk dapat informasi lebih tentang penanganan Aisha saat ini, jadi nambah banyak teman seperjuangan deh pokoknya. See, menceritakan keseharian di media sosial nggak selalu negatif kan? Ya tinggal kita aja caranya gimana. Asalkan bukan curhat lebay atau marah marah sih respon sahabat sahabat maya kita insyaAllah positif kok. Bahkan nih, ada sahabat lama yang tiba tiba inbox minta ijin untuk doain Aisha huhuhuuuu....saya terharu bangeeet....
Siap sih yang gak mau didoain? Semoga berkah Tuhan besertamu, Mba.

7. Bahagia karena kita istimewa dan diberi titipan istimewa.

Apakah yang gak punya anak istimewa berarti bukan orang istimewa? Bukan orang pilihan? Enggak juga loh, saya yakin banget semua dipilih Allah untuk menjalankan perannya masing-masing sesuai skenarioNya. Istimewa karena kita yang dikasih pengalaman, gimana deg degan tingkat dewa saat anak tiba tiba kejang tanpa panas dulu (mana sempat siap siap coba). Kita yang tau betapa waktu 2 jam yang bisa dipake istirahat bobo cantik atau nonton sinetron itu habis untuk memperjuangkan beberapa jenis obat hingga tertelan sempurna. Belum lagi kalau obatnya dilepeh atau disembur (hiks, padahal udah harus sesuai takaran dokter) lalu galau, itu tadi yang udah masuk berapa mili, yang keluar berapa mili yak? Huhuhuuuu *mewek sambil gigitin karpet.
Belum lagi kalau anak GTM, rasa rasanya berjuang sendirian untuk naikin berat badan Aisha itu bikin lelah hatiiii....kita udah berusaha masuk masukin apa aja yang bisa masuk, eh karena nggak mood makanan yang masih bubur cair itu dleweran keluar mulut, kena ke bajunya. Kumbahan menumpuk, Nok.
Dulu pernah ada yang bilang waktu periksain Aisha dan ketauan BB nya udah sampe garis kuning, "Kalau pas dia lagi main sendirian, siapin aja arem arem atau nagasari gitu, gak sadar nanti juga abis kok makannya karena dia konsentrasi main" 
Dyaaaarrrrrr..... Doeng doeng!!!!

As if Aisha udah bisa duduk sendiri, udah bisa ngunyah dan nelan makanan tekstur padat model begitu. Ini yang cair aja mengandalkan gravitasi buat bisa ngalir ke kerongkongannya, Bu. Ya wis lah, berprasangka baik aja beliau menganggap Aisha kondisinya normal seperti anak yang lain. Dijadiin doa. Aamiin....

8. Mereka insan yang ditinggikan Allah dan penghapus dosa dosa kita.

Sebenernya baik ABK ataupun anak normal sama sama ditinggikan Allah dan penghapus dosa kita yaah. Selama kita merawat dan menjaga mereka dengan ikhlas dan berusaha sebaik baik penjagaan. Intinya mah kudu banyakin sabar, banyakin legowo, seloooow aja kalau pas kondisi mulai tidak kondusif. Yang nulis ini juga lagi belajar banyak bab SABAR iniiihhh.... Kalau Aisha lagi cranky lalu disaat bersamaan Rey mulai mewek mewek gak jelas apa maunya atau ngantuk jadilah saya ikutan mewek sendiri huhuhu, sambil banyakin istighfar sama berdoa. Katanya doa orang dalam kesempitan itu lebih mustajab. Aamiin

9. Ajakin suami jalan jalan.

Percaya nggak percaya, diajakin muterin bukit (orang orang mah muterin kompleks, saya muterin bukit, lembah dan gunung) saya udah seneng. Pulang dibawain pempek atau wedang ronde juga udah happy. Enggak perlu ngemol deh (secara saya tinggal di selatan yang perlu belah Jogja untuk sekedar ke Galeria, Amplaz atau Hartono Mall) beli gorengan di pengkolan sebelah juga udah gumbira. 
Intinya keluar menghirup udara luar *lebay* 
Besok pokoknya kudu ajak jalan anak anak ke museum trick eye atau ngopi cantik.



10. Percaya bahwa mereka juga punya masa depan yang cerah.

Satu hal terakhir yang saya yakini banget, bahwa anak anak istimewa juga punya masa depan. Allah tidak pernah menciptakan suatu apapun yang tidak bermanfaat, apalagi anak manusia. Ikhtiar dan doa terbaik jadi kaya nafas. Setiap hari, setiap saat, setiap waktu. Ada teruuus. 

Pfuih...
Rasanya lega ya ngeluarin semua yang ada di kepala dan di hati. Ya sejatinya ibu ibu dengan anak istimewa tetaplah manusia biasa. Punya rasa punya hati, jangan samakan dengaaaaan...pisau belati #hayooo...siapa yang bacanya sambil nyanyik? Ketauan angkatan berapa nih hahaha.... 

Semoga semua bunda yang sama sama sedang berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk anak anak tercinta bisa lebih semangat. 

Yakiiin...yakin...yakin, pelangi akan kita lihat pada saatnya. Setelah hujan, badai, dan angin kencang.

Love 
/Aya


Saturday, December 10, 2016

Old-school Coffee or Fancy Taste?

Jogja vanilla latte dan cozynut coffee

Hai Bunda,
Masih ingat postingan saya kemarin?

Baca: Gurat Senja, Karya Anak Bangsa

Nah, kemarin saya berkesempatan ikut launching Cozy Lounge Coffee and Bakery-nya Ibis Style. Waktu itu hujan gerimis menyapa Jogja, begitu masuk ke lobby lantai 1 Ibis Style langsung berasa hangat. Ada hiasan interior dari barang bekas yang memang khas-nya Ibis Styles tiap tahun.

Jadi, launching Cozy Lounge ini ditujukan untuk memeriahkan area lobby. Klo skybar memang sudah banyak promo dari LIVE musik hingga fashion show, nah supaya lobby ada nuansa yang lain maka dibuatlah area loby sebagai cozy lounge untuk para penikmat kopi dan bakery. Tampak di bagian sudut, ada bar display bakery dan pizza. Kali ini Ibis styles menggandeng Illy coffee, untuk sajian kopi yang berkualitas tentunya.

Cozy Lounge Ibis Style

Menikmati kopi, rasanya kurang pas kau nggak ada temennya. Maka, dibuatlah teman teman spesial untuk kopi di lounge ini. Dengan paket cozy lounge, pengunjung bisa memilih 2 bakery dari dapur bakery. Ada croissant, danish, appie pie, chocco cheese roll, fruit mixpeel bread, dan ada cookies juga. Bakery of the day diharapkan juga menjadi daya tarik, karena bunda dapat langsung melihat kuenya dipanggang dan keluar dari oven.


Dari jam 10 pagi hingga 10 malam, dengan 35 ribu saja, kita bisa memilih satu dari 9 item hot and cold coffee yang ditawarkan oleh cozy lounge. Untuk yang hot coffee: Coffee Jogja Latte, Hazelnut Marochino, Nutty Caramel Latte, Coffe Latte, Cappuccino. Sedangkan untuk cold coffee pilihannya adalah Jogja Vanilla Latte, Caramel Frappucino, Frezee Caramel Coffee. 


Old-school coffee

Fancy coffee

Pada kesempatan ini, saya juga dapat kesempatan belajar dari trainer barista bapak Arif Budiman dari Bahana Genta Victory. Pak Arif memperagakan cara meracik kopi old school, seperti cappuccino, latte, frappe dan half and half. Perbedaan keempat kopi ini terletak pada formula perbandingan espresso dengan coklat maupun susu. Disebut old school karena merupakan kopi tanpa campuran flavor yang lain. Sementara fancy coffee adalah kopi dengan campuran rasa yang modern.

Latte biasanya disajikan dalam gelas 250 ml, sementara cappuccino biasanya tersaji dalam cangkir mungil 150 ml. Ini karena porsi espresso untuk kedua racikan ini berbeda. Untuk yang suka rasa kopi yang sering, pilihlah cappuccino, sementara jika ingin ngopi tapi yang rasanya light bisa ambil coffeelatte. Frappe sendiri adalah pengajian kopi old-school yang disajikan dingin. Espresso dicampur dengan batu es sehingga berbentuk foam. Sedangkan half and half adalah minuman kopi dan cokelat dalam formula 50:50 atau setengah kopi dan setengah coklat.

Our picks
Sore itu saya dan Via (teman blogger) memilih Apple pie dan mixedpeel fruit sebagai teman ngopi kami. Saya memilih Jogja Vanilla Latte dan Via memilih Cozynut Coffee. Hujan rintik rintik tapi es kopi tetap terasa nikmat.

Bersama mba Diah
Oh ya, setelah event kemarin saya dapat doorprize sepasang anting, di acara ini saya dapat voucher untuk menikmati kopi di Ibis Styles Cozy Lounge, jelas tidak mungkin saya lewatkan dong kesempatan ngopi berikutnya.

Wefie bersama Via dan mba Diah 
Buat temen temen yang pengen ngobrol nyaman sambil ditemani kehangatan kopi andalan dari Cozy Lounge, langsung aja merapat ke Ibis Style. Bisa reservasi di (+62274) 588889 extension 6200 atau email ke info@ibisstyles-yogyakarta.com. Bisa juga langsung datang ke Ibis Styles Yogyakarta Jl Dagen No 109 Yogyakarta. Berbagi momen kehangatan bersama sahabat, kopi yang nikmat dan coffee dates yang lezat.

Salam Hangat
/Aya

Saturday, December 3, 2016

Selamat Hari Difabel Internasional dari Aisha



Ini adalah kisahmu, Aisha...
Kutatap lekat mata bulat itu. Pipi gembulmu seolah olah mengundang bibir bunda mendaratkan ciuman disana. Perlahan lahan bunda menggelar sajadah dan memasang mukena. Ya, agar kau tak menyadari kehadiran bunda masuk ke kamar.

Sudah 14 bulan berjalan, Sayang. Dan rasanya masih baru kemarin semua bermula. Di empat belas bulan usiamu ini ada kejutan kejutan manis yang akhirnya bunda dapatkan juga.

Baca: Test Elektroensefalogram Aisha

Baru Minggu kemarin bunda mencoba menaruhmu di stroller, sebelum sebelumnya dirimu langsung mendongak dongak dan berontak. Kepala sudah langsung ada di pinggang seperti huruf C. Kamu cuma nyaman kalau digendong bunda...
Iya, cuma bunda. Bukan Ayah saat dirumah, bukan Uti saat kita berkunjung ke rumah Uti. Sampai badan Bunda pegal pegal karena kamu nggak mau ditaruh...


Tapi kejutan manis kamu berikan beberapa hari lalu. Bunda menaruhmu di stroller dan kamu mau duduk tenang bersandar sambil kepalamu diganjal guling. Terimakasih Aisha...itu sangat membahagiakan buat bunda...

Lalu kamu beri kejutan manis lagi ke Bunda, biasanya kalau Aisha makan sambil digendong, Aisha nggak mau menelan makanan. Makanan yang semi cair itu mengalir tanpa rasa bersalah keluar dari bibir mungilmu. Bunda harus buru buru mengambil lap dan membersihkan bekas makanan yang tersisa. Dari suapan pertama hingga kelima masih begitu. Dan baru lima suap Aisha langsung tutup mulut. Tapi beberapa hari lalu, saat duduk manis di Stroller bunda coba menyuapimu.

Alhamdulillah... Bubur butternut pumpkin yang bunda kukus dan lumatkan sukses kamu cecap lalu telan....habis seperempat mangkuk kecil naaak....bunda nggak habis habis bersyukur.

Hari berikutnya bunda coba melumatkan bubur kacang hijau diberi kuah santan. Aisha juga mau habiskan satu porsi seperempat mangkuk bayi.

Obat obatnya Aisha
Bunda mulai berkaca kaca Aisha, bunda senang Aisha mau kerjasama. Kalau Aisha mau makan, bunda nggak khawatir lagi menyiapkan obat untuk Aisha. Bunda sedih kalau Aisha gak mau makan, perut Aisha kosong, nanti obatnya bikin lambung Aisha sakit 😭😭😭

Kata mba Hikmah (yang bantu terapi aisha) itu obatnya lumayan keras, giginya bisa jelek kalau rutin konsumsi obat itu. Obatnya namanya Ikalep, Sha. Itu obat anti kejang yang harus rutin Aisha minum 2 ml sekali minum tiap 12 jam.

Tadi bunda sempat khawatir, Aisha tersedak waktu minum obat. Sepertinya obatnya masuk saluran nafas. Aisha keliatan susah sekali bernafas 😭😭😭. Lalu bunda merasa bersalah. Bukan karena tiap hari bunda kasih Aisha obat, bikin bunda jadi ahli meminumkan obat ke Aisha. Aisha sudah mulai tau kalau bunda mau kasih obat, dan sering sekali Aisha menolak. Entah itu tutup mulut rapat rapat, kadang langsung disemburkan. Kadang bunda pikir Aisha sudah telan, ternyata Aisha langsung nengok kanan atau kiri dan ternyata obatnya keluar lagi. Bunda bingung, Sha. Sudah berapa mili obat yang masuk, dan berapa yang harus bunda tambah. Belum lagi kalau Aisha minum piracetam. Beberapa kali bunda takut banget Aisha tersedak sampai parah.  Tadi bunda sampai nangis saking takutnya. Bunda sepertinya harus belajar metode CPR yaaa supaya bisa bertindak cepat kalau Aisha tersedak obat lagi.

Aisha kesayangannya bunda. Sungguh Aisha anak yang gak sulit. Aisha bisa main sendiri saat menyadari kalau bunda nggak ada di sekitar Aisha. Kalau sudah denger suara bunda, atau cium bau bunda, Aisha pasti langsung merengek rengek. Gapapa Aisha, bunda tau kamu sudah bisa merasakan kehadiran bunda, nak. Itu kemajuan sekali loh...

Kadang Aisha bisa terkikik kikik tanpa sebab. Dan saat melihat senyummu itu, bunda luarbiasa bahagia nak...karena Aisha jarang sekali tersenyum. Bahkan saat bunda kasih mainan atau bikin wajah wajah konyol, Aisha tetep belum merespon.

Beberapa waktu lalu Aisha kasih kejutan indah buat bunda lagi. Bunda iseng kitik kitik pinggang Aisha. Ternyata Aisha terkikik dan tertawa!!! Ah, tawa itu...tawa surga naaak...

Juga saat bunda gelitik telapak kakimu... Kamu akan menggeliat geliat lucu 😄😄😄. Dan belum ada seminggu ini, saat Aisha nenen, udah mau pegang "botol"nya! Xixiix...soalnya biasanya Aisha pasrah aja sewaktu bunda sodorin. Aisha juga udah mulai bisa ngepasin dimana harus ngenyot, karena sebulan lalu, Aisha masih bingung kalau " botolnya" belum pas.

Aisha saat terapi
Dear Aisha sayang,
Terimakasih yaa sudah bikin banyak kebahagiaan yang Aisha ciptakan buat bunda. Aisha udah makin gede dan pintar.

Malam ini Aisha bisa bobok sendiri, sebelumnya miring kanan dan kiri, tau tau udah terlelap cantik...

Banyak doa tercurah untukmu, Aisha-ku...
Semoga Bunda bisa memberikan yang terbaik dari bunda buat Aisha. Ayah dan kakak kakak juga sayang banget sama Aisha. Gak sabar pengen ajak Aisha main lari larian bareng, atau main masak masakan, atau main apa saja deh...

Terus jadi sumber semangat kami yaaa cantiiikk

Selamat hari difabel Internasional (3 Desember) semoga kedepannya dunia semakin ramah untuk kita.

Oh iya, ini ada video edukasi tentang TORCH. Kemarin Tante Grace menghubungi bunda untuk ikut partisipasi. Karena barengan jadwal periksa Aisha, baru bisa ikut bantu bantu jadi make up artist di lokasi kedua.  Seneng banget akhirnya bisa make up in tante Gesi yang cantik ituuuh. Bahagia banget bisa berpartisipasi dalam pembuatan video ini. Ketemu juga sama tim kreatif dan juga Mama Arrya salah satu narasumber di video yang sangat menginspirasi. Semoga bermanfaat untuk banyak orang yaaaa...

Video courtesy: Rumah Ramah Rubella

Dari yang makin hari makin mencintaimu...

Bunda...