Sunday, July 23, 2017

Waspadai apa yang Kita Konsumsi dengan CEK KLIK


Hai Bundas,

Apa kabar nih? Udah lumayan ya berat badan kembali normal setelah lebaran lewat. Ngomong ngomong soal Lebaran nih, selain BB yang yang menyusut karena puasa, ada BB juga yang kerja keras di bulan puasa #tebaktebakan. Ada yang tau?

Iyesss...BBPOM #garing πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Kalau deket deket Idul Fitri gitu, BPOM lumayan sering mengadakan sweeping dan sidak. Jangan jangan ada yang bertanya tanya nih, kalau nggak lebaran, BPOM kerjaannya apa aja siih? Nah, kebetulan banget, Selasa kemarin saya dapat undangan "Sarasehan BBPOM DI Yogyakarta Bersama Masyarakat Digital Jogja Dalam Rangka Pemberian Informasi Kepada Masyarakat Secara Langsung. Diharapkan dengan sarasehan ini, informasi informasi penting terkait dengan hasil kerja BBPOM bisa sampai ke masyarakat luas.

Saturday, July 15, 2017

Pengalaman Bertemu Ahli Bedah Syaraf (Prof DR.dr. Zainal Muttaqin Sp.BS PhD)


Hai Bundas,
Rabu kemarin kami sekeluarga ke Semarang. Kami memang sudah cukup lama berencana mau bertemu dengan Prof Zainal, seorang ahli bedah syaraf yang cukup senior. Saya mendengar cukup banyak tentang beliau, dan juga sempat melihat re run saat beliau diwawancarai Kick Andi melalui YouTube. Disana Prof. Zainal bercerita mengenai proyek proyeknya menangani pasien pasien dengan kejang epilepsi.

Sebenarnya saya pribadi merinding saat mendengar bedah syaraf. Bayangan saya, bedah syaraf itu bedah otak, harus bolongin dan buka tempurung kepala dan ngudel udel bagian otak.

Tuesday, July 4, 2017

Wisata Kekinian D'WALIK


Haiiii Bundas?
Sudah naik berapa kilo per hari ini? Hidangan Lebaran memang menggoda yaaa...Atau ada yang malah turun berat badan gara gara hati cemas menanti ART yang kemarin janji pulang setelah Lebaran, tapi ternyata ingkar #SepertiMantanSaja #ehh
Mohon maaf aku masih sayang kamu Lahir Batin ya Bundas, kalau saya banyak salah dalam tulisan perkataan dan perbuatan #dasadharmaPramukaDetected.

Lebaran itu identik dengan makan dan jalan jalan, Alhamdulillah di Jogja ini tempat untuk wisata kuliner maupun wisata alam luarbiasa banyak, tinggal towel lokasi di Google map, eh nemu deh.

Blogger squad. Foto: tamasyaku.com
Kali ini saya mau kasih liputan alias cerita nyobain wahana baru di De MATA De ARCA barengan blogger squad. Sebelumnya saya pernah cerita soal wahana foto tiga dimensi, patung patung figur orang orang terkenal di wahana De MATA dan De ARCA kan, bisa langsung meluncur ke postingannya.

Saturday, June 24, 2017

Satu tahun Jogja Scrummy Berkarya untuk Jogja


Hai Bundas,
Gimana persiapan Lebaran bunda semua? Lagi asik bikin kue kering atau lagi bebersih rumah?
Kalau saya deket deket lebaran gini kemarin mempercantik rumah aja, soalnya gak bisa mudik #curcol.

Nah, ngomong ngomong soal mudik, kalau tradisi Minang kata suami saya, untuk menantu itu mengirimkan kue ke mertua. Kalau misalnya enggak mudik pun kue hantaran biasanya tetap datang. Nah, buat saya sekarang yang udah jarang banget pegang mixer sama tepung, cukup menunggu kue kering bikininan ibu hehehe.

Balik lagi soal hantaran kue tadi yah, ini kayanya mau dibuka toko kue kekinian di Padang. Lagi jaman artis buka bakery gitu kan yaaa? tapi yang satu ini menurut saya udah pionir-nya deh. Siapa lagi kalau bukan bang Dude Harlino yang punya Jogja Scrummy. Etapi kalau buka outlet di Padang nanti namanya mungkin jadi Padang Scrummy ya? Kalau udah buka, mungkin saya akan minta deliveri buat kirim cake-nya ke mertua saya deh, soalnya kemarin udah nyicip nyicip aneka varian dan beberapa meninggalkan kesan bermakna di lidah saya #eaaa...Semoga segera lancar dibuka outletnya ya, Bang.

Tuesday, June 13, 2017

11 Aktivitas Seru dan Praktis untuk Mengisi Liburan


Hai Bundas,
Ketemu lagi dengan kami yang absen lama sekali #plakk. Karena bulan puasa dan masing masing banyak kesibukan #eciyeee...yang sibuk yang sibuk. Untuk postingan kolaborasi saya dan Witri kali ini mau ngebahas aktivitas homemade yang bisa jadi alternatif kegiatan menunggu buka atau saat main di siang hari ketika libur sekolah.

Well, berhubung saya punya satu bayi (yang meski usianya 18 bulan, tapi kemampuannya masih sama dengan anak 3 bulan) jadi musti mensiasati supaya kakak Rey yang belum sekolah mau bermain sendiri ketika saya agak rempong dengan Aisha.

Pilihan main pastinya yang mudah, praktis, hemat dan gak banyak perlu bahan. Plus harus aman yaaaa. Keamanan adalah syarat utama kalau mau bikin mainan buat anak anak.

Berikut pilihan aktivitas yang bisa dicoba:

Monday, June 5, 2017

Manfaat Cranberry dari Prive uri-cran untuk anyang anyangan

Cara mengatasi susah buang air kecil

Bundas,
Adakah yang pernah mengalami keluhan buang air yang tidak tuntas? Biasanya hal seperti ini disebut anyang anyangan. Yang saya tau dulu penyebabnya adalah kalau habis minum panas terus minum dingin hihihi, mitos atau fakta?

Bapak saya pernah mengalami sakit saat buang air kecil. Beliau bahkan merasakan nyeri di sekitar dubur juga. Bapak bilang kondisi seperti ini disebut anyang anyangan. Nah, kalau di rumah, anak kedua saya yang termasuk sering anyang anyangan nih. kalau pas kambuh, rewelnya luarbiasa. bolak balik ke kamar mandi karena pipisnya nggak tuntas, jelas nggak nyaman ya, apalagi buat anak 4 tahun seperti Rey. Sering mengeluh sakit buang air kecil juga jadi tanda tanda anyang anyangan.

Thursday, June 1, 2017

Ketika Hidup Nia Ramadhani bukan Lifegoal a la Kami

#familygolas
Bundas,
Adakah yang dapat foto screenshot dari grup WA sebuah status FB tentang santainya Nia Ramadhani seusai punya anak 3?
Karena pakai bahasa Jawa, status mba HH ini jadi menggelitik. Buat saya pribadi ngemplok getuk sakdurunge klopone kecut itu epic banget hahaha...



Sunday, May 14, 2017

Ketika Artis Merambah Bisnis


Soft Launch Mamahke Jogja. Photo @yoannafayza
Udah mau Ramadhan aja niiihhh...
Mumpung belum puasa, mau ngomongin artis. Psst tapi nggak ngomongin yang hosib hosib kook, ini artis yang menurut saya figur positif banget.

Salah satu tontonan Ramadhan yang gak pernah absen jadi tontonan saya adalah Para Pencari Tuhan. Yes, meski udah satu dasawarsa, sinetron ini kaya berjalan beriring sama kehidupan pribadi saya #ngakungaku.

Saturday, May 13, 2017

Berlibur Ke Bandung Semakin Seru Dengan Kereta Api

Alun alun Kota Bandung
Hai Bundas,
Masih nyambung sama postingan saya yang kemarin soal wisata dan kuliner. Nah setelah kemarin Jogja kedatangan oleh oleh kekinian Mamahke yang diusung sama Zaskia Mecca, ternyata di Bandung juga sudah ada wisata kuliner baru, oleh oleh kekinian Bandung Makuta yang diusung oleh Laudya Cynthia Bella.


Terakhir kali saya ke Bandung waktu hamil Aisha sekitar 2 tahun lalu. Sebagai Paris Van Java, Bandung telah berhasil membius banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Hawanya yang adem plus  beragam wisata menarik mulai dari wisata alam, wisata kuliner hingga wisata belanja menjadikan Bandung ngangenin. Dulu cuma kenal Bandung dengan Cihampelas-nya, eh sekarang hampir tiap sudut kota Bandung amat sangat bisa dinikmati.

Tuesday, May 2, 2017

Nyalakan Cinta dengan Memorabilia

Nyalakan Cinta dengan Memorabilia
me·mo·ra·bi·lia /mΓ©morabilia/ n sesuatu atau peristiwa yang patut dikenang 

(Sumber: KBBI daring)

Ketemu lagi di #SelasaBercerita #ObrolanRumahTangga bareng saya sama Witri. Kali ini masih nyambung sama postingan kemarin. Hahaha...tulisannya ibu ibu banget. 7 tahun menikah itu entah gimana mensiasati supaya nggak bosan yaaa. Tiap hari ketemunya dia, mau enak hati, gak enak hati, sampe sampe bisa dibikin meme "aku tanpamu laksana ambulans tanpa uwiuwi."

Saya menikah tanpa proses pacaran. Sementara Witri pake pacaran 2 tahun sampai akhirnya mantap menuju jenjang pernikahan.

Baca punya Witri : 

Mau pacaran mau enggak, keputusan menikah itu pasti bukan kaya mutusin mau pilih blueberry cheescake atau redvelvet. Eh itu susah juga deng, ah abaikan.

Moms, You Are Awesome!


Bunda,
Dulu pada masanya (halah...) Working Mom (WM) , Stay at Home Mom (SAHM) dan Working at Home Mom (WAHM) adalah kisah tanpa ujung #LagunyaGlennFredly. Kalau mau ngikutin debatnya, seolah nonton serial Tersanjung dari Tersanjung 1 sampai Tersandung 13. Gapapa sih, apapun sinetronnya minumnya tetap....air putih #hidupsehateuy.

Tapi akhir akhir ini kok mulai sepi, Alhamdulillah yaa...(gaya Inces Syahrini) sepertinya ibu ibu mulai saling mengerti bahwa WM, SAHM dan WAHM tidak semestinya diperdebatkan.

Saya sendiri pernah berada di dua kondisi itu. Sebagai WM dengan berbagai drama ninggal anak, merasa bukan ibu yang baik karena menyerahkan pengasuhan ke orang lain, sampai tudingan gak mau diajak hidup susah karena gak bisa nerima gaji suami aja #LemparinSendalyangNgomong. Sementara ketika jadi WAHM juga sama lah dinyinyirinnya. Enggak total jaga anak lah, ambisi terselubung lah, ibu nanggung karena raganya nemeni anak tapi pikiran kemana mana. Heuheuuu... Mewek disamping pohon kelapa.

Tuesday, April 25, 2017

Suami, Tanyakan Istrimu Hal Apa yang Membuat Mereka Bahagia


Mungkin bukan istrimu yang sulit dibahagiakan.
Mungkin kau belum bertanya, apa hal yang membuatnya bahagia...

Hai Bunda,
Tak jarang sebuah rumah tangga yang terlihat adem ayem tiba tiba terjadi perceraian. Kelihatan dari luar sih bahagia bahagia aja, ternyata tiba tiba ketok palu di pengadilan (#lambeturah detected). Buat saya yang pernikahannya masih seumur babycorn (karena jagung sudah terlalu mainstream), masih dalam tahap mengenal dan memahami. Udah 7 tahun masak belum kenal kenal siiih? Sesungguhnya kalau saya jawab: B.E.L.U.M

Dua individu yang disatukan dalam ikatan pernikahan (naga naganya obrolannya berat niih) ketemu setiap hari, hampir tidak ada yang bisa ditutup tutupi. Buat yang bisa blak blakan dengan mudah menyampaikan keinginannya sih nggak apa apa, tapi kalau model kaya saya gini, kudu dibaca pikirannya sama Om Dedy Corbuzier kayanya. Suami sampe bingung, salah apa sih aku kok istri sering muring muring.

Mbak Aya pernah ribut gak sih sama suami? Hahaha...pertanyaannya retoris yak? Ada laaah.... Mulai dari hal yang remeh temeh macam suami gak taro anduk di jemuran anduk, atau saya yang gak buang sampah bekas obat Aisha ke tempat sampah aja menimbulkan gesekan. Well, meski kadang gesekan gesekan itu perlu, buat bikin rumah tangga ada bumbunya. Kalau plain aja gak ada manis asin rasanya flaaaaat doang kaya rambut Mariana Renata abis di rebonding.

Sunday, April 16, 2017

Panduan 8 Langkah Sederhana Membeli Rumah Dan Tanah

Panduan Membeli Rumah dan Tanah
Hai Bundas,
Mau cerita sedikit nih soal rumah idaman. Dalam 7 tahun pernikahan, kami sudah tinggal di 3 rumah berbeda. Suasana yang berbeda, atmosfer yang berbeda. 2 rumah kami pinjam orang (bahasa kerennya: ngontrak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚) di kota Klaten, sementara rumah yang kami tinggali sekarang ini adalah rumah orangtua saya yang tadinya dikontrakkan ke orang. 

Uti sendiri tinggal di tengah kota Jogja menunggui rumah keluarga besar, sementara rumah ini tadinya digunakan sebagai villa buat beristirahat kalau Uti dan Kakung sedang ingin suasana tenang pegunungan dan menghirup udara segar pepohonan.

Jadi ceritanya, bapak saya (Kakungnya Shoji) memang bercita cita punya tanah dan pengen bangun rumah sendiri. Alhamdulillah terwujud juga, jadilah rumah mungil di pucuk gunung di selatan kota Jogja.

Thursday, April 13, 2017

Bunda memilih tidak memberimu ASI, Aisha


Hai Bundas, 
Postingan ini adalah hasil konsensus kolaborasi saya dan Witri. #SelasaBercerita #ObrolanKeluarga tayang di hari Kamis, tak apalah yaaaa. Sebenernya draft sudah siap di hari Selasa, tapi karena nunggu sesi foto dan percantik sana sini jadinya molor. Maafkaaan. Saya dan Witri punya pengalaman berbeda soal memberi ASI. Saya dengan pengalaman NgASI full 3 anak dan Witri dengan Juna yang sejak awal lahir sudah minum susu formula. 


Sebenarnya lingkungan saya bukan yang eksklusif eksklusif amat WAJIB ngASI sih. Soal memberi ASI sendiri saya juga baru mulai menyiapkan setelah saya hamil Shoji. Mulai kehamilan saya sudah mulai baca baca buku tentang pentingnya ASI. Karena persiapan kehamilan sebenarnya sudah sejak saya hamil kakaknya Shoji, saya punya lebih banyak referensi saat hamil Shoji.


Buku yang cukup membantu saya untuk rileks dan nyaman mempersiapkan kehamilan adalah buku Hypnobirthing karya Tante Yessie Aprilia

Sunday, April 2, 2017

#MemesonaItu Kasih Tulus yang Terpancar dari Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus



Kasih Ibu Sepanjang Jalan

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
-Dee Lestari, Malaikat Juga Tau (lyrics)-

Ada yang masih ingat lagu diatas? Saat saya melihat pertama kali, hati saya terketuk. Betapa orang-orang yang berkesempatan dekat dengan orang-orang berkebutuhan khusus itu istimewa. Pengalaman saya pertama kali adalah saat punya murid di daycare tempat saya mengajar dulu. Namanya Agam, anaknya tampan dan membuat saya terpesona. Agam punya dunianya sendiri, dia lebih suka berjalan bolak-balik mengelilingi track sepeda atau memainkan roda mobil-mobilan atau pesawat ataupun mengamati benda apapun yang berputar. 

Saya penanggungjawab Agam waktu itu, sering mendengar usaha usaha yang dilakukan Bunda Agam, termasuk membawa ke terapis wicara. Di usianya yang ke 4 tahun, bisa mengucap satu kata "Apel" saja bisa membuat Bunda Agam bercerita dengan berkaca kaca. Saya jadi ikut menitikkan airmata mendengarnya. 

Ketika akhirnya Shoji terdiagnosa speech delay, saya teringat pada sosok Bunda Agam. Meskipun Shoji tidak ada diagnosa Autis, namun hingga usia 5 tahun Shoji masih sangat sulit diajak berkomunikasi. Diminta tolong, "Shoji, tolong ambilkan piring diatas meja" atau "Shoji, tolong ambilkan handuk adik Rey di jemuran handuk" hanya dijawab dengan senyum manis Shoji, karena dia sama sekali tidak tau apa yang harus dilakukan. 

Thursday, March 23, 2017

Indahnya Saat Menyusui

Momen Menyusui Aisha
Ketika akan menjadi ibu, biasanya apa sih yang kita persiapkan benar benar? Ketika saya tau bahwa saya hamil, dalam bayangan saya adalah proses kehamilan yang nyaman dan proses menyusui. Dua hal ini kaya Upin dan Ipin, gak ada salah satu kaya ilang greget. Korelasi antara hamil dan menyusui seolah nggak bisa dipisahkan ya. Apalagi untuk Muslim sendiri ada perintah untuk menyempurnakan penyusuan hingga 2 tahun lamanya. Saya jadi throwbacktime ingat ingat lagi jaman awal saya menyusui Shoji maupun Rey. Boleh yaa nostalgia sedikit.

Suatu hari...dikala kita duduk di tepi pantai...
Eh yang tiba tiba ngelanjutin nyayik berati Anda tua (seumuran sama saya) #GimikMenjebak

Shoji lahir secara SC. Waktu itu dikarenakan proses kala 2 yang amat sangat lambat. 36 jam tidak juga bukaan lengkap membuat saya cukup khawatir atas keadaan Shoji. Akhirnya Shoji memilih keluar lewat jendela, lahir di meja operasi. 

Tuesday, March 14, 2017

Kerja Ngajak Anak Yay or Nay?

Kerja Ngajak Anak Yay or Nay?
Hai Bundas, 
Maafkan atas keterlambatan postingan #selasabercerita #obrolankeluarga saya dan Witri yaa...ada banyak hal yang membuat kami harus beradaptasi. Witri sedang dapat ponakan baru dan saya harus ke luar kota untuk sesuatu hal. 


Oh iya, Minggu ini kami sepakat untuk membahas mengenai topik membawa anak bekerja. Well, untuk Witri, bekerja jam 07.15 tsampai 13.10 itu pekerjaan formal dan resmi, berbeda dengan saya yang menjalankan bisnis Independent dan sebagai seorang blogger. Banyak postingan berseliweran tentang YES or NO membawa anak saat bekerja, dan jawaban saya adalah....tergantung hehehe....

Jangan lupa baca punya Witri yaaa


Kenapa tergantung? Ya, jujur aja saya juga termasuk sering membawa anak saat bekerja. Tapi kadang juga jika memang memungkinkan akan saya tinggalkan jika memang eyang utinya tidak berkeberatan dititipi. 

Saturday, March 11, 2017

Aisha di acara Michael Tjandra Luar Biasa

Aisha dan kakak Michael Tjandra
Bundas, 
Beberapa waktu lalu saya dan keluarga dikejutkan dengan sebuah pesan yang dikirim lewat messenger FB. Dari bapak Suparjo, memperkenalkan dirinya dari team RTV. Saya ditelpon untuk kesediaannya hadir di acara Michael Tjandra Luar Biasa. 

Saya ini apalah, sisa saos di piring bekas french fries. Kata beliau, beliau membaca profil saya yang pernah masuk ke majalah Kartini.co.id


Awalnya sempat galau, antara tidak percaya tapi juga senang luarbiasa. Tidak percaya karena sungguh kami merasa bukan apa apa. Kalaulah terlihat hebat, sesungguhnya Allah yang sedang menutup aib kami. Kalau terlihat kuat, sesuangguhnya Allah Subhanahu Wata'ala yang menitipkan kekuatan dariNya kepada kami. Tapi senang karena ada beberapa pesan yang ingin kami sampaikan kepada semua keluarga dengan anak istimewa di luar sana in Sha Allah bisa tersampaikan lewat acara ini


Photo Courtesy: Papa Markus (Pedagogia)

Quote di atas dalam banget artinya buat saya. Yang membunuh impian anak anak bukan orang lain, tapi yang paling berpengaruh adalah orangtua mereka. Berawal dari beberapa inbox ke saya yang curhat bahwa anaknya terdiagnosa epilepsi dan orang tua merasa "tidak mampu menerima" kondisi tersebut. Epilepsi memang penyakit dengan stigma yang negatif, ini yang mungkin membuat banyak orang tua yang memilih menutup dan berdiam diri. Padahal anak anak butuh sekali perawatan untuk mengoptimalkan potensi terbaik mereka. 

Akhirnya setelah diskusi dengan suami, suami setuju dan mengiyakan. Jadwal dari RTV tadinya adalah awal Februari, ternyata Aisha malah masuk rumah sakit karena harus terapi gancyclovir. Alhamdulillah mas Suparjo mau reschedule ulang jadwal taping di rumah dan saya saat beraktivitas. 

Baca: Terapi Gancyclovir Aisha


Thursday, March 9, 2017

Terapi Gancyclovir Aisha

Terapi gancyclovir
Bundas,
Menindaklanjuti hasil test darah Aisha yang positif CMV, Jumat sore awalnya kami bermaksud sekedar kontrol ke dokter. Ternyata kami berkesempatan bertemu drngan Prof. Sunartini, dokter jaga di poli neurologi syaraf hari itu. Setelah diperiksa dan dapat approval Prof. Sunartini, Aisha langsung dapat protokol terapi gancyclovir. Kata dokter residen, Aisha beruntung bisa langsung bertemu Prof Sunartini, diskusi dan diapprove untuk masuk ruang opname langsung. Karena tunggu ruangan di Sardjito itu kata teman teman lumayan susah dan jatah antriannya panjang. Alhamdulillah Allah sayang sama Aisha, jadi dikasih kemudahan.

Padahal sebelumnya saya udah ada omong omong sama mas Suparjo dari RTV menyanggupi jadwal taping salah satu episode di acara Michael Tjandra Luar Biasa

Baca: Aisha di Acara Michael Tjandra Luar Biasa

Di bangsal anak, saya diberi penjelasan terkait tata tertib di ruang perawatan. Karena Aisha masuk untuk gancyclovir, maka butuh perawatan steril dan gak boleh dijenguk. Kalau ada yang jenguk harus di luar kamar, karena dikhawatirkan ada yang mencium dan nguyel uyel hehehe.
Setiap kali sebelum membuang pampers, saya harus menimbang dulu pampers Aisha supaya bisa dihitung cairan yang keluar lewat urine. Begitu juga facesnya. Ini untuk melihat fungsi ginjalnya baik atau tidak.

Thursday, February 23, 2017

Berangkat dan Pulang Kampus GRATIS pakai Uber

Jogja Campus free week

Hai Bundas, 
Berbagi cerita yaa di postingan ini. Sebagai seorang istri mahasiswa yang melanjutkan kuliah lagi (ngarep saya yang lanjut sih sebenarnya hahaha) ternyata baru sadar kalau banyak sekali fasilitas yang istimewa untuk pelajar dan mahasiswa terutama di Jogja ini ya. Namanya juga kota pelajar, jadi seolah olah pelajar dan mahasiswa itu jadi anak emas di kota ini. 


Jogja Campus Free Week
Kemarin saya juga dapat undangan blogger gathering dari UBER di Agenda Kafe, kebetulan acaranya lumayan dekat dan waktunya juga pas, saya memutuskan untuk berangkat. Kenapa tertarik ikutan? Karena eh karena tempat gatheringnya adalah lokasi salah satu scene di film AADC yang bintang utamanya adalah Aa' Nicholas Saputra dan Mba Dian Sastro (ealaah...manggilnya kaya tetangga beda kampung) Intinya sih penasaran juga. 
Saya berangkat diantar sama adik saya, agak terlambat tapi (selalu ada waktu untuk) tetep poto potoan. Bagian lobby ada kolam renang dengan view seperti hutan kecil. Asri banget dengan 2 set meja kursi yang sengaja ditambahkan untuk mempercantik keseluruhan tema. 

Wednesday, February 22, 2017

#ObrolanKeluarga: Tentang Idealisme Pola Asuh Anak

Idealisme Pola Asuh Anak

Bundas,
Ada yang saat ini tinggal bersama orang tua? Bukan karena nggak ingin tinggal sendiri satu keluarga kecil, tapi lebih karena tanggungjawab menjaga orang tua? Gimana? Ada masalah mendasar yang sering bikin baper kah? Banyak cerita dari teman saya yang tinggal bersama orang tua merasakan perbedaan pola asuh dari kita dan orang tua kita ke anak.

Keluarga kecil kami kebetulan tinggal berbeda rumah dengan Uti Kakung dan Nenek. Uti Kakung tinggal di Jogja, sekitar 20 menit dari rumah tinggal kami di Bantul. Sementara Nenek (ibu dari suami) tinggal di Cupak, Solok, Sumatera Barat. Kalau Nenek berkunjung, anak anak luarbiasa senang, karena biasanya kalau ada nenek adalah waktunya jalan jalan dan beli mainan. Sementara Kakung Uti adalah tempat singgah paling memungkinkan jika Aisha perlu terapi dan kami harus ke Jogja.

The Salfarinos
Nah, postingan kali ini saya dan Mak Witri akan membahas soal pola asuh anak. Saya dulu berpikir kalau anak saya sedang berkunjung ke rumah Kakung Utinya, maka pola asuh yang diterapkan akan kurang lebih sama dengan saat beliau beliau mengasuh saya jaman kecil. Ternyata enggak loh 😭😭😭

Wednesday, February 15, 2017

#ObrolanKeluarga: "Speak Up" Keselamatan Pasien untuk Orang Tua



Hai Bunda,
Pengalaman menunggui Aisha selama kurang lebih 10 hari ini saya dapat banyak pelajaran. Apa apa saja yang perlu kita sebagai orang tua lakukan jika anak kita mendapatkan perawatan dari rumah sakit.

Ini adalah postingan ke #2 untuk #Selasa Bercerita #ObrolanKeluarga bareng Witri. Tema kali ini adalah "ketika anak sakit". Jangan lupa baca punya Witri yaaa

Tuesday, February 7, 2017

Wisata Alam Ramah Anak Bhumi Merapi


Hai haiii...sesuai janji saya kemarin, setelah mengulas sedikit tentang museum dirgantara sekarang saya pengen cerita juga tentang salah satu tempat wisata di Kaliurang namanya Bhumi Merapi. Sebelum baca yang ini, boleh juga loh baca postingan saya sebelumnya.


Ini juga merupakan postingan kolaborasi perdana saya dengan Diajeng Witri. Awalnya sih karena saya pernah ketemu Witri di salah satu event blogger, eh kok kayanya klik ngobrol sama ibu muda satu ini. Beneran muda loh umurnya cukup terpaut lumayan banyak dari saya tapi kami terlihat sama imutnya kan? Anyway, kita nanti tiap Selasa in Sha Allah akan posting Selasa Bercerita #ObrolanKeluargaDuaMamahMuda, jadi baca juga punya Witri 

Sunday, February 5, 2017

Berburu Dekorasi Shabby Chic

Shabby Chic
Bundas, 

Sudah 2 tahun terakhir saya jatuh cinta sama pernak pernik bernuansa shabby chic. Padahal kalau mau jujur, saya adalah anak yang tomboy (gak percaya ya udaaah #melengos ala Sule). Tapi entah kenapa kira kira setahun sebelum hamil Aisha saya kok mulai berubah lebih feminin. Dulu anti banget sama warna pink hahahah (buka kartu) tapi sejak ada Aisha saya kok jadi punya segala koleksian baju, sepatu, jacket dan pernak pernik Aisha warna pink. Lalu...pink bunga bunga aaaakkkk...kalau 3 tahunan lalu saya bisa bersin bersin alergi. 

Balik ke topik shabby chic. Kenapa suka shabby chic? Ya karena kalau suka betmen saya bukan feminin doong tapi maskulin *singsingkan lengan pamerin otot* 

Friday, January 27, 2017

Rasakan Sensasi Nglathak yang Beda!



Nglathak di tengah kota
Hai Bundas, 

Beberapa waktu lalu saya tiba tiba dijapri seorang sahabat ngajak ketemuan. Kalau kita ketemuan tuh saya berasa dicharge banget hahaha. Secara ketemuan sama dia itu ngobrolnya bisa menggali ide ide terpendam. Jelas dong saya iya-in. Mak Ecka Pramita namanya. Familiar? Iyaaa...namanya udah terpajang manis di artikel artikel Kartini.com. Eh ternyata doi ngajakin makan di salah satu warung milik sahabat kami juga. 

Buat saya ini kesempatan, karena dari dulu memang pengen banget nyobain tapi kok nyari waktu sama suami nggak pernah sempet. Sebenernya yang suka sate kambing tuh saya, suami agak nggak suka karena kadang bau dan tekstur daging kambingnya kurang cocok di lidah dan penciuman beliau. 

Sunday, January 22, 2017

Menjadi Muslimah Sukses Dunia Akhirat

Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat
Misi penciptaan manusia ada tiga yaitu, Beribadah kepada Allah (Q.S Adz Dzariyat 56), menjadi khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah 30), dan menjadi khoiru ummah (menjadi umat terbaik dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, Q.S Ali Imron 30). 


Tiga tujuan utama tadi mengawali talkshow "Muslimah Sukses Dunia Akhirat". Acara ini adalah semacam mini seminar dan kajian keputrian. Diselenggarakan oleh brand New Lactivers yang sekaligus juga memperkenalkan logo baru plus visi dan misi bisnis Lactivers yang baru. 


Baca: Tips memilih baju menyusui 

Buat saya kajian pembuka event ini sangat menarik, disampaikan oleh Ustadzah Diana Rahmawati seorang muslimah, konsultan pengembang dakwah Islam yang juga punya beberapa bisnis juga. Muslimah berbisnis? Kenapa enggak. Dalam rangkaian kajiannya ustadzah Diana juga menyampaikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh terkait seorang muslimah yang ingin juga berkecimpung di dunia bisnis.



Lalu sukses di dunia itu seperti apa? Yaitu ketika misi penciptaan manusia itu terwujud.



Sukses akhirat? Adakah ketika kaki menginjak surga, dicapai dengan mewujudkan misi penciptaan di dunia.



Sebelum mendengarkan kajian, supaya hati menjadi tenang, acara lancar, ada pembacaan ayat Al Quran yang bikin adem. 



Isi kajian lengkap ustadzah Diana bisa dibaca disini ya: 



Dalam kehidupan akan banyak pencarian. Dalam Al Quran manusia hidup misinya ada 3:


1. QS Ad Dzariat: 56 - Menyembah Allah
"Tidak kuciptakan manusia kecuali unuk menyembahku"
Harus menghamba kepada Allah, siap disuruh suruh oleh Allah. Begiu juga saat mengajarkan ke anak anak. Menjadi anak shalih sehingga saat baligh siap disuruh suruh Allah...

2. QS Al Baqarah: 30 - Menjadi Khalifah Fil Ardli
"Pemimpin di muka bumi". 
Manusia adalah makhluk paling sempurna, sehingga seharusnya menjadi pengatur bukan menjadi perusak. Sekarang banyak yang jadi perusak di muka bumi. Kekayaan alam habis, banjir, dan distribusi pangan yang kurang merata.

3. QS Ali Imran: 110 - Menjadi Khairul Ummah 
"Kalian umat terbaik yang diciptakan untuk manusia yang menyeru pada kebaikan  dan mencegah kemungkaran"

Tiga misi ini harus selalu nempel. Allah menciptakan dengan kita dengan tujuan yang sudah disebut diatas. Allah tidak ciptakan untuk cari makan. Ada yang kemaruk, duit dimana mana, makan sampai muntah muntah. Sementara masih ada yang kekurangan gak bisa makan. Problemnya adalah distribusi. Pemerintah yang baik akan mengatur distribusi dengan baik sehingga semua ummat sejahtera.

Untuk mencapai sukses akhirat adalah saat ini. Setelah mati ada alam akhirat, akan diputuskan kita layak masuk surga atau di neraka akibat perbuatan hari ini.

Diskusi kedudukan wanita dalam Al Quran

Wanita dalam AlQuran

Wanita dalam islam sangat sangat mulia. Tertu tidak sebatas sumur dapur kasur. Islam memuliakan wanita dengan syariatnya sampai sampai ada satu surat dalam AlQuran tentang wanita. 

Apa saja peran wanita menurut Quran?

1. Ummu wa robatul bait. Ibu dan pengatur rumah tangga.
Mendidik dan mengasuh anak anak dan menjadi madrasah pertama pengasuhan anak
2. Tidak boleh menjadi penguasa
3. Boleh bekerja atau beraktivitas di luar asalkan sesuai dengan hukum syara.

Perintah yang harus ditaati terkait diperbolehkannya wanita keluar rumah:  

1. Laki laki menundukkan pandangan (An Nur 30-31)
2. Merasa selalu diawasi oleh Allah.
3. Menjauhi perkara syubhat
(Pergi ke diskotik dihindari. Gak ada para pencari ilmu Islam di diskotik kan?) Syubhat itu sangat dekat dengan maksiat.
4. Islam mendorong para perjaka dan gadis untuk menikah. Yang belum menikah segera menikah. 
5. Memiliki sifat iffah (menjaga kehormatan) QS An Nur
6. Agar memilik sifat malu, mengenakan pakaian sempurna di kehidupan umum.

Wanita makhluk special.

Orang yang gak dekat sama Allah akan mencari cara gimana berbuat maksiat sama kita. Di kehidupan khusus bolah dandan dan mempercantik diri. Dalam kehidupan khusus hanya ada perempuan sesama wanita dan mahram.

Larangan:

1. Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua tanpa adanya mahram) tidak harus di tempat bertutup lho, saat orang butuh ijin untuk bergabung sama kita itu udah disebut berkhalwat, kalau sekedar menyapa boleh

2. Islam melarang tabaruj, An Nur 30 dan 31. Tabaruj berarti menampakkan perhiasan dan kecantikan terhadap yang bukan mahram. Contohnya adalah memakai wewangian berlebihan dengan tujuan menggoda kaum laki laki yang bertemu.

3. Islam melarang perbuatan yang dapat menunjukkan aspek sensualitas kewanitaannya. Bekerja berkreasi karena memiliki kemampuan itu boleh. Tapi jika memanfaatkan wajah cantik, molek, badan tinggi semampai, kulit putih, rambut lurus termasuk pekerjaan yang menunjukkan. Sensualitas. Contoh: penyanyi dangdut.

4. Melontarkan tuduhan tidak baik ke wanita suci. Aturan dibuat Allah untuk kenyamanan wanita. Wanita sangat suka mengomel, Daripada ngomelin anak dan suaminya, sebaiknya dipakai untuk berdakwah.

Aktivitas dunia selaras dengan misi akhirat

1. Visi dan misi bisnis kita.
Visi melangit adalah visi yang bisa diteruskan meski 100 tahun lagi saat kita sudah tidak ada masih berjalan. Visi dan misi yang baik adalah ketika kita meninggal anak turun kita yang melanjutkan. Misalnya sebuah misi untuk melahirkan generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia. Sampai terwujud generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia maka akan terus diusahakan untuk tercapai. Visi sangat penting supaya usaha ada energinya. 

2. Harus memahami Al Quwwah 
Al quwwah adalah dorongan kita untuk berbisnis. Ada 3 dorongan berbisnis yaitu: materi, insaniah, spiritual. Bisnis jika dorongannya sekedar dapat untung biasanya usia nggak panjang. Bila sekedar kemanuasiaan, ketika banyak lembaga serupa biasanya akan tutup.

Untuk dorongan spiritual harus karena Allah. Ingin berguna untuk ummah dan sebagai jalan dakwah, insyaAllah akan bertahan jangka panjang. 
Tidak perlu takut bersaing jika ada bisnis serupa, kalau kita percaya sama Allah dan menjalankan sesuai visi dan misi kita, insyaallah rejeki untuk kita tidak akan tertukar.

3. Bisnis berkah.
Ziadatul khoir, jika bisnis berkah akan membawa kita bertambah shalih. Sebelum visi tercapai nggak akan berhenti, terus berlangsung sampai tercapai

Bisnis terdiri dari tiga bagian: input, proses, output, yang ketiganya harus terikat hukum syara. Permodalan, llenis bisnis, jenis barang harus halal yang diperbolehkan Qur'an, aqad harus syar'i tidak boleh boleh mengandung riba. Sistem marketingnya tidak boleh menonjolkan sensualitas. 

4. Tawwakal
Proses sudah dilakukan, terserah Allah. Apakah bisnis akan menjadi besar atau segini gini aja. Allah maha tau. Jika kita sukses tetep nggak sombong, bangkrut juga gak stress. Allah pemilik segala sesuatu, Allah sangat baik. Kalau bangkrut pasti ada sesuatu. Mungkin memang itu ujian kita supaya bertambah taqwa.

5. Doa jangan sampai terlewat.
Sebesar apapun doa kita, kalo Allah berlum berkehendak ya belum jadi rejeki kita di dunia, bisa jadi dipending untuk diberikan di akhirat.

Kurang lebih itu isi materi dari Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat oleh Ustadzah Diana Rahmawati. Gimana? Ternyata saya juga masih harus banyak belajar dan introspeksi bisnis saya. Jika ada hal hal yang mungkin saya masih belum benar dalam menuliskannya, mohon masukan di komen ya Bundas :)

Salam Hangat
/Aya

Saturday, January 21, 2017

Tips Memilih Baju Menyusui

Nyaman saat menyusui

Hamil dan menyusui itu jadi momen paling indah karena memang momen istimewa. Cuma kadang memang momen hamil dan menyusui ini bikin saya suka mager alias males gerak. Mager dalam artian saya jadi males kemana mana. Bumil dan busui itu bawaannya gerah dan gak nyaman, ukuran badan udah oversize, baju baju kekecilan, gampang gerah, belum lagi kalau harus menyusui di depan umum jadi ribet bawaannya. 

Kemarin Selasa saya dapet kesempatan untuk ikut launching brand baru Lactivers, gamis yang dalam visi dan misi duo foundersnya ingin mensupport ibu ibu menyusui, menjadi bagian istimewa pada siklus kehidupan perempuan. 

Diawali dengan mendengarkan pembacaan AlQuran, lalu dilanjutkan sambutan dari bapak Muhammad Herbowo BOD lactivers. Sebagai seorang suami, beliau punya kegelisahan. Karena istri kalau diajak pergi pergi ketika masih dalam masa menyusui suka ribet. Mau gak diajak kasian, kalau diajak juga kasian. Jadi dengan adanya baju menyusui syar'i dari Lactivers, sekarang merasa dimudahkan untuk bisa mengajak keluar istri karena istri juga tetap nyaman, bajunya elegan dan tetap syar'i.

Acara selanjutnya adalah kajian dari Ustd. Diana Rahmawati. Beliau menjelaskan tentang tujuan manusia diturunkan di muka bumi. Misi penciptaan manusia ada tiga yaitu, Beribadah kepada Allah (Q.S Adz Dzariyat 56), menjadi khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah 30), dan menjadi khoiru ummah (menjadi umat terbaik dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, Q.S Ali Imron 30). Ustd. Diana juga menyampaikan bahwa Islam memperbolehkan seorang muslimah untuk membawa manfaat lebih bagi ummat, dan melakukan bisnis selama tidak melanggar hukum syara dalam AlQuran. Kajian lengkap ustd. Diana ada di postingan selanjutnya yaaa

Baca: Kajian Muslimah Sukses Dunia Akhirat


Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat
Usai kajian, ada sesi perkenalan dan sejarah brand New Lactivers dengan duo foundernya. Perkenalan pertama adalah dengan mba Novriana Dyah Puspitasari yang dipanggil mba Pipit, seorang lulusan sarjana psikologi UGM. Mba Pipit sudah sangat concern dengan baju menyusui sejak 2012. Beliau menemukan brand Lactivers dan mendesain baju baju menyusui lalu memasarkannya. Lactivers asalnya dari laktasi, produk laktasi lovers. Visi Misi pertama kali saat membuat brand Lactivers adalah menampik anggapan bahwa menyusui itu susah. Memang diakui mba Pipit banyak hambatan yang membuat ibu enggan menyusui seperti; kurangnya  komunitas dan dukungan terutama dari lingkungan. Lactivers diharapkan mba Pipit menjadi satu komunitas yang bisa memberi dukungan kepada ibu ibu menyusui untuk bisa Istiqomah dengan aktivitas menyusui selama 2 tahun. Baju baju Lactivers kreasi mba Pipit tahun 2012 baru seputaran atasan dan tunik tunik.

Menurut mba Pipit, sebenarnya lumayan ribet juga ya kalau muslimah harus pakai baju dobel dobel dan kurang praktis dengan baju atasan atau tunik. Kondisi ini membuat mba Pipit sempat vakum mengerjakan bisnisnya. Akhirnya mba Pipit bertemu dengan mba Tria.

Mba Tria Meriza adalah seorang sarjana komunikasi yang sudah memulai bisnis properti sebelum menggandeng mba Pipit di bisnis gamisnya ini. Salah satu bisnisnya adalah Simply Homy. Menurut cerita mba Tria, seharusnya bisnis properti itu akan lebih potensial untuk berkembang, tapi kok bisnis mba Tria dirasakan stagnan. Keuntungan lebih banyak "menguap". Akhirnya mba Tria selama 5 tahun terakhir belajar lagi mendalami agama Islam dan berkomitmen untuk menjalankan bisnis sesuai dengan aturan Islam. Semenjak itu, semua akad bisnis mba Tria diperbaiki. Bertemu dengan mba Pipit, akhirnya mba Tria dan mba Pipit berkolaborasi untuk menjalankan bisnis gamis menyusui syar'i dan menyempurnakan "Lactivers" menjadi brand baru dengan logo baru juga. 


Brand New Lactivers
Sebagai seorang ibu menyusui, buat saya Lactivers ini jelaaaas manfaat banget. Lactivers adalah gamis yang didesain untuk muslimah yang ingin tampil syar'i dan nyaman saat menyusui. Misi Lactivers adalah memberikan dukungan nyata untuk membangun ikatan terbaik di 100 hari pertama di kehidupan baru serta ambil bagian dalam menguatkan hubungan kasih antara ibu dan anak. 

Pas pertama kali lihat model gamis dan warna warnanya, ow jelas saya kepincut. Ngak kelihatan kaya gamis menyusui loh, cakeeep dan elegan. Ada 2 macem gamis yang ditawarkan Lactivers yaitu Gamis Basic yang bahannya rayon dan Gamis Mahira yang bahannya balotelli. 

Lactivers Mahira dan Basic


Setelah saya coba dan saya pakai jalan jalan sama Aisha dan suami, wiiih...beneran loh nyaman banget. Ini yang saya jadikan pertimbangan saat memilih baju menyusui: 

1. Ada lubang rahasia untuk menyusui

Nah "jendela" ini memungkinkan bunda menyusui tanpa harus "menumpahkan" seluruh isi "botol" jadi, aurat tetep terjaga. Di gamis Lactivers ada akses menyusui yang memudahkan kita tanpa buka kancing atau ritsleting. Untuk Basic tinggal tarik di samping dan untuk Mahira tarikannya di bagian bawah dada.
Akses menyusui mudah
2. Cuttingnya nggak membentuk lekuk badan. 

Saat ini saya cukup mempertimbangkan model gamis. Karena gimanapun juga kalau ingin benar benar menutup aurat, perintah Allah adalah pakaian tidak membentuk lekuk badan. Terus kalau bahan kaos rayon gimana?


Lactivers Basic Mint
Meskipun bahannya kaos, untuk Gamis Basic kalau dikenakan itu bikin efek lebih langsing! Aaah idolaaak banget deh. Selain itu, ketika dipakai nggak nyeplak badan karena bagian bawah juga dibuat rimpel rimpel. Cantik pokoknya...

3. Wudhu friendly.

Ini penting banget loh, ibu ibu dengan anak balita kan pengennya bisa gerak cepat #itusayadeng. Bagian lengannya untuk yang basic ada karetnya, sementara yang Mahira berbentuk manset. Untuk yang basic, ujungnya pakai karet, jadi sekali tarik langsung deh bisa wudhu.

4. Kainnya kualitasnya bagus.

Kalau beli pakaian kan pengen yang awet ya. Kain kaos dari gamis basic ini enak bangeet. Buat ibu menyusui kan butuh baju yang nyaman ya, karena bahannya kaos, bisa menyerap keringat. Oh iya, sering kan ya kalau abis dicuci suka mengkerut atau melar baju berbahan kaos itu? Ini enggak! Beneran. Masih sama dengan bentuk aslinya. Saya suka saya suka!

5. Warna warninya pastel cantik cantik.

Karena ibu menyusui usianya sekitar 23-35 tuh kudu pakai warna warna kekinian. Saya kebetulan suka warna warna pastel, jadi liat gamis ini berasa ratjun.  Pilihannya ada banyak warna loh, dan Lactivers juga tiap bulan akan berinovasi mengeluarkan model model baru. Waah jadi pengen selalu mantengin web nya lactivers nih.


Kembaran warna mint sama Aisha
6. Modelnya everlasting.

Ih, apa sih eveasting, emang love song 😜😜😜ini baju setelah hamil dan menyusui masih bisa dipakai buat baju pergi pergi ternyata, soalnya modelnya dipakai casual bisa, semi formal dan formal juga bisa.

Nah itu beberapa pertimbangan saya memilih baju menyusui, Bundas. Ada yang punya pertimbangan lain? Atau ada yang pernah cobain gamis Lactivers ini? Yuk boleh tulis di komen yaaa...

Love, 
/Aya

Thursday, January 12, 2017

Tips Mengantongi Izin dari Suami



Bundas,
Beberapa teman banyak yang tanya saat melihat timeline saya yang isinya banyak ngumpul sama teman teman. Sebagai seorang Oriflamers, ngumpul ngumpul sama partner bisnis itu wajib hukumnya hahaha...namanya juga kerjaan.

Nah tapi, kalau keluar untuk berkomunitas, kumpul kumpul sama sahabat, kan ini sebenernya bukan hal wajib ya? *jadi wajib kalau saya mulai "gila"* ini part of me time saya juga sebenernya siih :) me and my friends jadinya :D

Setelah kemarin saya posting ajian anti baper, banyak yang lalu minta tips tips seputar rumahtangga hahahah 

Baca: 10 Tips Anti Baper

Kali ini saya mau sharing tips ala saya untuk mengantongi ijin suami supaya bisa ngumpul syantieks sama sahabat di komunitas. 

1. Suami melarang= tanda sayang

Yakinkan dulu sama diri sendiri bahwa saat suami kita melarang itu berarti mereka sayang sama kita. Biasanya para cowok amat sangat ingin melindungi wanita yang dicintainya *tsah, kibasjilbab. Jadi, jangan pasang muka beruk (aiihh muka beruk) kalau suami geleng geleng dengan permintaan kita yang sudah mengiba iba untuk pergi. Ambil sisi positif dulu, berarti suami sangat care dan gak pengen kita kenapa kenapa. 


Kumpul sama teman blogger

2. Komunitas Positif

Yakinkan bahwa kita pergi sama orang orang yang memang memberi dampak positif di hidup kita. Saya sih sering cerita cerita tentang teman saya di komunitas, tentang sahabat sahabat sekolah atau kuliah saya, tentang orang orang yang menginspirasi. Jadi saat kita minta ijin untuk keluar sama orang orang itu, suami nggak merasa asing. Bilang juga sama suami bahwa orang orang ini yang bisa bikin kita fresh lagi, biar kita nggak uring uringan terus. Enak kan kita cuma minta diijinin jalan sama temen temen, makan gak nyampe 2 lembar ceban, daripada kita suruh suami bikinin candi? #eaaa...emangnya Roro Jongrang

Komunitas Ibu Ibu Jogja

Kumpul sama sahabat yang inspiratif

3. Baik baikin suami biar leleh

Nah step ketiga, selain kita udah bilangnya jauh jauh hari alias gak dadakan, selama menjelang pergi itu kudu jaga mood nya suami hohoho. Jangan sampai beliau berubah pikiran karena moodnya ilang *garis bawah ya, ini penting*. Suweerrr!. Service kudu excellent. Makin sering pergi berarti baik baikinnya kudu tiap hari yaaaa....hahahha. Sebenernya ini kan udah kewajiban juga, pokoknya bikin kita enak dipandang, nyaman disandang, cantik dilirik, baik dan selalu eksotik *halah ngepas pasin 

4. Siapkan semua keperluan anak anak dan suami sebelum pergi

Pas hari H pastikan kita meninggalkan suami dan anak anak dalam kondisi logistik penuh, sudah bersih dan wangi, rumah juga rapih jali. Saya pribadi nggak bisa janji buat berangkat pagi, ya itu sih, karena hati suami harus legowo melepas kepergian kita dengan senyum manis. Kalau masih acakadul ya wassalam saja bisa dapet ijin keluar.

5. Sempatkan berkabar

Selama aktivitas kita, sempatkan untuk memberi kabar suami, menanyakan kondisi rumah seperti apa. Have fun bukan berarti kita melupakan  yang di rumah loh ya. Kadang ucapan seperti "Anak anak baik baik aja, Ayah?" atau " Wait ya, ini bentar lagi selesai kok. See you" buat saya cukup ampuh untuk meredakan ketegangan suami mengurus anak di rumah. 

6. Berikan ide aktivitas tanpa kita.

Buat saya pribadi, anak anak cowok tampaknya lebih happy main sama ayahnya. Suami yang notabene suka travelling dan hiking seneng dong ya kita kasih kesempatan untuk "Boys Time" tanpa teriakan histeris emaknya. Mereka lebih bebas bermain dan berekspresi tanpa bunda yang selalu gatel ngelarang ini itu. Sering loh, saya buka whatsapp dan tiba tiba dapat kiriman foto suami dan anak anak di negeri antah berantah, tempat yang saya pun belum pernah menjejakkan kaki disitu *laluenvy.

Boys time di Goa Selarong (tanpa saya)
7. Jangan ngeluh

Kebiasaan ayahnya Shoji suka nanyain, "Gimana tadi? Seru?" 
Dan jawaban saya pasti penuh keceriaan dan bisa cerita sampai berbusa busa. Suami sih biasanya senang, karena refreshing saya murah meriah euyyy. 

Kebayang gak pulang dari acara trus kita marah marah gak karuan 

"Ah, tadi tau gitu nggak berangkat"; 
"Capek banget niih, disana malah kepanasan, Aisha rewel, gak lagi lagi deh". 

Kalau sampai ngomong begitu, dijamin! Dijamin besokannya kita nggak bakalan diijinin keluar lagi. Niatnya buat refreshing malah bikin kita makin butek. Tentu saja suami bakalan mikir 2x untuk kasih ijin.

8. Tanyakan Kondisi Selama Kita Nggak Ada

Kalau udah pulang dan sampai di rumah, langsung peluk anak anak dan berikan waktu untuk melepas kangen. Pun dengan suami ya. Tanyakan " Gimana tadi, so far so good?" 
Dengarkan dulu laporan dari suami dan ladeni cerita anak anak yang ingin berbagi cerita sama kita. Hape ditaruh dulu sebentar boleh laah...biar sama sama nyaman.

9. Bawakan Oleh Oleh

Oleh oleh itu salah satu hal yang menyenangkan buat anak anak, pun juga suami. Jangan salah lho, suami saya termasuk yang suka dikasih oleh oleh sama istrinya. 

Oleh oleh nggak harus berupa sesuatu yang mahal atau gimana gimana.  Sekedar cemilan untuk dinikmati bareng sesampai kita di rumah sudah bikin mereka bahagia kok. Voucher ngopi atau jalan jalan dari goodiebag juga mau #ehh. Apalagi kalau sebelum kita pergi sudah dipesenin anak anak barang atau makanan tertentu. Meski nanti risiko saat kita sampai, yang disambut duluan adalah tas plastik kresek bawaan kita dan bukan kita #hayatisedihbang.

10. Baik Baikin Suami (LAGI)

Nah, pulang dari pergi, pasti kan suami capek tuh ikut bantu handle anak anak. Kalau saya biasanya langsung saya tawarin, "Mau dibikinin teh apa kopi?" atau bikinin cemilan yang cepet masaknya misal roti bakar atau jamur crispy gitu hahaha... Tinggal goreng goreng doang, anget anget dimakan bareng bareng. Atau juga oleh oleh makanan kecil yang sempet kita beli. Biasanya sih suami yang kecapekan bisa sumringah lagi.

11. Kalau Mentok?

Nah, kalau misal udah melakukan 10 hal diatas namun kemudian tetep gak dapet ijin keluar yaaa.... Ikhlaskan saja hohoho. Karena kalau di agama Islam memang ridho suami adalah ridho Allah. Kalau suami gak ridho, masak mau maksa ridho Roma #ehh 

Dan intinya sih tetep baik baikin suami sambil didoain terus supaya tersentuh hatinya #eaa...

Yak, kiranya 11 tips dari saya cukup lah ya? Masih kuraaaaang? Hahaha...nanti saya tak cari wangsit duluk. 

Jadi istri dan ibu itu nggak mudah. Tapi jadi istri ideal buat semua itu nggak bisa. Jadi istri yang paling pas aja buat suami masing masing kan sandal jepit pasangannya emang cuma satu, dipasangin sama yang lain model juga gak serasi toh. Selamat menjadi istri yang bahagia yaaa...

Salam
/Aya