Friday, February 2, 2018

Medi-Call, Homecare Zaman Now

Team Medi-call. Photo: @imasatrianto

Suatu hari ada seorang teman tanya ke saya, "Mba, apa mba Aya di rumah ada ART?"
Saya jawab, "Enggak". Selama ini kalau pas suami gak di rumah ya saya berempat sama anak anak. Rumah kami agak naik ke gunung, gak ada transportasi umum sampai ke depan rumah, jalanan depan rumah aja gak ada di GPS #eh #curcol. Otomatis, dengan kondisi kaya gitu emang mobilitas saya amat sangat terbatas.

Saya ingat banget jaman itu masih abis lahiran Rey (masih 3 bulan sih) lagi nemenin Rey di dalam kamar. Eh Shoji jatuh dari jendela.

Tadinya main diatas kursi, entah gimana dia bisa manjat jendela. Tiba tiba terdengar suara "braaakkkk...." saya panik dan langsung melihat kearah Shoji main. Ternyata dia nggak ada. Langsung saya lihat jendela terbuka dan Shoji udah ada di luar rumah, jatuh menimpa pot bunga.



Namanya juga emak emak panik yaaa...langsung telpon suami. Kejadian itu menurut saya udah darurat dan rasanya pengen langsung dianterin ke IGD. Tapi ya karena panik gak kepikiran minta tolong tetangga. Jadi di rumah harap harap cemas sambil berdoa aja kalau suami segera melihat ke HP dan bisa ijin pulang. Selama ngeliat kondisi Shoji so far so good.

Abis suami pulang, langsung ajak Shoji ke IGD dan periksa kepalanya. Untunglah gak ada cidera apa apa, Alhamdulillah. Habis itu saya overprotektif ke anak, sering larang larang kalau mereka melakukan adegan berbahaya. Tapi katanya kalau gak dibebaskan eksplorasi, anak anak tidak akan mengetahui potensi terbaiknya.

Trus pernah juga kejadian, magrib magrib tiba tiba Aisha ngelepasin NGT (selang di hidung untuk asupan makan langsung ke lambung) sendiri. Whuaaa...mana Shoji Rey masih pada tidur, Aisha sudah jadwalnya minum. Pasangnya kudu ke IGD nih soalnya, dan lumayan jauh dari rumah.

Hmm...pernah gak ada di situasi kaya begini? Darurat dan memang membutuhkan tenaga medis buat langsung ambil keputusan melakukan tindakan.

Buat ibu-ibu kaya saya yang single fighter di rumah, pasti aman rempong harus bawa krucils ke rumah sakit ya, belum nanti nunggu pendaftaran dan lain lain, mana anak sebelum 12 tahun kan gak boleh masuk rumah sakit. Nah, sekarang udah ada nih aplikasi kekinian di bidang medis, namanya Medi-call. Saya berkesempatan untuk datang di acara launching-nya di Jogja.

Medi-Call
Medi-Call adalah aplikasi yang memberikan layanan dokter umum dan perawat homecare. Dengan adanya start-up Medi-call ini, perawat dan dokter bisa langsung datang ke rumah pasien. Pasien bisa langsung mengakses layanan "Panggil Dokter dari Rumah" ini lewat https://Medi-call.id

Dengan membawa misi sebagai media on-line berbasis lokasi yang menghubungkan penyedia layanan kesehatan dengan pasien berazaskan atas pelayanan paripurna, holistic, komprehensif, real-time dan menjadi yang terdepan di Asia Tenggara tahun 2021, Medi-call terus mengembangkan aneka fasilitas dan memperbaiki kualitasnya.

Kebutuhan akan layanan kesehatan saat ini sangat diperlukan. Namun terkadang pasien mendapatkan banyak kesulitan untuk pergi ke luar rumah. Seperti pada pasien usia lanjut, pasien dengan berbagai alat bantu, pasien pasca rawat inap, hingga anak anak yang menangis saat dibawa ke dokter. Untuk itu Medi-call hadir, sebagai penghubung pasien dengan provider kesehatan on demand yang terdekat dengan lokasinya.

Medi-call Milestone

Seperti yang disampaikan bapak Gideon Hartono selaku co-founder dan komisaris PT Medika Nusantara Gumilang pada acara Launching Medi-call di Jogja hari Sabtu 27 Januari 2018 kemarin, bahwa Medi-call sudah tersedia di banyak kota seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bali sejak 18 Januari 2017 lalu. Saat ini Medi-call sudah meluas hingga Bandung, Surabaya, dan kini DIY. Layanan ini adalah layanan 24 jam dokter umum dan perawat homecare medi-call.


Layanan Medi-call

 Menurut Dr Candra Wijanadi selaku CEO Medi-call, setiap bukannya pasien bertumbuh 2 kali lipat dan harus diimbangi dengan ketersediaan partner di wilayah baru. Diharapkan dengan semakin meluasnya area baru yang menggunakan layanan Medi-call, ke depan akan semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati layanan ini.

Tentu saja, pengobatan yang holistic berarti adanya kerjasama yang baik antara dokter, perawat, penyedia obat obatan dan lain sebagainya. Dengan Medi-call semua layanan kolaboratif terintegrasi dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Dr Budhi Riyanta selaku co-founder /COO Medi-call.

Lalu saya teringat soal NGT Aisha. Jadi akan sangat memungkinkan untuk pemasangan NGT gak perlu jauh jauh ke IGD nih, cukup panggil perawat lewat Medi-call yang akan melakukan penggantian NGT dengan pengawasan dari dokter tentunya ya. Selanjutnya jika membutuhkan aneka obat atau alat bantu, maka sudah otomatis terintegrasi dengan Apotek K-24 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nah, dengan adanya integrasi ini, obat non emergency dapat diresepkan oleh dokter secara real-time dan tepat karena ketersediaan stock terjamin, serta langsung dapat dikirim ke lokasi pasien oleh kurir apotek dalam waktu 1 jam. Sistem ini menjamin layanan berjalan sesuai regulasi (tidak terjadi dispencing). Secara keseluruhan, pasien akan lebih hemat dari segi biaya, waktu, SDM, sehingga tingkat kenyamanan dan layanan pesien menjadi lebih baik.

Bersamaan dengan Launching aplikasi Medi-call kemarin, Medi-call juga mengundang Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Daerah dan cabang di DIY. Umtuk mengoptimalkan layanan, medi-call membuka rekrutmen untuk dokter dan perawat sebagai partner denhan mendaftar di https://Medi-call.id/daftarpartner.

Hingga saat ini sudah ada 10.000 hingga 50.000 downloader aplikasi dan 2.500 user aktif per bulan. Menggandeng 256 dokter, 115 perawat, 270 apotek, 15 klinik, dan 6 laboratorium, Medi-call terus konsisten berusaha memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Indonesia.

dr. Wikan, Sp.A yang merupakan ketua IDI Jogja menyampaikan bahwa saat ini profesi dokter sangat dituntut profesionalitas-nya. Untuk bergabung menjadi dokter di Medi-call tentu saja harus sesuai dengan aspek etika, mutu dan hukum. Hal ini sejalan dengan misi dan peran IDI untuk segenap anggotanya.

Masih ingat ya kejadian pelecehan oleh oknum perawat dan dokter di Surabaya kemarin? Hal ini diharapkan tidak terjadi lagi. Jadi memang untuk dokter dan perawat tentunya ada kualifikasi khusus, seperti yang bisa dilihat dibawah ini.

Syarat menjadi partner medi-call

Semua berkas dokter dan perawat akan diperiksa secara elektronik, mengacu pada situs resmi asosiasi profesi sesuai jenis dan ketersediaan data partner. Untuk dokter akan dilakukan verifikasi data di website IDI dan untuk perawat akan diverifikasi sesuai website PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)

Cara menggunakan aplikasi Medi-call
Setelah bunda meng-install aplikasi Medi-call di smartphone maka langkah langkah yang dilakukan adalah:

Cara menggunakan aplikasi Medi-call. Sumber: company profile medi-call

1. Pesan salah satu dari 7 layanan yang tersedia
2. Medi-call akan menampilkan partner terdekat dan estimasi harga
3. Partner Medicall akan tiba dan memeriksa keluhan Anda
4. Setelah selesai, bayar sesuai dengan layanan dan berikan rating pada partner Medi-call.

Saat ini basic fee atau tarif dasar maksimum adalah Rp. 200.000/kunjungan dokter dan Rp. 120.000 untuk kunjungan perawat. Jika jarak partner dibawah 5 km maka tidak ada fee transportasi. Jika melebihi 5 km akan dihitung 10.000/km. Biaya tindakan (prosedur fee) bergantung tindakan yang dilakukan serta obat yang diberikan akan ditotal lebih lanjut.

Oh iya ada tambahan nih dari Pak Deni Hardian (Hi Lab), sedikit info kalau ada promo diskon up to 40% untuk vaksin difteri dan ada papsmear gratis bagi pemegang kartu BPJS selama bulan Februari untuk kita kita yang ada di wilayah kota Yogyakarta, Bantul dan Gunung Kidul. Dan dapat bocoran kalau Hi Lab akan jadi bagian dari Medi-call loh. Kelebihan Hi Lab antara lain Ada dokter jaga, hitech, menyabet 6 rekor MURI saat pembukaannya, High quality, High speed untuk pemeriksaan hasil lab bisa ditunggu dalam hitungan jam. Manfaatkan yuk.

Foto dulu bareng blogger Jogja sebelum pulang

Gimana? Tertarik menggunakan layanan Medi-call Homecare zaman now? Yuk segera install aplikasinya di smartphone bunda semua yaaa...






1 comment:

  1. Tertarik lah...apalagi untuk emak rempong seperti saya. Medicall ngebantu banget...minimal bikin ayem

    ReplyDelete