Sunday, August 26, 2018

Makna Kemerdekaan untuk Aisha


Memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia, 17 Agustus 2018 kemarin, seolah menjadi refleksi bagi saya selaku orang tua dari tiga anak istimewa. Semua anak adalah istimewa, tentu saja. Masing masing juga memiliki kebutuhan khusus dalam porsinya. Sedikit cerita, Aisha terlahir dengan Cerebral Palsy, artinya ada cedera di bagian otak yang membuatnya memiliki keterbatasan dalam mengatur dan mengarahkan bagian syaraf motorik dan sensoriknya.

Terdengar seram ya? Padahal sih saya kalau lihat Aisha cuma kaya bayi dalam ukuran besar hehehe. Secara fisik dia seperti anak 3 tahun pada umummnya, namun untuk kemampuan, dia masih seperti bayi usia 3 bulan. Bedanya, bayi 3 bulan bisa menyusu dan akan bertumbuh serta bertambah kemampuannya sesuai usianya. Aisha minum dan makan lewat selang karena kemampuan menelan dan mengunyahbelum bagus. Sebagai anak dengan kebutuhan special, tentunya tidak lepas dari yang namanya perawatan dan satu paket juga dengan biaya perawatannya.



Merdeka sudah diakui oleh hukum internasional sebagai kebebasan menentukan nasib sendiri. Buat kita orang biasa yang bisa berpikir logis, hal ini saja masih susah ya. Apalagi untuk anak seperti Aisha. Boro boro punya cita cita, untuk sekedar meminta makan untuk mempertahankan hidupnya saja dia belum mampu menyampaikan.

Aisha berlatih di standing frame

Untuk kita, berjalan kemanapun, memilih berwisata dan menentukan mau liburan kemana saja pasti memungkinkan, sedang untuk Aisha? Kemana aja bundanya pergi, dia nggak akan pernah protes. Nyaman atau tidak, tidak ada yang tau, paling dia rewel. Apakah anak-anak seperti Aisha dan teman-temannya bisa dibilang Merdeka?

Hal ini menjadi refleksi saya untuk terus bersyukur. Jujur, Indonesia merdeka yang diperjuangkan oleh para pahlawan ini memberikan banyak peluang bagi kita untuk berekspresi, mengeluarkan pendapat, berkarya, mengukir prestasi, kebebasan beribadah, kebebasan menentukan nasib sendiri dengan sebenar-benarnya. Kembali lagi, bagaimana kita bisa mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia ini dengan hal hal bermanfaat dan berguna. Ada sebuah pepatah yang saya ingat selalu, “Jangan pernah tanyakan apa yang negara berikan untukmu, tapi tanyakan, apa yang bisa kau berikan untuk negaramu.”

Kemerdekaan selanjutnya tentu saja kemerdekaan finansial. Siapa sih yang tidak ingin hidupnya lebih terorganisir? Merdeka finansial bukan berarti harus punya uang yang tidak habis tujuh turunan,. Tapi kalau buat saya sendiri, merdeka finansial berarti kita memiliki kemampuan me-manage keuangan keluarga. Salah satu cara adalah dengan menabung dan investasi.

Sebagai gambaran kasar saja, kami harus menyediakan budget dalam besaran minimal tertentu setiap bulannya. Belum lagi kakak kakaknya yang juga bersekolah di sekolah inklusi. Saya coba untuk berbagi kebutuhan bagi anak berkebutuhan khusus seperti Aisha. Untuk pengeluaran bulanan dan alat-alat latihan plus rehab medik harus kami usahakan sendiri.

Biaya beli dan ganti NGT Rp. 200.000
Obat kejang: Rp. 200.000
Susu dan makanan cair: Rp. 1.000.000
Pampers: Rp. 100.000
Belum termasuk transportasi 3x seminggu ke rumah sakit untuk terapi

Terapi 3x/Minggu @100.000 = Rp. 1.200.000

Pembelian alat alat latihan dan alat rehab medik
Backslab Rp. 250.000
Sepatu AFO: Rp. 600.000
Standing Frame : Rp. 800.000
Gym ball: Rp. 400.000

Nilai yang cukup wow jika kami tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Tapi semua harus kami usahakan demi kemajuan perkembangan fisik dan emosi Aisha. Makna merdeka untuk Aisha di mata kami adalah sebuah harapan, setidaknya dia kelak akan bisa mandiri. Melakukan dan mengkomunikasikan kebutuhannya. Setidaknya dia mampu berdaya, minimal untuk dirinya sendiri. Tentu saja tak lepas dari peran kami sebagai orang tua dalam memberikan berbagai perawatan sebagai bentuk ikhtiar dan juga menabung untuk menyiapkan masa depannya. Segala bentuk kebutuhan Aisha saat ini seharusnya tidak dijadikan alasan untuk kami melupakan investasi bagi masa depan Aisha kelak. Jadi kami putuskan membuka tabungan khusus untuk Aisha juga yang tidak akan diganggu gugat dan tidak dicampur aduk dengan rekening keluar masuk kebutuhan rumahtangga.


Akuisisi pembukaan rekening Britama

Kemarin saya bertemu dengan mba Yulia Estmirar Tanjov, yang membantu saya ketika membuka tabungan Britama di acara Merdeka Kulineran BRI Poin Keren Terus. Acara ini berlangsung di Ambarukmo Plaza Hall B lantai 2 Yogyakarta dari tanggal 17 – 19 Agustus 2018. Menurut mba Yulia, acara semacam ini dikoordinasi oleh KCP Bank BRI sebagai bentuk penghargaan bagi nasabah lama dan fasilitas kemudahan melakukan akuisisi pembuatan rekening untuk nasabah baru.



Acara yang berlangsung tiga hari dan memang sengaja diselenggarakan di mall yang cukup besar di Jogja, dengan harapan nasabah lebih mudah mengakses fasilitas penukaran poin ini. Banyak yang bertanya pada saya ketika saya memposting acara ini di sosial media. “Cara dapat poinnya gimana sih?” atau, “Simpedes dapat poin juga gak?”.

Cara mendapatkan poin

Cara cek BRI poin

Cara redeem BRI poin

Saya sendiri sudah jadi nasabah BRI sejak SD kelas 1 dan tabungan saya adalah Simpedes hehhee. Keuntungannya memang untuk dana minimal yang mengendap lebih sedikit yaitu Rp.25.000,- dan suku bunga yang lebih rendah. Sementara untuk Britama, dana mengendap minimal Rp. 50.000,- . Nah untuk nasabah yang usianya belum 35 tahun, maka akan mendapatkan tabungan Britama Muda. Tapi Britama tentu juga akan mendapatkan keuntungan, salah satunya dengan adanya sistem poin.

Kartu brizzi

Ada juga tabungan Rencana yang bisa autodebet dari rekening indukan tanpa minimal setoran awal. Wah, saya tertarik banget yang ini untuk “memaksa” mengeluarkan tabungan saya sebagai biaya cadangan Shoji, Rey, maupun Aisha. Oh iya, kemarin ada promo pembukaan tabungan dengan minimal setoran awal 151.000 mendapatkan tempat makan Tupperware dan paket dari J.CO atau Pizza Hut. Kata mba Yulia, kadang kadang promo buka rekening baru bisa dapat bonus BRIZI (e-money BRI) yang bisa dipakai sebagai pembayaran untuk transjogja, KRL, parkir dengan tap, biaya masuk tol, belanja di indomaret. Saya sendiri memanfaatkan kartu Brizi untuk naik transjogja, karena biayanya jadi lebih murah. Dengan tunai harga tiket transjogja Rp.3.500,-/orang. Dengan Brizzi cukup Rp.2.500,- sajah pemirsah.

Penjelasan dari  perwakilan Nature Republik

BRI POIN

BRI poin bisa didapatkan dengan cara memiliki saldo akhir bulan minimal 5 juta (Britama) / Rp 50 juta (Giro). 1 poin akan diberikan setiap kelipatan 5 juta (Britama) dan 5 poin akan diberikan setiap kelipatan 25 juta (Giro). Sementara poin lain bisa diapatkan dengan transaksi transfer sesama BRI; Pembelian brizzi, zakat, infaq, GoJek, DPLK minimal Rp. 50.000,- ; Registrasi finansial MB 7 IB; Serta belanja dengan kartu debit minimal Rp. 250.000,-

Merchants yang bisa ditukar BRI poin

Jadwal Flas sale poin BRI

Kerjasama BRI dengan Go-Jek

Penukaran BRI poin juga variatif. Seperti acara Merdeka Kulineran kemarin di Ambarukmo Plaza. Untuk 20 poin bisa ditukar dengan 1 paket ayam dari KFC, atau 2 pcs donat dari J.CO, atau 1 slice Pizza Hut, atau 1 sheet mask dari Nature Republic, atau 1 Thai tea Chatucha. Padahal nih, 1 sachet sheet mask seharga Rp. 20.000,- dan Soothing Gel Nature Republic seharga Rp. 89.000,- bisa ditukar dengan 20 dan 100 poin saja. Belum lagi ketika flash sale, 1 poin bisa ditukar dengan 1 sheet mask atau produk pilihan lainnya. Whaaaa.... mantap sekali yaa bawa pulang banyak tentengan.

Bawa tentengan hasil tukar poin BRI. Credit: @yoannafayzadotcom

Wah, beneran merdeka nih kulineran dengan menukarkan poin dari BRI.
Jadi, tingkatkan saldonya, banyakin transaksinya dan dapatkan hadiah keren dari BRI. Untuk anak kita mau pilih tabungan Britama, Britama Bisnis, BRI Junio, Giro BRI bisa banget. Lakukan juga transaksi via internet banking BRI, Mobile banking BRI, ATM BRI, serta kartu debit BRI. Untuk lebih lengkapnya, bisa langsung kepoin akun akun dibawah ya

www.bripoin.com
Contact BRI 14017 / 1500017
www.bri.co.id
Facebook: BANK BRI
Twitter @promo_BRI

Selamat menyiapkan masa depan untuk anak anak tercinta ❤

Salam
/Aya

3 comments:

  1. Aisha semoga sehat terus ya, dan rezeki Mbak Aya lancar. Aamiin

    ReplyDelete
  2. Peluk sayang buat Aya dan Aisha, keduanya wanita hebat dan saling menghebatkan. Semoga dimudahkan dan dimampukan ya Aya. Bener banget, rencana masa depan kudu dipersiapkan dari skrg, beruntung ya nabung di Bank BRI.

    ReplyDelete
  3. Peluk cium utk Aisha ya mba.. Semoga mbak dan kelg diberi kemudahan dalam merawat putri istimewa ini...

    ReplyDelete