Featured Slider

#BookReview Aku Suka Sains Edisi "Tubuh Manusia"

 



“Bun… gigiku tanggal lagi”

Teriakan Rey menggema sambil menunjukkan gigi serinya yang tanggal. Nggak ada nangis-nangisnya ini anak, dia happy karena tau bakalan dapat kesempatan pilih hadiah seharga 100.000. Hmm…kok gigi tanggal aja dapat hadiah 100.000 sih?

Untuk beberapa anak, mereka memiliki keberanian luarbiasa sehingga berani cabut gigi sendiri tanpa perlu iming-iming imbalan, tapi beberapa anak memang butuh dimotivasi untuk memberikan dia semangat berani mencabut giginya sendiri.

Ini bukan kali pertama Rey mencabut giginya sendiri, dua minggu sebelumnya juga giginya sempat goyah dan karena kecelakaan mencabut plastic choki-choki yang tersangkut, eh malah ternyata giginya sekalian tercabut. Kalau udah begitu, saya siapkan air hangat dan sedikit garam untuk Rey berkumur seusai giginya terlepas.

Sentuhan, Kunci Utama Terapi Anak Istimewa



Aku percaya ada "obat" dalam setiap sentuhan tangan ibu kepada anaknya. Karena disana melekat doa dan cinta yang tidak pernah putus. (Bunsho)


Sebagai seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus, tak bisa dihindari bahwa saya merasa cukup kesulitan berkomunikasi dengan Aisha. Aisha sudah 5 tahun namun memang belum bisa bicara untuk mengkomunikasikan keinginannya. Tak hanya Aisha yang berkebutuhan khusus, anak seusianya yang tidak punya hambatan kemampuan bicara terkadang juga masih sulit untuk mengungkapkan keinginannya secara verbal.

Menangis dan rewel adalah dua hal yang sering sekali saya temui saat Aisha merasa tidak nyaman. Bukan hanya tidak nyaman dalam bentuk fisik seperti kepanasan/ kegerahan, kedinginan, namun juga perasaan kurang nyaman secara emosional yang harus segera direspon sebaik mungkin.

Bagi Aisha yang kebetulan juga belum bisa melihat karena adanya CVI (Cortical Visual Impairment), dia merasakan keberadaan saya lewat sentuhan yang saya berikan dan aroma tubuh saya. Yah, kurang lebih seperti bayi baru lahir yang hanya mengenal bau dan sentuhan dari ibunya. Kedua hal tersebut ternyata mampu memberikan rasa nyaman untuk Aisha.

Kulit merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai reseptor terluas, karenanya sensasi sentuhan/ rabaan merupakan indera yang aktif berfungsi sejak dini.  Bahkan sejak dalam kandungan, janin sudah merasakan belaian hangat cairan ketuban. See, jadi memang rabaan adalah level cara berkomunikasi paling mendasar antara tubuh anak dengan lingkungan.

Rencana Terealisasi Hati Tetap Happy




Lembur ditemani Herbadrik Wedang Uwuh

Hi Bunds

Siapa yang saat ini suka sekali untuk mengubah suasana rumah dengan mengutak-atik baik tampilan maupun susunan perabot di rumah? Saya salah satunya. Mencari Inspirasi baik dari video youtube maupun blog-blog tentang home living bisa membuat saya gatal untuk ikutan eksekusi juga. Ini adalah salah satu trik saya untuk membahagiakan diri sendiri. Karena, disadari atau tidak, di masa pandemi ini kita harus sehat secara fisik maupun mental agar memperkuat imunitas. Who's with me?

Rumah kami termasuk mungil, dengan cukup banyak barang di rumah. Kebetulan sekali pekerjaan suami dan pekerjaan saya termasuk yang membutuhkan banyak area rumah untuk menyimpan keperluan kerja. Karena itulah saat mengatur dan menata perabot dan interior rumah tetap harus berpatok pada fungsi dan aksesibilitas barang-barang supaya penempatan efektif dan bisa difungsikan sebagai mana peruntukannya tanpa ribet-ribet.

Kegiatan mengatur barang-barang di rumah ini sekaligus saya manfaatkan sebagai kesempatan untuk decluttering alias merapikan. Decluttering dapat juga diartikan sebagai aktivitas menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan. Jadi, decluttering itu bukan sekedar kegiatan beres-beres biasa.

Saat ini saya sendiri sedang belajar beberes rumah dengan konsep konmari methods dan prinsip minimalism. Namun tentu saja butuh niat yang kuat, waktu, serta fisik yang sehat. Saya sendiri termasuk alergi debu, jadi perlu usaha ekstra supaya saat bebersih dan beberes bisa lebih maksimal.

Terinspirasi Paula Verhoeven Untuk Jadi Ibu yang Tetep Glowing dan Bahagia

 


Hai Bunds

Gak kerasa sudah hampir sembilan bulan kita menghadapi masa pandemi ya. Masih sehat? Masih semangat? Ibarat anak kayanya udah mau belajar jalan ya. Lama banget emaaang. Banyak banget yang bisa dilakukan sebenernya ya meski kita di rumah saja. Bisa bercocok tanam, make over rumah tinggal biar lebih kinclong, mulai belajar memasak atau meluangkan waktu untuk mengerjakan hobby yang sudah lama tak disentuh. Salah satu hobby yang sekarang lagi digemari adalah bersepeda. Betul gak? 

Baca: Ria Ricis Umumkan Giveaway Sepeda Brompton

Selama pandemi ini jujur saya banyak menghabiskan waktu untuk buka buka youtube demi mencari inspirasi (bahan ghibah juga deng, dikiiiit tapi). Nah, saya juga banyak berselancar di dunia maya ngikutin beberapa video Youtube. Termasuk juga  kepoin artis artis pemilik akun youtube yang lagi hits hehehe. Jangan salah tapinya ya, kepo nggak boleh sekedar kepo. Keponya kudu bermanfaat dong ya. 

Ria Ricis Umumkan Giveway 1 Unit Sepeda Brompton

 


Hai Bundaa

Masih sehat bugar menghadapi pandemi? Sehat Raga bisa jadi tapi sehat Jiwa gimana nih? Sebagai emak emak tuh penting banget ternyata menjaga kesehatan. Sehat disini gak cuma sehat raganya aja yaitu dengan berolahraga ya. Tapi juga menjaga jiwa supaya tetap sehat. Keseimbangan adalah koentji kita untuk menjadikan hidup lebih indah dinikmati. Betuuul?