Featured Slider

Solusi Belajar Ngaji Anak Selama Pandemi dengan Alif Iqra

 


“Uthlubul 'ilma walau bishshiin” – tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina. 

Itulah salah satu hadits yang saya dengar dan masih saya ingat dari jaman sekolah dasar hingga sekarang. Nggak bisa dipungkiri bahwa dalam hidup ini kita harus terus dan terus belajar. Bahkan sebagai orangtua, pun harus belajar terus kan ya. Kehidupan berumahtangga gak ada sekolahnya, jadi memang ujiannya datang duluan, abis itu kita diminta untuk menyelesaikan dan mengambil hikmah.

Gak jauh beda sama dunia anak. Karena sejatinya dunia mereka adalah dunia permainan. Namun tanpa kita sadari permainan itu juga adalah kesempatan mereka untuk belajar. Pembelajaran bisa dimana saja, dengan siapa saja. Jika sebelumnya mereka sekolah bertemu dengan guru dan teman -teman, mau tidak mau sekarang mereka harus sekolah dari rumah dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).  

Bund, gimana kabarnya?
Masih gagah jelita ya mengajarkan anak materi sekolah?

Kalau ngajinya gimana? Udah lancar atau yesno? Hari ini yes besok no, yes lagi, no no no kemudian.

Sungguh peran guru begitu penting saat ini ya. Supaya kita bisa merebahkan badan sejenak, nyelonjorin kaki, atau minum teh anget di dapur sementara anak belajar ngaji
Mengaji metode fun learning

Sekolah Shoji dan Rey sampai saat ini masih menerapkan pengajaran dengan online, jadi sedikit banyak Shoji dan Rey sudah paham bagaimana cara belajar secara online. Namun gimana ya untuk ngajinya? TPA masih diliburkan karena anak-anak memang rentan sekali menyebarkan virus. Meminta mereka untuk tidak menyentuh benda atau membatasi interaksi dengan teman, pasti nggak gampang.

Beruntung banget kemarin Shoji berkesempatan mengikuti trial belajar mengaji online Bersama Alif Iqra. Alif Iqra ini aplikasi pencarian guru ngaji online yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri lho. Jadi kalau Bunda mau cari les ngaji privat di Yogyakarta bisa coba aplikasi ini. Selain di Yogyakarta Alig Iqro juga menyelenggarakan pembelajaran privat mengaji online di Jabodetabek serta beberapa kota besar lain di Indonesia.

Crossword puzzle


Belajar Lewat Bermain

Jadi kali ini saya mau cerita tentang pengalaman Shoji mengikuti Alquran online class Bersama Alif Iqra kemarin. Proses belajar mengajar dilakukan menggunakan aplikasi zoom. Beberapa saat sebelum kelas dimulai, Miss Fitri, guru ngaji Shoji memberikan link zoom yang akan digunakan. Shoji sudah bersemangat sekali saat perkenalan dengan Miss Fitri. Miss Fitri baik dan ramah serta ceria. Ini membuat mood Shoji menjadi bagus selama proses belajarnya. Miss Fitri juga menanyakan apakah Shoji lebih nyaman belajar menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Jadi jika memang anak sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, maka pelajaran mengaji Bersama Alif Iqra juga bisa dalam Bahasa Inggris. Asik ya…

Membaca dengan tajwid


Waduh, anakku belum pernah mengaji sama sekali, apakah bisa mengikuti pelajaran ya?

Pengalaman kemarin saat pelajaran Shoji, Kak Fitri di awal pertemuan selalu menanyakan sejauh mana pelajaran mengaji yang didapatkan Shoji. Sebenarnya Shoji sudah sampai Iqro 5, namun saat ini di rumah kami mereview lagi Iqro Shoji dari mulai Iqro 2. Sebelumnya juga Kak Fitri sudah mengirimkan kurikulum yang akan diajarkan. Nanti kita bisa komunikasikan apakah materinya sudah cukup atau terlalu berat untuk anak.

Kelas dimulai dengan perkenalan dan dilanjutnya membaca doa sebelum belajar dan kalimat-kalimat thoyyibah beserta artinya. Kak Fitri menjelaskan bagaimana penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dan beberapa kali mengulang agar Shoji terbiasa.

Berikutnya Shoji bermain tebak gambar. Ternyata gambar gambar yang ada dalam kotak tebak tebakan melambangkan isi dari surat surat pendek dalam Alquran. Kak Fitri sabar sekali menanggapi diskusi Shoji yang ingin membuka semua gambar surat dalam permainan. Shoji juga beberapa kali membaca surat-surat pendek dengan tilawati dibimbing oleh Kak Fitri.

Ceria terus selama kelas berlangsung

Untuk sesi belajar tajwid, Shoji mengulang kembali hukum baca tasydid. Awalnya Shoji lupa-lupa ingat, tapi Kak Fitri membantu agar Shoji semakin fasih dalam mengulang bacaan tasydid. Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah belajar, Shoji menjawab “Happy karena Shoji bertambah pintar”, katanya. Online learning Alif Iqra ini sangat berkesan untuk Shoji. Kami juga sempatkan berfoto Bersama kak Fitri setelah selesai kelas. Oh iya, ternyata kita juga dapat foto aktivitas terkini anak dari guru dan dapat laporan pembelajaran setiap pertemuan. Nanti bisa kita ulang lagi biar makin nempel ilmunya, atau kita bisa menambahkan materi baru. Semua bisa dikomunikasikan dengan tim Alif Iqra. 

Manfaat Online Learning

Jujur, setelah melihat proses belajar Shoji Bersama Alif Iqra saya merasa sedikit lega. Ternyata anak-anak tetap bisa mendapatkan pembelajaran agama dengan situasi dan kondusi yang tetap aman di masa pandemi ini. Mendatangkan guru ngaji privat secara online adalah alternatif pilihan yang tepat selama social distancing. Apalagi kalua belajar privat pakai permainan kaya gini, Shoji lebih fokus karena serasa ditemani main. Kalau sama saya kadang masih harus terjeda Aisha nangis, atau saya tinggal tinggal ngerjain pekerjaan rumah.

Belajar interaktif

Dengan adanya guru privat, pendekatan ke anak lebih sesuai. Kalau boleh jujur, selama masa pandemi ini ibu ibu macam saya yang biasanya bisa ngerjain kerjaan rumah dan kerjaan online pas anak sekolah, tidak punya waktu khusus. Emosi kian bertambah dan adanya kalua ngajarin anak lebih emosi. Hiks. Kalau ada guru privat online yang menyenangkan, anak anak bisa bermain sebentar dan kita bisa mengerjakan tugas-tugas kita dengan lebih fokus. Penting banget lho Bund untuk menjadikan pengalaman belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan. Gimana rasanya kalau anak belajar dalam tekanan emak yang marah marah? hahaha.  Jadi kalau cari rekomendasi tempat ngaji, udah bener di Alif Iqra aja. Kalau anak menghendaki untuk tetap tatap muka, Alif Iqra juga menyediakan kelas offline dengan tetap menjalankan protocol new normal.

Untuk area Jogja kelas reguler satu kali seminggu untuk satu anak biaya pertemuannya Rp. 400.000 untuk 4 kali pertemuan. Satu pertemuan panjangnya 90 menit. Jika mau menyelenggarakan dalam grup kecil (maksimal 3 anak) bisa lebih murah, cukup Rp. 750.000/4 kali pertemuan. Pilihan harinya bisa kapan saja dari hari Senin sampai hari Minggu, disesuaikan saja dengan waktu luang anak ya Bund. 

Alif Iqra- Aplikasi pencari guru ngaji

Sekilas Tentang Alif Iqra

“Alif Iqra hadir untuk memudahkan orang tua di kota-kota besar mencari guru mengaji yang sesuai dengan kebutuhan anak, dengan metode yang mudah dan menyenangkan. Dengan semangat untuk menjadi oase dan alternatif pendidikan Al-Quran di tengah pergerakan arus teknologi yang dekat sekali dengan anak-anak. Kami ingin membangun budaya bahwa Al-Quran juga bisa menjadi kawan dekat anak sejak usia dini.”

-Ibu Fenty Noverita, Direktur Utama Alif Iqra-

Seperti yang saya baca di flyer yang diberikan, ternyata memang aplikasi ini menjawab kebutuhan orangtua yang khususnya di masa pandemi ini ingin tetap menjadikan mengaji sebagai rutinitas yang menyenangkan untuk anak. Pastinya akan sangat membantu untuk orangtua yang mungkin karena satu dan lain hal merasa kurang pede mendampingi anak mengaji. Kalau dari sekilas yang saya baca, profil pengajarnya juga sudah melewati tahap seleksi yang cukup ketat. Insha Allah sesuai dengan motto yang diusung Alif Iqra yaitu

 “Mengenalkan Al-Quran Lebih Dekat dengan Cara yang Lebih Akrab.”
Program Alif Iqra


 Kemudahan Menggunakan Aplikasi Alif Iqra:

Satu lagi yang bikin aplikasi ini saya rekomendasikan. Pembayarannya mudah, bisa lewat bank transfer, indomaret, alfamart terdekat maupun internet banking. Proses pembelajarannya juga variative dan menyenangkan, ada membuat karya, melukis, mewarnai, permainan huruf hijaiyah, puzzle, film tentang sejarah islam, bahkan hafalan surat menggunakan metode Gerakan makna. Untuk Shoji yang tipe belajarnya kinestetik dan visual, ini pasti akan membantu banget.  

Dengan mitra 300 guru di kota kota besar seperti Jabodetabek, Makassar, Pontianak, Surabaya, Bandung, Malang, Cirebon, Pekanbaru, Pontianak, dan Medan memudahkan kita untuk mencari guru ngaji yang berkualitas dan ilmunya mumpuni. Oh iya, setiap guru ngaji di Alif Iqra juga menggunakan seragam dan dibekali dengan lesson kit yang akan selalu dibawa dan dipakai saat mengajar di kelas offline. Kalau sekalipun memilih kelas offline, bisa membuat kita lebih tenang dan nyaman menerima orang baru di rumah.

Kalau bunda butuh info lebih lanjut, bisa langsung berkunjung ke web Alif Iqra, maupun Instagram Alif Iqra cabang Jabodetabek ataupun InstagramAlif Iqra cabang Jogja. Bisa juga melalui direct whatsapp untuk langsung bertanya dan berkonsultasi mengenai slot kelas yang ada.

 

Salam

 

/Aya

Kartika Nugmalia

Pernikahan Awet Meski Membersamai Tiga Anak Istimewa, Caranya Gimana?

Menikah Itu Ibadah

Pernikahan yang dilandasi dengan komitmen, in sha Allah akan lebih kuat bertahan dalam terpaan badai.

"Mbak Aya apa gak pernah merasa capek? Apa nggak pernah merasa sedih? Apa gak pernah down?"

Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan pada saya terutama oleh bunda-bunda yang juga punya anak istimewa.

Makanya postingan kali ini mau bahas soal pernikahan. Gak terasa, 9 September 2020 lalu pernikahan Saya dan Uda sudah masuk usia 11 tahun. Sampai dengan saat ini, jelas bukan sebuah perjalanan yang mudah mengingat kami juga merawat 3 anak istimewa yang sungguh menguras fisik dan emosi.

HTHT : Terapi How To Handle Them




#Terapi Aisha
HTHT


Hai Bundas

Kali ini saya mau cerita tentang ikhtiar jemput kesembuhan Aisha dengan cara yang lain. Kalau dibilang masih terkait medis, ya masih medis juga karena memang dari ilmu kedokteran memang nyambung kesana. Tapi dibilang dari non medis, bisa jadi juga. Kali ini saya mau sharing tentang ilmu yang saya dapat sewaktu belajar metode HTHT (How To Handle Them) Bersama Bu Octorina Bashusanti. Beliau adalah founder metode HTHT, Body Language Instructor, Senior Health Advisor, IBH Certified Instructor, Certified Hypnotherapist dan Certified Master of Handwriting Analysis. Wah banyak juga ya bidang dari Bu Octo ini. 

Menurut beliau, anak ABK itu adalah anak yang memerlukan perhatian, kasih sayang yang lebih spesifik baik itu di lingkungan rumah dan sekolah. Spesifikasi tersebut karena memiliki berbagai karakteristik khusus yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Beberapa yang bisa dibilang berekebutuhan khusus antara lain: tunanetra, tuarungu, gifted, autism. Slow learner, ADD/ ADHD, Asperger Disorder, Cerebral Palsy, Down Syndrome dll. 

Anakku Kok Nulisnya Dari Bawah? Perlu Dibenerin Gak?


Coba ya bunda-bunda, perhatikan gaya nulis anaknya, apa ada yang kaya Rey, nulisnya dari bawah?

Kalau ada coba sini tunjuk tangan, berarti kita satu server. Hmm, jadi saya sebenernya udah mengamati sejak Rey TK. Cara menulis, membuat garis, baik lengkung maupun garis lurus pasti dari bawah. Jangan dikira saya nggak berusaha untuk benerin untuk menulis sesuai kaidah cara menulis yang baik lho. Udaaahhh… berkali-kali sampai saya bosen sendiri dan akhirnya pasrah.

Apa yang sudah saya coba lakukan? Memberi contoh sudah. Memberi garis garis dengan panah sudah, bikin tracing dan minta Rey menulis dari atas sambil memberikan contoh langkahnya juga sudah. Tapi ya balik lagi balik lagi. Daripada uring uringan, akhirnya saya biarkan dia menulis begitu.

Saya sebelumnya nggak pernah berpikir kalau hal ini sebuah masalah yang memang perlu diperbaiki. Saya mengira ini hanya habit menulis biasa yang gak akan berpengaruh kemana-mana. Ternyata saya salah bunda…

“Salahkah bila diriku…terlalu mencintaimu, jangan tanyakan mengapa, karena ku tak tahu.”

Bacanya jangan sambil nyanyi ya Bunda.

Tapi, makin sering saya lihat gaya menulis Rey, kok saya makin ragu dengan keputusan membiarkan dia nulis dengan cara begitu ya. Akhirnya saya dan ayahnya memutuskan untuk konsultasi dengan yang lebih ahli. Kami bersepakat untuk menemui psikolog.

Ajarkan Gaya Hidup Sehat ke Anak

 


Hai Bunds,

Masa pandemi  seperti sekarang ini ternyata tanpa kita sadari membawa kita pada kehidupan yang lebih sehat. Menurut saya loh ini. Kemarin saya ingat Ketika adanya Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak cukup signifikan untuk bumi kita. Polusi kendaraan bisa berkurang drastis, langit lebih biru, udara lebih segar, dan kita juga (karena terpaksa bekerja dari rumah) justru perlahan lahan memperbaiki gaya hidup kita menjadi lebih cukup beristirahat, lebih banyak melakukan hobi, atau mulai lebih rajin dalam menjaga diri.

Tidak hanya kebiasaan kebiasaan baik yang mulai rutin kita terapkan, namun juga secara tidak langsung banyak dari kita Kembali menyandingkan diri dengan alam. Terasa nggak sih, hobby bersepeda dan bercocok tanam itu Kembali mengingatkan kita pada fitrah kita untuk hidup berdampingan dengan alam, saling menjaga dan memberi manfaat secara timbal balik.

Gaya hidup sehat itu dibilang susah ya susah. Dibilang mudah ya mudah. Mudah karena sebenernya hanya memindahkan makanan kita menjadi makanan dengan pengolahan yang lebih sehat. Susahnya ya…lebih pada konsisten untuk terus mempertahankan pola makan dan pola hidup sehat kita sih.