Coba ya bunda-bunda, perhatikan gaya nulis anaknya, apa ada yang kaya Rey, nulisnya dari bawah?
Kalau ada coba sini tunjuk tangan, berarti kita satu server.
Hmm, jadi saya sebenernya udah mengamati sejak Rey TK. Cara menulis, membuat
garis, baik lengkung maupun garis lurus pasti dari bawah. Jangan dikira saya
nggak berusaha untuk benerin untuk menulis sesuai kaidah cara menulis yang baik
lho. Udaaahhh… berkali-kali sampai saya bosen sendiri dan akhirnya pasrah.
Apa yang sudah saya coba lakukan? Memberi contoh sudah.
Memberi garis garis dengan panah sudah, bikin tracing dan minta Rey menulis
dari atas sambil memberikan contoh langkahnya juga sudah. Tapi ya balik lagi
balik lagi. Daripada uring uringan, akhirnya saya biarkan dia menulis begitu.
Saya sebelumnya nggak pernah berpikir kalau hal ini sebuah masalah yang memang perlu diperbaiki. Saya mengira ini hanya habit menulis biasa yang gak akan berpengaruh kemana-mana. Ternyata saya salah bunda…
“Salahkah bila diriku…terlalu mencintaimu, jangan tanyakan mengapa, karena ku tak tahu.”
Bacanya jangan sambil nyanyi ya Bunda.
Tapi, makin sering saya lihat gaya menulis Rey, kok saya makin ragu dengan keputusan membiarkan dia nulis dengan cara begitu ya. Akhirnya saya dan ayahnya memutuskan untuk konsultasi dengan yang lebih ahli. Kami bersepakat untuk menemui psikolog.


