Monday, November 20, 2017

Review Film: Naura dan Genk Juara


Hai Bunds,
Beruntung sekali Minggu lalu, 12 November 2017 saya berkesempatan ikutan Gala Premiere film Naura dan Genk Juara di CGV Hartono Mall. Berawal dari tawaran Grace Melia di grup, langsung aja di iyain. Padahal mah belum pernah ke Hartono Mall #BiarinKatro.

Kenapa saya excited buat nonton?
Karena kebayang sama saya film musikal anak anak itu kaya Petualangan Sherina. Udah lama banget kan ya nggak ada film musikal untuk anak. Apalagi pemerannya Naura (saya udah suka sama lagu Setinggi Langit-nya duluan, karena liriknya bikin semangat). Eugene Panji sang sutradara juga biasanya kalau bikin film gak pernah deh setengah setengah, jadiii... Yup, saya udah kasih standar tinggi untuk film ini.


"Aku bisa jadi apa saja
Setinggi langit di angkasa yang tak ada batasnya
Aku bisa kalau aku mau
Cita cita dan mimpiku...
Setinggi langit"



Foto cakep by @grace.melia

Bikin film musikal itu pasti gak gampang, kebayang kalo film film India gitu ya, bikin lagu yang sesuai dengan jalan cerita, trus kudu bikin yang sendu, yang ceria juga kudu dicocokin dan biasanya ada tarian kolosal dan koreografinya juga kudu pas. Film musikal terakhir yang saya tonton adalah La La Land, dan ya memang wajar kalau film itu sampe dapat penghargaan.

Film musikal dewasa aja tantangannya luar biasa, apalagi anak anak yang kudu menyesuaikan sama mood, kudu dibikin enjoy dan anak anak bisa menikmati proses pembuatannya.

Foto dengan background panggung. Maapkan blur hiks

Gala Premiere Naura dan Genk Juara
Acaranya dimulai dengan penampilan Naura di panggung bersama 3 pemain lain. Nah karena saya sama Shoji lagi antri buat foto di photobooth, jadi nggak liat deh penampilan Naura, cuma pas Naura sempat lewat di depan kami, anak anak langsung histeris.

Naura sendiri udah punya banyak fans, begitu juga Didi yang memang sudah dikenal sebagai pembawa acara sebuah program anak anak di salah satu televisi swasta. Wajar banget kalau anak anak ABG jejeritan ngeliat mereka dalam jarak dekat.

Hasil foto di Photobooth

Sebelum kita mulai nonton filmnya, ternyata Naura, Josh, Vickram dan Didi menyempatkan menyapa teman teman dengan masuk ke studio dan sempat ngedance juga loh. Wah baris depan langsung deh cekrek cekrek buat foto foto. Kami yang di belakang lihat dari layar HP yang di zoom hihihi.


Baca bukunya sebelum nonton

Resensi Film

Film ini berawal dari tiga orang sahabat, Naura (Naura), Okky (Joshua), Bimo (Vickram) yang memenangkan lomba sains di sekolah, sehingga ditunjuk mewakili sekolah di Kemah Kreatif. Ketika kompetisi berlangsung, ternyata mereka dihadapkan pada kasus pencurian satwa yang tanpa sengaja mereka saksikan. Saat itulah, mereka dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan lomba atau membantu mengungkap kasus pencurian satwa itu bersama ranger cilik Kipli (Didi).

Adegan komedi kental terasa saat trio licik memimpin senam di Kemah Kreatif, begitu juga saat serangan dari anak anak Kemah Kreatif menggunakan aneka karya sains mereka. Meskipun adegan diwarnai dengan action dan ledakan sana sini, tapi menghibur banget.

Yang bikin mellow adalah saat Mama Nola melepas Naura untuk berangkat menuju sekolah untuk mengikuti Kemah Kreatif, saya jadi membayangkan besok kalau anak anak harus menginap di sekolah atau aktivitas yang mengharuskan mereka jauh dari kami gimana ya? Apalagi lagu "Bawakan Cerita Untukku" sukses bikin nuansa sendu makin terasa.

Film ini lengkap deh. Komedi ada, action, drama, musik, dance komplit pake telor dan ayam suwir pokoknya. Apalagi kalau ditonton bareng keluarga, keseruannya dobel.

Ka-ki: Kachan & Kinan, Grace, Saya & Shoji, Noni & Luna, Mak Juli & Rea

Para Pemain:
Adyla Rafa Naura Ayu (Naura)
Joshua Rundengan (Okky)
Vickram Priyono (Bimo)
Andryan Sulaiman Bima (Kipli)
Nola B3, Baldy, Neona, Bevan (Keluarga Naura)
Kiki Juliar (Bu Laras)
Shelomita (Bu Tike)
Toto Rasiti (Pak Marsono)


Kenapa Perlu Nonton?

1. Film-nya anak anak banget
Suguhan film untuk anak yang berkualitas beberapa tahun terakhir ini dikit banget. Film ini jalan ceritanya natural dan gak terlalu mengada ada. Menceritakan karakter karakter yang memang biasa ditemui di dunia nyata, jadi kerasa real. Shoji sendiri sepanjang film cukup menikmati. Padahal jarang jarang lho doi mau duduk sepanjang film dan fokus dari awal sampai selesai. Tapi kami memang sempat keluar untuk anter Shoji pipis siih.

2. Musik dan koreografinya bagus
Namanya film musikal, udah pasti lagu lagunya dan dance-nya akan banyak menghiasi film ini. Didukung oleh pemeran pemerannya yang juga penyanyi (Naura, Nola B3, Shelomita) dan pemain lain yang suaranya juga cakep, film ini pasti akan bikin anak anak ikut bernyanyi dan nge-dance karena liriknya easy listening, mudah ditirukan.

Shoji aja hafal bagian reff lagu "Aku Bisa" dan salah satu teman Shoji nonton, Kinan, ikutan joged joged ketika ada scene musik dan dance. Aransemen lagu lagu oleh Andi Rianto, jadi udah gak diragukan lagi ya hasilnya.

3. Nilai nilai kreativitas yang menonjol
Dalam film diceritakan sebuah Kemah Kreatif yang mewadahi anak anak untuk bereksplorasi dan menggali ide ide yang bermanfaat untuk lingkungan.

Penggambaran proses kreatif anak anak mencipta aneka karya yang bermanfaat bisa jadi contoh yang baik untuk anak sekolah. Ini pasti menginspirasi anak anak untuk lebih mengeksplor kemampuannya dalam berkarya.

Di film ini ada 30 eksperimen sains yang dibuat oleh ahli sains. Mulai dari roket air sampai bom semangka. Persiapan sekitar 3 bulan, sudah dipastikan aman dan juga benar benar bisa dibuat anak anak.

4. Bercerita tentang persahabatan
Problematika karakter anak yang masih egosentris diangkat juga sebagai bumbu dalam cerita. Ini membuat anak juga belajar bahwa dengan bersatu, maka segala masalah bisa diselesaikan bersama. Tentunya untuk bagian ini perlu banget kita sebagai orangtua memberi penjelasan. Kenapa ada yang marah, bagaimana seharusnya menghadapi teman yang sedang marah, apakah mengusili teman itu tindakan yang menyenangkan untuk orang lain, dan lain lain.

5. Dekat dengan alam
Mungkin 80% adegan dalam film dilakukan di alam bebas. Melibatkan beberapa binatang yang bikin Shoji berkesempatan mengenal aneka satwa dan senang saat menyebutkan nama nama hewan dalam film. Buat saya ini jadi nilai plus, karena bisa bikin anak anak melihat keindahan alam dan gak akan takut atau khawatir jika satu saat sekolah mengadakan outing ke alam bebas.

Saya suka banget karakter Kipli yang ditokohkan bersahabat dengan seekor monyet (Cepot). Kabarnya Didi sampai membawa Cepot menginap di rumahnya supaya bondingnya dapet. Wow!

Overall film ini menurut saya bagus dan nggak akan nyesel buat nonton. Banyak nilai nilai positif yang bisa diambil. Cuma boleh ya sedikit kasih masukan untuk ke depannya supaya film anak Indonesia lebih ciamik lagi.

Dalam satu scene, Shoji sempat berbisik sama saya, "Bunda, malu...." ternyata ada adegan Naura di shoot dari bagian bawah jadi terlihatnya celana Naura jadi pendek banget 🙈🙈🙈. Mungkin karena posisi kamera dari bawah ya, jadi kesannya too sexy. Shoji dan saya kebetulan sedang belajar tentang aurat jadi ya mungkin ini bagian dari proses Shoji belajar sih.

Dengan film yang booming seperti ini, Naura dan cast yang lain akan jadi idola buat anak anak seusianya pastinya ya. Gaya rambut, model baju, aksesoris dan segala hal tentang Naura akan ditiru oleh fans fans Naura. Jadi untuk team kostum di film berikutnya bisa dicari yang sesuai dengan usia anak tanpa mengurangi esensi dari film-nya sendiri 🙏🙏🙏

Maju terus film anak Indonesia!!!


10 comments:

  1. Naura(ku) udah minta nonton film ini
    Selain celana pendek, kayanya ok semua yaa... 😉

    ReplyDelete
  2. pengen nobar sama hanin dan teman2nya deh....

    ReplyDelete
  3. Mau ngajak krucil nonton, tapi udah ABG semua nih. Mulai repot kalau mo nonton film yang pas :)

    ReplyDelete
  4. nice review mb Aya... thank you so much. jadi mantep bawa pasukan krucils nonton filmnya. kiss kiss buat Shoji Rey Aisha yaa...

    ReplyDelete
  5. Seru banget yaaa mak ay, jadi ingat sherina. Duh pengin nonton tp bkm dpt pinjrman anak wkwkwkwkw

    ReplyDelete
  6. Wah, saran saya, sebagai pelengkap pengetahuan tentang aurat, bisa ajaran Shoji tentang lagu "Jenis-Jenis Sentuhan"

    ReplyDelete
  7. Saya juga kurang sreg sama celana pendek yang dipake padahal sedang camping di hutan, hihi.. Tp seruu ah nonton sama anak, tinggal di dampingi aja buat jelasin mana yg ga pentas ditiru

    ReplyDelete
  8. kayaknya ceritanya seru, tapi kok diluaran banyak yang kontra dengan film ini malah ada boikot segala sih

    ReplyDelete
  9. Pengen ajakin ais nonton ini belum jadi2. Huhuhh

    ReplyDelete
  10. Suka baca review dari yang menonton langsung 😍. Soalnya kan banyak berita nggak enak tentang film ini, karena saya belum menonton jadi kayaknya lebih bijaksana kalau sana nggak ikut2an komen atas hal yang belum saya lihat sendiri. Kalau baca ini sih so far film nya bagus ya Mak Aya, anak2 kita kan jarang dapat kesempatan menonton film anak2 produksi dalam negri. Karena memang jarang yang produksi. Go film Indonesia 💪🏽😊.

    ReplyDelete