Sate, Kuliner Nusantara Untuk Akhir Tahun


 Hai Bunda, 

Mengawali postingan blog di 2023 sepertinya akan lebih enak kalau kita ngobrolin soal makanan. Biar tahun ini blog saya juga lebih banyak membahas mengenai kuliner. Udah lama sekali blog saya nggak sharing resep maupun pengalaman kulineran. Kuliner nusantara pasti nggak jauh-jauh juga dari sate. Maklum saya termasuk penggemar berat pr-sate-an. Betul, hidangan dengan bahan utama daging ini bermacam-macam variasinya di Indonesia. Sebutlah sate ayam, sate kambing, sate sapi, hingga sate kelinci pun ada peminatnya. Tiap daerah di Indonesia juga punya rasa khas satenya masing masing, seperti:

1. Sate Lilit

Hidangan khas bali ini benar benar menggoyang lidah saya. Ketika beberapa waktu lalu saya ke Bali, sempat mampir ke Sate Lilit Bu Oki yang udah kondang dengan citarasa khasnya. Mendengar cerita orang lalu kemudian menikmati sendiri memang berbeda sensasinya. Jujur habis mencicip, rasanya terkenang-kenang dan bikin kangen pengen nostalgia lagi mencicip Sate Lilit Bu Oki. Sate dengan pelengkap lauk lauk lain berupa ayam betutu, ayam suwir, atau lawar. Rasanya khas sekali ada rasa pedas dan wangi karena kombinasi rempah sebagai bumbu sate.


  




2. Sate Padang

Karena suami memang asli Sumatera Barat, menjadi sebuah rejeki untuk saya jika pulang kampung untuk mencicip beraneka citarasa sate padang dari tanah Minang. Sate ini terkenal karena rasa yang khas dan biasa terbuat dari daging, lidah, hingga jeroan sapi yang dibakar dengan bumbu. Bumbunya ada yang warna kuning dan ada yang warna merah. Lebih nikmat jika dimakan dengan keripik sebagai pelengkap. Tiap daerah di Sumatera Barat memiliki ciri khas tersendiri meski sama-sama dinamai Sate Padang. Sate Mak Syukur adalah Sate Padang yang pernah saya sambangi.

Selain Sate Mak Syukur, tentunya saya juga mencoba sate Sinar Paris yang terletak di Pasar Solok. Kedai Sinar Paris ini hampir selalu ramai. Kuah sate disini tidak terlalu pedas, cocok dengan lidah anak-anak saya yang memang belum terlalu terbiasa dengan rasa pedas pada sate padang kebanyakan. 




3. Sate Madura

Nah, untuk sate madura ini saya belum pernah mencicip langsung dari daerah asalnya. Namun masa kecil saya dihiasi oleh jajanan sore hari yang dijajakan oleh mbak mbak penjual sate madura. Biasanya wangi khas menyeruak ketika mbak penjual sate madura yang disunggi di atas kepala lewat depan rumah. langsung deh saya dan teman teman sebaya antri untuk memesan sekaligus menikmati aroma sate yang dibakar. Sate ayam dengan bumbu kacang, potongan bawang merah dan kecap serta dilengkapi dengan lontong selalu menyisakan kenangan indah masa kanak-kanak untuk saya.

Beruntungnya saya, di dekat rumah saya yang sekarang ada penjual sate ayam madura yang menetap. Ada kiosnya, jadi kapan saja saya pengen sate madura, saya nggak perlu harap harap cemas menunggu mbak penjual sate madura menjajakan sate lagi.

4. Sate Klathak

Ya, sate kambing yang satu ini sedikit unik karena dimasak menggunakan jeruji sepeda. Salah satu sate klathak yang pernah saya coba adalah sate Pak Pong, warung sate yang satu ini juga menyediakan aneka hidangan berbahan dasar sate kambing yang lain,seperti tongseng ataupun gule. Ada sate klathak yang disajikan dengan bumbu gulai, ada pula pilihan sate manis yang disajikan dengan kuah kecap. 

Kalau mau kulineran ke Sate Pak Pong, memang butuh kesabaran tinggi. Antrinya luar biasa sekali. Pernah kami mencoba peruntungan, eh diminta menunggu satu jam. Padahal anak-anak sudah kelaparan akhirnya mencaripengganti warung sate terdekat. Rasanya juga enak sih, pada dasarnya kami memang keluarga pecinta sate kambing. Saat ini warung sate pak Pong sudah memiliki 3 cabang. Ini untuk mengantisipasi pelanggan yang antri supaya semua bisa kebagian menikmati sate klathak pak Pong yang ternama ini.

Sedikit review mengenai warung Sate Pak Pong yang kami datangi kemarin ya, tempatnya cukup luas, banyak pilihan tempat duduk dari yang menggunakan kursi hingga yang lesehan. Tempatnya di dekat sawah, sehingga saat senja pemandangan terlihat sangat syahdu. Ada mushola yang cukup besar dan bersih, tersedia juga area main anak di bagian dalam. Untuk saya, ini adalah tempat yang nyaman jika kita mau mencoba kulineran sate kambing dengan mengajak keluarga. 

5. Sate Buntel

Sate buntel ini saya pernah coba juga. Terbuat dari daging cincang dan diselimuti lemak kambing sebelum dibakar. Rasanya manis, tapi saya pribadi belum pernah mencoba hidangan langsung ketika berada di Surakarta. Masuk salah satu wishlist tahun 2023 agar saya bisa merasakan sate buntel khas Surakarta langsung dari daerah asalnya.

6. Sate Makassar

Sate Makassar ini sampai sekarang saya masih penasaran dengan citarasanya. Saya belum pernah mencoba, tapi sahabat saya yang dari Makassar memang merekomendasikan sate khas yang satu ini. Terbuat dari jeroan sapi atau kambing dan diberi saus belimbing, menghasilkan citarasa asam manis sate yang unik dan nikmat. 

Semoga suatu saat nanti saya bisa berkesempatan mencicip Sate Makassar yang hingga kini masih menjadi misteri ini ya. Kuliner goal saya di tahun 2023 bisa nyicip Sate Makassar langsung di Makassar. Postingan ini dibuat untuk ikut memeriahkan IDFB Blog Challenge bersama teman teman dari Indonesian Food Blogger . Salam kuliner

No comments