Showing posts with label keberagaman. Show all posts

Kopdar sahabat masa Sekolah Dasar

Masih pengen nulis tentang cerianya saat saat kopdar. Kali ini saya ingin cerita tentang kopdar saya bersama sahabat sahabat SD. Whuaaa...masih inget dengan sahabat sahabat jaman SD? saya bersyukur ada Facebook yaa..karena masa SD kami tidak punya HP, nomor telepon saja jarang hihihi. Sekarang saya bisa ketemu lagi via facebook dengan teman teman lama itu rasanya luar biasa. 

Pagi yang rempong, hihihi...kalau mau ajak Shoji keluar keluar, pagi hari saya selalu sibuk. Sibuk untuk membuat bekal Shoji. Bukannya pelit gak mau ajak Shoji jajan yaa...(karena kami janjian di Tamansari, Amplaz Jogja) Tapi kadang selera Shoji yang masakanemak-minded bikin saya ragu beliin jajan untuk dia. Belum tentu makanan yang kita beli cocok dengan seleranya, saya aja nggak mesti cocok kalau jajan makanan jadinya untuk amannya yaaa...masak sendiri aja.

Bekal Shoji untuk kopdaran di Amplaz waktu itu adalah spaghetti mie sayur (resep bisa dilihat disini )


Kami datang agak terlambat karena jalanan Jogja saat itu macet abis :) tapi senangnya langsung disambut hangat oleh sahabat sahabat tersayang. Waktu itu yang udah kumpul jeng Arthur, Arum, Nisa, dan Ira. Semuanya tidak berubah, kecuali perut saya hihihi...

Ngobrol kesana kemari cerita tentang kehidupan masing masing. kebetulan juga anak anak kami seumuran, (kecuali Ira yang udah curi start jadi anaknya gede sendiri). Kita juga sharing soal tumbang anak kita masing masing. 

Rombongan Ibu muda yang cantik
Senengnya sharing pengalaan mengurus si kecil. Biasanya cuma saling mention di FB dan tag notes, tapi ketemuan jauuuh lebih seru. Selama ngobrol itu, Shoji dengan asiknya menghabiskan spaghetti bayam saus tomat wortel bekalnya, berbagi apel dan ubi madu kukus ke Khaila dan Keane. Ada video Shoji yang asik sendiri makan bekal ampe belepotan lhooo...


Non stop ngunyah
Sharing plus momong
Kalau udah cerita...hebooohhhh...
Minus Arthur karena lagi ngASI Keane
Sebelum pulang narsis dulu ahhh...
eski cuma sebentar tapi seru banget yaaa...
kapan kapan musti dijadwalin lagi niihh... :)


Love

/Aya

Pasukan baru

Pasukan KGE A 2010/2011


Ini dia....teman-teman baru saya yang selalu bikin saya cerah menjalani hari-hari. Pasukan Kindergarten A yang amat sangat memberi warna. Motto kami "Bhineka tunggal Ika" meskipun berbeda-beda tapi tetap satu. Meskipun banyak anak yang "campuran" (ayah dan ibu beda bangsa / suku) tapi justru karena itulah kami jadi menghargai kebudayaan masing-masing.

Di tempat saya bekerja mengajarkan pendidikan agama yang universal, tapi teman-teman saya tetap mendapat pelajaran agama sesuai dengan keyakinannya. Awalnya ada yang sedikit bingung saat pelajaran agama dan beberapa anak harus pindah ke kelas yang berbeda, namun lama-lama mereka mampu memahami hal tersebut.

Mereka kini mulai terbiasa untuk meliihat "berdoa secara muslim" atau "berdoa secara kristiani" sebagai identitas untuk mereka. Bahkan kadang beberapa teman saling mengigatkan kepada yang memeluk agama lain "Kalau kristen berdoanya gini lho *sambil memperagakan menangkupkan 2 tangan di depan dada*. Karena kami berdoa secara universal dan dalam bahasa Inggris, perbedaan itu serasa tidak ada, semua khusyu' dan sungguh-sungguh. Pada intinya kami mengajarkan bahwa berdoa itu adalah cara kita berbicara pada Tuhan, sehingga perlu duduk dengan sopan, dengan suara yang lembut dan hati yang bersih.

Perbedaan budaya juga memberi warna dalam keberagaman kelas kami. Ada yang berkulit putih dan matanya sipit, ada yang berkulit gelap dengan mata yang dalam, ada yang rambutnya coklat, namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk berbaur dan bermain bersama. Saya bangga dengan teman-teman kecil saya ini lho...banyak hal yang mereka miliki dan membuat saya sedikit iri.

Rasa kebersamaan mereka, rasa saling menyayangi mereka, rasa saling menjaga dan mengingatkan, lepas dari semua perbedaan yang mereka punya, mereka membuat saya terkadang jadi berpikir. Apakah sifat-sifat itu akan luntur saat mereka beranjak dewasa? membuat gap-gap mendiskriminasikan kaum minoritas, atau merasa golongan jadi paling benar.

Sering saya baca dan dengar berita, banyak kericuhan terjadi karena perbedaan pandangan, apalagi oleh kelompok yang merasa golongannya paling benar dan melakukan tindak kekerasan. Apakah sejak kecil tidak ada pembiasaan untuk saling menghargai sesama?

Waduh...kok tulisan saya jadi berat gini ya??? Hehehe...hanya mengungkapkan sedikit keprihatinan atas isu akan dibangunnya gedung baru untuk wakil rakyat. Yang saya dengar dewan sendiri katanya tidak menghendaki adanya pembangunan gedung berdana 1,6 T itu. Terus gedungnya itu untuk siapa?? Sebenarnya sih kalau saya boleh usul, dana itu kan bisa dipakai bantu beasiswa anak berprestasi yang nggak bisa sekolah. Malah sudah jelas rakyat yang langsung menikmati hasilnya.

Mohon kiranya bapak ibu dewan terhormat bisa lebih bijak menyikapi hal ini. Masih banyak lhooo rakyat yang belum sejahtera, anak-anak kesulitan biaya sekolah, orang butuh tempat tinggal atau bantuan modal usaha, memperbaiki fasilitas umum seperti transportasi, atau pembuatan jalan aspal untuk daerah-daerah terpencil sehingga mereka juga turut merasakan indahnya kemerdekaan.

Kemarin teman-teman kecil saya juga mengumpulkan pakaian pantas pakai, mainan, bahan makanan, susu dan barang-barang lain untuk sarana berbagi dengan teman-teman yang membutuhkan. Mereka tampak antusias dan bersemangat melakukan donasi.

Semoga kita bisa ambil banyak pelajaran dari teman-teman kecil saya, untuk mencoba tidak mencari keuntungan sendiri, lebih peka dengan lingkungan, hidup dalam kebersamaan dan rasa saling tenggang rasa. Semoga ini tidak hanya menjadi materi pelajaran di sekolah, namun benar benar diamalkan. Mulai dari kita sendiri dulu aja deh...

Saya juga mengucapkan Mohon maaf lahir batin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Salam sayang dan cinta selalu untuk anak-anak Indonesia :)