Thursday, March 15, 2018

Nglathak di Tengah Kota. Kuliner Kekinian Mengangkat Pangan Lokal.

Nglathak di tengah kota

Nglathak di Tengah Kota. Kuliner Kekinian Mengangkat Pangan Lokal.

Deresan. Apa yang terlintas di pikiran temen temen terutama yang di Jogja? Saya sih keingetnya masjid Nurul Ashri. Salah satu tempat femes karena sering dipakai kajian. Nah sekarang menyebut Deresan saya punya satu icon kece. Salah satu tempat makan di Jogja yang Kekinian tapi punya misi mengangkat pangan lokal.



Yup, tempat makan ini bernama "Nglathak". Seperti kuliner yang diusung, Nglathak menyajikan aneka menu berbahan dasar daging kambing. Letaknya cukup mudah dicari. Dari gang Seruni di selokan Mataram UGM, langsung aja ke Utara. Gak berapa jauh ada gang masuk ke kanan dan ada plang Nglathak bergambar kepala kambing. Lokasinya di Jl Gambir Karangasem GG Seruni No 7 Caturtunggal, Depok, Sleman Yogyakarta



Mas To (Muhammad Subroto) pemiliknya adalah lulusan Fakultas Teknologi Ternak Institut Pertanian Bogor. Membawa misi mengangkat pangan lokal, Nglathak bekerjasama dengan petani dan peternak Jogja dan sekitarnya untuk suply bahan baku daging kambing untuk diolah.

Bertempat di sebuah kedai mungil, adem dan menyenangkan, Mas To berkeinginan menciptakan sensasi makan sate klathak dengan kemasan kekinian. Lihat saja warungnya yang menurut saya cukup instagramable. Meja dan kursi kayu cantik dengan dekorasi handlettering buatan sang Istri, mba Dewi Nastiti. Udah gitu penyajian menu atau platingnya memang sengaja dibikin cantik.

Makan sate klathak identik dengan tempat yang ada di pinggiran kota, nah Nglathak ini mencoba membidik pasar pecinta sate kambing di tengah kota. Buka dari jam 11.00 sampai jam 21.00 (Jumat Tutup) dan berada di lokasi yang dekat dengan mahasiswa membuat Nglathak merasa perlu kemasan unik untuk menarik pelanggan. Dan benarlah banyak yang tertarik mencoba karena "unik" nya.

Apa sih yang membedakan Nglathak dengan kuliner kambing lainnya? Pertama memang sate Klathak sendiri dibakar dengan menggunakan jeruji sepeda sebagai tangkai satenya. Ini sih beberapa kedai juga punya menu sama. Nah menu andalan yang jadi favorit para pecinta Nglathak adalah menu Sate Klathak Moza Extra. Yang istimewa, mozarella yang dipakai di Nglathak adalah hasil UKM di Jalan Wonosari dan susu sapi berasal dari kelompok ternak di Cangkringan. Jadi support pangan lokal banget.

Aneka menu di Nglathak

Aneka olahan daging kambing yang jadi menu andalan Nglathak adalah Sate Klathak Original, Sate Klathak Manis, Sate Klathak Mozarella dan Sate Klathak Moza Extra. Selain sate, Nglathak juga punya menu tengkleng, tongseng, dan gulai. Nah bumbu gulai ini juga jadi pelengkap saat kita pesan Sate Klathak.

Buat saya satu porsi Sate Klathak Mozarella sudah cukup mengganjal perut. Potongan daging kambingnya lumayan gede loh, jadi dua tusuk itu cukup nampol. Apalagi ditambah keju mozarella sebagai topingnya. Tapi, jika ada yang menghendaki lebih, Nglathak juga sudah menyiapkan paket porsi laki (3 tusuk sate klathak), paket porsi kuli (4 tusuk sate klathak) dan paket Buto Ijo. Dua kali saya berkunjung ke Nglathak, saya tidak mendapati bau "prengus" pada aneka masakannya. Kalau kata Mas To, ini karena proses pemotongan yang baik dan bersih.

Sate Klathak Mozarella

Saat ini Nglathak sedang bikin menu paketan. Harga paketan dijamin ekonomis tapi isinya lengkap untuk porsi satu kali makan bagi mahasiswa. Ada juga menu baru Rica Rica Sunrise Kambing. Rica kambing ini bentuknya daging kambing dipotong kecil kecil diberi bumbu pedas dan disajikan bersama nasi sebagai pelengkap. Pedasnya medium menurut saya, tapi Nglathak berencana memberikan pilihan level pedas untuk semua menu yang berkuah seperti gulai dan tengkleng.

Ada juga nasi goreng kambing bumbu rempah. Daging kambing yang punya sensasi menghangatkan tubuh dipadu rempah rempah yang punya efek serupa pasti bikin nagih.

Mas To, owner Nglathak

Kata Mas To, tahun ini Nglathak akan membuka cabang di Jakarta, namun tentu saja dengan tetap membawa semangat pangan lokal untuk setiap produk.

Kabar baik untuk para wanita, Nglathak sedang ada rencana berkolaborasi dengan Sister Baker untuk menghadirkan cemilan cantik untuk teman teman yang ingin nongkrong di Nglathak tapi nggak mau makan besar. Sister Baker ini juga sudah jadi supplier aneka pastry and cake di beberapa kafe.

Nglathak juga ingin Mengenalkan bunga telang yang diolah sebagai teh biru. Sebenarnya bunga telang sudah cukup dikenal di Asia Tenggara, biasa dipakai sebagai obat mata. Di Inggris dan Jepang saat ini memang sudah diolah jadi minuman. Teh biru ini unik, saat diberi larutan jeruk nipis, warnanya akan berubah menjadi ungu. Videonya ada di IG saya @kartikanugmalia hehehe

Ki-ka: Teh biru, yogurt bunga telang, yogurt moringa

Selain menu teh biru, Nglathak juga menyediakan Yogurt Moringa (bubuk kelor). Moringa bahkan sudah diakui sebagai superfood karena tingginya kandungan protein dan zat antioksidan dan bisa digunakan sebagai detoksifikasi . Untuk melengkapi menu minuman, nantinya Nglathak juga ingin menambah beberapa varian menu minuman selain yang sudah ada. Karena Sate Klathak sensasinya bikin hangat tubuh, mungkin bisa cari menu minuman yang bikin adem seperti cincau gitu yaaa...kan dari pangan lokal juga.

Alhamdulillah selesai bersantap di Nglathak dan berbagi masukan dengan mas To dan mba Denas, kami sempat berfoto bersama. Seru banget pokoknya menikmati makan daging kambing kekinian ini. Sukses terus ya Nglathak, terus berinovasi tapi tetap memegang idealisme pangan lokalnya. Top deh

Team Blogger bersama Mas To




5 comments:

  1. Inovasi pake mozarellanya keren dan menarik.. semoga nanti ada inovasi baru yang ga kalah keren di Nglathak. Jadi pengen minum teh biru bunga telang.. 😅

    ReplyDelete
  2. Aku suka banget nih sama sate klathak, terkenal banget ini di Jogja yaa. Dulu pas ke sini juga katanya suruh nyobain sate klathak dan langsung suka.

    ReplyDelete
  3. Bubuk kelor? Kok saya baru denger yaa, haha. Biasanya kelor itu dibuat sayur bukan sih?

    ReplyDelete
  4. Sate klathak mozarella? Kekinian banget yaa, saya jadi pingin nyoba.

    ReplyDelete
  5. Pertama mencoba menunya langsung jatuh cinta..uenak semua..empuk dan juicy dagugingnya..bisa jd pilihan kalau lagi jalan-jalan di UGM san sekitarnya..

    ReplyDelete