Showing posts with label resensi. Show all posts

Nglathak di Tengah Kota. Kuliner Kekinian Mengangkat Pangan Lokal.

Nglathak di tengah kota

Nglathak di Tengah Kota. Kuliner Kekinian Mengangkat Pangan Lokal.

Deresan. Apa yang terlintas di pikiran temen temen terutama yang di Jogja? Saya sih keingetnya masjid Nurul Ashri. Salah satu tempat femes karena sering dipakai kajian. Nah sekarang menyebut Deresan saya punya satu icon kece. Salah satu tempat makan di Jogja yang Kekinian tapi punya misi mengangkat pangan lokal.

Review Film: Naura dan Genk Juara


Hai Bunds,
Beruntung sekali Minggu lalu, 12 November 2017 saya berkesempatan ikutan Gala Premiere film Naura dan Genk Juara di CGV Hartono Mall. Berawal dari tawaran Grace Melia di grup, langsung aja di iyain. Padahal mah belum pernah ke Hartono Mall #BiarinKatro.

Kenapa saya excited buat nonton?
Karena kebayang sama saya film musikal anak anak itu kaya Petualangan Sherina. Udah lama banget kan ya nggak ada film musikal untuk anak. Apalagi pemerannya Naura (saya udah suka sama lagu Setinggi Langit-nya duluan, karena liriknya bikin semangat). Eugene Panji sang sutradara juga biasanya kalau bikin film gak pernah deh setengah setengah, jadiii... Yup, saya udah kasih standar tinggi untuk film ini.


"Aku bisa jadi apa saja
Setinggi langit di angkasa yang tak ada batasnya
Aku bisa kalau aku mau
Cita cita dan mimpiku...
Setinggi langit"

Menjadi Muslimah Sukses Dunia Akhirat

Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat
Misi penciptaan manusia ada tiga yaitu, Beribadah kepada Allah (Q.S Adz Dzariyat 56), menjadi khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah 30), dan menjadi khoiru ummah (menjadi umat terbaik dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, Q.S Ali Imron 30). 


Tiga tujuan utama tadi mengawali talkshow "Muslimah Sukses Dunia Akhirat". Acara ini adalah semacam mini seminar dan kajian keputrian. Diselenggarakan oleh brand New Lactivers yang sekaligus juga memperkenalkan logo baru plus visi dan misi bisnis Lactivers yang baru. 


Baca: Tips memilih baju menyusui 

Buat saya kajian pembuka event ini sangat menarik, disampaikan oleh Ustadzah Diana Rahmawati seorang muslimah, konsultan pengembang dakwah Islam yang juga punya beberapa bisnis juga. Muslimah berbisnis? Kenapa enggak. Dalam rangkaian kajiannya ustadzah Diana juga menyampaikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh terkait seorang muslimah yang ingin juga berkecimpung di dunia bisnis.



Lalu sukses di dunia itu seperti apa? Yaitu ketika misi penciptaan manusia itu terwujud.



Sukses akhirat? Adakah ketika kaki menginjak surga, dicapai dengan mewujudkan misi penciptaan di dunia.



Sebelum mendengarkan kajian, supaya hati menjadi tenang, acara lancar, ada pembacaan ayat Al Quran yang bikin adem. 



Isi kajian lengkap ustadzah Diana bisa dibaca disini ya: 



Dalam kehidupan akan banyak pencarian. Dalam Al Quran manusia hidup misinya ada 3:


1. QS Ad Dzariat: 56 - Menyembah Allah
"Tidak kuciptakan manusia kecuali unuk menyembahku"
Harus menghamba kepada Allah, siap disuruh suruh oleh Allah. Begiu juga saat mengajarkan ke anak anak. Menjadi anak shalih sehingga saat baligh siap disuruh suruh Allah...

2. QS Al Baqarah: 30 - Menjadi Khalifah Fil Ardli
"Pemimpin di muka bumi". 
Manusia adalah makhluk paling sempurna, sehingga seharusnya menjadi pengatur bukan menjadi perusak. Sekarang banyak yang jadi perusak di muka bumi. Kekayaan alam habis, banjir, dan distribusi pangan yang kurang merata.

3. QS Ali Imran: 110 - Menjadi Khairul Ummah 
"Kalian umat terbaik yang diciptakan untuk manusia yang menyeru pada kebaikan  dan mencegah kemungkaran"

Tiga misi ini harus selalu nempel. Allah menciptakan dengan kita dengan tujuan yang sudah disebut diatas. Allah tidak ciptakan untuk cari makan. Ada yang kemaruk, duit dimana mana, makan sampai muntah muntah. Sementara masih ada yang kekurangan gak bisa makan. Problemnya adalah distribusi. Pemerintah yang baik akan mengatur distribusi dengan baik sehingga semua ummat sejahtera.

Untuk mencapai sukses akhirat adalah saat ini. Setelah mati ada alam akhirat, akan diputuskan kita layak masuk surga atau di neraka akibat perbuatan hari ini.

Diskusi kedudukan wanita dalam Al Quran

Wanita dalam AlQuran

Wanita dalam islam sangat sangat mulia. Tertu tidak sebatas sumur dapur kasur. Islam memuliakan wanita dengan syariatnya sampai sampai ada satu surat dalam AlQuran tentang wanita. 

Apa saja peran wanita menurut Quran?

1. Ummu wa robatul bait. Ibu dan pengatur rumah tangga.
Mendidik dan mengasuh anak anak dan menjadi madrasah pertama pengasuhan anak
2. Tidak boleh menjadi penguasa
3. Boleh bekerja atau beraktivitas di luar asalkan sesuai dengan hukum syara.

Perintah yang harus ditaati terkait diperbolehkannya wanita keluar rumah:  

1. Laki laki menundukkan pandangan (An Nur 30-31)
2. Merasa selalu diawasi oleh Allah.
3. Menjauhi perkara syubhat
(Pergi ke diskotik dihindari. Gak ada para pencari ilmu Islam di diskotik kan?) Syubhat itu sangat dekat dengan maksiat.
4. Islam mendorong para perjaka dan gadis untuk menikah. Yang belum menikah segera menikah. 
5. Memiliki sifat iffah (menjaga kehormatan) QS An Nur
6. Agar memilik sifat malu, mengenakan pakaian sempurna di kehidupan umum.

Wanita makhluk special.

Orang yang gak dekat sama Allah akan mencari cara gimana berbuat maksiat sama kita. Di kehidupan khusus bolah dandan dan mempercantik diri. Dalam kehidupan khusus hanya ada perempuan sesama wanita dan mahram.

Larangan:

1. Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua tanpa adanya mahram) tidak harus di tempat bertutup lho, saat orang butuh ijin untuk bergabung sama kita itu udah disebut berkhalwat, kalau sekedar menyapa boleh

2. Islam melarang tabaruj, An Nur 30 dan 31. Tabaruj berarti menampakkan perhiasan dan kecantikan terhadap yang bukan mahram. Contohnya adalah memakai wewangian berlebihan dengan tujuan menggoda kaum laki laki yang bertemu.

3. Islam melarang perbuatan yang dapat menunjukkan aspek sensualitas kewanitaannya. Bekerja berkreasi karena memiliki kemampuan itu boleh. Tapi jika memanfaatkan wajah cantik, molek, badan tinggi semampai, kulit putih, rambut lurus termasuk pekerjaan yang menunjukkan. Sensualitas. Contoh: penyanyi dangdut.

4. Melontarkan tuduhan tidak baik ke wanita suci. Aturan dibuat Allah untuk kenyamanan wanita. Wanita sangat suka mengomel, Daripada ngomelin anak dan suaminya, sebaiknya dipakai untuk berdakwah.

Aktivitas dunia selaras dengan misi akhirat

1. Visi dan misi bisnis kita.
Visi melangit adalah visi yang bisa diteruskan meski 100 tahun lagi saat kita sudah tidak ada masih berjalan. Visi dan misi yang baik adalah ketika kita meninggal anak turun kita yang melanjutkan. Misalnya sebuah misi untuk melahirkan generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia. Sampai terwujud generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia maka akan terus diusahakan untuk tercapai. Visi sangat penting supaya usaha ada energinya. 

2. Harus memahami Al Quwwah 
Al quwwah adalah dorongan kita untuk berbisnis. Ada 3 dorongan berbisnis yaitu: materi, insaniah, spiritual. Bisnis jika dorongannya sekedar dapat untung biasanya usia nggak panjang. Bila sekedar kemanuasiaan, ketika banyak lembaga serupa biasanya akan tutup.

Untuk dorongan spiritual harus karena Allah. Ingin berguna untuk ummah dan sebagai jalan dakwah, insyaAllah akan bertahan jangka panjang. 
Tidak perlu takut bersaing jika ada bisnis serupa, kalau kita percaya sama Allah dan menjalankan sesuai visi dan misi kita, insyaallah rejeki untuk kita tidak akan tertukar.

3. Bisnis berkah.
Ziadatul khoir, jika bisnis berkah akan membawa kita bertambah shalih. Sebelum visi tercapai nggak akan berhenti, terus berlangsung sampai tercapai

Bisnis terdiri dari tiga bagian: input, proses, output, yang ketiganya harus terikat hukum syara. Permodalan, llenis bisnis, jenis barang harus halal yang diperbolehkan Qur'an, aqad harus syar'i tidak boleh boleh mengandung riba. Sistem marketingnya tidak boleh menonjolkan sensualitas. 

4. Tawwakal
Proses sudah dilakukan, terserah Allah. Apakah bisnis akan menjadi besar atau segini gini aja. Allah maha tau. Jika kita sukses tetep nggak sombong, bangkrut juga gak stress. Allah pemilik segala sesuatu, Allah sangat baik. Kalau bangkrut pasti ada sesuatu. Mungkin memang itu ujian kita supaya bertambah taqwa.

5. Doa jangan sampai terlewat.
Sebesar apapun doa kita, kalo Allah berlum berkehendak ya belum jadi rejeki kita di dunia, bisa jadi dipending untuk diberikan di akhirat.

Kurang lebih itu isi materi dari Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat oleh Ustadzah Diana Rahmawati. Gimana? Ternyata saya juga masih harus banyak belajar dan introspeksi bisnis saya. Jika ada hal hal yang mungkin saya masih belum benar dalam menuliskannya, mohon masukan di komen ya Bundas :)

Salam Hangat
/Aya

Anak dalam kacamata Qur'an

Tampilan blog nunungnurlaela.com

Bunda,
Berapa banyak dari kita yang menginginkan buah hati setelah menikah? Banyak! Meskipun banyak juga yang memilih menunda punya momongan untuk mempersiapkan yang terbaik untuk menyambut mereka. Keluarga memang rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran buah hati, namun sekali lagi, buat saya pribadi, keturunan adalah hak prerogatifnya Allah.

Sekedar berbagi pengalaman ya bunda, saya pun menikah karena udah ngebet banget punya anak. Salah satu syarat memilih suami waktu itu adalah seseorang yang gak berencana menunda punya anak setelah menikah. Harapan itu doa kan ya? Jadi saat kita berdoa untuk disegerakan, ikhtiar, selanjutnya memasrahkan tangan Allah yang bekerja.

Saya dulu sebenarnya gak bercita cita punya banyak anak. Kenapa 3 orang anak saya bilang banyak? Karena saya sendiri anak pertama dari 2 bersaudara. Ayah saya 12 bersaudara dan ibu saya 5 bersaudara. Suami saya 5 bersaudara juga. Jadi sewaktu akhirnya kami menjalankan pernikahan berpikir kalau 2 itu lumayan sepi, dan 3 itu cukup.

Saat akhirnya keputusan keluarga ingin memiliki berapa orang momongan, kembali lagi pada pertimbangan orang tua. Salah satunya sosok sahabat yang saya kenal di komunitas Kumpulan Blogger Jogja.

Selfie bersama mak Nunung
Mak Nunung Nurlaela. Beliau adalah ibu dari 5 orang putra dan putri shalih shaliha. Putri pertama Agustus nanti 10 tahun, Putri kedua 7 tahun. Putra ketiga laki laki 6 tahun. Putra keempat laki laki 2,5 tahun. Dan putra terakhirnya laki laki 2 bulan. Pemilik blog www.nunungnurlaela.com ini mengaku masih belajar soal manajemen waktu. Alhamdulilah, sang suami banyak membantu dan kedekatan dengan mertua memberi andil untuk kemudahan manajemen putra putrinya.

Saat ini mak Nunung sedang cuti dari aktivitasnya sebagai seorang dosen. Dalam kesehariannya mak Nunung menikmati perannya sebagai ibu, dosen dan penulis. Beberapa tulisan ilmiah mak Nunung juga diterbitkan penerbit besar loh, beliau juga aktif menulis sebagai syarat sertifikasi profesinya. Berbagai antologi dan storycake hasil ide mak Nunung berjejer di galeri buku beliau. Mak Nunung juga menulis 1 buku solo "Pondok Mertua Indah", hmm...saya penasaran juga dengan isi bukunya.

Salah satu buku karya mak Nunung Nurlaela

Menulis ilmiah menurut mak Nunung lebih menantang, karena secara pribadi beliau lebih suka menulis tulisan populer. Tapi tantangan itu terbayar kalau sudah terima transferan royalti dan kalau ada yg testimoni pembaca yang merasa terbantu dengan tulisan beliau, akunya.

Dengan 5 orang putra dan putri tidak mengurangi semangat mak Nunung untuk terus memberdayakan diri. Jam kerja sebagai dosen yang cuma 4 jam sehari, masih bisa dibagi bagi untuk aktivitas menulis blog dan menulis buku. Silakan berkunjung ke blog mak Nunung di www.nunungnurlaela.com banyak inspirasi saya dapatkan, termasuk artikel kesehatan tentang kehamilan ektopik dan artikel Kompasiana yang berjudul "bersyukur dengan satu ovarium" Betapa Allah memberikan rejeki berupa anak kepada siapapun yang Dia kehendaki.

Anak 1 aja ribet dan repotnya minta ampun. Kadang ada yang berpikir demikian saat saya bilang punya 3 balita. Nah, mak Nunung punya cara tersendiri untuk mendelegasikan tugasnya sebagai ibu 5 anak. Anak pertama dan kedua sudah mandiri dalam hal mencuci pakaian mereka, otomatis mak Nunung cukup terbantu. Kerjakan yang mampu dikerjakan, delegasikan yang perlu didelegasikan. Kadang kakak kakak bisa diajak mengasuh adik adiknya, selain berbagi tugas, hal ini juga mendekatkan persaudaraan.

Mak Nunung Nurlaela dan keluarga


Punya anak 5 adalah cita cita mak Nunung sebelum menikah, "Biar ramai", kata beliau. Selain itu tiap anak pasti membawa rizkinya masing masing, jadi tugas orangtua hanya mengarahkan, memberi bekal agama sebaik mungkin agar mereka menjadi insan shalih shaliha.

Bukan kebetulan, ketika saya menulis postingan ini, pas dapat ilmu dari guru sekolah Rey mengenai peran anak dalam AlQuran. Poin poin ini benar benar menggetarkan hati saya untuk bisa memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak anak.

1. Anak adalah perhiasan
“ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” ( QS.18 Al Kahfi : 46 )

2. Anak adalah fitnah
“ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Allah-lah pahala yang besar.”( QS.64 Ath-Taghobun : 15 )

3. Anak adalah musuh
“ Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS.64 Ath-Taghobun : 14 )

4. Anak adalah amanah
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
(28) Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ( QS.8 Al Anfal : 27-28 )

5. Anak adalah QurotaA'yun
“ Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”( QS.25 Al Furqon : 74 )

Terimakasih mak Nunung atas kesempatannya berbagi ilmu. Semoga putra putri kita semua menjadi perhiasan dan QurotaA'yun untuk orangtua dan agama. Aamiin...

Love
/Aya