Showing posts with label techno. Show all posts

Laptop Asus Pilihan di Tahun 2019

Hai Bunds,

Ketemu lagi dengan saya yang kali ini mau kasih review soal laptop. Buat ibu-ibu dengan segudang aktivitas kaya ngeblog, nulis buku, bahkan sekedar ngerusuh di dunia maya lewat berbagai platform sosial media, sepertinya laptop tetap memegang peranan penting. Dulu banget yang namanya pilih laptop, nggak pernah mikirin soal spesifikasi. jujur banget ya hahaha. Terus bahan pertimbangannya apa?

Buat emak receh kaya saya, tentulah warna menjadi bahan pertimbangan utama. Kalian juga gak? Ayo ngaku yang tertarik beli laptop karena warnanya pastel imut kiyut atau yang terlihat keren dengan warna warna bold metalik boleh tunjuk tangan atau komen di bawah.

Dua Dekade di Indonesia, Acer Bagikan Dua Tiket Liburan ke Korea

Acer Indonesia

Hai Bunbun.
Saatnya curcol bersama mamah Aya (mamah Dedeh KW). Jadi gini, dulu sebenernya  saya tuh orangnya cukup produktif melakukan hal yang multitasking. Segala sesuatunya alhamdulillah bisa terlaksana sesuai dengan timeline. Mau ada lemburan berapapun artikel, ngadain webinar, chat sama team  atau pelatihan via sosial media, hajaar ...

Semenjak laptop tercinta meminta resign karena papan LCD nya tiba tiba blank, ia membawa semua kenangan indah di dalam laptop termasuk semangat untuk menulis dan bikin aneka slide presentasi. Untuk membawanya hidup kembali agak susah, karena memang tipe-nya susah dicari bukan yang most wanted laptop gitu lah. Duh, jadi sampai sekarang ni laptop masih mati suri bersemayam di bawah meja kerjaku sampai sawangen. You know sawangen? Akeh omah onggo-onggo. There, I said it.

Collect Memories Not Things with ASUS

Collect memories not things

Credit: @yoannafayzadotcom

Hai Bunds,
Mau cerita dikit yaaa. Niatnya dikit, nanti kalau endingnya panjang harap sabar, ini cobaan. Etapi cobaan yang menyenangkan mah gapapa kan ya?

Kemarin sempat ngomongin soal memories dan memorabilia sama temen temen geng emak-emak ayu. Intinya kita semua pernah punya satu buku yang menyimpan banyak kenangan. Kalah bahasa kerennya anak sekarang namanya "Bullet Journal". Nah, sebenarnya kenapa juga mesti nyimpenin barang semacam tiket nonton, struk abis makan, tiket kereta api atau tiket pesawat kalau kita pergi plesiran? Ya intinya itu cara kita mengingat kenangan kan ya?


Nah gak jauh jauh soal kenangan indah, buat saya sih udah bukan jaman kali ya ngumpulin barang-barang memorabilia. Meskipun jujur saya pernah juga sih bikin begituan jaman masih pake putih abu-abu. Lalu tiba-tiba ada lagu mengalun...

" Dulu kita masih remaja...Usia anak SMA..." tsaaahh....

Digibank, Aktivitas Perbankan dalam Genggaman Tangan


Bang bing bung yook...kita ke Bank
Bang bing bung yook...kita nabung
Tang ting tung hey, jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung.

(Mari menabung, )

Menabung sudah menjadi budaya bagi bangsa Indonesia. Mulai dari yang paling sederhana sesimpel menyimpan uang di bawah bantal atau laci lemari, hingga menggunakan fasilitas deposit bank untuk surat surat berharga. Menabung juga merupakan salah satu bentuk strategi menjaga cashflow alias aliran keuangan dalam rumah tangga.

Saya ingat sekali awal saya membuka tabungan di sebuah bank, yang awet dan suvive sampai saat ini, pada usia 8 tahun atau kelas dua SD. Saya jadi tertarik menabung karena saya membaca sebuah artikel di majalah Bobo (whuaaa...ketebak deh saya angkatan lama) yang mengisahkan seorang anak yang mendapatkan bunga setelah menabung di bank.

Keuntungan dan teknologi digibank by DBS

ASUS ZenPower Slim 6000 mAh, Kamu Kudu Punya!

ASUS ZenPower Slim 6000 mAh. Credit: @Yoannafayza

Hai Bundas,

Ada yang penasaran ga, gimana sih kemarin ceritanya sampai dapet award di acara Lomba Flash Blogging kemenkominfo? Saya ceritain sedikit supaya ada bayangan soal Flash Blogging ya. Acara Kemkominfo kemarin mulai pukul 09.00 WIB dan materi diberikan hingga pukul 12.00 WIB.

Selanjutnya kami ada istirahat ishoma dan mulai menulis pukul 13.00 WIB. Pukul 14.00 WIB postingan sudah bisa dikumpulkan, tapi ada perpanjangan waktu lagi untuk materi ketiga. Setelah postingan selesai, kami blogger diminta mengumpulkan dengan cara mengirimkan link ke akun Twitter Kemenkominfo dan djikp (Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik) . Setelah dinilai oleh dewan juri, sekitar pukul 15.00 WIB pengumuman pemenang lombanya. Jadi bahasa awamnya Flash Blogging adalah cepet cepetan bikin postingan di blog, gitu deh.