Tuesday, August 14, 2012

Shoji's First Haircut




Shoji digundulin pertama kali adalah saat 35 hari setelah lahir.(orang Jawa bilang "selapanan"). Ayah Shoji termasuk tega berani untuk mencukur kepala Shoji, meski bagian ubun ubunnya masih terlihat berdenyut. FYI saya aja ngeri liat blio menggoreskan pisau cukur di kepala Shoji...hiyyy untungnya Shoji lagi bobo, jadi dia nggak ngeliat betapa seremnya bentuk pisau cukur ituh...

Kalau dalam Islam, mencukur rambut setelah bayi lahir, kemudian rambutnya ditimbang dan ditukar dengan emas seberat rambut tersebut lalu disedekahkan. Shoji lahir dengan rambut yang tidak terlalu lebat hihihi jadi timbangannya ringan Tidak ada ritual tertentu, hanya diawali doa lalu rambut Shoji dicukur.

Jika yang pertama kali mencukur adalah ayah, cukur kedua Shoji sudah sekitar 11 bulan. Saat Shoji tidur, saya curi-curi mencukur rambutnya. Hari pertama sebelah kanan, karena Shoji tidur hadap ke kiri. Hari kedua sebelah kiri karena Shoji bobo hadap kanan, dan hari ketiga baru cukur bagian depan/ poni. Dan taaaraaa....baru kelar 3 hari deh bisa dicukur semua. Belang belang dikit sih, pitak pitak gituuu...gapapa laahh..gak kemana mana inih hihihihi.

Yang ketiga adalah kemarin banget. Beberapa hari lalu untu menyambut Idul Fitri, Ayah Shoji bilang "Ketika Lebaran semua sebaiknya tampil rapi dan bersih." Kalau di Padang, rumah rumah juga sempat di cat (di Jawa juga kok, Uda), beres-beres, kemakam untuk membersihkan makam dari rumput dan ilalang juga. Makanya Shoji yang juga turunan minang ikut budaya potong rambutnya.

Awalnya Shoji masih tampak tenang dipangkuan Ayahnya. Tapi saat diminta untuk memakai tutup badan, Shoji enggak mau. Tak berapa lama saat tukang cukur maduranya menyalakan mesin, Shoji mulai tampak kurang nyaman. Ia mulai gelisah dan akhirnya....

Huwaaaa....pecahlah tangis ksatria murah senyumku. Duuh..sempat gak tega juga melihat wajahnya menangis hingga merah padam dan Uda sampai berdiri sambil menggendong Shoji untuk menenangkannya sambil masih terus dicukur.

Alhasil, sang tukang cukur harus sedikit "main paksa" Tapi hasilnya memuaskan kok, Shoji jadi  rapi, begitu juga Ayah. Kami siap menyambut Lebaraaaannn....

Selamat Hari Raya Idul Fitri :)

No comments:

Post a Comment