Showing posts with label Shoji. Show all posts

Apakah Anak ADD Bisa Menghafal Cepat?

cara mengajar anak ADD cepat menghafal


 

"Uda Shoji, coba belok kanan…"


Shoji akan belok ke kiri

"Uda Shoji coba belok kiri…"


Shoji akan belok ke kanan…

Kadang sesuai, kadang tidak.

Kebayang gak Bund, kalau anak-anak yang belum paham arah kanan dan kiri kita lepas untuk bersepeda di jalan. Wah, membayangkan saja saya tak sanggup. Untuk anak hiposensitif seperti Shoji, dia cenderung lebih mudah merasa aman dan nyaman. Itu bagus sih, tapi ternyata efek negatifnya adalah dia kurang bisa memahami potensi bahaya yang ada di sekelilingnya. Jadi bisa dibilang bertolak belakang dengan Rey yang lebih hipersensitif

Eh bahasan apa ya ini? Sebenarnya masih nyambung dengan postingan saya tentang Rey kemarin disini


Jika di postingan sebelumnya saya menceritakan pengalaman assessment Rey, maka di postingan kali ini saya akan menceritakan pengalaman assessment Shoji

Solusi Belajar Ngaji Anak Selama Pandemi dengan Alif Iqra

 


“Uthlubul 'ilma walau bishshiin” – tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina. 

Itulah salah satu hadits yang saya dengar dan masih saya ingat dari jaman sekolah dasar hingga sekarang. Nggak bisa dipungkiri bahwa dalam hidup ini kita harus terus dan terus belajar. Bahkan sebagai orangtua, pun harus belajar terus kan ya. Kehidupan berumahtangga gak ada sekolahnya, jadi memang ujiannya datang duluan, abis itu kita diminta untuk menyelesaikan dan mengambil hikmah.

Gak jauh beda sama dunia anak. Karena sejatinya dunia mereka adalah dunia permainan. Namun tanpa kita sadari permainan itu juga adalah kesempatan mereka untuk belajar. Pembelajaran bisa dimana saja, dengan siapa saja. Jika sebelumnya mereka sekolah bertemu dengan guru dan teman -teman, mau tidak mau sekarang mereka harus sekolah dari rumah dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).  

Waspadai Syok Septik Pada Anak


Syok Septik

Hai Bundas,
Kali ini mau cerita pengalaman membersamai Shoji selama di PICU (Perinatal Intensive Care Unit) sebulan terakhir kemarin. Iya benar, Shoji masuk ke PICU karena Syok Septik Bronkopneumonia
Belum pernah dengar? 
Sama...saya juga baru tau nama penyakit itu sewaktu dokter memberikan diagnosis.
Saya ceritakan secara detil ya, supaya bisa jadi awareness bunda semua jika menemui kondisi yang sama.

Awal Mula Sakit

Kalau mendengar kata bronkopneumonia, pasti yang terbayang adalah batuk berlendir yang mengakibatkan pneumonia bukan? Nah disini saya mau bilang kalau Shoji kemarin malah gak ada batuk pilek sampai parah. Badannya memang panas, naik turun dan ada benjolan di belakang telinga bagian kanan.

Bunda Gak Boleh Sakit



Kunyit asam pereda nyeri haid

Bunda Gak Boleh Sakit

Beberapa kali saya baca quote ini berseliweran di linimasa sosial media. Tampaknya memang para bunda itu punya kekuatan superpower yang membuat kondisi apapun bisa diatasi dengan baik dan benar. Tsaah.

Bukan wonder women apalagi Mulan Jameela #ehgimana, wanita bisa jadi sosok penuh kekuatan sekaligus penuh kesabaran. Mau bubur bayi ditumpahin anak berapa kali juga, atau mainan diburai - burai berjilid-jilid, tetep ada kekuatan untuk ngebersihin meski tetep sambil ngomel.

Book Review: Buku Cican Seri Perasaanku


Haiii...
Gimana kabarnya bunda-bunda selama liburan? Udah hampir setengah libur panjang terlampaui ya. Shoji sendiri selama liburan aktivitasnya di rumah aja nih. Palingan main monopoli sama baca buku. Oh iya, kebetulan juga dari sekolah diberikan tugas membaca buku selama liburan.

Kemarin Shoji cerita di sekolah ada pelajaran tentang "mengenali emosi". Hmm wah bagus juga nih, sekalian saya sendiri belajar mengenal emosi yang dimiliki Shoji dan apakah dia tau cara untuk menghadapi dan apa yang harus dilakukan jika dia sudah mengenali emosi dirinya
Shoji menyampaikan kalau dia memiliki emosi, diantaranya:

Pengalaman Konstipasi Aisha


Interlac
"Bund, udah berapa hari Aisha gak pup?"

Ini adalah pertanyaan yang sering dilontarkan suami ketika mendapati kamar mandi gak ada bekas pup Aisha beberapa hari. Sampai sampai kami membuat tanda khusus di kalender untuk hari dimana Aisha sudah BAB. Buat kami, anak sulit BAB sudah menjadi langganan bahkan sejak jaman Shoji.

Kemampuan Shoji yang belum baik dalam mengunyah makanan, menjadikan dia sering sekali kesulitan BAB. Padahal serat buah buahan udah selalu jadi menu makan sehari-hari lho. Memang benar makanan yang tidak terkunyah sempurna terkadang mempengaruhi pengolahan makanan pada saluran cerna.

Pernah tuh Shoji kami bawa ke dokter anak di Klaten (Dokter Pri nama beliau) karena sudah 5 hari gak BAB. Ketika masih ASI sebelum 6 bulan sih nggak akan ngerasa panik, karena anak ASI kalau misal terlambat BAB pun katanya tetap normal. Sejak lulus ASI eksklusif dan mulai MPASI kok agak bermasalah nih urusan "ke belakang". Setelah itu Shoji diberi obat pencahar yang langsung dari dubur. Cukup efektif namun tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama nih obat semacam ini.

Kompetisi: Menggali Kompetensi, Adu Prestasi


Hai Bundas,
apa sih yang terbesit dalam benak kita saat ada kata "kompetisi".

Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman (1993), kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari struktur reward dalam suatu situasi.

Jadi aktivitas mencapai tujuan ini biasanya dibandingkan dengan aktivitas orang lain untuk mencapai tujuan yang sama. 

Sedikit berbelok ya Bundas, di laman Facebook saya kemarin membuat status, seperti ini kurang lebih: 

"MasyaAllah...MasyaAllah...
Belum genap sebulan Shoji sekolah, rasa rasanya hal hal ini dulu masih jauh di angan angan.

Percakapan yang buat saya sungguh luarbiasa
Shoji yang belum lama bisa mengucap 1 kata (di usianya yang 5 tahun) sudah mampu ajak komunikasi adik dan ayahnya. 

Selama 5 tahun kami tunggu, akhirnya Allah kasih kesempatan juga kami merasakan betapa luarbiasa bisa berkomunikasi dua arah sama anak. *terharu...

Shoji: ini Rey *bagi pisang
Rey: pisang agi (pisang lagi)
Shoji: sudah habis Rey, maaf yaa *sambil membawa kulit pisang ke dapur untuk dibuang* 

Lain waktu
Ayah: Shoji bagi wafer yaaa
Shoji: boleh...boleh...
          Tapi sampahnya buang yaa...
Ayah: iya, terimakasih Shoji
Shoji: sama sama Ayah...

Dan saat yang lain
Bunda: *menjatuhkan benda
Shoji: ssttt...Aisha bobok
Bunda: ah iya, maaf yaa Shoji
Shoji: tidak apa apa bunda...

Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan? 

#bundabahagia
#AishaPunSudahGakDemam
#JumatBerkah"

Dan tiba tiba saya seolah tersadar, bahwa namanya kompetisi itu adalah "semacam persaingan" memperebutkan sesuatu. Tidak perlu kompetisi dalam ranah luas. Misal membayangkan kompetisi olahraga Olimpiade Rio atau kompetisi ajang adu bakat yang ditayangkan televisi nasional hingga internasional. Dalam keluarga pun namanya kompetisi sering tak terhindarkan, benar gak?

Saya pun merasa demikian. Shoji, anak pertama saya speech delay dan baru belajar bicara dengan intonasi yang tepat. Sementara adiknya, Rey di usia 3,5 tahun sudah hafal huruf Hijaiyah beserta pengucapannya dengan benar. 
Tampak, saat saya mengapresiasi Rey atas keberhasilannya, Shoji kemudian menarik diri. Lebih sering ngambek dan tidak mau terlibat aktivitas mengaji. Sementara jika Shoji kami apresiasi karena kemandiriannya, Rey serta merta merajuk mengalihkan perhatian kami dengan menjatuhkan semua benda yang ada di meja. 

Kompetisi kah ini? 
Ya! Mereka berkompetisi memperebutkan hati kami, orangtua mereka. 

Menurut Chaplin (1999), kompetisi adalah saling mengatasi dan berjuang antara dua individu, atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama.

Jadi, sebenarnya sebuah kompetisi sehat bisa menjadi hal yang positif yaa Bundas? Setujukah dengan hal ini?

Bagaimana menghadapi kompetisi kakak beradik secara positif? Kembali lagi pada kita orangtua, kita harus bisa memberikan apresiasi yang juga akan mampu memotivasi anak anak untuk juga menggali kompetensi terbaik mereka. Bukan berarti kita memberi goals yang sama untuk keduanya, tapi kita beri goals dan pijakan untuk anak sesuai dengan kemampuan mereka.

Mengajarkan anak untuk bisa menerima kompetisi adalah bagian dari kehidupan yang amat lumrah, itu yang tidak mudah. Membuat mereka menyadari bahwa, "gapapa kok untuk tidak selamanya mengungguli orang lain" itu yang kami orang tua dan anak sama sama belajar. Salah satunya dengan membuat banyak "kompetisi" di rumah yang fun dan semua bisa berpartisipasi. Misal lomba melipat selimut, lomba mengambilkan baju Aisha, lomba memakai kaus kaki, dibuat ceria dan menyenangkan. Sehingga saat mereka mengikuti kompetisi, yang tercipta adalah mindset untuk berpartisipasi, menggali kompetensi dan bukan semata mata kemenangan atau kekalahan saja.

Mengarahkan anak pada goalsnya juga menurut saya melatih anak lebih percaya diri karena mereka akan merasa "tertantang" dengan hal hal yang mereka kuasai atau mereka mampu raih, ntuk Shoji, goalsnya antara lain:
- Mengenal satu demi satu kawan di sekolah
- Mandiri memakai seragam / sepatu saat  mau berangkat sekolah
- Mandiri saat BAK maupun BAB
- Merapihkan mainan
- Membantu bunda mempersiapkan  keperluan keperluan Aisha
- menghafal warna dan bentuk (Shoji sudah  mulai menyebut benda dengan bentuk dan  warna, misal: "gasing jingga", " kotak biru",  "mobil merah" dst)

Sementara goals Rey:
- Mampu mengungkapkan saat ingin BAB di  kamar mandi
- Mau berusaha untuk menyelesaikan  masalah sendiri (tidak mudah menyerah  jika puzzle belum terpasang, atau ada  bagian mainan terlepas)
- Mulai mengulang hadis atau doa yang  diajarkan di sekolah
- Membilang 1 - 10 dan mengidentifikasi  bentuk angka
- Lebih konsentrasi dengan tugas yang  diberikan.

Terlihat berbeda? 
Ya, karena kompetensi mereka berdua berbeda, dan kita sebagai orangtuanya harus pandai pandai melihat potensi anak kita dan menggalinya. 

Bicara soal kompetisi, ada salah satu teman saya yang keahliannya menaklukkan kompetisi kompetisi blog. Berkunjunglah ke blog www.arifahwulansari.com, maka Bundas akan menemukan sosok seorang mamah muda dengan segudang prestasi.

Foto: Mak Ari, Tayo, Tifa diambil dari blog arifahwulansari.com

Perkenalkan sahabat saya, Arifah Wulansari. Seorang pegawai puskesmas dan juga ibu rumah tangga yang  momong anak, beres2 rumah, serta mengurus suami jadi peran utamanya selain blogger. Ia mulai ngeblog tahun 2012. Motivasinya dulu karena ikut oriflame dan memang salah satu yang diajarkan adalah bikin blog. Karena di Oriflame mak Ari merasa bukan passionnya disana, beliau mulai menulis untuk mengisi kekosongan blognya. Menggeluti dunia blog dan ikutan lomba lomba, membawa mak Ari menemukan passionnya. Sejak saat itulah, motivasi mak Ari menulis muncul lagi, untuk berkompetisi dalam lomba lomba penulisan blog. 

Seorang juwarak lomba blog, ternyata pernah juga kebingungan menulis loh, tapi seiring waktu katanya saat ini justru banyak ide yang sampai meluap luap untuk dituangkan ke tulisan. 

Sebagai seorang mamah muda yang punya bayi seperti saya, ngeblog itu hal istimewa, waktu yang amat sangat langka hahaha.... Itu juga yang saat ini sedang mak Ari perjuangkan untuk tetap menghidupkan blognya. Sampai saat ini, waktu tidur anak anak selalu digunakan mak Ari untuk update tulisan di blognya. 

Aktivitas padat mak Ari menyiapkan keperluan anak dan suami setelah subuh membuat mak Ari hanya bisa menulis di pagi hari kalau pas hari libur saja, apalagi beliau juga musti pergi kerja juga. Jaga stamina untuk kemaslahatan bersama hahaha... Apa kabar saya yaaa hahaha, lebih angot angotan daripada beliau euy...

Foto: tampilan blog arifahwulansari.com

Postingan mak Ari yang terakhir, "5 hal yang saya lakukan saat kalah lomba blog" menunjukkan bahwa sebenarnya kemenangan mak Ari dalam berpuluh lomba itu ya karena lomba yang beliau ikuti amat sangat banyak. Nah, justru dari kekalahan kekalahan itu membuat mak Ari malah mengasah kemampuan menulisnya dari pemenang pemenang lomba, hingga akhirnya tulisan tulisan mak Ari kian ciamik.

Sedikit tips dari mak Ari untuk kita yang mau ikutan lomba blog:

Yang harus kita siapkan:
1. Waktu
2. Gambar2 ilustrasi yg mendukung
3. Bahan referensi yg mendukung tema lomba blog yang sumbernya bisa dari riset sendiri atau bahan bacaan.

Selain itu, supaya tulisan kita dilirik oleh juri lomba, kita harus menulis dengan sepenuh hati, jujur, dan punya sisi unik atau menarik yg ditonjolkan sehingga bikin tulisan kita jadi beda dari tulisan peserta lain.

Nah, siap berkompetisi untuk menggali kompetensi dan adu prestasi? Sharing yuuuk kompetisi apa yang sudah pernah Bundas ikuti dan gimana kesannya mengikuti kompetisi.

Love
/Aya


Kedai Mas Wie, tempat ngobrol asik di jantung kota jogja

Kedai Mas Wie tampak depan
Hai Bundas,
Kali ini saya mau share sebuah tempat nongkrong unik di tengah kota. Well masih sekitaran Malioboro dan Kraton jadi masih di pusat kota, meskipun tempatnya cukup tersembunyi.

Berawal dari ketidaksengajaan saya saat melewati kedai ini ketika berkunjung ke rumah Uti Shoji. Yup, Uti Shoji rumahnya di njeron beteng Kraton, sekitaran Ngasem. Sebenarnya lokasi ini amat familiar bagi saya, karena depan kedai ini adalah SD Keputran 2, sekolah saya dulu.

Ketika melihat bagian depan, hati tertarik untuk mencoba. Kayanya asik nih tempatnya, free wifi pulak hehe...langsung aja saya, Shoji dan ayah Shoji masuk untuk mengobati rasa penasaran.

Tempatnya cukup kekinian, karena desain interior yang unik dan style anak muda banget. Mas pramusajinya langsung membawakan daftar menu untuk kita pilih pilih. 

Pilihan saya jatuh ke Red Velvet dan Blueberry Blast. Kelihatannya menarik dan karena saya suka sama blueberry langsung deh pengen nyobain. Untuk snack, ternyata belum tersedia lengkap, maklum kedai ini baru buka sekitar 2 minggu. Sambil menunggu menu kami datang, saya dan Shoji pepotoan dulu hehehe.

Suasana Kedai Mas Wie
Interior dalam kedai cukup simple sih, lebih banyak nuansa kayu dan papan bertulis kapur warna warni tapi terlihat rame. Ada satu gitar diletakkan di bagian sudut, mungkin boleh dipinjem kalau ada yang pengen gitaran bareng teman atau pasangan ya? Setelah cukup foto sana sini, tak lama pesanan kami datang, sluurrpppp.


Shoji memilih Red Velvet dan saya kebagian Blueberry. Keduanya enak siih, meski menurut saya blueberrynya cenderung terlalu manis. Untuk red velvetnya ada topping kacang dan cream.

Menu di Kedai Mas Wie
Overall cukup nyaman nih nongkrong di Kedai Mas Wie ini. Apalagi ada family room yang bisa dipakai meeting plus ada juga ruangan yang bisa dipakai untuk acara ulang tahun yang cukup luas di ruangan lain yang berbeda dari ruang kedai utama.



Yang mau nyobain juga, silakan datang ke Kedai Mas Wie Jl Kadipaten Kidul 22-24 Kraton, Yogyakarta yaaa
Salam Kuliner 


/Aya

Kaos Afra Kids, kaosnya anak muslim



Hai bundas

Posting kali ini saya pengen review soal kaos yang lagi ngeheitz banget. Iyaa... kaos anak muslim Afra Kids. Sebenernya ini adalah kaos kiriman aunty Shoji Rey Aisha, dikirim barengan sama bouncer punya kakak Rashid yang sudah gak terpakai karena kakak Rashid udah gede.

Sering banget brand ini bersliweran di timeline FB saya, tapi belum bernyali juga untuk beli online. Biasa emak emak, takut kecewa kalau ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan.


Naaah... akhirnya dapet kesempatan dikirimin samplenya sama Aunty Shoji yang juga distributor kaos Afra kids ini, jadi bisa sedikit cerita disini.

Pertama kali ngeliat penampakan aslinya, waah... dikemasnya rapih. Satu kaos dimasukkan dalam plastik ziplock. Size dan jenis kaosnya tertera pada label. Ada juga peringatan bahwa kaos akan mengekrut setelah dicuci, jadi pastikan ukurannya pilih yang lebih besar dari ukuran badan anak yaaa...

Lalu pandangan saya tertuju pada tulisannya. Bagus bagus gambar dan tulisannya, cetakan gambar dan tulisannyapun kualitas tinggi. Bahannya halus.

Lalu pada kertas yang dipakai sebagai alas kaosnya, ada semacam artikel yang menjelaskan tentang tulisan pada kaosnya sebagai sumber informasi tambahan untuk ayah dan bunda.



Saya cobakan pada shoji untuk dipakai jalan jalan bersama ayah dan teman teman teman ayah, dari pagi sampai sore. Meski pakai lengan panjang, tapi Shoji nggak kegerahan lhoooo...



Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi untuk bunda bunda yang mau memilihkan pakaian untuk putra putrinya yaaa...

Silakan kalau ada yang berminat bisa hubungi aunty Shoji di 081374006426 yaaaa

Salam
/Aya

Mengajak 2 Balita Travelling Naik Pesawat

Travelling dengan balita

Haiii 

Alhamdulillah bisa juga ngisi blog lagi niih Kali inipengen cerita pengalaman mudik keluarga kami ke Solok, Sumatra Barat yang ke dua. Iya, sebelumnya kami pernah mengunjungi Solok 3 tahun lalu, tepatnya saat Lebaran tahun 2012 ketika Shoji berusia 6 bulan. 

Karena ketebalan dompet kami fluktuatif dari bulan ke bulan, akannya baru bisa ngumpulin duit untuk pulang kampung setelah 3 tahun (keplakan untuk segera keluar dari zona nyaman dan nambah penghasilan xixixi). Sebenernya rencana pulang kampung harusnya saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri Juni kemarin, tapiiii oh tapi ternyata belum diijinkan karena ternyata tiket pesawat TigerAir yang kami book tercancel karena Maskapai Tiger Air sendiri tidak mampu lagi beroperasi. 

Aktivitas balita di pesawat


Well, Alhamdulillah seluruh biaya yang kami keluarkan untuk pembelian tiket senilai hampir 7 juta (5 tiket berangkat dan 1 tiket pulang direfund full. Kami juga sudah bikin nadzar, kalau uang tiketnya kembali, kami akan ikut kurban tahun ini. Alhamdulillah itu juga terlaksana. Selanjutnya kami memilih maskapai Sriwijaya Air karena penerbangan Jogja-Padang gak ada rutenya, jadi tetep harus Jogja-Jakarta, Jakarta-Padang. 

Sampe saat ini Shoji berarti udah ngerasain take off dan landing sebanyak 8 kali xixixi, udah mulai terbiasa kayanya... Ini adalah Rey's first flight.

Di usia kurang dari 2 tahun, kami sudah harap harap cemas kalau Rey akan rewel sepanjang perjalanan. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 9.30, karena pesawat sriwijaya Air yang akan membawakami terbang take off pukul 10.50 Pas di pesawat, Alhamdulillah Shoji tidak ada masalah saat take off maupun landing. Selama di pesawat Shoji memilih baca tabloid yang disediakan, sambil ngemil snack yang kami bawa dari rumah. Rey masih agak tegang saat landing dan take off, selalu minta peluk, tapi selama perjalanan juga cukup kooperatif.
Balitas di pesawat


Sampai di Bandara Soekarno Hatta, menunggu pesawat ke Padang waktunya cukup lama. Shoji dan Rey kami ajak main main di playground. Lumayanlah daripada ngejar ngejar mereka di lounge mainan AC. KIra kira pukul 18.00 panggilan supaya segera boarding, Alhamdulillah tiba di Padang sekitar pukul 20.00 dan kami lanjut makan dI RM Lamun Ombak sebelum melanjutkan perjalanan ke Solok dengan mobil.

Intinya sih klo ngajak anak terbang siapkan bekal makan dan mainan atau buku. Biasanya nggak repot repot amat sih, kecuali saat mereka tidur pas transit dan kita kudu bopong bopong heheheh 

selamat travelling
/Aya

Mie Sayur Schotel a la BunSho

Mie sayur schotel


Hai Bundas,

Liburan kemarin saya ubek ubek stock. Ternyata masih ada mie sayur cabe hijau dagangan yang udah lumayan lama ngendon. Trus liat liat kulkas ada lumayan banyak bahan. Akhirnya saya eksekusi juga mie sayur schotel a la BunSho

Bahan
1 bungkus mie sayur (saya pake varian cabe hijau), rebus 3-5 menit
150 ml susu UHT
garam
3 siung bawang putih
50 gr keju parut
1/2 sdt merica
2 bawang merah iris tipis
2 btr telur ayam kampung (ambil di kandang ayam)


Cara buat:
1. Rebus mie hingga setengah matang
2. Siapkan bumbu (haluskan bawang putih, garam, merica)
3. Kocok telur, tambahkan susu UHT
4. Masukkan kocokan telur ke mie
5. Panaskan happycall, api kecil
6. Masukkan adonan mie dan telur
7. Taburkan keju dan irisan bawang merah diats adonan
8. Masak 20 menit hingga matang
9. Nikmati, bisa dengan tambahan keju oles atausambal botol

mudah dan praktis yaaa...
anak anak suka

Makan


dibawah ini bahan bahan dari resep asli yang saya ambil dari web

Salam Sehat
/Aya
Makaroni (Macaroni)secukupnya
Minyak Gorengsecukupnya
Garamsecukupnya
Telur Ayam2 butir
Sosis Sapi2 buah
Bawang Bombay0 buah
Susu UHT150 ml
Keju Cheddar100 gram
Lada (Merica)1/2 sendok teh
Oregano1 sendok teh
Basil1 sendok teh

Cake Kukus NutriShake Strawberry





Kue kukus nutrishake strawberry


Hai bundas, 
Lama saya nggak posting resep kueh. Kali ini modifikasi dari resep cup mocaf brownies kukus anti bantat, saat workshop grup hhbf beberapa tahun lalu xixixi (saking lamanya baru eksekusi) 

Baiklaaah..ini resepnya 
Bahan 
200 gr tepung terigu segitiga biru 
1 scoop Nutrishake rasa strawberry (bisa juga pake vanilla atau coklat, tapi rasa strawberry ini lumayan enak untuk aroma dan rasanya) 
Sedikit garam 
3 butir telur ayam ukuran besar 
100 gr gula pasir 50 ml minyak goreng, saya pake fortune 
1sdm minyak oreng untuk olesan alufoil cup (saya pake loyang bulat diameter 16 cm) 


Penampakan cake kukus Nutrishake strawberry


Carabuat: 
1. Campur bahan kering (Nutrishake strawberry, terigu, garam) 
2. Panaskan kukusan, siapkan loyang dioles minyak 
3. Kocok telur dan gula pasir hingga putih mengembang baik (colek dengan jari, jika sudah kaku maka sudah cukup) 
4. Masukkan bahan kering bertahap sambil diayak dengan teknik aduk balik satu arah hingga rata menggunakan spatula besar 
5. Tuangi minyak goreng lalu aduk rata 
6. Masukkan ke dalam loyang, kukus kurang lebih 45 menit, gunakan api sedang dan besar 
7. Sajikan 

Cukup simple, sebanding waktu bikin dengan waktu menghabiskannya, kilat dan cepat. Tapi kurang sebanding dengan peralatan masak dan mikser yang dicuci hihihi, setumpuuukk :) 



Jempol dari Shoji n Rey


Menurut saya, kueh ludes dan Shoji Rey plus ayah kasih jempol itu cukup sebagai obat capek ngerjain perintilan bikin kue begini :)

Salam sehat 
/Aya

Grand Puri Waterpark Gabusan

Hai bundas,

Kemaren kemarin sempet posting yang rasa mellow dan serius yaah...Kali ini saya mau berbagi cerita sekalian sedikit reiew tentang tempat wisata air di Joga. Salah satu yang kami kunjungi kemarin adalah Grand Puri Waterpark Gabusan. Letaknya di selatan Jogja berseberangan dengan taman Gabusan. Kami sekeluarga brlibur bersama dengan rombongan sekolah Shoji TPA Amalia. Udah oebayang aja gitu, Shoji dan Rey yang memang doyan main air. Waktu itu kepikirnya bakalan susah untuk ngajak mereka pulang nanti. Ternyata oh ternyataaaa.... Hehehe... Yuk mari ikuti laporan selengkapnya.


selfie
Karena jadwal keberangkatan dari sekolah adalah pukul 07.00 sampai 07.30, dan saya plus ayah Shoji tidak yakin bisa mengejar waktu jika berangkat dari rumah kami di Bantul, maka kami putuskan menginap di rumah eyang Shoji yang lebih dekat dengan sekolah. Dari rmah eyang klo naik kotor nggak nyampe 5 menit kayanya (itupun kalau di perempatan satu satunya lampunya merah) jika yang mengantar adalah om nya Shoji maka, 3 menit pun sampai dengan wajah pucat plus deg degan :) Sehari sebelumnya kami putuskan membeli baju renang. Memang sih biasanya Shoji kalau berenang di kolam di rumah nggak pakai baju renang, tapi masak iya mau berenang di tempat umum gak pakai apa apa, bisa disemprit david haselhoff nanti (masih inget film baywatch gaak?)


Back to jadwal, ternyata Averey bisa bangun pagi. Jam 5 dia sudah ceria dan minta main di luar. Saya berinsiatif untuk memandikan Rey terlebih dahulu, nyicil. Selanjutnya saya yang mandi. Setelah ayahnya pulang dari masjid, ayah mau main sama Rey, saya setrika semua baju yang mau dipakai. Di gendongan ayah, ternyata Rey tertidur, ayah bisa mandi lalu kami lanjut sarapan. Jam 06.00 Shoji bangun, mandi dan sarapan juga. Sambil nunggu jam 07.00, kami sempet main di halaman depan dan selfie. Ini penting! (buat saya siih...buat Shoji sih enggak hihi) Pukul 07.00 Rey tnyata bangun, kami langsungbmenuju sekolah. Setelah ke toilet, kami segera berangkat menggunakan bus yang sudah disiapkan. Shoji tampak ceria, lihat keluar jendela sambil menunjuk nunjuk mobil di jalan raya. Kami sampai di lokasi dan langsung menga tri untuk pemeriksaan tas. Oh ya, saat masuk ke grand Puri tidak diperkenankan membawa snack, jadi harus dititipkan di petugas penitipan.


Kami berkumpul di gazebo paling besar dan mengikuti games. Games pertama adalah puzzle. Meskipun Shoji belum dipanggil sebagai peserta, tapi Shoji semangat sekali memasang puzzle kendaraan. Selanjutnya ada games kuda bisik dan yang terakhir adalah lomba pilih gelangmu dan pakaikan. Shoji memilih gelang warna biru, tapi kemudian tak sampai 5 menit minta ditukar yang warna ungu. Saat diminta berfoto, Shoji nampak kurang ceria dan memilih mojok gak mau masuk kolam. Beberapa kali Shoji minta jam nya dilepas (kebiasaan saat di rumah kalau mau masuk kolam semua atribut di badan harus dilepas) Akhirnyaaaa...yang nyemplung kolam malah Rey sama ayah. Rey berani juga diajak ke pancuran dan main kejar pelampung. Shoji yang ditepian berusahaaa banget niar baju renangnya gak basah (hyaaa...shoji, baju renang kan emang buat basah basahaaan)


Waterpark Gabusan

Sekitar jam 11 siang, kami sudahi main air, bilas lalu ganti baju. Untungnya dimdekat gazebo ada pancuran untuk mandi dan berbilas. Bawa oriflame hair n body wash yang praktis. Seger abis bilas, Shoji dan Rey makan siang yang sudah disedikaan dari sekolah. Oh ya karena snack tidak boleh dibawa masuk, tetap ada tempat untuk jajan di area sekitar kolam renang. Yang paling diminati shoji dan rey adalah kereta mini. Karena Shoji awalnya pengen ditemani, akhirnya bunda dan rey ikut naik kereta mini. Beruntungnya saya punya body mahasiswi (anak SMP kaliiii) jadi dibolehin ikut naik kereta mininya. Ibu ibu lain pada gak muaaat...sekali putar 5000 saja dapet 15 putaran, shoji minta naik 2 kali jadi 30 putaran saya naik kereta mini doweeeengg... Setelah dibujuk bujuk, akhirnya Shoji mau untuk siap siap pulang.


Kereta Mini Gabusan Waterpark


Games dan Free Activity

Sambil menunggu waktu siap siap, Shoji memilih main puzzle dengan ayah. Setelah rangkaian acara selesai, kami menuju ke bus untuk pulang. Dalam perjalanan pulang Shoji semangat sekali, tapi ternyata pas sampai tujuan, ternyata Shoji udah bobo pules, begitu juga dengan Rey.

Well, nambah lagi pengalaman wisata Shoji dan Rey :)

Salam Travelling :)

...dan keajaiban itu bernama SPEECH DELAY


Hai Bundas,

Sebenarnya saya sudah ingiiin sekali menulis tentang ini sejak lama. Sejak saya yang mulai menyadari bahwa checklist kompetensi 2-3 tahun bagian linguistik banyak yang tidak saya temukan di Shoji. Sebelum Shoji punya adik, ia sudah mastering words sekitar 10 an kata dan mampu disebutkan dengan jelas, seperti "ayah", tak" (buka), tup (tutup) us (haus), num(minum), mam (makan), namun setelah kelahiran Rey, Shoji lebih banyak diam qdan menarik narik tangan ayah bundanya jika ingin sesuatu. Awalnya kami ikuti karena menurut kami itu cara shoji mengingkapkan keinginananya.


Tapi lama lama kok Shoji jadi merasa "nyaman" menarik tangan dan tidak mau berusaa untuk mengucapkan kata kata, bahkan untuk kata sederhana yang sudah pernah dikuasainya. Beberapa kali juga kalau kami panggil tidak menengok secara langsung.


akhirnya kami membawa Shoji ke psikolog dan konsultasi apakah ada hal hal yang perlu kami berikan sebagai stimulus. Setelah mendapat banyak usulan mengenai memasukkan Shoji ke PAUD akhirnya Shoji officially kami daftarkan ke PAUD dekat rumah eyang kakung dan utinya. Niat kami sih hanya supaya Shoji bersosialisasi saja.


Beberapa waktu berlalu ternyata kok tidak menunjukkan progress ya, kami kembali konsultasi lagi, dan psikolognya mulai menyarankan untuk tesBERA, mengecek organ auditorinya.


Tes BERA adalah tes dengan menidurkan anak lalu melihat respon syaraf pendengarannya terhadap suara. Hasil tes BERA Shoji bagus, dari frekuensi tertimggi sampe terendah batasan pendengaran normal baik baik saja, jadi secarakeseluruhan pemeriksaan dokter THT mengatakan organ pendengaran Shoji tidak ada masalah.





Apa sih BERA itu?


Informasi berikut saya ambil dari brosur klinik Pramita 


BERA (Brainsteem Evoked Response Auditory

Merupakan alat elektrodiagnostic yang digunakan untuk mengevaluasi organ atau syaraf pendengaran mulai dari perifer di telinga tengah sampai dengan batang otak. 

Apa istilah yang sering digunakan? 

BAEP (Brainsteem Auditory Evoked Potential), BAE (Brainstem Auditory Evoked Response Audiometry) BERA berbeda dengan audiometry. Alat ini bisa digunakan untuk memeriksa pasien yang kooperatif maupun non kooperatif seperti pada anak baru lahir, anak kecil, pasien koma maupun stroke, sehingga hasilnya lebih obyektif karena tidak memerlukan jawaban dari pasien. 

Indikasi klinis apa saja yang bisa diperiksa BERA 


1. Seorang yang mengalami gangguan pendengaranatau tiitus atau ketulian 
2. Seseorang dengan keluhan sering nggliyer, atau pusing berputar / vertigo 
3.Seseorang dengan kasus stroke yang melibatkan batang otak 
4. Seseorang dalam kondisi koma, untuk penentuan kerusakan batang otak 
5. Seseorang yang mengalami gangguan keseimbangan (meniere disease) 
6. Seorang anak dengan keterlambatan bicara (Shoji masuk yang ini) atau anak dengan autisme 
7. Seseorang dengan kecurigaan tumor batang otak 
8. Seseorang dengan kecurigaan Multiple Sclerosis Disease. 

Kapan kita perlu screening BERA untuk anak yang baru lahir?

1. Jika ada riwayat keluarga yang mengalami gangguan / penurunan pendengaran
2. Jika belum ada pre dan post natal (infeksi sebelum dan sesudah persalinan) terutama kasus TORCH
3. Jika anak kita lahir dengan berat badan rendah (shoji juga BBLR waktu lahir dulu)
4. Jika anak mengalami hiperbiliruinemia (Shoji juga kuning saat lahir)
5. Jika ada cacat bawaan misalnya mikrochepalus atau cranio facial deformities lain
6. Jika terjadi cidera kepala pada saat persalinan atau sesudahnya
7. Jika terjadi radang telinga menetap (Presistent Otitis Media)
8. Jima menggunakan obat obatan dengan kategori ototoxic drug (Obat yang mempunyai efek erhadap telinga)
9. Anak anak pasca menderita meningitis atau encefalitis

Untuk apa sih tes BERA itu?

1. Penentuan lesi nervus acusticus dari perifer di telinga tengah sampai dengan batang otak.
2. Untuk menentukan sumber gangguan pendengaran apakah di cochlea atau retro cochlearis
3. Untuk mengevaluasi Barinstem (batang otak)
4. Untuk menentukan apakah gangguan pendengaran disebabkan karena psikologis atau fisik

Persiapan sebelum tes BERA


Secara umum kondisi kepala dan rambut kita besih. berbeda dengan orang dewasa, untuk anak anak selain rambut dibersihkan, perlu pre medikasi dulu, agar anak tenang dan tidur, karena pemeriksaan BERA membutuhkan ketenangan saat pemeriksaan. 

Lepas dari tes BERA, kami konsultasi lagi, kali ini mengenai bagaimana perilaku Shoji di rumah baik terhadap ayah bunda, dan adiknya. Melewati berbagai macam screening dan hasil sementara, Shoji tingkat konsentrasinya bagus, secara kognitif juga baik, untuk motorik kasardan motorik halus juga tidak ada masalah, kalau ke arah autis atau keterbelakangan mental juga tidak, karena Shoji masih bisa berinteraksi dengan orang disekitarnya.


Saat ini kami sedang menjalankan test test dan berbagai konsultasi untuk Shoji, mohon doanya semoga semua berjalan lancar ya


Salam Hangat,

/Aya

Anakku diduga tunarungu?



Kemarin saya sempat bebersih lemari dan menemukan buku lama. Buku ini pemberian seorang wali murid yang putrinya tuna rungu. Saya ingat, Ariel nama gadis mungil itu. Anaknya manis, cerdas dan sangat mandiri. Dia juga ceria dan penuh semangat.

Namun ada yang istimewa dari gadis kecil ini, dia jarang sekali menyahut jika kami (saat itu saya bekerja di salah satu daycare edukatif di Jogja) panggil. Ekspresi binarbinarnya selalu terlihat setiap kami bicara padanya, tapi memang,hingga usia 3 tahun ia tidak mengucap sepatah kata.

Belakangan baru kami tau bahwa Ariel memangmemiliki masalah pendengaran. Hal ini yang membuat progress belajar bicaranya terhambat.

Hmmm...angan saya jadi melayang juga pada sosok Lingga. Jagoan kecil ganteng berusia 2 tahun. Saat Lingga masuk sekolah, ia sudah menggunakan alat bantu dengar. Untuk mendengar, Lingga jauh lebih tanggap daripada Ariel yang memang tidak diberi alat bantu dengar oleh bundanya.

Satu hal yang saya ingat dari ucapan bunda Ariel saat saya mau resign waktu itu.
"Miss... jangan salah paham ya saya kasih CD ini. Saya muslim dan saya percaya Allah, percaya Tuhan. Implementasi dari "magnet semesta" ini adalah Allah. Tempat kita bisa meminta segalanya dan berprasangka baik kepadaNya."

Sewaktu akhirnya saya tonton video itu, saya belum sepenuhnya memahami apa maksud yang Bunda Ariel berisaha sampaikan saat itu. Tapi kini saya sepenuhnya mengerti...ya, saat saya dikaruniai seorang anak laki laki berusia 20 bulan yang belum juga bisa bicara.

Sebenarnya sejak 12 bulan Shoji kami sedikit curiga, mendapati ia tidak babling seperti kebanyakan anak seusianya. Shoji lebih banyak diam, meskipun untuk beberapa kata iacukup mampu menyebut dengan benar. "Ayah" adalah kata kata terjelas yang pernah diucapkan Shoji. Untuk menyebut cicak, tup tup, tak tak (buka), juga sudah bisa di usianya yang 18 bulan.

namun ketika menginjak 22 bulan, setelah kelahiran Rey, kata kata itu tak lagi terucap. Mengucap "Ayah" saja tidak lagi. Shoji diam seribu bahasa. Karena merasa khawatir, kami membawanya ke klinik tumbuh kembang. Berdasarkan skrining awal, ada beberapa hal yang memang membuat kami cukup shock. Shoji tidak merespon panggilan, bunyi musik yang diperdengarkan dibelakangnya, bahkan bunyi balon meletus.

observasi sementara merujuk pada adanya gangguan pendengaran pada shoji dan Shoji perlu periksa ke dokter THT. Rasa takut, cemas, khawatir selalu campur aduk setiap kaliada konsultasi dengan psikolog Shoji. Saat itulah saya mulai memahami perasaan Bunda Ariel maupun Bunda Lingga yang sangat lapang dada menerima keistimewaan putra putrinya, namun tetap punya keyakinan bahwa Allah memiliki skenario terindah. Selama kita percaya bahwa anak kita akan baik baik saja, tak ada yang tak mungkin bagi Nya

.... bersambung ke postingan berikutnya...

Roti Manis Panggang HappyCall

rotimanis panggang happycall


Hai Bundas,

Setelah cukup lama vakum posting resep, ini hari ini saya mulai bereksperimen  lagi. Awalan niatnya si mau bikin donat, tapi ternyata minyak goreng abis, jadilah pake plan B


Ini saya pake resep donat punya ibu saya
500 gr tepung terigu
150 gr gula pasir halus
1 bungkus fermipan
1 gelas air es
sedikit garam
1 sdm mentega
1 butir telur ambil kuningnya saja

olesan
1 butir telur
UHT secukupnya



Cara Buat:
1. Larutkan fermipan di air dingin
2. Ayak tepung terigu, masukkan sejimpit garam
3. Tuang air larutan fermipan sambil diuleni, masukkan kuning telur
4. Jika mulai kalis, masukkan mentega
5. Diamkan adonan selama 30 menit sambil ditutup kain lembab
6. Setelah 30 menit, kempiskan adonan, bagi menjadi bulatan bulatan kecil
7. Proofing kedua 60menit (saya nggak kasih isi roti. Alternayif bisa pake abon, keju, atau butter beku
8. Panaskan happycall (saya belom punya oven hihihi) kurang lebuh 5 menit api kecil
9.Olesi adonan siap panggang dengan bahan olesan yang dikocok ringan.
10. Panggang selama 15 menit




siap dinikmati, paling enak saat baru keluar dari panggangan empuuukk dan hangat

selamat mencoba

Salam Sehat,
/Aya

DoItYourself- Recycle NutriShake Box


Recycle Nutrishake


Hai bundacerdas...

Udah lama saya nggak posting tentang mainan anak hihihi
kali ini saya mau posting mengenai permainan yang simple tapi tetep seru banget buat dimainkan. Mengingat Shoji dan Rey yang bisa merusakkan mainan dalam sekali main, saya memilih untuk berhemat dengan tidak membelikan mereka mainan mahal. Bukan pelit lhooo, cuma hemat nah sama aja  saya lebih suka membuat mainan sendiri daei barang barang yang tidak terpakai.

Disini tuh ya, air PAM nya memang kurang bagus, jadi untuk masak, minum dan sebagainya, kami pakai air galon. Mahal dikut sih, tapi ya ngerasa lebih aman aja. So, saking banyaknya tutup galon yang ada, jadi kepikiran buat mainan.

saya amati juga Rey di usia14 bulan ini lagi suka memasukkan barang, Shoji juga tuuh, akhirnya saya siapin aja barang yang tampak


NutriShake dibolongin

bahan:
- box NutriShake (boleh box lain juga loooh, tapi NutriShake lebih baik xixixi)
- gunting/ cutter
- tutup galon air minum mineral

Cara buat:
Siapkan kotak NutriShake, di bagian atas diberi lubang sebesar tutup galon

cara main
masukkan koin koin tutup galon ke lubang di kotak NutriShake tadi
naaahhh, rebutan deh Shoji sama Rey buat masukin, kayanyabisa dibikinin satu satu terus
Jadi kompetisi



oke bunda, selamat berkreasi :)