Saturday, March 11, 2017

Aisha di acara Michael Tjandra Luar Biasa

Aisha dan kakak Michael Tjandra
Bundas, 
Beberapa waktu lalu saya dan keluarga dikejutkan dengan sebuah pesan yang dikirim lewat messenger FB. Dari bapak Suparjo, memperkenalkan dirinya dari team RTV. Saya ditelpon untuk kesediaannya hadir di acara Michael Tjandra Luar Biasa. 

Saya ini apalah, sisa saos di piring bekas french fries. Kata beliau, beliau membaca profil saya yang pernah masuk ke majalah Kartini.co.id


Awalnya sempat galau, antara tidak percaya tapi juga senang luarbiasa. Tidak percaya karena sungguh kami merasa bukan apa apa. Kalaulah terlihat hebat, sesungguhnya Allah yang sedang menutup aib kami. Kalau terlihat kuat, sesuangguhnya Allah Subhanahu Wata'ala yang menitipkan kekuatan dariNya kepada kami. Tapi senang karena ada beberapa pesan yang ingin kami sampaikan kepada semua keluarga dengan anak istimewa di luar sana in Sha Allah bisa tersampaikan lewat acara ini


Photo Courtesy: Papa Markus (Pedagogia)

Quote di atas dalam banget artinya buat saya. Yang membunuh impian anak anak bukan orang lain, tapi yang paling berpengaruh adalah orangtua mereka. Berawal dari beberapa inbox ke saya yang curhat bahwa anaknya terdiagnosa epilepsi dan orang tua merasa "tidak mampu menerima" kondisi tersebut. Epilepsi memang penyakit dengan stigma yang negatif, ini yang mungkin membuat banyak orang tua yang memilih menutup dan berdiam diri. Padahal anak anak butuh sekali perawatan untuk mengoptimalkan potensi terbaik mereka. 

Akhirnya setelah diskusi dengan suami, suami setuju dan mengiyakan. Jadwal dari RTV tadinya adalah awal Februari, ternyata Aisha malah masuk rumah sakit karena harus terapi gancyclovir. Alhamdulillah mas Suparjo mau reschedule ulang jadwal taping di rumah dan saya saat beraktivitas. 

Baca: Terapi Gancyclovir Aisha


Akhirnya hari itu datang, tanggal 2 Maret mas Ahmadi ke rumah untuk ambil gambar saya beraktivitas sehari hari di rumah. Mulai dari menulis artikel untuk blog, memberi obat dan meminumi Aisha dengan sonde, pergi anter terapi Aisha ke PKU, meeting persiapan beauty class dengan Dian dan aktivitas saya kembali ke rumah dan bermain dengan anak anak juga berbagi tugas mengurus Aisha dengan suami. 

Rey yang paling senang. Dia sudah sangat hafal dengan logo RTV, seperti yang biasa ia lihat di film Cloudbread, Poli, Tayo, Pororo, Chuggington. Jadi, sewaktu mas Ahmadi ambil gambar, Rey overexcited tunjuk tunjuk kaos mas Ahmadi yang ada logo RTV nya hihihi.

Terimakasih mas Ahmadi, anak anak happy sekali karena mas Ahmadinya ramah dan suka ajak main Rey dan Shoji, jadi mereka nyaman selama proses taping. Taping juga nggak akan sukses tanpa bantuan dari mba Hikmah, fisioterapis Aisha di PKU dan Dian Farida yang menyempatkan untuk bisa meeting disela sela mengerjakan tugas kuliah. Alhamdulillah Allah juga kasih cuaca yang cerah dan bersahabat, sehingga semua aktivitas berjalan lancar. 



Rabu pagi kami ke bandara, siap siap untuk flight jam 09.15 dengan pesawat Citylink. Tiket untuk pesawat dan penginapan sudah beres semua disiapkan pihak RTV, kami tinggal berangkat aja. Sampai di Jakarta sekitar pukul 11.00 karena ada delay ketika akan mendarat, tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar. Di bandara kami dijemput oleh mas Riswan dan langsung diantar ke studio RTV di Cawang. Sempat bertemu dengan mas Andi Akbar bagian Guestbook dan mas Suparjo bagian Talent Research. Kru dari RTV humble banget. Baik baik dan ramah semua. Senang sekali rasanya. Kami makan dan istirahat sejenak sebelum diantar ke hotel untuk istirahat dan bebersih biar segar. 

Pukul 15.00 kami berangkat kembali ke studio, berkenalan dengan Bu Endang Setiati, ibu dari Habibie Afsyah, seorang difabel yang jago internet marketing dan juga penulis buku. Juga bertemu dengan mba Yenni dan keluarga Bintang dari komunitas Taufan, komunitas pendampingan untuk anak anak terutama yang terkena kanker. 


Sesi ibu Endang dan mas Habibie Afsyah



Sempetin berfoto bareng bunda bunda hebat
Diberi kesempatan bertemu dan berguru banyak hal dari sosok sosok luarbiasa ini adalah rizki tersendiri buat saya. Rasa syukur bertambah karena diberi kekuatan baru dari pengalaman pengalaman mereka menghadapi hidup bersama anak yang divonis kanker otak dan seorang ibu yang mengabdikan 30 tahun hidupnya merawat putranya di kursi roda. Orang orang yang penuh semangat dan nggak pernah menyerah untuk mengusahakan yang terbaik untuk orang orang tercinta. 
Saya merasa belum cukup berbuat banyak, tapi saya jadi terinspirasi untuk bisa berbuat banyak dengan segala keterbatasan yang saya dan suami miliki. Kami punya harapan besar kedepannya untuk Aisha dan anak anak dengan epilepsi yang lain. Doakan semua berjalan lancar. Kami berharap orang tua dengan anak istimewa selalu semangat, seperti kami yang punya ajian antibaper. 

Baca: Jangan Baper, Bunda

Sambil menunggu semua dipersiapkan, kami dimake up. Aiih...beda ternyata ya make up sama make up  artist ituuu. Mbak Co-host nya juga cantik parah. Aslinya udah cakep sih, dipoles make up makin keceee...Tapi saya nggak kalah kece nih, soalnya pake gamis yang dijahit sama sahabat blogger saya mak Irviana Ayu, kapan kapan saya kenalin di blog yaaa.


Bersama ibu Endang. Gamis by Kashva
Saya juga sempetin jalan jalan lihat control room, ruangan dimana semua hasil tangkapan kamera bisa dilihat. Waaahh...terkagum kagum saya lihat cara kerja sebuah stasiun tivi. 


Control Room RTV
Setelah Magrib, adalah sesi 3. Saya melakukan proses taping in frame bersama seorang Michael Tjandra. Gak pernah terbayang sebelumnya bisa masuk tivi (maapkan saya katro). Karena Aisha dan Shoji juga atas izin Allah lah kami berada disini. Semoga sedikit yang saya sampaikan kemarin ada manfaatnya, karena jujur aja kalau grogi saya bicara bisa meracau kemana mana 😭😭😭. Maafkan kalau banyak sekali hal hal yang sebenarnya sudah siap disampaikan jadi nggak bisa keluar karena nervousnya saya huhuhu...

Acara yang kita lihat tayang 1 jam, ternyata proses pembuatannya dari jam 4 sampai jam 8 malam loh, itu juga belum selesai semuanya. Team broadcasting beneran keren deh kerjanya. Lari sana sini, aktif banget dan saya sukaaaa liatnya. Saya terkesima sama mba floor director kemarin. Cakep dan keliatan smart banget. Aisha mau jadi floor director? Wkwkwkw 😘😘😘


Itu embaknya lagi duduk, saya nyolong nyolong foto :D
Alhamdulillah selesai acara taping, semua berjalan lancar. Aisha agak rewel jadi kami pulang duluan, untung sempat berfoto dengan kakak Michael Tjandra dan team Michael Tjandra Luar Biasa yang sangat sangat luarrrrr biasa....

Bersama mas Andi Akbar dan mas Suparjo yang helpfull
Ternyata sampai di Hotel Aisha pup 😂😂😂 pantesan sempat rewel pas acara. Setelah pup, Aisha bobo nyenyak. Alhamdulillah...
Setelah makan pagi dan check out, kami sempatkan mengunjungi saudara di Pasar Minggu sebelum ke bandara. 

Jam 15.00 kami sudah kembali ke Jogja, bertemu lagi dengan duo ganteng hebat yang gak rewel ketika ditinggal ke luar kota. Terimakasih RTV dan team Michael Tjandra Luar Biasa atas kesempatannya. Sukses selalu dan terus menginspirasi yaaa...

Saksikan selalu acara Michael Tjandra Luar Biasa setiap Senin pukul 22.00 yah, in Sha Allah episode kami tayang besok Senin tanggal 20 Maret 2017 jam 22.00 WIB. Kalau kelewatan bisa di search kok di YouTube hehehehe. Nonton aja tiap episode yaaa...in Sha Allah manfaat dan menginspirasi pastinya 😊😊😊

Oh iya...buat yang kemarin gak sempat nonton siaran di RTV-nya, bisa liat videonya disini yaaa

Sesi 1 dan 2 
ibu Endang dan mas Habibie





Sesi 3
Saya dan Aisha



Sesi 4 & 5 
Ibu Yanie dan Keluarga Bintang




Salam Semangat
/Aya

19 comments:

  1. Kereeeeeeen sekali :) terus menginspirasi Mak Aya 😊

    ReplyDelete
  2. Cakeeep Mak, keren ih masuk tipi, pengen lihat ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekali sekali berasa (sok) artis ya mak hihihi

      Delete
  3. Emqng layak jadi inspirasi mak ayyyyy, semangat selalu yaaa! 😘😘😘

    ReplyDelete
  4. 20 Maret ya.. Oke noted. Nonton ahhh.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, jadinya nonton apa tidur mak? Wkwkwkkw

      Delete
  5. kenal ibu ini belum lama dalam sebuah komunitas blogger di jogja, setelah mengulik kehidupan keluarganya (karena pengen kenal lebih deket) ternyata luar biasa perjuangan ibu satu ini. Tuhan mempercayakan kepadanya untuk dititipi anak-anak yang luar biasa, jangan nyerah ya mak. Terus menginspirasi banyak orang. Semoga sekeluarga selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam segala urusannya. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doa terbaik kembali pada mak Irvi dan keluarga yaaaa...
      Beruntung berjodoh dengan mak Irvi dan keluarga. Aku punya penjahit langganan yang jahitannya cakeeep

      Delete
  6. Inspiratif banget bun...
    Salam buat ayahnya aisha ya bun.. dari teman lamanya di Karawang. dapet link kesini dari WA temen jg. awalnya sy pikir teuku wisnu..eh diliat2 lg n baca blognya full ternyata ayahnya aisha.
    Btw, apakah buku "penanganan segar holtikultura" itu karya ayahnya aisha? kalo iya, saya mau pesan 1 yg ditandatangani langsung ayahnya aisha.(eh, ini beli lho..)hehe..wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kembali dari ayah Aisha mas Pupung. Minta alamat buat pengiriman bukunya ya.
      Atau kirim ke 081328362823 yaaa

      Delete
  7. Aya, semoga Alloh selalu melimpahkan berkah kesabaran dan kekuatan utkmu ya. Aisha tumbuh kuat dan shaliha. Aaamiinn.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin....aamin doanya selalu Manda sayaaang

      Delete
  8. Salut Mba Aya. Allah bersamamu Mba 😊😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allah bersama kita mba kaliin 😘😘😘

      Delete