Bunda Gak Boleh Sakit



Kunyit asam pereda nyeri haid

Bunda Gak Boleh Sakit

Beberapa kali saya baca quote ini berseliweran di linimasa sosial media. Tampaknya memang para bunda itu punya kekuatan superpower yang membuat kondisi apapun bisa diatasi dengan baik dan benar. Tsaah.

Bukan wonder women apalagi Mulan Jameela #ehgimana, wanita bisa jadi sosok penuh kekuatan sekaligus penuh kesabaran. Mau bubur bayi ditumpahin anak berapa kali juga, atau mainan diburai - burai berjilid-jilid, tetep ada kekuatan untuk ngebersihin meski tetep sambil ngomel.



Tapi gimana kalau anak sakit? Dan sakitnya tuh yang sampai masuk rumah sakit? Kira -kira kekuatan super powernya tetap ada atau berkurang seperti baterai smartphone yang habis dipakai videocall tiga jam atau main Mobile Legend 5 jam?

Kondisi saat di ICU

Saya mau cerita soal pengalaman saya nungguin di sulung, Shoji yang waktu itu memang sudah tidak masuk sekolah selama seminggu. Di suatu malam tiba tiba badannya dingin, namun terus berkeringat. Rabu pagi 23 Oktober 2019 jam 02.00 pagi, Shoji muntah besar. Saya kira dia masuk angin, ternyata dia merasa suhu udara panas dan berkeringat banyak sekali. Meskipun dia mengeluh panas, tapi kaki dan tangannya agak dingin.

Saya refleks balurin tubuhnya pakai minyak kayu putih supaya hangat kembali. Shoji terus mengeluh haus dan ingin minum tapi juga berkali kali ke kamar mandi untuk buang air kecil. Shoji bahkan sempat nebu, karena dia mengeluh sesak nafas. Biasanya setelah dinebu, sesaknya berkurang. Cuma ini kok dia tetap mengeluh sesak nafas.

Setelah agak lama, Shoji ketiduran. Mungkin dia kecapekan atau saking ngantuknya. Ternyata jam 08.00 pagi dia muntah hebat lagi. Saya langsung membawa Shoji ke IGD rumah sakit. Dokter yang menangani langsung menyarankan masuk ke ICU. Wah, apa kondisi Shoji separah itu sampai harus masuk ke PICU?

Saya jelas nggak punya persiapan. Menyiapkan Aisha seadanya, yang penting ada stock makan untuk minimal sehari. Lalu saya menunggui Shoji. Memang sih di ruang PICU anak tidak wajib ditunggui. Tapi jika anak mencari orang tua, maka kami akan dipanggil oleh perawat jaga.

Namanya menunggui orang sakit itu, kadang kita hanya fokus pada si sakit. Sementara kita sendiri yang butuh asupan energi ataupun istirahat, biasanya dinomorduakan. Dan ini jelas terjadi pada saya.

Menunggui Shoji di rumah sakit siang harinya, pulang untuk memberi makan dan mengganti popok Aisha, kemudian kembali lagi ke rumah sakit untuk menunggui Shoji. Di ruang PICU bukan seperti ruang VIP rumah sakit yang di dalamnya tersedia sofa buat istirahat yang menunggui. Hanya ada kursi tanpa sandaran, jadi ibu yang menunggu paling tiduran dengan meletakkan kepala di bed tidur anak.

Herbadrink Sari Jahe penghangat tubuh

Lagi tidur enak-enaknya, eh si anak mau minum, makan atau pipis. Kebangunlah kita kan ya. Ini semacam perasaan ditinggal pas lagi sayang sayangnya #ehgimana. Dengan mata semi tertutup, kita ladenin lah kemauan anak.

Nafsu makan yang hilang juga merupakan karakter emak-emak penunggu anak sakit. Meskipun kita suka mupeng liat foto makanan di timeline, tapi pas anak sakit, semuanya tidak ada yang membangkitkan selera atau membuat menetes air liur. Hambar! Kaya lagunya Ari Lasso. Eh itu Hampa deng ya.

Eniwei, sebagai seorang ibu yang dibutuhkan oleh tiga anak dan satu suami, dalam kondisi seperti ini saya tetep harus menjaga kondisi tubuh. Musti tetap fit dan cantik #eh. Selain akhirnya saya minta dibawakan seperangkat skincare rutin, saya juga minta booster untuk bisa menjaga kondisi tubuh saya

Panitia dan peserta Lomba Tumpeng dan mewarnai ABK 

Menjaga anak sakit butuh energi luarbiasa. Apalagi sehari sebelumnya saya bersama teman teman SHf Squad Jogja jadi panitia penyelenggara lomba menghias tumpeng dan lomba mewarnai untuk anak berkebutuhan khusus yang didukung penuh oleh Ibu Santi Helmy Faishal. Alhamdulillah acara berjalan lancar menyisakan pegel badan dan kelinuan  tulang namun sekaligus juga hati yang bahagia.

Di malam Shoji masuk PICU, saya sempatkan untuk memberikan energi untuk diri saya sendiri. Saya memang terbiasa untuk mengkonsumsi minuman dari bahan herbal semacam jamu. Tapi duh duh duh mau beli jamu dimana nih yang deket rumah sakit. Eh ternyata ada Herbadrink Sari Jahe yang dijual di minimarket rumah sakit. Minuman dengan khasiat rimpang jahe  yang selalu jadi andalan kalau badan sudah mulai greges-greges. 

Herbadrink Sari Jahe

Herbadrink Sari Jahe ini andalan banget karena tinggal diseduh dengan air panas aja. Praktis dan gak pake lama. Hangatnya jahe bikin tubuh merasa nyaman dan menunggu Shoji di ruangan bersuhu 14 derajat celcius tetep oke - oke aja.

Kebetulan juga pas Shoji masuk ke rumah sakit, kok ya pas banget saya dapat tamu bulanan. Sudah sejak gadis, kalau dapat tamu bulanan tubuh rasanya gak enak semua. Sakit sakit di persendian, nyeri perut, kondisi lemes dan malas beraktivitas itu udah jadi lagu lama kalau haid datang. Mau ditolak juga gak bisa kan? Untungnya Herbadrink juga punya varian Herbadrink Kunyit Asam. Dibuat dari ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak asam, membuat Herbadrink Kunyit Asam memberikan manfaat alami kunyit asam untuk meredakan nyeri haid dan mengurangi bau badan selama masa haid.

Herbadrink Kunyit Asam

Genap 6 hari Shoji dirawat di PICU lalu Alhamdulillah setelah itu bisa lanjut rawat di bangsal selama 4 hari. Diagnosa Syok Sepsis Bronkopneumonia bukan penyakit yang bisa dirawat dua atau tiga hari saja. Total Shoji dirawat kemarin sekitar 10 hari. Kebayang gak sih, bagaimana kondisi rumah setelah ditinggalkan begitu lama. Cucian seabrek, rumah yang berdebu, cucian menggunung dan aneka lemari yang diobrak-abrik demi mencari barang yang kemarin dibutuhkan ketika di rumah sakit.

Mau gak mau musti diberesin lah satu per satu. Dengan semangat 45 Indonesia Merdeka, satu demi satu ruangan di rumah dibereskan. Oh iya, setelah Shoji kembali ke rumah, saya memutuskan menerima lagi orderan lukisan walldecor Coretan Aya Handlettering. Salah satu moodboster untuk bikin hati saya bahagia adalah dengan melukis dan bermain cat air, kertas dan kuas.

Beberapa hari sepulang Shoji di rumah sakit, Jogja lebih panas dari hati biasa. Pengen lah mumpung di rumah minum sesuatu yang segar dan bisa dinikmati sambil asyik melukis mengerjakan orderan handlettering. Enaknya sih pakai es batu dan nyeruput yang segar segar, tapi sekaligus menyehatkan. Hmm... Kebetulan kemarin pas beli dua kotak Herbadrink, saya juga melihat ada Herbadrink Lidah Buaya dan Herbadrink Sari Temulawak juga.

Herbadrink Lidah Buaya

Dari dulu aloevera atau lidah buaya dipercaya menjadi detoks untuk tubuh sekaligus juga bisa bermanfaat mengurangi berat badan. Khasiat alami ini yang dihadirkan dalam bentuk ekstrak oleh Herbadrink. Herbadrink Lidah Buaya nikmat banget diminum dingin dengan tambahan es batu. Seger sampai ubun - ubun.

Baru seminggu di rumah, eh ternyata Shoji masuk rumah sakit lagi. Sepertinya masih ada masalah dengan bagian kemihnya. Saya harus balik lagi beraktivitas dengan kondisi yang sungguh tidak optimal. Selain karena harus menyelesaikan beberapa tulisan di blog dan orderan handlettering, menghadapi makanan rumah sakit membuat saya kehilangan selera makan.

Sewaktu saya masih anak-anak, ibu saya sering sekali merebus  temulawak supaya saya kembali punya nafsu makan. Hanya saja, urusan kupas mengupas dan merebus jadi tidak memungkinkan saat kita standby di rumah sakit. Ternyata Herbadrink juga punya minuman serbuk Herbadrink Sari Temulawak. Cucok meong dengan kebutuhan saya yang mulai kehilangan selera makan. Selain memperbaiki nafsu makan, temulawak juga memelihara kesehatan hati. Apalagi hati yang kecewa waktu di-PHP orang tercinta. Hasyeeek. Bahkan disela-sela merawat Shoji, saya sempat mengisi sharing untuk ibu-ibu di rumah sakit yang sama dengan Shoji dirawat. Saya sharing bersama teman teman Dreams dan Dokter Anak mengenai pentingnya mewaspadai tumbuh kembang anak serta mengantar Aisha terapi.

Sharing tentang tumbuh kembang anak

Alhamdulillah setelah melalui aneka tindakan dari USG hingga radiologi, ditemukan juga bahwa masalah Shoji terletak pada kemihnya yang mengalami peradangan, atau biasanya disebut cystitis dalam bahasa kedokteran. Pengalaman sekali merawat anak hampir satu bulan di rumah sakit dan harus menjaga tubuh tetap fit dan sehat untuk tetap beraktivitas. Jadi kalau ada istilah "Bunda Gak Boleh Sakit" itu buat saya justru jadi motivasi untuk tetap menjaga kesehatan diri selama menunggui buah hati yang sedang sakit. Melihat senyum bahagia ananda tentunya adalah semangat tersendiri bagi ibunda. Lelah gak akan terasa lagi. Capek berganti dengan rasa haru. Kalau kalian punya tips apa nih dalam menjaga kesehatan, Bund?




6 comments

  1. Shoji udh baikan kan mbak? Mbak aya emang superwoman buat anak2nya

    ReplyDelete
  2. Kunyit asem juga jadi andalanku saat datang bulan. Rasanya enak, membantu mengurangi nyeri haid

    ReplyDelete
  3. Sehat sehat selalu ya kakak Shoji. Bundanya hebat gak ngebayangin kalau saya mungkin gak sekuat mbak 💚💚💚

    ReplyDelete
  4. Ya Allah ternyata cistitis ya Mbak. Semoga lekas sembuh ya Shoji

    ReplyDelete
  5. Wah, luar biasa mbak ceritanya. Memang Mbak Aya nih supermom beneran. Kesibukannya banyak, meski udah punya 3 anak, tetap bisa produktif dan aktif ikut kegiatan. Semoga selalu diberikan kesehatan terus ya Mbak Aya dan semua anggota keluarganya selalu sehat, amiinnn.

    ReplyDelete
  6. Ayaaaa,.. kamu memang bunda luar biasa. Asliii beneran, Bunda memang ga boleh sakit. Aku pun ngerasain kalo sakit pasti di rumah akan ada guncangan hehehehe.. Oiya, semoga Shoji lekas sehat dan bisa sekolah lagi :)

    ReplyDelete