Thursday, February 23, 2017

Berangkat dan Pulang Kampus GRATIS pakai Uber

Jogja Campus free week

Hai Bundas, 
Berbagi cerita yaa di postingan ini. Sebagai seorang istri mahasiswa yang melanjutkan kuliah lagi (ngarep saya yang lanjut sih sebenarnya hahaha) ternyata baru sadar kalau banyak sekali fasilitas yang istimewa untuk pelajar dan mahasiswa terutama di Jogja ini ya. Namanya juga kota pelajar, jadi seolah olah pelajar dan mahasiswa itu jadi anak emas di kota ini. 


Jogja Campus Free Week
Kemarin saya juga dapat undangan blogger gathering dari UBER di Agenda Kafe, kebetulan acaranya lumayan dekat dan waktunya juga pas, saya memutuskan untuk berangkat. Kenapa tertarik ikutan? Karena eh karena tempat gatheringnya adalah lokasi salah satu scene di film AADC yang bintang utamanya adalah Aa' Nicholas Saputra dan Mba Dian Sastro (ealaah...manggilnya kaya tetangga beda kampung) Intinya sih penasaran juga. 
Saya berangkat diantar sama adik saya, agak terlambat tapi (selalu ada waktu untuk) tetep poto potoan. Bagian lobby ada kolam renang dengan view seperti hutan kecil. Asri banget dengan 2 set meja kursi yang sengaja ditambahkan untuk mempercantik keseluruhan tema. 

Wednesday, February 22, 2017

#ObrolanKeluarga: Tentang Idealisme Pola Asuh Anak

Idealisme Pola Asuh Anak

Bundas,
Ada yang saat ini tinggal bersama orang tua? Bukan karena nggak ingin tinggal sendiri satu keluarga kecil, tapi lebih karena tanggungjawab menjaga orang tua? Gimana? Ada masalah mendasar yang sering bikin baper kah? Banyak cerita dari teman saya yang tinggal bersama orang tua merasakan perbedaan pola asuh dari kita dan orang tua kita ke anak.

Keluarga kecil kami kebetulan tinggal berbeda rumah dengan Uti Kakung dan Nenek. Uti Kakung tinggal di Jogja, sekitar 20 menit dari rumah tinggal kami di Bantul. Sementara Nenek (ibu dari suami) tinggal di Cupak, Solok, Sumatera Barat. Kalau Nenek berkunjung, anak anak luarbiasa senang, karena biasanya kalau ada nenek adalah waktunya jalan jalan dan beli mainan. Sementara Kakung Uti adalah tempat singgah paling memungkinkan jika Aisha perlu terapi dan kami harus ke Jogja.

The Salfarinos
Nah, postingan kali ini saya dan Mak Witri akan membahas soal pola asuh anak. Saya dulu berpikir kalau anak saya sedang berkunjung ke rumah Kakung Utinya, maka pola asuh yang diterapkan akan kurang lebih sama dengan saat beliau beliau mengasuh saya jaman kecil. Ternyata enggak loh 😭😭😭

Wednesday, February 15, 2017

#ObrolanKeluarga: "Speak Up" Keselamatan Pasien untuk Orang Tua



Hai Bunda,
Pengalaman menunggui Aisha selama kurang lebih 10 hari ini saya dapat banyak pelajaran. Apa apa saja yang perlu kita sebagai orang tua lakukan jika anak kita mendapatkan perawatan dari rumah sakit.

Ini adalah postingan ke #2 untuk #Selasa Bercerita #ObrolanKeluarga bareng Witri. Tema kali ini adalah "ketika anak sakit". Jangan lupa baca punya Witri yaaa

Tuesday, February 7, 2017

Wisata Alam Ramah Anak Bhumi Merapi


Hai haiii...sesuai janji saya kemarin, setelah mengulas sedikit tentang museum dirgantara sekarang saya pengen cerita juga tentang salah satu tempat wisata di Kaliurang namanya Bhumi Merapi. Sebelum baca yang ini, boleh juga loh baca postingan saya sebelumnya.


Ini juga merupakan postingan kolaborasi perdana saya dengan Diajeng Witri. Awalnya sih karena saya pernah ketemu Witri di salah satu event blogger, eh kok kayanya klik ngobrol sama ibu muda satu ini. Beneran muda loh umurnya cukup terpaut lumayan banyak dari saya tapi kami terlihat sama imutnya kan? Anyway, kita nanti tiap Selasa in Sha Allah akan posting Selasa Bercerita #ObrolanKeluargaDuaMamahMuda, jadi baca juga punya Witri 

Sunday, February 5, 2017

Berburu Dekorasi Shabby Chic

Shabby Chic
Bundas, 

Sudah 2 tahun terakhir saya jatuh cinta sama pernak pernik bernuansa shabby chic. Padahal kalau mau jujur, saya adalah anak yang tomboy (gak percaya ya udaaah #melengos ala Sule). Tapi entah kenapa kira kira setahun sebelum hamil Aisha saya kok mulai berubah lebih feminin. Dulu anti banget sama warna pink hahahah (buka kartu) tapi sejak ada Aisha saya kok jadi punya segala koleksian baju, sepatu, jacket dan pernak pernik Aisha warna pink. Lalu...pink bunga bunga aaaakkkk...kalau 3 tahunan lalu saya bisa bersin bersin alergi. 

Balik ke topik shabby chic. Kenapa suka shabby chic? Ya karena kalau suka betmen saya bukan feminin doong tapi maskulin *singsingkan lengan pamerin otot* 

Friday, January 27, 2017

Rasakan Sensasi Nglathak yang Beda!



Nglathak di tengah kota
Hai Bundas, 

Beberapa waktu lalu saya tiba tiba dijapri seorang sahabat ngajak ketemuan. Kalau kita ketemuan tuh saya berasa dicharge banget hahaha. Secara ketemuan sama dia itu ngobrolnya bisa menggali ide ide terpendam. Jelas dong saya iya-in. Mak Ecka Pramita namanya. Familiar? Iyaaa...namanya udah terpajang manis di artikel artikel Kartini.com. Eh ternyata doi ngajakin makan di salah satu warung milik sahabat kami juga. 

Buat saya ini kesempatan, karena dari dulu memang pengen banget nyobain tapi kok nyari waktu sama suami nggak pernah sempet. Sebenernya yang suka sate kambing tuh saya, suami agak nggak suka karena kadang bau dan tekstur daging kambingnya kurang cocok di lidah dan penciuman beliau. 

Sunday, January 22, 2017

Menjadi Muslimah Sukses Dunia Akhirat

Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat
Misi penciptaan manusia ada tiga yaitu, Beribadah kepada Allah (Q.S Adz Dzariyat 56), menjadi khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah 30), dan menjadi khoiru ummah (menjadi umat terbaik dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, Q.S Ali Imron 30). 


Tiga tujuan utama tadi mengawali talkshow "Muslimah Sukses Dunia Akhirat". Acara ini adalah semacam mini seminar dan kajian keputrian. Diselenggarakan oleh brand New Lactivers yang sekaligus juga memperkenalkan logo baru plus visi dan misi bisnis Lactivers yang baru. 


Baca: Tips memilih baju menyusui 

Buat saya kajian pembuka event ini sangat menarik, disampaikan oleh Ustadzah Diana Rahmawati seorang muslimah, konsultan pengembang dakwah Islam yang juga punya beberapa bisnis juga. Muslimah berbisnis? Kenapa enggak. Dalam rangkaian kajiannya ustadzah Diana juga menyampaikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh terkait seorang muslimah yang ingin juga berkecimpung di dunia bisnis.



Lalu sukses di dunia itu seperti apa? Yaitu ketika misi penciptaan manusia itu terwujud.



Sukses akhirat? Adakah ketika kaki menginjak surga, dicapai dengan mewujudkan misi penciptaan di dunia.



Sebelum mendengarkan kajian, supaya hati menjadi tenang, acara lancar, ada pembacaan ayat Al Quran yang bikin adem. 



Isi kajian lengkap ustadzah Diana bisa dibaca disini ya: 



Dalam kehidupan akan banyak pencarian. Dalam Al Quran manusia hidup misinya ada 3:


1. QS Ad Dzariat: 56 - Menyembah Allah
"Tidak kuciptakan manusia kecuali unuk menyembahku"
Harus menghamba kepada Allah, siap disuruh suruh oleh Allah. Begiu juga saat mengajarkan ke anak anak. Menjadi anak shalih sehingga saat baligh siap disuruh suruh Allah...

2. QS Al Baqarah: 30 - Menjadi Khalifah Fil Ardli
"Pemimpin di muka bumi". 
Manusia adalah makhluk paling sempurna, sehingga seharusnya menjadi pengatur bukan menjadi perusak. Sekarang banyak yang jadi perusak di muka bumi. Kekayaan alam habis, banjir, dan distribusi pangan yang kurang merata.

3. QS Ali Imran: 110 - Menjadi Khairul Ummah 
"Kalian umat terbaik yang diciptakan untuk manusia yang menyeru pada kebaikan  dan mencegah kemungkaran"

Tiga misi ini harus selalu nempel. Allah menciptakan dengan kita dengan tujuan yang sudah disebut diatas. Allah tidak ciptakan untuk cari makan. Ada yang kemaruk, duit dimana mana, makan sampai muntah muntah. Sementara masih ada yang kekurangan gak bisa makan. Problemnya adalah distribusi. Pemerintah yang baik akan mengatur distribusi dengan baik sehingga semua ummat sejahtera.

Untuk mencapai sukses akhirat adalah saat ini. Setelah mati ada alam akhirat, akan diputuskan kita layak masuk surga atau di neraka akibat perbuatan hari ini.

Diskusi kedudukan wanita dalam Al Quran

Wanita dalam AlQuran

Wanita dalam islam sangat sangat mulia. Tertu tidak sebatas sumur dapur kasur. Islam memuliakan wanita dengan syariatnya sampai sampai ada satu surat dalam AlQuran tentang wanita. 

Apa saja peran wanita menurut Quran?

1. Ummu wa robatul bait. Ibu dan pengatur rumah tangga.
Mendidik dan mengasuh anak anak dan menjadi madrasah pertama pengasuhan anak
2. Tidak boleh menjadi penguasa
3. Boleh bekerja atau beraktivitas di luar asalkan sesuai dengan hukum syara.

Perintah yang harus ditaati terkait diperbolehkannya wanita keluar rumah:  

1. Laki laki menundukkan pandangan (An Nur 30-31)
2. Merasa selalu diawasi oleh Allah.
3. Menjauhi perkara syubhat
(Pergi ke diskotik dihindari. Gak ada para pencari ilmu Islam di diskotik kan?) Syubhat itu sangat dekat dengan maksiat.
4. Islam mendorong para perjaka dan gadis untuk menikah. Yang belum menikah segera menikah. 
5. Memiliki sifat iffah (menjaga kehormatan) QS An Nur
6. Agar memilik sifat malu, mengenakan pakaian sempurna di kehidupan umum.

Wanita makhluk special.

Orang yang gak dekat sama Allah akan mencari cara gimana berbuat maksiat sama kita. Di kehidupan khusus bolah dandan dan mempercantik diri. Dalam kehidupan khusus hanya ada perempuan sesama wanita dan mahram.

Larangan:

1. Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua tanpa adanya mahram) tidak harus di tempat bertutup lho, saat orang butuh ijin untuk bergabung sama kita itu udah disebut berkhalwat, kalau sekedar menyapa boleh

2. Islam melarang tabaruj, An Nur 30 dan 31. Tabaruj berarti menampakkan perhiasan dan kecantikan terhadap yang bukan mahram. Contohnya adalah memakai wewangian berlebihan dengan tujuan menggoda kaum laki laki yang bertemu.

3. Islam melarang perbuatan yang dapat menunjukkan aspek sensualitas kewanitaannya. Bekerja berkreasi karena memiliki kemampuan itu boleh. Tapi jika memanfaatkan wajah cantik, molek, badan tinggi semampai, kulit putih, rambut lurus termasuk pekerjaan yang menunjukkan. Sensualitas. Contoh: penyanyi dangdut.

4. Melontarkan tuduhan tidak baik ke wanita suci. Aturan dibuat Allah untuk kenyamanan wanita. Wanita sangat suka mengomel, Daripada ngomelin anak dan suaminya, sebaiknya dipakai untuk berdakwah.

Aktivitas dunia selaras dengan misi akhirat

1. Visi dan misi bisnis kita.
Visi melangit adalah visi yang bisa diteruskan meski 100 tahun lagi saat kita sudah tidak ada masih berjalan. Visi dan misi yang baik adalah ketika kita meninggal anak turun kita yang melanjutkan. Misalnya sebuah misi untuk melahirkan generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia. Sampai terwujud generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia maka akan terus diusahakan untuk tercapai. Visi sangat penting supaya usaha ada energinya. 

2. Harus memahami Al Quwwah 
Al quwwah adalah dorongan kita untuk berbisnis. Ada 3 dorongan berbisnis yaitu: materi, insaniah, spiritual. Bisnis jika dorongannya sekedar dapat untung biasanya usia nggak panjang. Bila sekedar kemanuasiaan, ketika banyak lembaga serupa biasanya akan tutup.

Untuk dorongan spiritual harus karena Allah. Ingin berguna untuk ummah dan sebagai jalan dakwah, insyaAllah akan bertahan jangka panjang. 
Tidak perlu takut bersaing jika ada bisnis serupa, kalau kita percaya sama Allah dan menjalankan sesuai visi dan misi kita, insyaallah rejeki untuk kita tidak akan tertukar.

3. Bisnis berkah.
Ziadatul khoir, jika bisnis berkah akan membawa kita bertambah shalih. Sebelum visi tercapai nggak akan berhenti, terus berlangsung sampai tercapai

Bisnis terdiri dari tiga bagian: input, proses, output, yang ketiganya harus terikat hukum syara. Permodalan, llenis bisnis, jenis barang harus halal yang diperbolehkan Qur'an, aqad harus syar'i tidak boleh boleh mengandung riba. Sistem marketingnya tidak boleh menonjolkan sensualitas. 

4. Tawwakal
Proses sudah dilakukan, terserah Allah. Apakah bisnis akan menjadi besar atau segini gini aja. Allah maha tau. Jika kita sukses tetep nggak sombong, bangkrut juga gak stress. Allah pemilik segala sesuatu, Allah sangat baik. Kalau bangkrut pasti ada sesuatu. Mungkin memang itu ujian kita supaya bertambah taqwa.

5. Doa jangan sampai terlewat.
Sebesar apapun doa kita, kalo Allah berlum berkehendak ya belum jadi rejeki kita di dunia, bisa jadi dipending untuk diberikan di akhirat.

Kurang lebih itu isi materi dari Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat oleh Ustadzah Diana Rahmawati. Gimana? Ternyata saya juga masih harus banyak belajar dan introspeksi bisnis saya. Jika ada hal hal yang mungkin saya masih belum benar dalam menuliskannya, mohon masukan di komen ya Bundas :)

Salam Hangat
/Aya