Wednesday, February 15, 2017

#ObrolanKeluarga: "Speak Up" Keselamatan Pasien untuk Orang Tua



Hai Bunda,
Pengalaman menunggui Aisha selama kurang lebih 10 hari ini saya dapat banyak pelajaran. Apa apa saja yang perlu kita sebagai orang tua lakukan jika anak kita mendapatkan perawatan dari rumah sakit.

Ini adalah postingan ke #2 untuk #Selasa Bercerita #ObrolanKeluarga bareng Witri. Tema kali ini adalah "ketika anak sakit". Jangan lupa baca punya Witri yaaa

Tuesday, February 7, 2017

Wisata Alam Ramah Anak Bhumi Merapi


Hai haiii...sesuai janji saya kemarin, setelah mengulas sedikit tentang museum dirgantara sekarang saya pengen cerita juga tentang salah satu tempat wisata di Kaliurang namanya Bhumi Merapi. Sebelum baca yang ini, boleh juga loh baca postingan saya sebelumnya.


Ini juga merupakan postingan kolaborasi perdana saya dengan Diajeng Witri. Awalnya sih karena saya pernah ketemu Witri di salah satu event blogger, eh kok kayanya klik ngobrol sama ibu muda satu ini. Beneran muda loh umurnya cukup terpaut lumayan banyak dari saya tapi kami terlihat sama imutnya kan? Anyway, kita nanti tiap Selasa in Sha Allah akan posting Selasa Bercerita #ObrolanKeluargaDuaMamahMuda, jadi baca juga punya Witri 

Sunday, February 5, 2017

Berburu Dekorasi Shabby Chic

Shabby Chic
Bundas, 

Sudah 2 tahun terakhir saya jatuh cinta sama pernak pernik bernuansa shabby chic. Padahal kalau mau jujur, saya adalah anak yang tomboy (gak percaya ya udaaah #melengos ala Sule). Tapi entah kenapa kira kira setahun sebelum hamil Aisha saya kok mulai berubah lebih feminin. Dulu anti banget sama warna pink hahahah (buka kartu) tapi sejak ada Aisha saya kok jadi punya segala koleksian baju, sepatu, jacket dan pernak pernik Aisha warna pink. Lalu...pink bunga bunga aaaakkkk...kalau 3 tahunan lalu saya bisa bersin bersin alergi. 

Balik ke topik shabby chic. Kenapa suka shabby chic? Ya karena kalau suka betmen saya bukan feminin doong tapi maskulin *singsingkan lengan pamerin otot* 

Friday, January 27, 2017

Rasakan Sensasi Nglathak yang Beda!



Nglathak di tengah kota
Hai Bundas, 

Beberapa waktu lalu saya tiba tiba dijapri seorang sahabat ngajak ketemuan. Kalau kita ketemuan tuh saya berasa dicharge banget hahaha. Secara ketemuan sama dia itu ngobrolnya bisa menggali ide ide terpendam. Jelas dong saya iya-in. Mak Ecka Pramita namanya. Familiar? Iyaaa...namanya udah terpajang manis di artikel artikel Kartini.com. Eh ternyata doi ngajakin makan di salah satu warung milik sahabat kami juga. 

Buat saya ini kesempatan, karena dari dulu memang pengen banget nyobain tapi kok nyari waktu sama suami nggak pernah sempet. Sebenernya yang suka sate kambing tuh saya, suami agak nggak suka karena kadang bau dan tekstur daging kambingnya kurang cocok di lidah dan penciuman beliau. 

Sunday, January 22, 2017

Menjadi Muslimah Sukses Dunia Akhirat

Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat
Misi penciptaan manusia ada tiga yaitu, Beribadah kepada Allah (Q.S Adz Dzariyat 56), menjadi khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah 30), dan menjadi khoiru ummah (menjadi umat terbaik dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, Q.S Ali Imron 30). 


Tiga tujuan utama tadi mengawali talkshow "Muslimah Sukses Dunia Akhirat". Acara ini adalah semacam mini seminar dan kajian keputrian. Diselenggarakan oleh brand New Lactivers yang sekaligus juga memperkenalkan logo baru plus visi dan misi bisnis Lactivers yang baru. 


Baca: Tips memilih baju menyusui 

Buat saya kajian pembuka event ini sangat menarik, disampaikan oleh Ustadzah Diana Rahmawati seorang muslimah, konsultan pengembang dakwah Islam yang juga punya beberapa bisnis juga. Muslimah berbisnis? Kenapa enggak. Dalam rangkaian kajiannya ustadzah Diana juga menyampaikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh terkait seorang muslimah yang ingin juga berkecimpung di dunia bisnis.



Lalu sukses di dunia itu seperti apa? Yaitu ketika misi penciptaan manusia itu terwujud.



Sukses akhirat? Adakah ketika kaki menginjak surga, dicapai dengan mewujudkan misi penciptaan di dunia.



Sebelum mendengarkan kajian, supaya hati menjadi tenang, acara lancar, ada pembacaan ayat Al Quran yang bikin adem. 



Isi kajian lengkap ustadzah Diana bisa dibaca disini ya: 



Dalam kehidupan akan banyak pencarian. Dalam Al Quran manusia hidup misinya ada 3:


1. QS Ad Dzariat: 56 - Menyembah Allah
"Tidak kuciptakan manusia kecuali unuk menyembahku"
Harus menghamba kepada Allah, siap disuruh suruh oleh Allah. Begiu juga saat mengajarkan ke anak anak. Menjadi anak shalih sehingga saat baligh siap disuruh suruh Allah...

2. QS Al Baqarah: 30 - Menjadi Khalifah Fil Ardli
"Pemimpin di muka bumi". 
Manusia adalah makhluk paling sempurna, sehingga seharusnya menjadi pengatur bukan menjadi perusak. Sekarang banyak yang jadi perusak di muka bumi. Kekayaan alam habis, banjir, dan distribusi pangan yang kurang merata.

3. QS Ali Imran: 110 - Menjadi Khairul Ummah 
"Kalian umat terbaik yang diciptakan untuk manusia yang menyeru pada kebaikan  dan mencegah kemungkaran"

Tiga misi ini harus selalu nempel. Allah menciptakan dengan kita dengan tujuan yang sudah disebut diatas. Allah tidak ciptakan untuk cari makan. Ada yang kemaruk, duit dimana mana, makan sampai muntah muntah. Sementara masih ada yang kekurangan gak bisa makan. Problemnya adalah distribusi. Pemerintah yang baik akan mengatur distribusi dengan baik sehingga semua ummat sejahtera.

Untuk mencapai sukses akhirat adalah saat ini. Setelah mati ada alam akhirat, akan diputuskan kita layak masuk surga atau di neraka akibat perbuatan hari ini.

Diskusi kedudukan wanita dalam Al Quran

Wanita dalam AlQuran

Wanita dalam islam sangat sangat mulia. Tertu tidak sebatas sumur dapur kasur. Islam memuliakan wanita dengan syariatnya sampai sampai ada satu surat dalam AlQuran tentang wanita. 

Apa saja peran wanita menurut Quran?

1. Ummu wa robatul bait. Ibu dan pengatur rumah tangga.
Mendidik dan mengasuh anak anak dan menjadi madrasah pertama pengasuhan anak
2. Tidak boleh menjadi penguasa
3. Boleh bekerja atau beraktivitas di luar asalkan sesuai dengan hukum syara.

Perintah yang harus ditaati terkait diperbolehkannya wanita keluar rumah:  

1. Laki laki menundukkan pandangan (An Nur 30-31)
2. Merasa selalu diawasi oleh Allah.
3. Menjauhi perkara syubhat
(Pergi ke diskotik dihindari. Gak ada para pencari ilmu Islam di diskotik kan?) Syubhat itu sangat dekat dengan maksiat.
4. Islam mendorong para perjaka dan gadis untuk menikah. Yang belum menikah segera menikah. 
5. Memiliki sifat iffah (menjaga kehormatan) QS An Nur
6. Agar memilik sifat malu, mengenakan pakaian sempurna di kehidupan umum.

Wanita makhluk special.

Orang yang gak dekat sama Allah akan mencari cara gimana berbuat maksiat sama kita. Di kehidupan khusus bolah dandan dan mempercantik diri. Dalam kehidupan khusus hanya ada perempuan sesama wanita dan mahram.

Larangan:

1. Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua tanpa adanya mahram) tidak harus di tempat bertutup lho, saat orang butuh ijin untuk bergabung sama kita itu udah disebut berkhalwat, kalau sekedar menyapa boleh

2. Islam melarang tabaruj, An Nur 30 dan 31. Tabaruj berarti menampakkan perhiasan dan kecantikan terhadap yang bukan mahram. Contohnya adalah memakai wewangian berlebihan dengan tujuan menggoda kaum laki laki yang bertemu.

3. Islam melarang perbuatan yang dapat menunjukkan aspek sensualitas kewanitaannya. Bekerja berkreasi karena memiliki kemampuan itu boleh. Tapi jika memanfaatkan wajah cantik, molek, badan tinggi semampai, kulit putih, rambut lurus termasuk pekerjaan yang menunjukkan. Sensualitas. Contoh: penyanyi dangdut.

4. Melontarkan tuduhan tidak baik ke wanita suci. Aturan dibuat Allah untuk kenyamanan wanita. Wanita sangat suka mengomel, Daripada ngomelin anak dan suaminya, sebaiknya dipakai untuk berdakwah.

Aktivitas dunia selaras dengan misi akhirat

1. Visi dan misi bisnis kita.
Visi melangit adalah visi yang bisa diteruskan meski 100 tahun lagi saat kita sudah tidak ada masih berjalan. Visi dan misi yang baik adalah ketika kita meninggal anak turun kita yang melanjutkan. Misalnya sebuah misi untuk melahirkan generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia. Sampai terwujud generasi pemimpin, pembangun peradaban mulia maka akan terus diusahakan untuk tercapai. Visi sangat penting supaya usaha ada energinya. 

2. Harus memahami Al Quwwah 
Al quwwah adalah dorongan kita untuk berbisnis. Ada 3 dorongan berbisnis yaitu: materi, insaniah, spiritual. Bisnis jika dorongannya sekedar dapat untung biasanya usia nggak panjang. Bila sekedar kemanuasiaan, ketika banyak lembaga serupa biasanya akan tutup.

Untuk dorongan spiritual harus karena Allah. Ingin berguna untuk ummah dan sebagai jalan dakwah, insyaAllah akan bertahan jangka panjang. 
Tidak perlu takut bersaing jika ada bisnis serupa, kalau kita percaya sama Allah dan menjalankan sesuai visi dan misi kita, insyaallah rejeki untuk kita tidak akan tertukar.

3. Bisnis berkah.
Ziadatul khoir, jika bisnis berkah akan membawa kita bertambah shalih. Sebelum visi tercapai nggak akan berhenti, terus berlangsung sampai tercapai

Bisnis terdiri dari tiga bagian: input, proses, output, yang ketiganya harus terikat hukum syara. Permodalan, llenis bisnis, jenis barang harus halal yang diperbolehkan Qur'an, aqad harus syar'i tidak boleh boleh mengandung riba. Sistem marketingnya tidak boleh menonjolkan sensualitas. 

4. Tawwakal
Proses sudah dilakukan, terserah Allah. Apakah bisnis akan menjadi besar atau segini gini aja. Allah maha tau. Jika kita sukses tetep nggak sombong, bangkrut juga gak stress. Allah pemilik segala sesuatu, Allah sangat baik. Kalau bangkrut pasti ada sesuatu. Mungkin memang itu ujian kita supaya bertambah taqwa.

5. Doa jangan sampai terlewat.
Sebesar apapun doa kita, kalo Allah berlum berkehendak ya belum jadi rejeki kita di dunia, bisa jadi dipending untuk diberikan di akhirat.

Kurang lebih itu isi materi dari Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat oleh Ustadzah Diana Rahmawati. Gimana? Ternyata saya juga masih harus banyak belajar dan introspeksi bisnis saya. Jika ada hal hal yang mungkin saya masih belum benar dalam menuliskannya, mohon masukan di komen ya Bundas :)

Salam Hangat
/Aya

Saturday, January 21, 2017

Tips Memilih Baju Menyusui

Nyaman saat menyusui

Hamil dan menyusui itu jadi momen paling indah karena memang momen istimewa. Cuma kadang memang momen hamil dan menyusui ini bikin saya suka mager alias males gerak. Mager dalam artian saya jadi males kemana mana. Bumil dan busui itu bawaannya gerah dan gak nyaman, ukuran badan udah oversize, baju baju kekecilan, gampang gerah, belum lagi kalau harus menyusui di depan umum jadi ribet bawaannya. 

Kemarin Selasa saya dapet kesempatan untuk ikut launching brand baru Lactivers, gamis yang dalam visi dan misi duo foundersnya ingin mensupport ibu ibu menyusui, menjadi bagian istimewa pada siklus kehidupan perempuan. 

Diawali dengan mendengarkan pembacaan AlQuran, lalu dilanjutkan sambutan dari bapak Muhammad Herbowo BOD lactivers. Sebagai seorang suami, beliau punya kegelisahan. Karena istri kalau diajak pergi pergi ketika masih dalam masa menyusui suka ribet. Mau gak diajak kasian, kalau diajak juga kasian. Jadi dengan adanya baju menyusui syar'i dari Lactivers, sekarang merasa dimudahkan untuk bisa mengajak keluar istri karena istri juga tetap nyaman, bajunya elegan dan tetap syar'i.

Acara selanjutnya adalah kajian dari Ustd. Diana Rahmawati. Beliau menjelaskan tentang tujuan manusia diturunkan di muka bumi. Misi penciptaan manusia ada tiga yaitu, Beribadah kepada Allah (Q.S Adz Dzariyat 56), menjadi khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah 30), dan menjadi khoiru ummah (menjadi umat terbaik dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, Q.S Ali Imron 30). Ustd. Diana juga menyampaikan bahwa Islam memperbolehkan seorang muslimah untuk membawa manfaat lebih bagi ummat, dan melakukan bisnis selama tidak melanggar hukum syara dalam AlQuran. Kajian lengkap ustd. Diana ada di postingan selanjutnya yaaa

Baca: Kajian Muslimah Sukses Dunia Akhirat


Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat
Usai kajian, ada sesi perkenalan dan sejarah brand New Lactivers dengan duo foundernya. Perkenalan pertama adalah dengan mba Novriana Dyah Puspitasari yang dipanggil mba Pipit, seorang lulusan sarjana psikologi UGM. Mba Pipit sudah sangat concern dengan baju menyusui sejak 2012. Beliau menemukan brand Lactivers dan mendesain baju baju menyusui lalu memasarkannya. Lactivers asalnya dari laktasi, produk laktasi lovers. Visi Misi pertama kali saat membuat brand Lactivers adalah menampik anggapan bahwa menyusui itu susah. Memang diakui mba Pipit banyak hambatan yang membuat ibu enggan menyusui seperti; kurangnya  komunitas dan dukungan terutama dari lingkungan. Lactivers diharapkan mba Pipit menjadi satu komunitas yang bisa memberi dukungan kepada ibu ibu menyusui untuk bisa Istiqomah dengan aktivitas menyusui selama 2 tahun. Baju baju Lactivers kreasi mba Pipit tahun 2012 baru seputaran atasan dan tunik tunik.

Menurut mba Pipit, sebenarnya lumayan ribet juga ya kalau muslimah harus pakai baju dobel dobel dan kurang praktis dengan baju atasan atau tunik. Kondisi ini membuat mba Pipit sempat vakum mengerjakan bisnisnya. Akhirnya mba Pipit bertemu dengan mba Tria.

Mba Tria Meriza adalah seorang sarjana komunikasi yang sudah memulai bisnis properti sebelum menggandeng mba Pipit di bisnis gamisnya ini. Salah satu bisnisnya adalah Simply Homy. Menurut cerita mba Tria, seharusnya bisnis properti itu akan lebih potensial untuk berkembang, tapi kok bisnis mba Tria dirasakan stagnan. Keuntungan lebih banyak "menguap". Akhirnya mba Tria selama 5 tahun terakhir belajar lagi mendalami agama Islam dan berkomitmen untuk menjalankan bisnis sesuai dengan aturan Islam. Semenjak itu, semua akad bisnis mba Tria diperbaiki. Bertemu dengan mba Pipit, akhirnya mba Tria dan mba Pipit berkolaborasi untuk menjalankan bisnis gamis menyusui syar'i dan menyempurnakan "Lactivers" menjadi brand baru dengan logo baru juga. 


Brand New Lactivers
Sebagai seorang ibu menyusui, buat saya Lactivers ini jelaaaas manfaat banget. Lactivers adalah gamis yang didesain untuk muslimah yang ingin tampil syar'i dan nyaman saat menyusui. Misi Lactivers adalah memberikan dukungan nyata untuk membangun ikatan terbaik di 100 hari pertama di kehidupan baru serta ambil bagian dalam menguatkan hubungan kasih antara ibu dan anak. 

Pas pertama kali lihat model gamis dan warna warnanya, ow jelas saya kepincut. Ngak kelihatan kaya gamis menyusui loh, cakeeep dan elegan. Ada 2 macem gamis yang ditawarkan Lactivers yaitu Gamis Basic yang bahannya rayon dan Gamis Mahira yang bahannya balotelli. 

Lactivers Mahira dan Basic


Setelah saya coba dan saya pakai jalan jalan sama Aisha dan suami, wiiih...beneran loh nyaman banget. Ini yang saya jadikan pertimbangan saat memilih baju menyusui: 

1. Ada lubang rahasia untuk menyusui

Nah "jendela" ini memungkinkan bunda menyusui tanpa harus "menumpahkan" seluruh isi "botol" jadi, aurat tetep terjaga. Di gamis Lactivers ada akses menyusui yang memudahkan kita tanpa buka kancing atau ritsleting. Untuk Basic tinggal tarik di samping dan untuk Mahira tarikannya di bagian bawah dada.
Akses menyusui mudah
2. Cuttingnya nggak membentuk lekuk badan. 

Saat ini saya cukup mempertimbangkan model gamis. Karena gimanapun juga kalau ingin benar benar menutup aurat, perintah Allah adalah pakaian tidak membentuk lekuk badan. Terus kalau bahan kaos rayon gimana?


Lactivers Basic Mint
Meskipun bahannya kaos, untuk Gamis Basic kalau dikenakan itu bikin efek lebih langsing! Aaah idolaaak banget deh. Selain itu, ketika dipakai nggak nyeplak badan karena bagian bawah juga dibuat rimpel rimpel. Cantik pokoknya...

3. Wudhu friendly.

Ini penting banget loh, ibu ibu dengan anak balita kan pengennya bisa gerak cepat #itusayadeng. Bagian lengannya untuk yang basic ada karetnya, sementara yang Mahira berbentuk manset. Untuk yang basic, ujungnya pakai karet, jadi sekali tarik langsung deh bisa wudhu.

4. Kainnya kualitasnya bagus.

Kalau beli pakaian kan pengen yang awet ya. Kain kaos dari gamis basic ini enak bangeet. Buat ibu menyusui kan butuh baju yang nyaman ya, karena bahannya kaos, bisa menyerap keringat. Oh iya, sering kan ya kalau abis dicuci suka mengkerut atau melar baju berbahan kaos itu? Ini enggak! Beneran. Masih sama dengan bentuk aslinya. Saya suka saya suka!

5. Warna warninya pastel cantik cantik.

Karena ibu menyusui usianya sekitar 23-35 tuh kudu pakai warna warna kekinian. Saya kebetulan suka warna warna pastel, jadi liat gamis ini berasa ratjun.  Pilihannya ada banyak warna loh, dan Lactivers juga tiap bulan akan berinovasi mengeluarkan model model baru. Waah jadi pengen selalu mantengin web nya lactivers nih.


Kembaran warna mint sama Aisha
6. Modelnya everlasting.

Ih, apa sih eveasting, emang love song 😜😜😜ini baju setelah hamil dan menyusui masih bisa dipakai buat baju pergi pergi ternyata, soalnya modelnya dipakai casual bisa, semi formal dan formal juga bisa.

Nah itu beberapa pertimbangan saya memilih baju menyusui, Bundas. Ada yang punya pertimbangan lain? Atau ada yang pernah cobain gamis Lactivers ini? Yuk boleh tulis di komen yaaa...

Love, 
/Aya

Thursday, January 12, 2017

Tips Mengantongi Izin dari Suami



Bundas,
Beberapa teman banyak yang tanya saat melihat timeline saya yang isinya banyak ngumpul sama teman teman. Sebagai seorang Oriflamers, ngumpul ngumpul sama partner bisnis itu wajib hukumnya hahaha...namanya juga kerjaan.

Nah tapi, kalau keluar untuk berkomunitas, kumpul kumpul sama sahabat, kan ini sebenernya bukan hal wajib ya? *jadi wajib kalau saya mulai "gila"* ini part of me time saya juga sebenernya siih :) me and my friends jadinya :D

Setelah kemarin saya posting ajian anti baper, banyak yang lalu minta tips tips seputar rumahtangga hahahah 

Baca: 10 Tips Anti Baper

Kali ini saya mau sharing tips ala saya untuk mengantongi ijin suami supaya bisa ngumpul syantieks sama sahabat di komunitas. 

1. Suami melarang= tanda sayang

Yakinkan dulu sama diri sendiri bahwa saat suami kita melarang itu berarti mereka sayang sama kita. Biasanya para cowok amat sangat ingin melindungi wanita yang dicintainya *tsah, kibasjilbab. Jadi, jangan pasang muka beruk (aiihh muka beruk) kalau suami geleng geleng dengan permintaan kita yang sudah mengiba iba untuk pergi. Ambil sisi positif dulu, berarti suami sangat care dan gak pengen kita kenapa kenapa. 


Kumpul sama teman blogger

2. Komunitas Positif

Yakinkan bahwa kita pergi sama orang orang yang memang memberi dampak positif di hidup kita. Saya sih sering cerita cerita tentang teman saya di komunitas, tentang sahabat sahabat sekolah atau kuliah saya, tentang orang orang yang menginspirasi. Jadi saat kita minta ijin untuk keluar sama orang orang itu, suami nggak merasa asing. Bilang juga sama suami bahwa orang orang ini yang bisa bikin kita fresh lagi, biar kita nggak uring uringan terus. Enak kan kita cuma minta diijinin jalan sama temen temen, makan gak nyampe 2 lembar ceban, daripada kita suruh suami bikinin candi? #eaaa...emangnya Roro Jongrang

Komunitas Ibu Ibu Jogja

Kumpul sama sahabat yang inspiratif

3. Baik baikin suami biar leleh

Nah step ketiga, selain kita udah bilangnya jauh jauh hari alias gak dadakan, selama menjelang pergi itu kudu jaga mood nya suami hohoho. Jangan sampai beliau berubah pikiran karena moodnya ilang *garis bawah ya, ini penting*. Suweerrr!. Service kudu excellent. Makin sering pergi berarti baik baikinnya kudu tiap hari yaaaa....hahahha. Sebenernya ini kan udah kewajiban juga, pokoknya bikin kita enak dipandang, nyaman disandang, cantik dilirik, baik dan selalu eksotik *halah ngepas pasin 

4. Siapkan semua keperluan anak anak dan suami sebelum pergi

Pas hari H pastikan kita meninggalkan suami dan anak anak dalam kondisi logistik penuh, sudah bersih dan wangi, rumah juga rapih jali. Saya pribadi nggak bisa janji buat berangkat pagi, ya itu sih, karena hati suami harus legowo melepas kepergian kita dengan senyum manis. Kalau masih acakadul ya wassalam saja bisa dapet ijin keluar.

5. Sempatkan berkabar

Selama aktivitas kita, sempatkan untuk memberi kabar suami, menanyakan kondisi rumah seperti apa. Have fun bukan berarti kita melupakan  yang di rumah loh ya. Kadang ucapan seperti "Anak anak baik baik aja, Ayah?" atau " Wait ya, ini bentar lagi selesai kok. See you" buat saya cukup ampuh untuk meredakan ketegangan suami mengurus anak di rumah. 

6. Berikan ide aktivitas tanpa kita.

Buat saya pribadi, anak anak cowok tampaknya lebih happy main sama ayahnya. Suami yang notabene suka travelling dan hiking seneng dong ya kita kasih kesempatan untuk "Boys Time" tanpa teriakan histeris emaknya. Mereka lebih bebas bermain dan berekspresi tanpa bunda yang selalu gatel ngelarang ini itu. Sering loh, saya buka whatsapp dan tiba tiba dapat kiriman foto suami dan anak anak di negeri antah berantah, tempat yang saya pun belum pernah menjejakkan kaki disitu *laluenvy.

Boys time di Goa Selarong (tanpa saya)
7. Jangan ngeluh

Kebiasaan ayahnya Shoji suka nanyain, "Gimana tadi? Seru?" 
Dan jawaban saya pasti penuh keceriaan dan bisa cerita sampai berbusa busa. Suami sih biasanya senang, karena refreshing saya murah meriah euyyy. 

Kebayang gak pulang dari acara trus kita marah marah gak karuan 

"Ah, tadi tau gitu nggak berangkat"; 
"Capek banget niih, disana malah kepanasan, Aisha rewel, gak lagi lagi deh". 

Kalau sampai ngomong begitu, dijamin! Dijamin besokannya kita nggak bakalan diijinin keluar lagi. Niatnya buat refreshing malah bikin kita makin butek. Tentu saja suami bakalan mikir 2x untuk kasih ijin.

8. Tanyakan Kondisi Selama Kita Nggak Ada

Kalau udah pulang dan sampai di rumah, langsung peluk anak anak dan berikan waktu untuk melepas kangen. Pun dengan suami ya. Tanyakan " Gimana tadi, so far so good?" 
Dengarkan dulu laporan dari suami dan ladeni cerita anak anak yang ingin berbagi cerita sama kita. Hape ditaruh dulu sebentar boleh laah...biar sama sama nyaman.

9. Bawakan Oleh Oleh

Oleh oleh itu salah satu hal yang menyenangkan buat anak anak, pun juga suami. Jangan salah lho, suami saya termasuk yang suka dikasih oleh oleh sama istrinya. 

Oleh oleh nggak harus berupa sesuatu yang mahal atau gimana gimana.  Sekedar cemilan untuk dinikmati bareng sesampai kita di rumah sudah bikin mereka bahagia kok. Voucher ngopi atau jalan jalan dari goodiebag juga mau #ehh. Apalagi kalau sebelum kita pergi sudah dipesenin anak anak barang atau makanan tertentu. Meski nanti risiko saat kita sampai, yang disambut duluan adalah tas plastik kresek bawaan kita dan bukan kita #hayatisedihbang.

10. Baik Baikin Suami (LAGI)

Nah, pulang dari pergi, pasti kan suami capek tuh ikut bantu handle anak anak. Kalau saya biasanya langsung saya tawarin, "Mau dibikinin teh apa kopi?" atau bikinin cemilan yang cepet masaknya misal roti bakar atau jamur crispy gitu hahaha... Tinggal goreng goreng doang, anget anget dimakan bareng bareng. Atau juga oleh oleh makanan kecil yang sempet kita beli. Biasanya sih suami yang kecapekan bisa sumringah lagi.

11. Kalau Mentok?

Nah, kalau misal udah melakukan 10 hal diatas namun kemudian tetep gak dapet ijin keluar yaaa.... Ikhlaskan saja hohoho. Karena kalau di agama Islam memang ridho suami adalah ridho Allah. Kalau suami gak ridho, masak mau maksa ridho Roma #ehh 

Dan intinya sih tetep baik baikin suami sambil didoain terus supaya tersentuh hatinya #eaa...

Yak, kiranya 11 tips dari saya cukup lah ya? Masih kuraaaaang? Hahaha...nanti saya tak cari wangsit duluk. 

Jadi istri dan ibu itu nggak mudah. Tapi jadi istri ideal buat semua itu nggak bisa. Jadi istri yang paling pas aja buat suami masing masing kan sandal jepit pasangannya emang cuma satu, dipasangin sama yang lain model juga gak serasi toh. Selamat menjadi istri yang bahagia yaaa...

Salam
/Aya