Thursday, March 23, 2017

Indahnya Saat Menyusui

Momen Menyusui Aisha
Ketika akan menjadi ibu, biasanya apa sih yang kita persiapkan benar benar? Ketika saya tau bahwa saya hamil, dalam bayangan saya adalah proses kehamilan yang nyaman dan proses menyusui. Dua hal ini kaya Upin dan Ipin, gak ada salah satu kaya ilang greget. Korelasi antara hamil dan menyusui seolah nggak bisa dipisahkan ya. Apalagi untuk Muslim sendiri ada perintah untuk menyempurnakan penyusuan hingga 2 tahun lamanya. Saya jadi throwbacktime ingat ingat lagi jaman awal saya menyusui Shoji maupun Rey. Boleh yaa nostalgia sedikit.

Suatu hari...dikala kita duduk di tepi pantai...
Eh yang tiba tiba ngelanjutin nyayik berati Anda tua (seumuran sama saya) #GimikMenjebak

Shoji lahir secara SC. Waktu itu dikarenakan proses kala 2 yang amat sangat lambat. 36 jam tidak juga bukaan lengkap membuat saya cukup khawatir atas keadaan Shoji. Akhirnya Shoji memilih keluar lewat jendela, lahir di meja operasi. 

Tuesday, March 14, 2017

Kerja Ngajak Anak Yay or Nay?

Kerja Ngajak Anak Yay or Nay?
Hai Bundas, 
Maafkan atas keterlambatan postingan #selasabercerita #obrolankeluarga saya dan Witri yaa...ada banyak hal yang membuat kami harus beradaptasi. Witri sedang dapat ponakan baru dan saya harus ke luar kota untuk sesuatu hal. 


Oh iya, Minggu ini kami sepakat untuk membahas mengenai topik membawa anak bekerja. Well, untuk Witri, bekerja jam 07.15 tsampai 13.10 itu pekerjaan formal dan resmi, berbeda dengan saya yang menjalankan bisnis Independent dan sebagai seorang blogger. Banyak postingan berseliweran tentang YES or NO membawa anak saat bekerja, dan jawaban saya adalah....tergantung hehehe....

Jangan lupa baca punya Witri yaaa


Kenapa tergantung? Ya, jujur aja saya juga termasuk sering membawa anak saat bekerja. Tapi kadang juga jika memang memungkinkan akan saya tinggalkan jika memang eyang utinya tidak berkeberatan dititipi. 

Saturday, March 11, 2017

Aisha di acara Michael Tjandra Luar Biasa

Aisha dan kakak Michael Tjandra
Bundas, 
Beberapa waktu lalu saya dan keluarga dikejutkan dengan sebuah pesan yang dikirim lewat messenger FB. Dari bapak Suparjo, memperkenalkan dirinya dari team RTV. Saya ditelpon untuk kesediaannya hadir di acara Michael Tjandra Luar Biasa. 

Saya ini apalah, sisa saos di piring bekas french fries. Kata beliau, beliau membaca profil saya yang pernah masuk ke majalah Kartini.co.id


Awalnya sempat galau, antara tidak percaya tapi juga senang luarbiasa. Tidak percaya karena sungguh kami merasa bukan apa apa. Kalaulah terlihat hebat, sesungguhnya Allah yang sedang menutup aib kami. Kalau terlihat kuat, sesuangguhnya Allah Subhanahu Wata'ala yang menitipkan kekuatan dariNya kepada kami. Tapi senang karena ada beberapa pesan yang ingin kami sampaikan kepada semua keluarga dengan anak istimewa di luar sana in Sha Allah bisa tersampaikan lewat acara ini


Photo Courtesy: Papa Markus (Pedagogia)

Quote di atas dalam banget artinya buat saya. Yang membunuh impian anak anak bukan orang lain, tapi yang paling berpengaruh adalah orangtua mereka. Berawal dari beberapa inbox ke saya yang curhat bahwa anaknya terdiagnosa epilepsi dan orang tua merasa "tidak mampu menerima" kondisi tersebut. Epilepsi memang penyakit dengan stigma yang negatif, ini yang mungkin membuat banyak orang tua yang memilih menutup dan berdiam diri. Padahal anak anak butuh sekali perawatan untuk mengoptimalkan potensi terbaik mereka. 

Akhirnya setelah diskusi dengan suami, suami setuju dan mengiyakan. Jadwal dari RTV tadinya adalah awal Februari, ternyata Aisha malah masuk rumah sakit karena harus terapi gancyclovir. Alhamdulillah mas Suparjo mau reschedule ulang jadwal taping di rumah dan saya saat beraktivitas. 

Baca: Terapi Gancyclovir Aisha


Thursday, March 9, 2017

Terapi Gancyclovir Aisha

Terapi gancyclovir
Bundas,
Menindaklanjuti hasil test darah Aisha yang positif CMV, Jumat sore awalnya kami bermaksud sekedar kontrol ke dokter. Ternyata kami berkesempatan bertemu drngan Prof. Sunartini, dokter jaga di poli neurologi syaraf hari itu. Setelah diperiksa dan dapat approval Prof. Sunartini, Aisha langsung dapat protokol terapi gancyclovir. Kata dokter residen, Aisha beruntung bisa langsung bertemu Prof Sunartini, diskusi dan diapprove untuk masuk ruang opname langsung. Karena tunggu ruangan di Sardjito itu kata teman teman lumayan susah dan jatah antriannya panjang. Alhamdulillah Allah sayang sama Aisha, jadi dikasih kemudahan.

Padahal sebelumnya saya udah ada omong omong sama mas Suparjo dari RTV menyanggupi jadwal taping salah satu episode di acara Michael Tjandra Luar Biasa

Baca: Aisha di Acara Michael Tjandra Luar Biasa

Di bangsal anak, saya diberi penjelasan terkait tata tertib di ruang perawatan. Karena Aisha masuk untuk gancyclovir, maka butuh perawatan steril dan gak boleh dijenguk. Kalau ada yang jenguk harus di luar kamar, karena dikhawatirkan ada yang mencium dan nguyel uyel hehehe.
Setiap kali sebelum membuang pampers, saya harus menimbang dulu pampers Aisha supaya bisa dihitung cairan yang keluar lewat urine. Begitu juga facesnya. Ini untuk melihat fungsi ginjalnya baik atau tidak.

Thursday, February 23, 2017

Berangkat dan Pulang Kampus GRATIS pakai Uber

Jogja Campus free week

Hai Bundas, 
Berbagi cerita yaa di postingan ini. Sebagai seorang istri mahasiswa yang melanjutkan kuliah lagi (ngarep saya yang lanjut sih sebenarnya hahaha) ternyata baru sadar kalau banyak sekali fasilitas yang istimewa untuk pelajar dan mahasiswa terutama di Jogja ini ya. Namanya juga kota pelajar, jadi seolah olah pelajar dan mahasiswa itu jadi anak emas di kota ini. 


Jogja Campus Free Week
Kemarin saya juga dapat undangan blogger gathering dari UBER di Agenda Kafe, kebetulan acaranya lumayan dekat dan waktunya juga pas, saya memutuskan untuk berangkat. Kenapa tertarik ikutan? Karena eh karena tempat gatheringnya adalah lokasi salah satu scene di film AADC yang bintang utamanya adalah Aa' Nicholas Saputra dan Mba Dian Sastro (ealaah...manggilnya kaya tetangga beda kampung) Intinya sih penasaran juga. 
Saya berangkat diantar sama adik saya, agak terlambat tapi (selalu ada waktu untuk) tetep poto potoan. Bagian lobby ada kolam renang dengan view seperti hutan kecil. Asri banget dengan 2 set meja kursi yang sengaja ditambahkan untuk mempercantik keseluruhan tema. 

Wednesday, February 22, 2017

#ObrolanKeluarga: Tentang Idealisme Pola Asuh Anak

Idealisme Pola Asuh Anak

Bundas,
Ada yang saat ini tinggal bersama orang tua? Bukan karena nggak ingin tinggal sendiri satu keluarga kecil, tapi lebih karena tanggungjawab menjaga orang tua? Gimana? Ada masalah mendasar yang sering bikin baper kah? Banyak cerita dari teman saya yang tinggal bersama orang tua merasakan perbedaan pola asuh dari kita dan orang tua kita ke anak.

Keluarga kecil kami kebetulan tinggal berbeda rumah dengan Uti Kakung dan Nenek. Uti Kakung tinggal di Jogja, sekitar 20 menit dari rumah tinggal kami di Bantul. Sementara Nenek (ibu dari suami) tinggal di Cupak, Solok, Sumatera Barat. Kalau Nenek berkunjung, anak anak luarbiasa senang, karena biasanya kalau ada nenek adalah waktunya jalan jalan dan beli mainan. Sementara Kakung Uti adalah tempat singgah paling memungkinkan jika Aisha perlu terapi dan kami harus ke Jogja.

The Salfarinos
Nah, postingan kali ini saya dan Mak Witri akan membahas soal pola asuh anak. Saya dulu berpikir kalau anak saya sedang berkunjung ke rumah Kakung Utinya, maka pola asuh yang diterapkan akan kurang lebih sama dengan saat beliau beliau mengasuh saya jaman kecil. Ternyata enggak loh 😭😭😭

Wednesday, February 15, 2017

#ObrolanKeluarga: "Speak Up" Keselamatan Pasien untuk Orang Tua



Hai Bunda,
Pengalaman menunggui Aisha selama kurang lebih 10 hari ini saya dapat banyak pelajaran. Apa apa saja yang perlu kita sebagai orang tua lakukan jika anak kita mendapatkan perawatan dari rumah sakit.

Ini adalah postingan ke #2 untuk #Selasa Bercerita #ObrolanKeluarga bareng Witri. Tema kali ini adalah "ketika anak sakit". Jangan lupa baca punya Witri yaaa