Saturday, December 3, 2016

Selamat Hari Difabel Internasional dari Aisha



Ini adalah kisahmu, Aisha...
Kutatap lekat mata bulat itu. Pipi gembulmu seolah olah mengundang bibir bunda mendaratkan ciuman disana. Perlahan lahan bunda menggelar sajadah dan memasang mukena. Ya, agar kau tak menyadari kehadiran bunda masuk ke kamar.

Sudah 14 bulan berjalan, Sayang. Dan rasanya masih baru kemarin semua bermula. Di empat belas bulan usiamu ini ada kejutan kejutan manis yang akhirnya bunda dapatkan juga.

Baca: Test Elektroensefalogram Aisha

Baru Minggu kemarin bunda mencoba menaruhmu di stroller, sebelum sebelumnya dirimu langsung mendongak dongak dan berontak. Kepala sudah langsung ada di pinggang seperti huruf C. Kamu cuma nyaman kalau digendong bunda...
Iya, cuma bunda. Bukan Ayah saat dirumah, bukan Uti saat kita berkunjung ke rumah Uti. Sampai badan Bunda pegal pegal karena kamu nggak mau ditaruh...


Tapi kejutan manis kamu berikan beberapa hari lalu. Bunda menaruhmu di stroller dan kamu mau duduk tenang bersandar sambil kepalamu diganjal guling. Terimakasih Aisha...itu sangat membahagiakan buat bunda...

Lalu kamu beri kejutan manis lagi ke Bunda, biasanya kalau Aisha makan sambil digendong, Aisha nggak mau menelan makanan. Makanan yang semi cair itu mengalir tanpa rasa bersalah keluar dari bibir mungilmu. Bunda harus buru buru mengambil lap dan membersihkan bekas makanan yang tersisa. Dari suapan pertama hingga kelima masih begitu. Dan baru lima suap Aisha langsung tutup mulut. Tapi beberapa hari lalu, saat duduk manis di Stroller bunda coba menyuapimu.

Alhamdulillah... Bubur butternut pumpkin yang bunda kukus dan lumatkan sukses kamu cecap lalu telan....habis seperempat mangkuk kecil naaak....bunda nggak habis habis bersyukur.

Hari berikutnya bunda coba melumatkan bubur kacang hijau diberi kuah santan. Aisha juga mau habiskan satu porsi seperempat mangkuk bayi.

Obat obatnya Aisha
Bunda mulai berkaca kaca Aisha, bunda senang Aisha mau kerjasama. Kalau Aisha mau makan, bunda nggak khawatir lagi menyiapkan obat untuk Aisha. Bunda sedih kalau Aisha gak mau makan, perut Aisha kosong, nanti obatnya bikin lambung Aisha sakit 😭😭😭

Kata mba Hikmah (yang bantu terapi aisha) itu obatnya lumayan keras, giginya bisa jelek kalau rutin konsumsi obat itu. Obatnya namanya Ikalep, Sha. Itu obat anti kejang yang harus rutin Aisha minum 2 ml sekali minum tiap 12 jam.

Tadi bunda sempat khawatir, Aisha tersedak waktu minum obat. Sepertinya obatnya masuk saluran nafas. Aisha keliatan susah sekali bernafas 😭😭😭. Lalu bunda merasa bersalah. Bukan karena tiap hari bunda kasih Aisha obat, bikin bunda jadi ahli meminumkan obat ke Aisha. Aisha sudah mulai tau kalau bunda mau kasih obat, dan sering sekali Aisha menolak. Entah itu tutup mulut rapat rapat, kadang langsung disemburkan. Kadang bunda pikir Aisha sudah telan, ternyata Aisha langsung nengok kanan atau kiri dan ternyata obatnya keluar lagi. Bunda bingung, Sha. Sudah berapa mili obat yang masuk, dan berapa yang harus bunda tambah. Belum lagi kalau Aisha minum piracetam. Beberapa kali bunda takut banget Aisha tersedak sampai parah.  Tadi bunda sampai nangis saking takutnya. Bunda sepertinya harus belajar metode CPR yaaa supaya bisa bertindak cepat kalau Aisha tersedak obat lagi.

Aisha kesayangannya bunda. Sungguh Aisha anak yang gak sulit. Aisha bisa main sendiri saat menyadari kalau bunda nggak ada di sekitar Aisha. Kalau sudah denger suara bunda, atau cium bau bunda, Aisha pasti langsung merengek rengek. Gapapa Aisha, bunda tau kamu sudah bisa merasakan kehadiran bunda, nak. Itu kemajuan sekali loh...

Kadang Aisha bisa terkikik kikik tanpa sebab. Dan saat melihat senyummu itu, bunda luarbiasa bahagia nak...karena Aisha jarang sekali tersenyum. Bahkan saat bunda kasih mainan atau bikin wajah wajah konyol, Aisha tetep belum merespon.

Beberapa waktu lalu Aisha kasih kejutan indah buat bunda lagi. Bunda iseng kitik kitik pinggang Aisha. Ternyata Aisha terkikik dan tertawa!!! Ah, tawa itu...tawa surga naaak...

Juga saat bunda gelitik telapak kakimu... Kamu akan menggeliat geliat lucu 😄😄😄. Dan belum ada seminggu ini, saat Aisha nenen, udah mau pegang "botol"nya! Xixiix...soalnya biasanya Aisha pasrah aja sewaktu bunda sodorin. Aisha juga udah mulai bisa ngepasin dimana harus ngenyot, karena sebulan lalu, Aisha masih bingung kalau " botolnya" belum pas.

Aisha saat terapi
Dear Aisha sayang,
Terimakasih yaa sudah bikin banyak kebahagiaan yang Aisha ciptakan buat bunda. Aisha udah makin gede dan pintar.

Malam ini Aisha bisa bobok sendiri, sebelumnya miring kanan dan kiri, tau tau udah terlelap cantik...

Banyak doa tercurah untukmu, Aisha-ku...
Semoga Bunda bisa memberikan yang terbaik dari bunda buat Aisha. Ayah dan kakak kakak juga sayang banget sama Aisha. Gak sabar pengen ajak Aisha main lari larian bareng, atau main masak masakan, atau main apa saja deh...

Terus jadi sumber semangat kami yaaa cantiiikk

Selamat hari difabel Internasional (3 Desember) semoga kedepannya dunia semakin ramah untuk kita.

Oh iya, ini ada video edukasi tentang TORCH. Kemarin Tante Grace menghubungi bunda untuk ikut partisipasi. Karena barengan jadwal periksa Aisha, baru bisa ikut bantu bantu jadi make up artist di lokasi kedua.  Seneng banget akhirnya bisa make up in tante Gesi yang cantik ituuuh. Bahagia banget bisa berpartisipasi dalam pembuatan video ini. Ketemu juga sama tim kreatif dan juga Mama Arrya salah satu narasumber di video yang sangat menginspirasi. Semoga bermanfaat untuk banyak orang yaaaa...

Video courtesy: Rumah Ramah Rubella

Dari yang makin hari makin mencintaimu...

Bunda...

Friday, November 25, 2016

Gurat Senja, Fashion Diary Karya Anak Bangsa

Hai Bundas, 
Sebagai seorang wanita, tentunya pengen juga untuk mengikuti trend fashion terkini yaaa... Kali ini saya dapet kesempatan untuk meliput acara fashion show, launching perdana karya tiga orang desainer ternama Jogja yaitu Endarwati, Theo Ridski, dan Djoko Margono. 


Pagelaran fashion show kali ini mengambil tema "The Enlightment Fashion Diary, Gurat Senja". Sebelumnya Ibis Styles juga sudah menggelar acara serupa bertema Svarna Bianglala 2015 lalu. 

Acara ini juga sekaligus sebagai launching promo terbaru dari Ibis Styles promo, Sunset Hour. Gurat Senja sengaja dipilih untuk mengangkat keindahan cahaya langit kala senja. Warna warni jingga akan mendominasi warna warna karya ketiga desainer ini. 

Dibuka dengan sambutan duo MC mba Sukma dan mas Firman, langsung membuat para pengunjung penuh semangat. Bagian runway di  sky bar Ibis Styles yang terletak di lantai 7 dan menghadap kolam renang membuat suasana semakin segar dengan terpaan angin sepoi-sepoi. 

Suasana seperti ini langsung aja deh kami rombongan blogger dari kumpulan emak blogger langsung mengambil spot terbaik untuk foto foto *yah, seperti biasanya laaah* Gimana hasil foto di lantai 7 hotel Ibis Styles? Kece badai yaaaa 😄😄

Photo credit: @imasatrianto


Setelah launching "Ibis Sunset Hour" langsung dilanjutkan dengan peragaan busana dari desainer Endarwati oleh 8 orang Diajeng Sleman dari Paguyuban Dimas Diajeng Sleman. Desainer Endarwari yang galerinya bertempat di Jl A Yani 47 Bantul mengusung desain simple chic dengan warna warna a la batik jumputan. Bajunya bisa dikenakan dalam acara casual maupun semi formal. Yang jelas saya suka banget karena desainnya simple dan selain enak dilihat, sepertinya juga nyaman untuk dikenakan. Para Diajeng tampak makin cantik dengan polesan make up dari Gandrix Professional Make Up Artist and Salon. 

Karya Endarwati

Desain kedua dari Theo Ridski didominasi desain untuk laki laki. Kemeja dengan detail etnik dan celana pendek tampak cocok saja dipadankan. Sesuai dengan tema summer, warna warni yang ditampilkan juga adalah warna warna ceria. Koreografer Lutfi Majid berhasil membuat tampilan karya busana ini enak dinikmati oleh pengunjung.



Usai tampilan baju baju untuk pria, saatnya doorprize yeeeaaay. Selamat untuk Via (salah satu teman blogger) yang dapat doorprize voucher. Waaah...rejeki nomplok ya Via. Tak disangka sangka, saya juga ketiban pulung, dapat doorprize dari HS Silver isinya sepasang anting. Cihuuuy makin cakep nih pakai anting baru.



Konsep unik dan modern juga ditangkap pada karya Djoko Margono, seperti juga konsep yang ingin ditampilkan Ibis Styles. Busana busana casual ready to wear ini memang kekinian dan eye catching sekali. Acara yang dibanderol 75.000/pax ini kumplit banget. Selain bisa untuk menikmati karya para desainer dengan nuansa sunset di tengah kota, bisa dijadikan ajang kumpul sama sahabat menikmati senja di Jogja. 

Makan bareng sahabat 

Oh iya, sekedar informasi bahwa dulunya Ibis Style ini bernama All Season hotel. Dengan 112 kamar dan 6 meeting room ini juga menyediakan lokasi wedding loh, bisa untuk 200 tamu undangan. Momen pernikahan special pasti butuh tempat special kaan? Siapa tau jodohnya di Ibis Styles

Pengen tau soal acara acara special di Ibis Style? Atau ingin menggelar acara special? Untuk informasi dan reservasi langsung aja hubungi: 
Ibis Styles Yogyakarta
Jl Dagen No 109 Yogyakarta 55271
0274-588889
www.Ibisstyles.com


Tuesday, November 22, 2016

Uji Kadar Narsismu di Museum Trick Eye



Hai Bundas,
Kali ini saya mau cerita soal jalan jalan saya. Jalan jalan??? Iyeessss...akhirnya emak rempong, Mahmud ASTI (mamah muda anak sudah tiga) ini bisa juga piknik cuyyy...

Lihat gambar diatas? Kira kira saya sama teman teman cantik saya lagi dimana tuuh? Di Korea? Hihihi...itu adalah hasil photo di greenscreen photobooth museum trick eye. Keliatan seger dan real banget yaaah :) 

Berawal dari tawaran seorang sahabat untuk ikutan liputan di salah satu museum kece di Jogja, @elizhabeth_elzha, akhirnya saya masuk jadi salah satu peserta blogger gathering untuk mengunjungi museum Trick Eya deMata deArca Jogja. Iyeessss....mamah kesampaian piknik :D

Tanggal 17 November kami janjian untuk ketemuan di venue. Jujur emang belum pernah kesana (kan udah dibilang tadi jarang bisa piknik). Datang paling awal dan langsung disambut sama mas Warli, marketing Managernya DeMATA yang mungkin sedikit bingung saat saya bertanya mengenai blogger gathering. Mungkin dipikirnya saya salah satu siswa SMP yang terpisah dari rombongan kali yaaaa, secara ukuran juga sama sebangun ama anak SMP *abaikan*

Saya langsung diminta untuk menunggu di ruang meeting DeMATA sambil menunggu teman teman yang lain. Sekilas melihat betapa serunya anak anak sekolah yang berkunjung dan mengambil foto. 17 bus. Saya ulangi (((17 bus!!!))) hari itu jadwal kunjungan DeMATA dan DeARCA museum. Gilingaaaaan....kebayang bakalan kaya cendol jadinya.

Ternyata eh ternyata dari pihak manajemen itu kece banget pengaturan keluar masuk pengunjung loh. Pengunjung sebanyak itu langsung disebar ke 3 lokasi (DeMATA1, DeMATA2 dan DeARCA) Mereka juga menyadari bahwa harga tiket masuk termasuk untuk middle up, jadi diusahakan banget dengan harga tiket segitu pengunjung bisa PUAS berkeliling menikmati lebih dari 100 gambar 3 dimensi, lebih dari 50 gambar 3 dimensi dan tambahan mirror illusion, 4D, Augmented Reality, dan yang paling bikin ngeces adalah costume booth.

DeMATA 1

Setelah semua blogger ngumpul, langsung deh kita diajak berkeliling sama mas Warli dan mba Thea. Pertama kali langsung ke studio DeMATA 1. Disini isinya museum foto 3 dimensi. Bisa foto foto dengan background piknik di Belanda atau jadi keluarga Khong Guan :D

Backgroundnya lucu lucu banget lho, dan ini biasanya tiap 2 bulan ganti tema. Jadi nggak akan bosen bolak balik ke museum trick eye demi mengejar background foto terbaru.

Photo credit @imasatrianto

DeMATA 2

Setelah dari DeMATA 1, kita lanjut ke deMATA 2. Isinya DeMATA 2 adalah museum foto 3 dimensi, 4 dimensi, ilusi cermin dan foto kostum. Disini kita bisa bikin video seruuuu, karena ada background yang bisa bergerak gerak. Iiih asik banget deh. Banyak gambar gambar yang kesannya real banget. Kalau udah foto disini, kemampuan akting, ekspresi dan totalitas jangan ketinggalan. Supaya hasilnya fotonya kece, jangan setengah setengah yaaa narsisnya. Kalau misal gak sempat bawa tripod sendiri atau nggak bawa tukang foto pribadi, bisa loh minta tolong sama penjaga museum untuk bantu fotoin. Mereka akan dengan suka cita membantu kita dan mengarahkan supaya hasil fotonya memuaskan :)

Nggak perlu bingung, di setiap gambar background ada contoh ekspresi foto yang bisa kita contek, bahkan disediakan tangga untuk pengambilan gambar terbaik. Kece badaaaiii pokoknya maaah...Nggak salah museum eye trick DeMata mengangkat jargon #bestplacetotakeyourpict. Sesuai banget emang sih.

Favorit saya adalah saat kita bikin foto kostum group. Langsung disediain kostum Korea yeaaayyy...seneng banget hihihi...


Photo credit @imasatrianto

Manda Ima juga sempet bikin video dengan lokasi background bergerak di DeMATA 2 loh, bisa diintip disini yaaa videonya :)



DeArca

Nah, kalau udah puas main main di spot spot terbaik DeMATA 1 dan 2, kita lanjut ke DeARCA. Disini ada patung dari fiberglass yang miriiip sama tokoh tokoh dunia, tokoh nasional juga ada, bahkan ada superhero juga loh, saya sempetin foto sama duo superhero ganteng ini

Foto lain bisa dilihat di Instagram @kartikanugmalia

Selain itu ada patung Einstein, patung pak Jokowi, patung Hary Potter, Katy Perry, Lady Gaga juga adaaa. Saya juga sempet berfoto di ruangan yang dipajang foto foto Lady Diana, idola saya.

Ruangannya lega, dan kesannya glamor. Mirip sama museum lilin Madam Tussaud di luar negri. Mau dipakai belajar sejarah atau mau dipakai nyenengin anak buat foto sama tokoh idola bisa bangeet.


Itu yang rambut pirang di belakang mirip kan yaa? *uhuuuk

Perlu bawa berapa duit?

Harga tiket buat masuk ke DeMata menurut saya masih terjangkau banget sih untuk fasilitas sekece itu. Tiket terusan untuk happy hour (Senin hingga Jumat jam 10.00- 15.00) cuma Rp.85.000 udah bisa jalan jalan ke 3 lokasi (DeMATA1, DeMATA2 dan DeARCA). Sementara kalau pas gak happy hour kita bisa menjelajah museum cukup dengan Rp.100.000 ajah.

Untuk weekend dari jam 10.00 hingga jam 22.00 tiket terusan seharga Rp 120.000, tapi jangan khawatir untuk yang sedang berulangtahun di hari itu, tiketnya FREE dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku. Oke banget kan?

Kalau nggak punya banyak waktu atau gak punya banyak tenaga, boleh lho mengunjungi satu atau dua lokasi saja, harga tiket masuknya juga beda dengan harga tiket terusan :)

Nah, untuk harga paket foto kostum, cukup 75.000/orang bisa dapet 3x foto dan 1x cetak 6R dan 1 CD juga. Untuk 2-5 orang cukup bayar 150.000 aja dengan fasilitas yang sama :) Untuk foto saya yang jadi sampul postingan ini, kita pakai greenscreen photobooth.

Tips kalau mau berkunjung

1. Kenakan baju yang nyaman supaya bisa jumpalitan seru seruan dan hasil fotonya tempak manjah terpampang nyata :D
2. Bawa tripod sendiri kalau kita termasuk yang "shy shy cat" (maksudnya malu malu kuciiiing) seperti saya untuk minta dipotoin
3. Siapkan batere cadangan atau memori hape yang buanyaaak... Biar nggak nyesel kehabisan batere atau memori sebelum tuntas jalan jalannya.
4. Bawa air mineral biar gak gagal fokus atau pingsan karena lompat sana lompat sini, jumpalitan pasang aksi.
5. Manfaatkan wifi yang bisa dipakai untuk langsung upload upload hasil foto narsis kita ke medsos.
6. Pilih happy hour supaya lebih hemat dan lebih leluasa memanfaatkan semua fasilitas karena pengunjung gak bejubel kaya kalau pas weekend
7. Makin banyak temen yang ikutan makin seru lhoooo...

Ini hasil video dari salah satu temen saya, mas Charis, si empunya blog sipenyugunung. Bisa dinikmati juga keseruan kita jumpalitan di spot spot foto 3 dan 4 dimensi :)




Nah, seru banget yaaa jalan jalan saya kali ini. Kalau masih ada yang penasaran, cus langsung aja deh kunjungi DeMATA dan DeARCA eyetrick museum yes

FB: De Mata - DeARCA
Twitter: DeMATA_DeARCA
Web: dematamuseum.com
Instagram: de_mata_de_arca
PIN BB: 7508F791
Lokasi: XT Square Jl Veteran No 150-151 Yogyakarta
Telp 0274-380809
MP: 081327166616

Salam Piknik
/Aya






Thursday, November 10, 2016

Lampaui Batas untuk Senyum Ibunda



Sebagai seorang anak, pernahkah terlintas ingin memberikan sesuatu untuk orang yang paling kita sayangi? Orang tua?

Pertanyaan retoris ini membawa saya pada sebuah penyesalan ketika mengingat kegagalan mempersembahkan hadiah umroh untuk orang tua saya.

Saya ingat betul kata kata ibu saat itu,

"Nduk, ibu tuh punya rencana mau jual tanah di kampung. Ibu pengen umroh nduk."
...lalu ada semacam rasa sesak melanda hati, karena belum bisa mengajak ibu berangkat umroh kala itu.
"Kalau tanahnya gak laku, ya nanti biar diwakafkan aja jadi masjid.

Tak berapa lama, ada program leaders driver dari perusahaan tempat saya mengais rejeki, Oriflame. Oriflame menawarkan pilihan pergi ke Turki, Umroh dan ke Korea.


Ketika itu, secercah cahaya menyelimuti saya. Bismillah, semoga saya dimudahkan menjemput tiket umroh untuk ibu tercinta. 

Tantangannya adalah selama 6 bulan berturut turut harus punya kenaikan 1000 poin dan minimal poin adalah 13.000 BP. 

Bulan pertama...lolos
Bulan kedua...lolos
Bulan ketiga...lolos
Bulan keempat...lolos

Sisa 2 bulan lagi untuk mendapatkan tiket umroh idaman, ternyata di bulan ke 5 omzet saya turun. Tak tanggung tanggung, dari 17.000 poin (sekitar Rp 96.000.000,-) di bulan keempat, bulan ke lima saya baru mengumpulkan  16.000 poin menjelang closing poin. 



Usaha maksimal sudah saya lakukan untuk mendongkrak omzet, namun ternyata masih belum maksimal. Remuk hati saya saat itu. Bukan karena kegagalan saya, tapi karena merasa belum bisa berjuang untuk membahagiakan ibu. 

Yang bikin lebih nyesek lagi adalah, ketika di bulan ke 6 dalam hitungan kualifikasi saya lolos dengan 19.000 poin (sekitar Rp.107.000.000,-). Saya hanya gagal di bulan ke 5 *nangis India*

Kenangan ini saya ingat ingat untuk menjadi pelecut saya berjuang lebih baik lagi. Ketika akhirnya diumumkan bahwa Director seminar 2016 ke Bali. Bali adalah pulau yang saya, bapak dan adik pun sudah pernah kesana, tapi ibu belum.  Kalau lihat foto foto kami di Bali, ibu sering bilang kalau serumah cuma ibu yang belum pernah ke Bali.


Nah, ke Bali itu juga ada syarat syaratnya, jadi new achiever alias kudu mencapai title baru. Saat itu saya adalah seorang Director dan harus jadi Gold Director untuk bisa dapat tiket gala dinner dan nginep di hotel berbintang 5 di Bali. 

Naikin omset bukan perkara gampang. Mau hasil lebih, kerjanya harus lebih. Untungnya kerja team di Oriflame keren syekaliiii. Dibela belain ngadain OOM ke luar kota, Magelang, Klaten dijabanin. Semua saling kerjasama sehingga Alhamdulillah saya bisa jemput level Gold Director saya karena banyak team saya yang juga naik level.

Singkat cerita, untuk mengurangi rasa bersalah saya, sekaligus ingin ibu menginjakkan kaki ke Bali untuk pertama kalinya, saya mengajak ibu menjadi partner gala dinner saya di Bali. 

Akomodasi yang super wah dari Oriflame membuat ibu puas. Berangkat ke Bali pertama kali dengan traktiran Oriflame. Ibu yang jarang banget mau difoto malah jadi minta sering sering foto di pantai yang jadi bagian view Hotel Conrad, tempat kami menginap.


Saya tau, kisah ini nggak heroik dengan ending akhirnya bisa ajak ibu saya umroh, tapi setidaknya bisa mengulaskan kembali senyum ibu dari kekecewaan kekecewaan yang saya torehkan di masa lalu, cukup berharga bagi saya. Setidaknya saya bisa memberikan sedikit kenangan indah bagi beliau. 



Challenge dari Oriflame kadang memang sangat menantang, ya? Iya dong, emangnya hadiahnya piring cantik, cukup dengan belanja detergen? Hehehe.... Tapi insyaAllah sangat layak untuk dikejar dan diperjuangkan kok. Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah merasa gagal. Akan ada tantang tantangan baru yang akan saya persiapkan dengan lebih sungguh sungguh. Doakan sayaaaa :)

Ini cerita #lampauibatas ku. 
Mana ceritamu? 

Friday, November 4, 2016

Mengintip Rahasia Panjang Umur a la Kaisar China




Di sebuah tayangan televisi,


"Istriku.... Aku akan mencari tanaman obat, kau tinggal di rumah ya, jaga rumah baik baik"
"Baik, suamiku. Jangan lama lama ya, semoga kau segera menemukan tanaman obat mujarab".

Ada yang sudah bisa menebak potongan adegan tersebut? Yes, buat yang abegeh (anak baru gede badannya berkat hamil anak 3 biji) kaya saya mungkin akan langsung terbayang sosok tabib Han Wen dan istrinya si siluman ular putih, Pai Su Cen.

Serial dari negri Cina itu tertanam di otak saya sejak usia SD hahaha, makannya tiap denger Cina yang terbayang di saya bukan produk KW KW-an tapi pengobatan herbalnya, salah satunya ya gara gara serial ular putih itu.

Tapi beneran gak sih kalau di Cina itu sangat mempercayai pengobatan herbal? Rasa penasaran saya sedikit terjawab setelah membaca beberapa literatur tentang jamur. Eh, jamur? Iya J.A.M.U.R

Siapa nggak kenal dengan jenis tumbuhan ini. Sekilas saya mau cerita soal jamur Ling Zhi, ya tanaman yang sudah menjadi obat sejak 2000 tahun yang lalu.
Saya dan keluarga sendiri termasuk yang suka mengkonsumsi jamur, mulai dari jamur merang, jamur tiram, jamur kuping. Kadang jadi campuran oseng oseng dan tak jarang digoreng krispi saja.




Jamur Ling Zhi
Jamur Ling Zhi (Ganoderma sp) biasa disebut jamur Reishi di Jepang. Ada cerita yang menyebutkan bahwa seorang kaisar dari Dinasti Wei sampai mengerahkan 3000 orang prajurit ke Jepang untuk mencari tanaman sebagai jamu awet muda. Jamu awet muda ini tak lain dan tak bukan adalah jamur Ling Zhi. Gimana caranya jamur bisa bikin awet muda ya? Kalau kata Dr Paulus Wahyudi Halim, Ling Zhi mampu memperbaiki aliran darah dan meningkatkan distribusi zat gizi ke kulit. Kandungan antioksidannya juga tinggi, namun bagi penderita sakit jantung koroner dan kanker, tidak disarankan mengkonsumsi Ling Zhi. Sementara sifatnya yang neovaskularitas disebut cukup efektif untuk mengatasi stroke. Pengobatan dengan herbal tentunya butuh waktu yang relatif tidak singkat. Harus telaten dan rajin.

Beberapa manfaat bagi kesehatan jika mengkonsumsi jamur Ling Zhi antara lain:

1. Meningkatkan kekebalan tubuh
2. Menormalkan tekanan darah tinggi
3. Mencegah stroke
4. Antioksidan
5. Antinyeri
6. Antiradang
7. Antivirus
8. Antijamur
9. Anti alergi
10. Menurunkan kadar lemak, kolesterol dan gula darah
11. Menyembuhkan bronchitis dan Hepatitis
12. Menekan efek samping kemoterapi
Khasiat tersebut berkaitan dengan kandungan asam ganoderat dan asam lusidenat, yaitu senyawa polisakarida yang berfungsi menghambat tumor.




Wow! Banyak juga ya khasiatnya! Seperti madu juga nih, pengobatan alami dengan mengkonsumsi makanan sehat :)

Apakah jamur bisa dibudidayakan? Kan enak ya kalau bisa budidaya jamur sendiri. Kebetulan kakak angkatan saya jaman kuliah saat ini menekuni budidaya jamur Ling Zhi ini loh, mba Puri namanya. Selain jamur Ling Zhi juga ada jamur kuping dan jamur tiram juga.

Jamur Tiram
Jamur tiram (pkeurotus sp) merupakan salah satu jamur yang bisa dikonsumsi. Umumnya diproduksi secara organik tanpa bahan kimia dalam budidayanya. Fungsinya selain dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah, juga membantu penurunan berat badan karena kadar seratnya yang tinggi dan dapat membantu proses pencernaan.

Jamur Kuping

Jamur kuping, bahasa sundanya "lember" biasanya tumbuh di kayu kayuan lembab. Jamur kuping sering kita temui pada masakan SOP, sayur kimlo, nasi goreng jamur, Sukiyaki karena pengolahannya cukup mudah. Biasanya dijual dalam bentuk kering dan bila direndam air akan kembali ke bentuk segarnya. Fungsinya dapat memperbaiki kondisi penyakit darah tinggi, kurang darah, datang bulan tidak lancar jika dikonsumsi rutin dan sesuai takaran.


Saat ini jamur malah tersedia juga dalam bentuk camilan yang siap "lhep". Camilan ini selain enak dan juga sehat loh. Kemarin dapet kiriman jamur crispy dari mba Puri waaah, langsung jadi rebutan sama anak anak. Mereka sukaaa..

Ada dua varian rasa, rasa pedas dan rasa gurih. Enak juga buat kriukan teman makan nasi pengganti kerupuk. Ada juga jamur Ling Zhi yang sudah dikeringkan untuk dikonsumsi sebagai obat.

Untuk pemesanan bisa hubungi:
Puri Riliana / Dwi Purnomo
HP 081398665160
Atau lewat IG @shoreafood (081328362823)

Kalau mau berkunjung ke tempat budidayanya
Dukuh RT 09/RW 02 Kelurahan Sucenjurutengah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Salam Sehat

/Aya

Gambar cover : suwaldi321.blogspot.com

Tuesday, October 11, 2016

Ketika Tawaran Kuliah S2 di Depan Mata

Hai Bundas,

Gambar dari www.blog.studentadvisor.com

Menjadi mahasiswa, yang terbayang adalah orang orang yang berjiwa muda, penuh prestasi, haus ilmu dan aktif berorganisasi. Ya setidaknya itu bayangan saya saat akan masuk ke jenjang kuliah (yang mana saya ternyata gak begitu wkwkwk).  

Masa kuliah buat saya adalah masa mencari jati diri. Karena semasa SMA adalah masa ABeGeh LabiL yang sedang cari eksistensi wohoooo. Tapi ada juga yang masa masa ini juga sudah memikirkan jenjang pernikahan looh. 

Baca: nikah muda

Nah, kemudian ketika sudah selesai masa perkuliahan dan segala romantika masa remaja matang #tsaah... Maka pilihan selanjutnya adalah:
1. Bekerja
2. Menikah
3. Lanjut kuliah.

Pilihan saya adalah yang pertama, meski akhirnya saya bekerja di bidang yang jauh banget dari pendidikan formal yang saya ambil. Gapapa lah yaaa... Kuliah kan tujuannya cari ilmu bukan cari ijazah *oh yaaa? #pasangtampangRaisakaget.

Lanjut yah, jadi ketika akhirnya pilihan jatuh pada nomor satu dan dua, apakah kemudian harus mengubur jauh jauh impian melanjutkan masa kuliah penuh romantika? Tentu tidaaaak, setelah bekerja atau menikah-pun melanjutkan kuliah S2 selalu jadi impian (termasuk bagi saya *hiks)

Dan ternyata sah sah saja untuk para pekerja atau bapak dan ibu rumahtangga untuk kembali meneguk bangku perkuliahan dengan berbagai alasan. Macam macam ternyata alasan alasannya ya, mulai dari yang remeh temeh, sampai yang jadi alasan standar. Apa aja siiiih, pengen tau? Atau salah satu alasan dibawah ini adalah alasan bunda mengambil S2?

Cekidot...

1. Bingung gak dapet dapet kerjaan dengan bekal ijazah S1.
Alasan klasik dan standar banyak mahasiswa S2. Biasanya sebulan sampai setahun mencoba peruntungan cari kerja di dunia yang penuh persaingan ini. Well, lulusan S1 sekarang udah bejibun cuuuy, saingannya kalau jaman dulu udah kaya lulusan SMA atau SMK laaah... Jadi untuk bisa memenangkan persaingan, mereka perlu senjata andalan dan (semoga bukan jadi) senjata pamungkas....tetereeeeteeeeet.....ijazah S2.

2. Pengen lebih mendalami ilmu yang dipelajari pada kuliah sebelumnya.
Nah yang seperti ini adalah contoh mahasiswa yang dulu pas masuk udah nemu ada yang klik sama bidang ilmu kuliah S1. Ibaratnya orang baru naksir naksiran, kenalan, lalu pengen masuk ke hubungan yang lebih serius #eaa. Rasa penasaran itu memang harus dituntaskan, bener gak? Karena apa? Karena darah itu merah, Jendral! Lanjuuut...

3. Ngikutin nasehat orang tua.
Jadi ada beberapa orangtua yang memang punya standar tertentu untuk anak anaknya. Kaya saya nih, ibu S1, bapak S2, anak kalau bisa standar kuliahnya S3. Hayo ngacung, ortu mana yang cita citanya sama kaya saya? Jadi sah sah aja yah sebenarnya. Yang penting kasih pijakan sama anak, beri kebebasan bertanggungjawab untuk bisa menjalankan cita cita mulia idaman ayah bundanya :D

4. Pengen ngejar syarat untuk profesi idaman.
Jadi dosen, peneliti, ilmuwan, penulis, dokter subspesialis dan beberapa profesi idaman lain tentunya mempersyaratkan jenjang pendidikan minimal. Maka itu, ini jadi motivasi untuk melanjutkan kuliah demi profesi. Biasanya kalau semangat kendor, diingat ingat lagi nih profesi impian, langsung balik lagi semangatnya hahaha

5. Menggunakan status mahasiswa demi aneka diskonan
Nah, ini agak unik nih. Kalau di kota lain, saya kurang tau. Tapi di Jogja; karena terkenal kota pelajar; banyak banget fasilitas yang bisa dinikmati dengan harga khusus. Tak terkecuali untuk mahasiswa S2. Seminar seminar atau workshop dan banyak pelatihan bisa diikuti dengan harga diskon jika kita menunjukkan kartu mahasiswa. Asik ya? Kesempatan seperti itu harus dimanfaatkan juga loh, selain mengejar keilmuan di bidang yang kita minati, mengejar berbagai ilmu tambahan dengan harga istimewa jangan sampai terlewat.

6. Pengen bernostalgia dengan suasana kampus
Sebagai seorang yang sudah menjalani kehidupan berkeluarga, atau bekerja tentu kesehariannya berbeda dengan yang berstatus mahasiswa. Bukan dalam artian cari gebetan atau untuk dolan dolan yaaa...tapi ada hal hal yang membuat hidup lebih refresh lagi ketika duduk kembali (dalam artian sebenarnya) di bangku dan ruang kuliah. Dan untuk pasangannya, dapat benefit diajak berkencan di kampus hahahah *itu saya sih. Abaikan!

7. Pengen mencari banyak relasi.
Kuliah lagi berarti menemukan komunitas baru. Komunitas yang isinya orang orang yang juga memiliki minat ilmu yang sama. Akhirnya, tidak hanya teman S1 saja yang bisa kita ajak joinan kerjasama, tapi juga temen teman kuliah S2. Umumnya mahasiswa S2 ini sudah semakin mengerucut tujuan kedepannya. Jadi jangan sampai kuliah S2 tapi nggak sosialisasi sama teman kuliahnya yaaa...

Nah, salah satu *eh banyak denk* alasan diatas juga menjadi alasan sahabat saya Ardiba Sefrienda untuk mengambil kuliah S2. Sebagai ibu rumahtangga 1 putra, Diba (panggilan akrabnya) punya berbagai harapan ketika memutuskan melanjutkan S2. Berawal dari keinginannya menjadi dosen atau peneliti, kini justru melirik bidang kepenulisan.

Ardiba dan saya di satu acara blogger

Tengok saja blog www.ardiba.com. Blog ini berisi aneka tulisan Diba mulai yang bertema teknologi pangan sampai yang curcol. Menurut Diba, menulis hal hal yang sesuai dengan bidang ilmu pasti lebih mudah kalau kita mempelajari ilmunya lebih dalam, tapi paling mudah adalah menuliskan curcolan hohoho.

Tips dari Diba, untuk Bundas yang mengambil kuliah S2 saat sudah berkeluarga, diantaranya:

1. Pastikan untuk menciptakan kondisi yang nyaman untuk semua anggota keluarga. Pastikan atmosfernya kondusif untuk semua. Gak dipungkiri akan ada lebih banyak waktu tersita untuk urusan kuliah ya, jadi time management kudu dipikirkan sungguh sungguh
2. Libatkan seluruh anggota keluarga untuk kerjasamanya. Ini termasuk eyang eyang dan pembantu rumahtangga (jika ada) dan suami (ini yang utama) untuk berbagi tugas menghandle anak dan pekerjaan rumahtangga.
3. Jalani dengan happy

Nah, temen temen yang akhirnya melanjutkan S2, apakah salah satu alasannya adalah yang saya sebutkan tadi, atau ada alasan lain? Sharing sharing yuk

Salam
/Aya

Friday, September 30, 2016

Mengulik Keunikan Surabaya

Icon Surabaya

Bundas,

Hai hai *sapuin halaman blog biar gak ada sarang laba-laba* 
Sesekali kita gosip gosip boleh lah ya. Kali ini saya pengen flashback ke jaman kecil hihihi, jaman lagu diobok obok masih ngeheitz abis. Iya ituuh, lagu yang bikin ikan terdzalimi. Coba tengok lirik lagunya: 

Diobok obok airnya diobok obok.
Ada ikannya kecil kecil pada mabok

Nah, kasian kan. Masih kecil aja udah disuruh mabok-mabokan #ehh. 
Eniwei, kita lagi mau ngomongin Joshua nih. Yang angkatan tua kaya saya pasti nggak asing. Yup, doi yang biasa disamasamain mukanya sama Vidi Aldiano hihihi (padahal mah jauuuh) Joshua Suherman fans maap yee...

Kalau saya ngomongin Joshua, Ahmad Dhani, Gisela Idol, Ita Purnamasari, Mus Mulyadi, Maia Estianty, kira kira apa persamaan artis artis ituh? Yupz, logat Jawa Timur lebih tepatnya Suroboyoan yang kental. Sebutan "arek arek" dan "bonek" juga pasti langsung membawa kita ke kota Rujak cingur ini.

Apa istimewanya sebenarnya si kota Surabaya ini? Yuk kita kulitin bareng bareng. Surabaya berasal dari bahasa Sansekerta Sura (ikan Hiu yang melambangkan berani) dan Baya (buaya yang melambangkan bahaya). Jadi kota Surabaya artinya berani bahaya. Well, keliatan ya dari penduduknya yang punya sifat pemberani. Termasuk fakta peperangan 10 November yang akhirnya kita ingat sebagai hari pahlawan, ini juga sepertinya menjadi bukti bahwa Surabaya adalah kotanya para pemberani. Sampai sampai dibuat juga film animasi Battle of Surabaya karya anak Indonesia yang sampai diulas di stasiun televisi ABC Australia loh.

Berani dalam bentuk berani berjuang, dan berani dengan hal hal mistis hohoho. Di Surabaya ada Museum Kesehatan yang lebih dikenal dengan museum Santet. Nah lho, saya dengar namanya saja sudah ciut. Di musium ini ada berbagai koleksi alat alat kesehatan medis maupun non medis di masa lampau. Selain alat kesehatan, dipamerkan juga beberapa benda benda yang (katanya) punya energi mistis yang besar seperti jelangkung dan nini thowok. Bahkan, ada bagian dari museum ini yang dinamai "dunia lain". Tertarik mencoba? Saya kalau ada malam Sekaten di Jogja dan ada wahana rumah hantu sudah dipastikan memilih "lambaikan bendera putih".

Tata kota Surabaya saat ini makin cantik, karena walikotanya, Ibu Tri Rismaharini (yang menjabat untuk keduakalinya sejak 17 Februari 2016 lalu) merupakan sarjana arsitektur lulusan Institut Teknologi Sepuluh November dan Magister Manajemen Pembangunan Kota. Jadi kalau berkunjung ke Surabaya, selain bisa menikmati kuliner khas seperti Rujak Cingur Ahmad Jaiz, Lontong Balap Garuda Pak Gendut, Sate Ondomohen Ny Asih, kita juga bisa menikmati tata kota Surabaya yang ciamik.

Bangunan bangunan menarik di Surabaya antara lain: Monumen Jalesveva Jayamahe, Jembatan terpanjang se-Asia Tenggara (Suramadu), Juga patung icon Surabaya di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

Rasa rasanya jadi ingin berkunjung ke Surabaya yah kalau sudah ngintip beberapa hal unik tentang Surabaya. Buat saya yang tinggalnya gak di Surabaya tentu saja harus memikirkan akomodasi disana. Tapi tenang, banyak kok pilihan hotel di Surabaya yang bisa kita sewa untuk menginap beberapa hari sembari berwisata ke Surabaya. Karena menikmati Surabaya dalam sehari saja dijamin gak akan cukup.

Jadi, siapa yang mendadak dangdut, eh mendadak pengen siapin liburan ke Surabaya? Atau ada tempat tempat, kuliner atau fakta unik di Surabaya yang teman teman temui. Sharing sharing di komen boleh lhoooo

Salam Travelling

/Aya