Saturday, February 17, 2018

Pentingnya Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Hai Bunda,
Di postingan kali ini saya mau sedikit cerita soal masa kecil saya. Eh bukannya sekarang juga masih kecil yaaa. Kecil dalam arti sebenarnya. Soal kecil ini dari dulu sering juga lah dibully. Karena saya pendek, ada aja yang bisa jadi bahan untuk melakukan kekerasan secara verbal (duh bahasanya jadi serius).

Intinya hal ini sering banget bikin saya enggak percaya diri. Pokoknya berusaha mencari cara gimana bisa lebih tinggi lagi. Mulai dari ikutan senam-senam narik tubuh, berenang, sampe minum obat-obatan yang berakhir dengan seluruh tubuh saya gatal karena alergi.

Pernah tuh saya sampe beli wedges tinggi banget agar bisa keliatan nambah tinggi badan saya, tapi biasanya habis itu langsung kaki pegel-pegel gak karuan. Nah, karena postur saya yang mungil ini Kata suami sih tetep proporsional tapi dalam skala kecil 😄😄😄. Sering kalau di foto sendirian kelihatannya saya normal-normal aja tingginya. Eh tapi kalau foto sama teman teman baru ketauan kalau memang paling mungil ukurannya.



Bahkan nih, yang menyakitkan ada cowok bilang, "Ih kamu mah nggak mungkin aku jadiin pacar, coba lebih tinggi dikit" huh! Emang saya juga mau jadi pacar dia, enak ajaaa #lhaKokCurcol.

Pokoknya urusan tinggi badan ini bisa menjadi sangat serius untuk saya dan bikin sensi. Tapi itu dulu sih. Akhirnya kini saya menyadari bahwa tinggi badan seseorang itu dipengaruhi juga oleh keturunan, aktivitas / olahraga, pola makan dan gizi yang cukup. Ini juga yang membuat saya tertarik ambil jurusan Teknologi Pangan sewaktu kuliah.

Nah, selama 4 tahun tiga bulan ubek-ubek soal gizi, banyak yang saya temukan soal pertumbuhan ini. Saya menyadari start-nya saya yang lahir prematur ini sudah jadi modal postur saya yang mungil, plus saya nggak suka olahraga, gak suka susu, susah makan ahahaha...terlebih setelah saya ikutan acara Nutrisi Untuk Bangsa bertema "Pentingnya Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan" yang diadakan oleh Nutricia dan Sari Husada, Sabtu 10 Februari 2018 di Mezzanine Coffee and Eatery kemarin.

Sesi Health Cobsultation
Acaranya seru banget, ada photobooth yang fotonya bisa langsung cetak dan dibawa pulang dan yang menarik ada konsultasi kesehatan. Dengan kondisi saya saat ini, saya masuk ke BMI 19 (BMI yang bagus adalah 18-25) dihitung dari berat badan kita (dalam kilogram) dibagi tinggi badan (dalam meter) kuadrat.

Cek tekanan darah juga saya termasuk rendah, 100/70. Dan oleh mba ahli gizinya saya diminta menghindari semangka, melon, mentimun biar gak makin drop.

Yang paling penting dan ditunggu tunggu adalah acara talkshow bersama dr. Endy Paryanto Prawirohartono, MPH, SpAK dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Keperawatan RSUP Dr. Sardjito serta Dr. Nunik Endang S, SST., SH., M.Sc., Ketua PDIBI DIY

Sesi Diskusi

Dari dr. Endy Paryanto

Menurut dr.Endy untuk mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas kita perlu pemenuhan nutrisi anak sejak dini hingga 1000 hari pertama kehidupannya. Sebenarnya sejak sebelum masa konsepsi (terbentuknya janin dalam rahim), calon ibu harus mempersiapkan kehamilan dengan makan makanan yang bergizi seimbang dan asam folat. dr. Endy mengajak kami semua untuk menyamakan persepsi 1000 hari dan cara menghitungnya.

Kehamilan 9 bulan x 30 hari = 270 hari
Dua tahun : 2 x 365 hari = 730 hari
Jadi total 1000 hari adalah dari 270 hari + 730 hari.

Pra-Kehamilan
Seperti yang tadi disampaikan, asam folat sangat penting bahkan sebelum janin bertumbuh dalam rahim, karena asam folat ini yang berfungsi untuk menutup tabung syaraf otak sehingga bisa sempurna fungsinya. Salah satu akibat kurangnya asam folat adalah terjadinya spina bifida.

Ilmuwan asal Argentina pernah melakukan penelitian untuk ibu ibu hamil. Sebagian diberikan diet jus wortel dan sebagian lain tidak. Ternyata setelah lahir, bayi-bayi dari ibu yang diet jus wortel lebih lahap makannya dibandingkan yang tidak mengkonsumsi jus wortel. Bisa diambil kesimpulan juga bahwa makanan yang dikonsumsi ibu akan terbawa hingga ke air ketuban dan membuat bayi familiar dengan rasa makanan sejak dalam kandungan. Ketika proses persalinan, saat melewati jalan lahir bayi akan mendapatkan kuman prebiotik yang akan mempengaruhi organ organ pencernaan bayi. Bayi yang dilahirkan secara caesar kulitnya steril dan lebih rentan.

Dokter Endy juga sempat menyebutkan kalau kekurangan gizi di masa pertumbuhan bisa menyebabkan terjadinya stunting (postur tubuh pendek) waah, ini saya banget kayanya ya ha-ha-ha...

Masa Bayi (0-1 tahun)
Setelah masa kehamilan, maka masa janin yang dilahirkan hingga usia 1 tahun disebut sebagai bayi. Tata laksana supaya gizi optimal adalah dengan melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Dengan IMD diharapkan bayi lebih aktif untuk menyusu. Meskipun ibunya males-malesan yang penting si bayi aktif menyusu untuk memenuhi gizinya selain untuk membantu menghentikan perdarahan ibu. IMD juga mengurangi angka kematian bayi (neonatus) sebesar 20%. Pemenuhan kebutuhan dengan ASI eksklusif diharapkan mencukupi gizi selama pertumbuhannya. Minum obat ketika bayi sakit tidak menggugurkan status ASI eksklusif kok.

MPASI
Banyak ibu yang memberikan MPASI tepat di usia 6 bulan, padahal sebenarnya ada tanda-tanda kesiapan bayi untuk mulai makan makanan tambahan. Diantaranya; bayi sudah bisa duduk tegak; kepala sudah bisa geleng kanan kiri mencari makanan, tangan sudah menggapai gapai makanan yang dia suka. Jadi memang berbeda beda nih kesiapan tiap bayi.

MPASI yang baik untuk anak Indonesia yang makanan pokoknya beras adalah MPASI berbahan dasar beras dengan fortifikasi zat besi. Untuk bayi BBLR harus segera ditangani dengan mengubah budaya makan bayi. Jika tidak, bisa mengakibatkan kematian. Setelah lebih dari 1 tahun, batita tidak boleh makan sesuka hati, jadi harus diatur pola makan dan gizinya sebaik mungkin.

Dari Dr. Nunik Endang

Dr. Nunik menjelaskan bahwa saat ini Yogyakarta adalah barometer kesehatan di Indonesia. Dari angka kematian bayi yang minim, kualitas pelayanan fasilitas kesehatan, Yogyakarta sudah sangat baik. Hal ini juga tidak lepas dari peran bidan dalam pendampingan terhadap ibu ibu hamil. Bidan diharapkan bisa menjadi care provider yang memberikan keyakinan pada calon ibu bahwa kehamilan dan persalinan adalah peristiwa fisiologis.

Kontrol ibu hamil secara berkala amat sangat diperlukan untuk continuing care. Bidan bisa mendeteksi adanya kelainan atau hal hal yang tidak sesuai dengan tumbuh kembang janin dengan lebih seksama.

Berikut poin poin yang perlu diperhatikan selama kehamilan menurut Dr.Nunik:
1. Wajarnya, ibu hamil minimal melakukan 4 kali kontrol selama kehamilan (usia 0-3 bulan, 3-6 bulan dan 2 kali kontrol di usia 6-9 bulan).
2. Lingkar lengan ibu hamil minimal 23,5 cm
3. Memiliki KIA sebagai kartu kontrol kehamilan yang selalu dibawa saat periksa
4. Memberi sugesti yang baik pada diri sendiri dan memikirkan kondisi janin ketika akan mengkonsumsi makanan
5. Untuk anak pertama, di usia 36 minggu posisi janin sudah mau masuk pintu atas panggul, jika belum, maka perlu dilakukan observasi untuk persiapan persalinan.

Cooking Demo

Demo Pudi Vanilla oleh mba Ana

Setelah acara diskusi yang singkat ini berakhir, kami para peserta dapat bonus melihat demo masak oleh mba Ana, salah satu pemenang lomba kreasi resep yang diselenggarakan oleh NUB. Mba Ana memilih resep yang simpel tapi tetap mengedepankan gizi.

Resep Puding Vanilla (Mba Ana)

Bahan:
Roti tawar dipotong dadu
Susu Vanilla
Kismis
Kacang kenari
Kelapa muda
Telur

Puding Vanilla

Cara masak: 
1.Campurkan roti, susu vanilla, kacang kenari dan telur. Aduk menggunakan whisk hingga rata.
2. Siapkan pinggang tahan panas atau aluminium foil, tata kelapa muda di dalamnya.
3. Tuangkan adonan ke dalam pinggan atau aluminium foil
4. Kukus atau oven hingga kecoklatan

Sudah jadi. Simple banget ya resepnya, tapi dijamin anak suka karena selain enak pastinya bergizi tinggi.

Cooking demo oleh Chef Rissa

Selanjutnya ada cooking demo dan icip icip masakan Chef Rissa Navratilova, top 3 Master Chef Indonesia. Chef Rissa sendiri adalah penggiat masak memasak dengan bahan lokal Indonesia. Daun kelor dan katuk yang digunakan dipanen sendiri dari kebun Chef Rissa. Manfaatnya banyak banget dua tanaman ini. Selain enak, kelor dan katuk mudah sekali ditanam di kebun kita. Biasanya cuma dimasak jadi sayur bening, sekarang dikreasikan jadi pesto untuk pasta.

Carrot Pudding

Resep pertama dari Chef Rissa adalah Carrot Pudding

Bahan:

Puding:
Carrot
Susu 180 ml
Agar agar plus konyak 5 plus
Telur 1 butir
Susu kental manis

Saus:
Strawberry 4 butir (dikasih tissue saat menyimpan di kulkas)
Agar agar 3 gr
Air 50 ml

Tekstrur crunchy:
Cracker
Olive oil

Cara masak:
1. Semua bahan puding diblender lalu dikukus hingga matang. Jika sudah matang bisa disimpan di lemari es. Sisihkan.
2. Blender semua bahan saus. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk dan bisa tambahkan yoghurt plain untuk menambah rasa.
3. Hancurkan cracker dengan tangan (tidak perlu terlalu lembut supaya ada teksturnya, tambahkan olive oil.

Penyajian:
Potong puding, berikan Demak crackers di atasnya, lalu siram dengan saus strawberry. Voila. Ini kami diminta nyicip juga. Enaaak deh, kayanya porsi icip-icipnya kemarin masih kurang #maruk.

Kunci dari Pudding Wortel kali ini adalah bermain tekstur dan rasa. Ketika anak mencicip, maka dia akan merasakan tekstur puding semi padat, saus yang cair dan remah cracker yang crunchy.

Pasta dengan pesto daun kelor dan daun katuk

Resep kedua adalah Pesto Daun Kelor dan Daun Katuk

Bahan:
Daun kelor 15 gram bisa kombinasi dengan daun katuk atau kemangi.
Bawang putih 15 gram
Parmesan/ keju 15 gr
Kacang almond/mete
Gula 2 jumput.
Lada hitam/putih 2 jumput,
Garam 4 jumput.
Olive oil/minyak kelapa (60/70ml)
Jamur secukupnya
Tomat ceri secukupnya

Cara masak:
1. Masak pasta hingga empuk, sisihkan
2. Blender semua bahan pesto kecuali jamur dan tomat ceri
3. Potong potong jamur lalu tumis bersama tomat ceri
4. Aduk pasta, pesto, dan tumisan jamur dan tomat ceri.
5. Selesai

Wah, dari bahan pangan lokal ternyata bisa juga menghasilkan masakan dengan rasa internasional ya. Salut deh buat Chef Rissa.

Acara ditutup dengan foto bersama yang juga diposting di official Instagram Chef Rissa. Asiiikkk...

Seru dan padat ilmu deh acara kali ini. Banyak rikues dari sahabat sahabat saya supaya NUB bikin lagi yang kaya gini. Nambah ilmu banget buat para calon ibu. Gimana nih NUB? Bisa yah...yah...yah...















No comments:

Post a Comment