Featured Slider

Mindful Consumption Concept untuk Pilihan Lebih Sehat

 

Hai Bunds,

Kemarin tuh saya lagi merajuk-rajuk sama suami pengen diajakin keluar. Bahkan sekadar untuk belanja di minimarket deket rumah. Pandemi udah setahun belakangan dan saya sama sekali nggak pernah ke luar rumah. Kok bisa? Ya karena selama ini yang keluar buat belanja pasti Uda. Menurut beliaunya, enak belanja sendiri, jelas akan sesuai sama daftar belanjaan yang saya kasih ke dia. Iya sih, gak dipunggkiri kalau belanja sama saya berakhir dengan banyakan jajan di luar daftar kebutuhan rumahtangga. Mampir sini lihat yang cute, mampir sana lihat yang diskon, balik lagi ada yang kemasan bundle berhadiah piring cantik.

Kalau saya belanja, Uda bilang “Kamu tuh suka lama”. Saya bukannya suka berlama-lama belanja loh. Tapi, ketika membeli barang barang buat keluarga apalagi makanan dan minuman memang rada riwil. Sepertinya mata kuliah Ilmu Gizi dan Perencanaan Diet yang saya ambil ketika di bangku kuliah, masih sering terngiang ngiang di kepala. Meskipun saat ini ibu rumah tangga, tapi In sha Allah ilmu perkuliahan tetep kepake dong.

Pertimbangan Memilih Mobil Pertama Keluarga


Beli mobil baru atau second?

Pilih mobil sedan, minivan atau hatchback?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentunya sering menjadi bahasan di keluarga muda yang memang memulai kehidupan pernikahan dari nol. Maksud nol disini adalah baik suami maupun istri gak ada yang membawa mobil dari sebelum pernikahan. Saya dan suami banget ini mah. Istilahnya mobil yang akan dibeli menjadi mobil keluarga yang pertama. Tentunya tiap keluarga akan memiliki pertimbangan masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.

Kendaraan roda 4 merupakan alat transportasi yang kini tidak bisa disebut sebagai barang mewah lagi. Pasalnya, hampir semua keluarga muda tak perlu waktu lama untuk bisa membeli kendaraan roda empat pertama mereka bahkan sebelum mencapai usia 10 tahun pernikahan.

Manfaat Kelor, Kunyit dan Meniran Sebagai Imunomodulator Alami

 

Manfaat Kelor, Kunyit dan Meniran Sebagai Imunomodulator Alami

Imunomodulator alami dari bahan herbal? Emang bisa? Sejak musim pandemi, semua orang berlomba-lomba mencari cara untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Mulai dengan memperbanyak olahraga, minum multivitamin, dan tak ketinggalan yang menggunakan aneka herbal untuk memperkuat imunitas.

Beberapa herbal yang lagi ngehits adalah daun kelor. Saya sudah biasa memberikan serbuk daun kelor untuk tambahan makan bagi Aisha. Memang dari hasil penelitian, kelor sudah terbukti memberikan banyak manfaat. Herbal lain yang sudah dari dulu dipercaya memberikan banyak khasiat adalah kunyit. Sejak gadis, ketika datang bulan saya juga minum ramuan kunyit asem. Bikin badan terasa lebih nyaman dan tubuh juga lebih bugar selama datang bulan. Satu lagi herbal yang banyak manfaat tapi kurang banyak orang tahu adalah meniran.

Sikat Gigi Sekarang, Tanamkan Kebiasaan Baik Untuk Anak

Anak rajin sikat gigi

 "Kakak Shoji, Kakak Rey apa sudah gosok gigi?" 

Setiap malam sepertinya para bunda tak pernah lupa menanyakan hal ini ke anak-anak ya? kayanya ada yang kurang gitu kalau belum ceki-ceki soal kebersihan gigi sebelum tidur. Kebiasaan baik yang memang sudah dibangun bahkan sejak mereka masih belum bisa pegang sikat gigi sendiri, alias disikatin akhirnya membawa hasil juga. Menyanangkan karena saat ini saya tinggal memetik hasilnya. Menyikat gigi sebelum tidur dan setelah sarapan merupakan habit yang sudah otomatis mereka lakukan tanpa perlu disuruh apalagi dipaksa. 

Berdasarkan survey global yang dilakukan terhadap 6700 responden dengan usia diatas 18 tahun di 8 negara, tercatat  70% masyarakat saat ini memberikan perhatian ekstra pada kesehatan fisik dan mental, sementara perawatan gigi dan mulut belum menjadi prioritas. 

Mama's Choice Handsanitizer Lembut Bebas Alkohol

Mama's Choice Hand Gel No Alcohol

 Hai haloo Bund

Gimana kabar keluarga? Semoga sehat sehat semua ya. Masih rajin 3M dan menerapkan protokol Kesehatan di setiap kesempatan kan Bund? Sama dong. Sepertinya di setiap rumah sekarang dipastikan memiliki peralatan tempur seperti masker, hand sanitizer, ataupun face shield di kotak P3K.

Menjaga dan melindungi keluarga sudah jadi panggilan hati terutama buat bunda bunda yang hobinya masukin barang ke keranjang marketplace tapi gak cek out cek out #eh. Beberapa keluarga bahkan memotong anggaran untuk barang barang yang urgensinya dinilai rendah demi untuk memastikan perlengkapan 3M aman dan terkendali. Mamak yang salah satu hobbynya adalah belanja online ini harus tau banget ya skala prioritas keluarga.

Tapi kerasa nggak sih bund, karena beberapa hal yang tadinya asing, sekarang harus selalu kita lakukan ternyata ada dampaknya buat tubuh kita. Seperti penggunaan masker yang kadang membuat sebagian wajah kita menjadi lebih berminyak atau ada iritasi maupun jerawat. Selain itu, ternyata masker juga berpengaruh pada pernafasan kita jika digunakan dalam jangka waktu terlalu lama. Efeknya bisa menimbukan sakit kepala dan akumulasi karbondioksida. Namun hal ini tentu saja bisa diatasi dengan memperhatikan waktu penggunaan masker. Jika memang tidak terlalu mendesak, usahakan untuk sesekali melepas masker dan menghirup udara segar. Tentu saja dilaukan di ruangan yang memungkinkan untuk melepaskan masker sesaat ya.