Showing posts with label Travel. Show all posts

Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Cirebon dan Jakarta

Pic from freepik.com

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa hiburan merupakan salah satu kegiatan yang paling dinanti-nanti oleh setiap orang. Ya, terang saja demikian, sebab kegiatan hiburan ini dapat membuat pikiran kita menjadi fresh. Dari sekian banyaknya sarana hiburan yang ada, pergi ke tempat-tempat wisata pun menjadi salah satu yang paling sering dilakukan orang-orang saat musim libur tiba. Berbicara soal liburan, pada kesempatan kali ini juga akan merekomendasikan beberapa tempat wisata terbaik yang ada di Cirebon dan Jakarta.

Piknik Keluarga dan Kulineran ke Tebet

Hotel Pop Tebet

Hari gini makin marak yah wisata kuliner dimana-mana. Hal ini sepertinya juga dipengaruhi semakin menjamurnya Acara televisi bertema review kuliner. Tambah lagi acara kontes memasak yang menghadirkan juri cakep dan cantik dengan keahlian masak yang sangat mumpuni. Nah dengan adanya kontribusi media semacam ini, menjadikan wisata saat ini kian variatif.

Jika dulu yang disebut piknik adalah liburan jauh dari rumah ke tempat wisata,  maka kini yang nge-hits adalah liburan jauh dari rumah khusus untuk mereview makanan yang lagi digandrungi di suatu daerah karena unik atau enak. Bener lho, yang unik belum tentu enak, tapi yang enak pasti punya citarasa unik. Bisa aeee...

Silaturahmi Berbonus Wisata ke Bekasi

Source: freepik.com

“A happy family is but an earlier heaven.” —George Bernard Shaw

Berawal dari sebuah sapaan dari sepupu tercinta di DM Instagram, entah kenapa naluri mellow saya keluar. Terakhir kami bertemu ketika saya ada acara di Jakarta, tepatnya dua tahun lalu untuk jadi narasumber di acara Michael Tjandra Luar Biasa. Itu pun hanya sebentar, curi-curi waktu ketika dia liputan juga di daerah Tebet. Dia adalah salah satu wartawan ibukota yang sigap mengejar berita. Setelah itu kami belum pernah bertemu lagi.

Jakasampurna, Bekasi sempat menjadi tempat singgah saya selama liburan sekolah panjang. Bersama dua sepupu saya Ira dan Ayi, kami berbagi keceriaan masa kecil. Mulai dari memberi nama anak anak anjing dengan nama yang lucu lucu, sampai jalan jalan ke Mall berdua naik angkot sekedar beli majalah berisi poster idola idola remaja yang lagi hits pada jamannya.

Napak Tilas Sejarah Budaya, 100 tahun The Phoenix Hotel Yogyakarta


Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna...
(Yogyakarta - KLA Project)

Kutipan lagu Yogyakarta dari KLA Project ini adalah salah satu timeless song favorit saya. Selain karena bercerita tentang kota kelahiran saya, pun di dalamnya, KLA berhasil menggambarkan nyawa kota Jogja dengan apik dan cantik.

Jogja identik dengan kota kecil yang nyaman, merangkul berbagai atribut penduduknya yang memang beragam. Yogyakarta bak Indonesia kecil yang tetep konsisten menjaga dan melestarikan ragam budaya yang memang tak pernah lekang dimakan waktu. Yogyakarta sendiri pada tahun 1946 pernah menjadi ibukota negara. Ini juga menambah nilai Jogja sebagai kota istimewa pastinya. Menurut Bung Karno, pilihan ini jatuh ke Yogyakarta karena saat itu Yogya merupakan daerah yang paling siap dari sisi politik, ekonomi hingga keamanan. 

Bicara tentang Jogja, juga tak luput dari keberadaan tugu Jogja yang sangat iconic. Seakan semua mata wisatawan maupun warga Jogja sendiri tak pernah lepas dari monumen bersejarah ini. Seperti juga tugu Jogja, ternyata disampingnya berdiri sebuah bangunan yang saat ini memasuki usia 100 tahun. Adakah yang bisa menebak bangunan apa yang saya maksud?

Tips Rame-Rame Wisata Keluarga Jakarta di Kepulauan Seribu


foto: Pulau Tidung (sengpaku.blogspot.co.id)

Bunds, pernah gak sih ngerasa penat menjalani aktivitas sehari-hari. Buat saya yang ibu rumah tangga, rasa-rasanya memang selain saya butuh transferan suami, saya juga butuh piknik ha-ha-ha. Jangan salah lho, piknik itu nggak semata mata buang buang duit aja. Ibaratnya komputer kerja terus kan tetep harus direfresh biar gak gampang "hang"

Piknik ke luar kota, Yay or Nay?


Hai Bundas,
Di awal Oktober ini saya mau nerusin cerita soal perjalanan piknik Jogja dalam sehari yang udah saya lakukan dalam waktu (ouuuch) hampir 12 bulan yang lalu. Sebenernya ini hampir kaya trilogi gitu loooh niatnya, tapi apa daya postingan ini nyempil jauh banget sama yang sebelum sebelumnya



Well, pas banget nih #KEBloggingCollab kali ini mengambil tema travelling. Mau ke luar kota atau di dalam kota ya? Apa pula pertimbangan kita memilih piknik kesana.


Menjawab blogpost mak Awie yang diatas tadi, rasa rasanya saya akan menuliskan curcolan blogpost saya tentang pendapat saya mengenai travelling.

Berkecimpung di dunia kepenulisan (baca: temenan sama travel blogger. Temenan lho....catet!), saya sering banget ngeliat timeline temen temen saya plesiran kemana mana. Mulai dari yang ke HAU Citumang, sampe pulau Dewata Bali! Itu semua GRATIS alias gak bayar akomodasi apapun. Tinggal angkat koper doang, semua udah diurus.

Wisata Alam Ramah Anak Bhumi Merapi


Hai haiii...sesuai janji saya kemarin, setelah mengulas sedikit tentang museum dirgantara sekarang saya pengen cerita juga tentang salah satu tempat wisata di Kaliurang namanya Bhumi Merapi. Sebelum baca yang ini, boleh juga loh baca postingan saya sebelumnya.


Ini juga merupakan postingan kolaborasi perdana saya dengan Diajeng Witri. Awalnya sih karena saya pernah ketemu Witri di salah satu event blogger, eh kok kayanya klik ngobrol sama ibu muda satu ini. Beneran muda loh umurnya cukup terpaut lumayan banyak dari saya tapi kami terlihat sama imutnya kan? Anyway, kita nanti tiap Selasa in Sha Allah akan posting Selasa Bercerita #ObrolanKeluargaDuaMamahMuda, jadi baca juga punya Witri 

Berburu Dekorasi Shabby Chic

Shabby Chic
Bundas, 

Sudah 2 tahun terakhir saya jatuh cinta sama pernak pernik bernuansa shabby chic. Padahal kalau mau jujur, saya adalah anak yang tomboy (gak percaya ya udaaah #melengos ala Sule). Tapi entah kenapa kira kira setahun sebelum hamil Aisha saya kok mulai berubah lebih feminin. Dulu anti banget sama warna pink hahahah (buka kartu) tapi sejak ada Aisha saya kok jadi punya segala koleksian baju, sepatu, jacket dan pernak pernik Aisha warna pink. Lalu...pink bunga bunga aaaakkkk...kalau 3 tahunan lalu saya bisa bersin bersin alergi. 

Balik ke topik shabby chic. Kenapa suka shabby chic? Ya karena kalau suka betmen saya bukan feminin doong tapi maskulin *singsingkan lengan pamerin otot* 

Mengulik Keunikan Surabaya

Icon Surabaya

Bundas,

Hai hai *sapuin halaman blog biar gak ada sarang laba-laba* 
Sesekali kita gosip gosip boleh lah ya. Kali ini saya pengen flashback ke jaman kecil hihihi, jaman lagu diobok obok masih ngeheitz abis. Iya ituuh, lagu yang bikin ikan terdzalimi. Coba tengok lirik lagunya: 

Diobok obok airnya diobok obok.
Ada ikannya kecil kecil pada mabok

Nah, kasian kan. Masih kecil aja udah disuruh mabok-mabokan #ehh. 
Eniwei, kita lagi mau ngomongin Joshua nih. Yang angkatan tua kaya saya pasti nggak asing. Yup, doi yang biasa disamasamain mukanya sama Vidi Aldiano hihihi (padahal mah jauuuh) Joshua Suherman fans maap yee...

Kalau saya ngomongin Joshua, Ahmad Dhani, Gisela Idol, Ita Purnamasari, Mus Mulyadi, Maia Estianty, kira kira apa persamaan artis artis ituh? Yupz, logat Jawa Timur lebih tepatnya Suroboyoan yang kental. Sebutan "arek arek" dan "bonek" juga pasti langsung membawa kita ke kota Rujak cingur ini.

Apa istimewanya sebenarnya si kota Surabaya ini? Yuk kita kulitin bareng bareng. Surabaya berasal dari bahasa Sansekerta Sura (ikan Hiu yang melambangkan berani) dan Baya (buaya yang melambangkan bahaya). Jadi kota Surabaya artinya berani bahaya. Well, keliatan ya dari penduduknya yang punya sifat pemberani. Termasuk fakta peperangan 10 November yang akhirnya kita ingat sebagai hari pahlawan, ini juga sepertinya menjadi bukti bahwa Surabaya adalah kotanya para pemberani. Sampai sampai dibuat juga film animasi Battle of Surabaya karya anak Indonesia yang sampai diulas di stasiun televisi ABC Australia loh.

Berani dalam bentuk berani berjuang, dan berani dengan hal hal mistis hohoho. Di Surabaya ada Museum Kesehatan yang lebih dikenal dengan museum Santet. Nah lho, saya dengar namanya saja sudah ciut. Di musium ini ada berbagai koleksi alat alat kesehatan medis maupun non medis di masa lampau. Selain alat kesehatan, dipamerkan juga beberapa benda benda yang (katanya) punya energi mistis yang besar seperti jelangkung dan nini thowok. Bahkan, ada bagian dari museum ini yang dinamai "dunia lain". Tertarik mencoba? Saya kalau ada malam Sekaten di Jogja dan ada wahana rumah hantu sudah dipastikan memilih "lambaikan bendera putih".

Tata kota Surabaya saat ini makin cantik, karena walikotanya, Ibu Tri Rismaharini (yang menjabat untuk keduakalinya sejak 17 Februari 2016 lalu) merupakan sarjana arsitektur lulusan Institut Teknologi Sepuluh November dan Magister Manajemen Pembangunan Kota. Jadi kalau berkunjung ke Surabaya, selain bisa menikmati kuliner khas seperti Rujak Cingur Ahmad Jaiz, Lontong Balap Garuda Pak Gendut, Sate Ondomohen Ny Asih, kita juga bisa menikmati tata kota Surabaya yang ciamik.

Bangunan bangunan menarik di Surabaya antara lain: Monumen Jalesveva Jayamahe, Jembatan terpanjang se-Asia Tenggara (Suramadu), Juga patung icon Surabaya di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

Rasa rasanya jadi ingin berkunjung ke Surabaya yah kalau sudah ngintip beberapa hal unik tentang Surabaya. Buat saya yang tinggalnya gak di Surabaya tentu saja harus memikirkan akomodasi disana. Tapi tenang, banyak kok pilihan hotel di Surabaya yang bisa kita sewa untuk menginap beberapa hari sembari berwisata ke Surabaya. Karena menikmati Surabaya dalam sehari saja dijamin gak akan cukup.

Jadi, siapa yang mendadak dangdut, eh mendadak pengen siapin liburan ke Surabaya? Atau ada tempat tempat, kuliner atau fakta unik di Surabaya yang teman teman temui. Sharing sharing di komen boleh lhoooo

Salam Travelling

/Aya