Showing posts with label travelling. Show all posts

Piknik Keluarga dan Kulineran ke Tebet

Hotel Pop Tebet

Hari gini makin marak yah wisata kuliner dimana-mana. Hal ini sepertinya juga dipengaruhi semakin menjamurnya Acara televisi bertema review kuliner. Tambah lagi acara kontes memasak yang menghadirkan juri cakep dan cantik dengan keahlian masak yang sangat mumpuni. Nah dengan adanya kontribusi media semacam ini, menjadikan wisata saat ini kian variatif.

Jika dulu yang disebut piknik adalah liburan jauh dari rumah ke tempat wisata,  maka kini yang nge-hits adalah liburan jauh dari rumah khusus untuk mereview makanan yang lagi digandrungi di suatu daerah karena unik atau enak. Bener lho, yang unik belum tentu enak, tapi yang enak pasti punya citarasa unik. Bisa aeee...

Silaturahmi Berbonus Wisata ke Bekasi

Source: freepik.com

“A happy family is but an earlier heaven.” —George Bernard Shaw

Berawal dari sebuah sapaan dari sepupu tercinta di DM Instagram, entah kenapa naluri mellow saya keluar. Terakhir kami bertemu ketika saya ada acara di Jakarta, tepatnya dua tahun lalu untuk jadi narasumber di acara Michael Tjandra Luar Biasa. Itu pun hanya sebentar, curi-curi waktu ketika dia liputan juga di daerah Tebet. Dia adalah salah satu wartawan ibukota yang sigap mengejar berita. Setelah itu kami belum pernah bertemu lagi.

Jakasampurna, Bekasi sempat menjadi tempat singgah saya selama liburan sekolah panjang. Bersama dua sepupu saya Ira dan Ayi, kami berbagi keceriaan masa kecil. Mulai dari memberi nama anak anak anjing dengan nama yang lucu lucu, sampai jalan jalan ke Mall berdua naik angkot sekedar beli majalah berisi poster idola idola remaja yang lagi hits pada jamannya.

Napak Tilas Sejarah Budaya, 100 tahun The Phoenix Hotel Yogyakarta


Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna...
(Yogyakarta - KLA Project)

Kutipan lagu Yogyakarta dari KLA Project ini adalah salah satu timeless song favorit saya. Selain karena bercerita tentang kota kelahiran saya, pun di dalamnya, KLA berhasil menggambarkan nyawa kota Jogja dengan apik dan cantik.

Jogja identik dengan kota kecil yang nyaman, merangkul berbagai atribut penduduknya yang memang beragam. Yogyakarta bak Indonesia kecil yang tetep konsisten menjaga dan melestarikan ragam budaya yang memang tak pernah lekang dimakan waktu. Yogyakarta sendiri pada tahun 1946 pernah menjadi ibukota negara. Ini juga menambah nilai Jogja sebagai kota istimewa pastinya. Menurut Bung Karno, pilihan ini jatuh ke Yogyakarta karena saat itu Yogya merupakan daerah yang paling siap dari sisi politik, ekonomi hingga keamanan. 

Bicara tentang Jogja, juga tak luput dari keberadaan tugu Jogja yang sangat iconic. Seakan semua mata wisatawan maupun warga Jogja sendiri tak pernah lepas dari monumen bersejarah ini. Seperti juga tugu Jogja, ternyata disampingnya berdiri sebuah bangunan yang saat ini memasuki usia 100 tahun. Adakah yang bisa menebak bangunan apa yang saya maksud?

Tips Rame-Rame Wisata Keluarga Jakarta di Kepulauan Seribu


foto: Pulau Tidung (sengpaku.blogspot.co.id)

Bunds, pernah gak sih ngerasa penat menjalani aktivitas sehari-hari. Buat saya yang ibu rumah tangga, rasa-rasanya memang selain saya butuh transferan suami, saya juga butuh piknik ha-ha-ha. Jangan salah lho, piknik itu nggak semata mata buang buang duit aja. Ibaratnya komputer kerja terus kan tetep harus direfresh biar gak gampang "hang"

Semangat Berbagi, Meringankan Hati bersama Dompet Dhuafa

Pembatik Berkah Lestari

Hai Bunds,
Ngomongin soal kebaikan, adakah yang sering merasa banyak hutang budi sama orang lain? Saat kita lagi butuh pertolongan dan tiba tiba ada yang mengulurkan tangan untuk bantu kita? Pasti pernah lah ya?

Saya sering merasa bahwa saya dapat banyak sekali kebaikan dari orang lain, bahkan orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Saya merasa Allah menolong saya lewat uluran tangan orang lain. Kadang kadang, saya nggak sempat membalas kebaikan orang tersebut, karena mereka memang sama sekali nggak mengharapkan balasan dari kebaikan yang mereka berikan kepada saya.

Lalu bagaimana cara saya membalas kebaikan orang orang itu ya?

Piknik ke luar kota, Yay or Nay?


Hai Bundas,
Di awal Oktober ini saya mau nerusin cerita soal perjalanan piknik Jogja dalam sehari yang udah saya lakukan dalam waktu (ouuuch) hampir 12 bulan yang lalu. Sebenernya ini hampir kaya trilogi gitu loooh niatnya, tapi apa daya postingan ini nyempil jauh banget sama yang sebelum sebelumnya



Well, pas banget nih #KEBloggingCollab kali ini mengambil tema travelling. Mau ke luar kota atau di dalam kota ya? Apa pula pertimbangan kita memilih piknik kesana.


Menjawab blogpost mak Awie yang diatas tadi, rasa rasanya saya akan menuliskan curcolan blogpost saya tentang pendapat saya mengenai travelling.

Berkecimpung di dunia kepenulisan (baca: temenan sama travel blogger. Temenan lho....catet!), saya sering banget ngeliat timeline temen temen saya plesiran kemana mana. Mulai dari yang ke HAU Citumang, sampe pulau Dewata Bali! Itu semua GRATIS alias gak bayar akomodasi apapun. Tinggal angkat koper doang, semua udah diurus.

Suami, Tanyakan Istrimu Hal Apa yang Membuat Mereka Bahagia


Mungkin bukan istrimu yang sulit dibahagiakan.
Mungkin kau belum bertanya, apa hal yang membuatnya bahagia...

Hai Bunda,
Tak jarang sebuah rumah tangga yang terlihat adem ayem tiba tiba terjadi perceraian. Kelihatan dari luar sih bahagia bahagia aja, ternyata tiba tiba ketok palu di pengadilan (#lambeturah detected). Buat saya yang pernikahannya masih seumur babycorn (karena jagung sudah terlalu mainstream), masih dalam tahap mengenal dan memahami. Udah 7 tahun masak belum kenal kenal siiih? Sesungguhnya kalau saya jawab: B.E.L.U.M

Dua individu yang disatukan dalam ikatan pernikahan (naga naganya obrolannya berat niih) ketemu setiap hari, hampir tidak ada yang bisa ditutup tutupi. Buat yang bisa blak blakan dengan mudah menyampaikan keinginannya sih nggak apa apa, tapi kalau model kaya saya gini, kudu dibaca pikirannya sama Om Dedy Corbuzier kayanya. Suami sampe bingung, salah apa sih aku kok istri sering muring muring.

Mbak Aya pernah ribut gak sih sama suami? Hahaha...pertanyaannya retoris yak? Ada laaah.... Mulai dari hal yang remeh temeh macam suami gak taro anduk di jemuran anduk, atau saya yang gak buang sampah bekas obat Aisha ke tempat sampah aja menimbulkan gesekan.

Well, meski kadang gesekan gesekan itu perlu, buat bikin rumah tangga ada bumbunya. Kalau plain aja gak ada manis asin rasanya flaaaaat doang kaya rambut Mariana Renata abis di rebonding.

Berangkat dan Pulang Kampus GRATIS pakai Uber

Jogja Campus free week

Hai Bundas, 
Berbagi cerita yaa di postingan ini. Sebagai seorang istri mahasiswa yang melanjutkan kuliah lagi (ngarep saya yang lanjut sih sebenarnya hahaha) ternyata baru sadar kalau banyak sekali fasilitas yang istimewa untuk pelajar dan mahasiswa terutama di Jogja ini ya. Namanya juga kota pelajar, jadi seolah olah pelajar dan mahasiswa itu jadi anak emas di kota ini. 


Jogja Campus Free Week
Kemarin saya juga dapat undangan blogger gathering dari UBER di Agenda Kafe, kebetulan acaranya lumayan dekat dan waktunya juga pas, saya memutuskan untuk berangkat. Kenapa tertarik ikutan? Karena eh karena tempat gatheringnya adalah lokasi salah satu scene di film AADC yang bintang utamanya adalah Aa' Nicholas Saputra dan Mba Dian Sastro (ealaah...manggilnya kaya tetangga beda kampung) Intinya sih penasaran juga. 
Saya berangkat diantar sama adik saya, agak terlambat tapi (selalu ada waktu untuk) tetep poto potoan. Bagian lobby ada kolam renang dengan view seperti hutan kecil. Asri banget dengan 2 set meja kursi yang sengaja ditambahkan untuk mempercantik keseluruhan tema. 

Berkunjung ke Museum Dirgantara

Museum Dirgantara Jogja

Hai Bundas,

Tak terasa kita sudah mengawali tahun 2017 yaaa... 
Menutup tahun 2016 kemarin saya merasa punya resolusi baru. Resolusi jadi travel blogger hahaha. Soalnya habis jalan jalan ke blog sahabat saya Atanasia Rian kulinerwisata.com dan liputan jalan jalannya sakseissss bikin saya mupeng berat. Saya ngeces kaya kalo lagi menyantap asinan bogor atau rujak Muaro #pengakuantukangmakan. 

kulinerwisata.com

Dari postingan di blognya, keliatan yah kalau jalan jalan dan makan itu nyenengin. Rian juga cerita kalau pernah melakukan perjalanan terjauh sampai ke Pontianak dan jalan darat ke entikong. "Asyik banget selama 4 hari jalan naik mobil dan nyetir sampai perbatasan", katanya. 

"Main jalan-jalan mengenal orang-orang daerah perbatasan yang jauh sekali dari hingar bingar kota. Tau ramainya Indonesia saja mungkin tidak, disana hanya bisa sms, menggunakan internet tidak bisa." ungkap Rian saat cerita perjalanan asyiknya melintasi Kalimantan yang pertama kali.

Pengalaman menggunakan uberMOTOR di Jogja

Uber di Jogja

Hai Bundas,

Mau sharing pengalaman saya nih hari Sabtu kemarin naik uberMOTOR. Jadi ceritanya saya habis terapi Aisha di RS PKU Jogja kemudian lanjut ada acara Seminar, Workshop dan Bazar di Kedai Kolega Gedong Kuning. Nah, berhubung suami sedang ada acara lain, jadi saya dan Aisha perlu berangkat berdua saja nih.


Karena uberMOTOR ikut merayakan liburan akhir tahun ini dengan memberikan potongan Rp10.000 untuk 5 kali perjalanan uberMOTOR dari tanggal 24 Desember 2016 s/d 1 Januari 2017. Jadi, saya bisa jalan-jalan naik uberMOTOR di Jogja dengan lebih hemat saat liburan Tahun Baru.

Beneran enggak siiih?

Karena kemal alias kepo maksimal, akhirnya saya ikutan kekinian dengan mencoba uberMOTOR ini nih.

CARANYA:
1. Buka aplikasi Uber
2. Masukan kode promo NGUBERDIJOGJA  di opsi promosi
3. Nikmati potongan Rp10.000 untuk 5 kali perjalanan UberMOTOR mulai dari tanggal 24 Desember 2016 – 1 Januari 2017

Aniway busway, untuk yang mau dapat potongan Rp. 25.000 di order pertama bisa masukkan kode SEJF5WVUUE ya di bagian kode promo :)

Nah, lanjut ke cerita saya. Selesai Aisha terapi itu pukul 08.00 dan saya harus mengejar waktu karena sebenarnya undangan untuk peserta bazar adalah pukul 08.00.

Langsung deh saya buka aplikasi UberMOTOR dan memasukkan lokasi saat ini. Setelah itu pilih lokasi tujuan dan klik pesan uberMOTOR. Tak berapa lama, identitas pengemudi dan jenis kendaraan langsung muncul di layar.

Aplikasi uberMOTOR

Saya menunggu tidak terlalu lama, Mas Hega (driver uberMOTOR), langsung nyamperin saya dan menawarkan tas berisi brosur dan katalog yang saya bawa untuk bazar untuk diletakkan di bagian depan motornya. Jadi saya cuma bawa tas aja.



Mungkin karena saya bawa bayi, mas Hega mengendarai dengan hati hati hehehe. Enggak terlalu kencang tapi cukup nyaman selama perjalanan. Sampai perempatan, saya diijinkan untuk mau memilih lewat jalan Selatan atau Utara, saya pilih jalan Utara (jalan Kusuma Negara). Kayanya mas Hega juga udah cukup kenal rute perjalanan kami, which is itu bagus...karena saya sendiri belum pernah kesana *ngook*

Rute perjalanan uberMOTOR
Sampai Kedai Kolega, saya sempatkan untuk berfoto. Nah, sewaktu saya mau bayar ongkos naik uberMOTOR, kata mas Hega udah GRATIS!

Wow!

Di aplikasi tertera ongkosnya 10.528 tapi karena saya pakai kode promosi jadinya beneran GRATIS loh. Asiiik...
Sampai sampai saking nggak percaya saya minta dikirim screenshot harga dari aplikasi driver. Dan ternyata benar. Aaahh...rejeki bunda shaliha ini hehehe...

Biaya perjalanan


Nah buat teman teman yang mau coba pakai uberMOTOR juga, cukup ikuti langkah langkah singkat berikut yaaa:

Cara Memesan uberMOTOR
1. Masukkan alamat tujuan
2. Atur pin atau alamat penjemputan dan pilh metode pembayaran.
3.Tekan “Pesan uberMOTOR”Identitas uberMOTOR”Identitas pengemudi dan kendaraan yang menjemput akan muncul di layar.
4. Nikmati perjalanan dengan harga yang sangat terjangkau.

Biaya minimum : Rp 5.000 per perjalanan
Biaya per km : Rp 1.800
Biaya pembatalan : Rp 5.000

Mengingatkan lagi untuk yang mau dapat potongan Rp.25.000 di order pertama bisa masukkan kode SEJF5WVUUE ya di bagian kode promo :)

Nah, siap jalan jalan keliling Jogja dengan uberMOTOR? Teman-teman yang ada pengalaman memakai uberMOTOR boleh sharing juga yaaaa, baik yang di Jogja maupun di kota lain :)

Salam
/Aya

Gurat Senja, Fashion Diary Karya Anak Bangsa

Hai Bundas, 
Sebagai seorang wanita, tentunya pengen juga untuk mengikuti trend fashion terkini yaaa... Kali ini saya dapet kesempatan untuk meliput acara fashion show, launching perdana karya tiga orang desainer ternama Jogja yaitu Endarwati, Theo Ridski, dan Djoko Margono. 


Pagelaran fashion show kali ini mengambil tema "The Enlightment Fashion Diary, Gurat Senja". Sebelumnya Ibis Styles juga sudah menggelar acara serupa bertema Svarna Bianglala 2015 lalu. 

Acara ini juga sekaligus sebagai launching promo terbaru dari Ibis Styles promo, Sunset Hour. Gurat Senja sengaja dipilih untuk mengangkat keindahan cahaya langit kala senja. Warna warni jingga akan mendominasi warna warna karya ketiga desainer ini. 

Dibuka dengan sambutan duo MC mba Sukma dan mas Firman, langsung membuat para pengunjung penuh semangat. Bagian runway di  sky bar Ibis Styles yang terletak di lantai 7 dan menghadap kolam renang membuat suasana semakin segar dengan terpaan angin sepoi-sepoi. 

Suasana seperti ini langsung aja deh kami rombongan blogger dari kumpulan emak blogger langsung mengambil spot terbaik untuk foto foto *yah, seperti biasanya laaah* Gimana hasil foto di lantai 7 hotel Ibis Styles? Kece badai yaaaa 😄😄

Photo credit: @imasatrianto


Setelah launching "Ibis Sunset Hour" langsung dilanjutkan dengan peragaan busana dari desainer Endarwati oleh 8 orang Diajeng Sleman dari Paguyuban Dimas Diajeng Sleman. Desainer Endarwari yang galerinya bertempat di Jl A Yani 47 Bantul mengusung desain simple chic dengan warna warna a la batik jumputan. Bajunya bisa dikenakan dalam acara casual maupun semi formal. Yang jelas saya suka banget karena desainnya simple dan selain enak dilihat, sepertinya juga nyaman untuk dikenakan. Para Diajeng tampak makin cantik dengan polesan make up dari Gandrix Professional Make Up Artist and Salon. 

Karya Endarwati

Desain kedua dari Theo Ridski didominasi desain untuk laki laki. Kemeja dengan detail etnik dan celana pendek tampak cocok saja dipadankan. Sesuai dengan tema summer, warna warni yang ditampilkan juga adalah warna warna ceria. Koreografer Lutfi Majid berhasil membuat tampilan karya busana ini enak dinikmati oleh pengunjung.



Usai tampilan baju baju untuk pria, saatnya doorprize yeeeaaay. Selamat untuk Via (salah satu teman blogger) yang dapat doorprize voucher. Waaah...rejeki nomplok ya Via. Tak disangka sangka, saya juga ketiban pulung, dapat doorprize dari HS Silver isinya sepasang anting. Cihuuuy makin cakep nih pakai anting baru.



Konsep unik dan modern juga ditangkap pada karya Djoko Margono, seperti juga konsep yang ingin ditampilkan Ibis Styles. Busana busana casual ready to wear ini memang kekinian dan eye catching sekali. Acara yang dibanderol 75.000/pax ini kumplit banget. Selain bisa untuk menikmati karya para desainer dengan nuansa sunset di tengah kota, bisa dijadikan ajang kumpul sama sahabat menikmati senja di Jogja. 

Makan bareng sahabat 

Oh iya, sekedar informasi bahwa dulunya Ibis Style ini bernama All Season hotel. Dengan 112 kamar dan 6 meeting room ini juga menyediakan lokasi wedding loh, bisa untuk 200 tamu undangan. Momen pernikahan special pasti butuh tempat special kaan? Siapa tau jodohnya di Ibis Styles

Pengen tau soal acara acara special di Ibis Style? Atau ingin menggelar acara special? Untuk informasi dan reservasi langsung aja hubungi: 
Ibis Styles Yogyakarta
Jl Dagen No 109 Yogyakarta 55271
0274-588889
www.Ibisstyles.com


Antara Menikah Muda dan Cita Cita Saya

Pernikahan adat Jawa
Hai Bundas,
Membaca judulnya bikin bertanya tanya gak sih? Emang Aya itu nikah dini ya? Sedini apa juga nikahnya?

Well, lagi rame berita mengenai pernikahan dini Alvin, anak ust. Arifin Ilham dengan Larissa Chou, seorang mualaf. Membaca beritanya bikin adem tapi juga khawatir. Kenapa adem? Pastinya doi bisa jadi versi "keren" baru untuk anak anak seusianya, tapi pun bisa bikin orang tua dengan putra putri yang masih abegeh yang lain ketar ketir.

Yang bikin khawatir? Karena memang dari pengalaman saya pribadi (sekali lagi ini murni kekhawatiran dalam definisi saya loh, beda boleh banget) umur segitu saya lagi runtang runtung hobby dolan sama teman. Emang abis menikah nggak bisa dolan dolan? Bisa laah pastinya, saat ini pun saya masih suka dolan dolan hehehe...tapi pasti tetep kerasa beda. Meskipun buat saya dolan masih sebatas di dalam pulau aja, mengingat kudu berburu tiket pesawat murah kalau mau ke luar pulau cihuy!

Menikah itu tanggungjawabnya bertambah besar, apalagi perempuan, seorang ibu, sudah pasti untuk keluar rumah sudah harus dengan approval suami, saat anak anak ada yang handle dan lain lain. Dan saya pun mengamini kata ibu saya, saya lebih legowo nggak keluar dolan sama temen karena ngasuh anak misalnya. Lebih ngerasa bisa menerima kondisi untuk lebih banyak di rumah karena porsi dolan sudah dihabiskan saat masih sendiri.

Ibu saya pernah pesan, "Menikah itu bukan perkara gampang, bukan masalah ijab qabul, sah, lalu hidup bahagia selama lamanya" kaya ending film film kartun produksi Pixar atau Disney. Butuh lebiih dari itu semua. Pernikahan justru satu babak baru dalam kehidupan yang didalamnya akan butuh kemampuan luarbiasa untuk menghadapi masalah demi masalah satu persatu dengan baik. Menikah itu soal tanggungjawab, menurunkan ego, menaikkan empati, melibatkan kerjasama team yang solid. Emotional quotient kudu tinggi. Bisakah anak belasan tahun menghadapi itu? Bisa! Tapi mungkin bukan saya *tutupmuka.

Menikah muda memang bukan cita cita saya. Dan benar. Saya menikah di usia terlalu matang #relationshipgoals hahaa. Bukan saya bilang menikah muda gak baik lhooo, bukaaan. Hanya saja untuk saya pribadi yang di usia 21 tahun pun masih serampangan, sepertinya lebih mengkhawatirkan kalau saya menikah dan punya anak. Yayaya, saya masih amat sangat labil di usia itu. Emosi masih meledak ledak dan manjanya tingkat Olimpiade Rio. Membahayakan bagi suami dan anak anak #ngaku. Meskipun sekarang juga masih begitu #eh, tapi setidaknya lebih bijak dan dewasa sedikiit.

Saat masih single, banyak menerima undangan teman teman saya yang menikah duluan. Which is, saya jadikan itu sebagai referensi pernikahan saya besoknya (nggak tau kapan dan sama siapa hahaha). Kumpulin aja temanya, kadang ngambilin kartu nama katering atau ngumpulin kertas undangannya *kasiandehgue

Sepertinya keinginan menikah di usia matang ini karena saya ngeliat orang tua saya. Orang tua saya menikah di usia yang gak bisa dibilang muda. Ibu 27 tahun dan bapak saya 32 tahun. Tantangannya tentu besar, ketika bapak mendekati pensiun, saya harus sudah menyelesaikan pendidikan S1 saya (atau cari beasiswa supaya tetep bisa melanjutkan kuliah). Untungnya selesai juga 3,5 tahun kuliahnya. Legaaaaaa...

Nikah muda bisa jadi dipilih supaya jarak ortu dan anak gak terlalu jauh, biar bisa main bareng. Tapi menikah tua pun menurut saya tetep asik asal orangtuanya tetep berjiwa muda *ciyee... Toh, saya merasa sampai saya setua ini seumur sekarang, bapak saya masih asik asik ajah diajak main hihihi.

Banyak hal yang membuat saya memilih menikah tua eh tidak muda. Salah satu alasannya adalah saya punya keinginan menyelenggarakan resepsi pernikahan dengan uang hasil tabungan sendiri. Pengennya saya, orang tua mah tinggal terima beres aja. Jadi urusan sewa menyewa tempat, undangan, suvenir, katering, hiburan, orang tua nggak perlu mikir, biarlah kami yang heboh kesana kemari bayar ini bayar itu. Beliau beliau tinggal dikasih itinerary, kapan didandanin, duduk manis, menikmati rasa bahagia melepas putri pertama dan satu satunya ini. Alhamdulillah pernikahan idaman kami terlaksana dengan baik #weddingreceptiongoals hahaha.

Pun untuk keluarga suami juga pengennya kami, semua tinggal duduk manis nunggu jadwal pesawat, lalu calling calling, biar kami yang ubek ubek cari tiket pesawat promo ahahaha...

Baca : Resepsi adat Jawa

Bicara soal pernikahan, salah satu yang jadi cita cita saya juga adalah menikah dengan pakai suntiang ahahaaaa....cita cita dari SD terlintas pas nonton film berseri Siti Nurbaya (ampuuun...anak sekarang pengen jadi Elsa atau Anna di film Frozen, gue pengen nikah pakai suntiang :D). Jatuh cinta dengan kebudayaan Minang, meski sesungguhnya darah Jawa mengalir begitu kental dari kedua orangtua saya yang asli Jogja. Jatuh cinta pada Minang ini yang ternyata membuat vibrasi saya menarik pemuda Minang untuk mendekat dan akhirnya menikahi saya, jadi kesampaian deh saya menikah pakai suntiang #relationshipgoals (lagi) hahaha.

Penting gak penting, buat saya menikah sama orang beda pulau itu gak masalah, selama masih ada tiket pesawat promo dan tiket pesawat murah aseeekk...

Pernikahan adat Minang

Baca: Pernikahan Minang

Kebetulan juga, pada awal bulan ini adik ipar saya menikah di kampung halaman kami, Cupak, Solok, Sumatera Barat. Pak Angahnya Shoji Rey Aisha akhirnya melepas masa lajangnya juga di usia yang tidak juga muda *penting nggak siih*, namun sayang, saya hanya dapat kiriman fotonya aja.

Bukan kenapa kenapa, jadwal kuliah ayah Shoji yang keluarnya mepet, bertepatan dengan jadwal sekolah Shoji Rey yang padat, plus jadwal terapi Aisha tidak memungkinkan kami membuat keputusan last minute untuk memesan tiket pesawat. Selain itu kalau last minute pesennya agak kesulitan juga dapat tiket pesawat murah hohoho

promo Anniver5ary Tiket.com
Sedih sih sedih, tapi insyaAllah ini tidak akan terjadi lagi. Karena sekarang ada aplikasi yang bisa melakukan pemesanan last minute tapi tetep dengan harga bersahabat loh. Segala macam tiket tinggal klik klik aja, bayar, beres. Bepergian jadi mudah, pulang kampung insyaAllah lancar. Kenapa? Pastinya karena ada tiket pesawat promo dong. Tinggal download aplikasi Tiket.com di *200*266#. Mudah kan?

Tiket pesawat murah ini adalah bagian dari Anniver5ary Tiket.com yang juga bagi bagi diskon, diantaranya diskon kereta semua rute 20.000 masa promo 1-31 Agustus, diskon tiket pesawat murah 200.000 masa promo 11-20 Agustus, diskon top hotel tanpa minimum transaksi masa promo 3-31 Agustus 2016 dan ada penukaran tix poin untuk dapat hadiah.

Sharing juga yuk, pengalaman temen temen akhirnya berhasil melepas masa lajang dengan bahagia :)

Love,
/Aya



CONRAD Bali, Salah Satu Surga di Pulau Dewata

Conrad Hotel
Hai Bundas,

Berkesempatan untuk bisa pergi ke Bali (lagi) setelah absen melihat pulau ini selama 16 tahun. Kali ini saya datang dalam rangka pekerjaan siih, bukan liburan. Mengikuti Director Seminarnya Oriflame, lebih tepatnya.

Karena misinya adalah kerja, maka segala pembiayaan ditanggung sama Oriflame, saya tinggal angkat koper saja hehe...
Sedikit review yaaa, karena CONRAD ini adalah salah satu hotel *5 di kawasan Nusa Dua, bisa dibilang hotel yang sangat mengedepankan kepuasan para tamunya.

Nanti saya bahas hal hal yang menurut saya unik dari hotel yang satu ini yaaahhh...

1. Lobby


Lobby utama Conrad Hotel terletak di lantai 3, jadi untuk kendaraan yang mengantar tamu bisa naik langsung ke lantai 3, sementara rombongan kami check in melalui ruangan meeting di lantai 1. Saya dapat kamar nomor 1135 saat itu.

Sedikit heran juga dengan penomoran kamarnya, karena ternyata dari ruang meeting yang di lantai 1 kami perlu naik lift menuju lantai 3 (lobby utama) kemudian baru turun ke lantai 1 lagi.

Kamar kami dekat dengan resto "Suku" jadi kalau mau sarapan deket banget dari kamar.

2.Kamar

Kamar kami di lantai 1
Kamar kami lumayan luas, penerangan temaram dan kamar mandi standard bintang 5 deh. Yang saya suka ada garam laut dengan aroma melati wiiihhh... Kalau pulang seminar badan pegel pegel bisa langsung berendam di bath tub pake air hangat dan garam laut itu. Capek jadi hilang dan aroma melati di seluruh tubuh bikin tidur jadi nyaman.

Welcome drink air mineral dan berbagai kopi dan teh tersedia di minibar. Fasilitasnya ada meja setrika, setrika, dan pemanas air. Jempol untuk pemilihan bedcover sama bantalnya. Empuk dan lembuut banget, dibanding Hotel Tentrem Jogja atau The Papandayan Bandung, Conrad Hotel paling oke bantal dan bedcovernya hihihi...

3. View di luar kamar

View dari kamar di lantai 1 Conrad
Kamar di lantai 1 kami menghadap taman dan kolam renang. Sedikit berjalan, sudah langsung ketemu pantai.

View dari kamar di lantai 2 Conrad
Gara gara lihat hasil foto Fitriandari yang instagrammable, jadi hunting foto di kamar lantai 2 juga niih...
Pemandangan langsung ke arah kolam renang dan pantai

Pemandangan dari kamar lantai 3 Conrad
Untuk acara gala dinner, saya pindah kamar karena ibu datang dari Jogja. Nah ini view dari kamar kami yang di lantai 3.

4. Area taman yang langsung berbatasan dengan pantai

Salah satu sudut favorit view pantai Conrad

Kebetulan saya termasuk yang cinta sama pantai, dan di Conrad ini nggak perlu jauh jauh ke luar hotel untuk bisa main di pantai atau menjejak kaki di pasirnya. Karena lokasi Conrad sendiri berada di timur, jadi hanya bisa menyaksikan sunrise. 
Pemandangan alam yang luarbiasa menurut saya, pantainya sepi karena pengunjungnya ya hanya pengunjung hotel saja kan?

Bangun tidur langsung lihat sunrise
Sudah lama punya janji mengajak ibu ke pantai. Nah kalau pas di Jogja mau ketemu pantai harus bercapek capek jalan lumayan jauh. Ibu sudah gampang capek soalnya, jadi begitu tau kalau hotelnya ada view pantai begitu turun dari kamar, saya seneng banget nih.

5. Resto

Makan pagi di "Suku" Conrad
Di Conrad, sarapan di udara terbuka dan menghadap kolam renang. Seger banget! Pilihan menunya pun beraneka ragam. Menu favorit saya tetep saja salad sayur sebelum memulai santap nasi.

Aneka menu "Suku" C
Salad dan jus anggur sarapan saya di Conrad

5. Kapel untuk pernikahan

Kelihatan kecil ya kapelnya?

Dari http://www.iwanphotographybali.com/bali-wedding-photography-conrad-bali-resorts-infinity-chapel/


Nah, gedung ini sering sekali dipakai buat pernikahan. Cantiiik banget, jadi kapelnya itu ada di tengah danau. Buat foto foto juga cakeep.

Ada 5 item itu yang menurut saya menarik banget dari hotel CONRAD Bali. Oh iyaaa...pelayanannya memuaskan karena saya bisa nitip ASI perah di dapur hotel. ASI beku yang saya simpan buat oleh oleh Aisha di rumah.

Kalau berkesempatan ke Bali lagi pengen rasanya nginep di hotel ini hehehe...
Psst psst...denger denger harga per kamarnya sekitar 3 jutaan semalam hohoho, mantap deeehh...
Ada yang pernah bermalam disini juga kah? Share yuk kesan kesannya 

Love
/Aya


Berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung




Jadi ini masih bersambung sama postingan sebelumnya. Saya mengajak Ibu (utinya Shoji) untuk menengok kampung halaman suami di Solok Sumatra Barat. 
Hari itu hari Minggu, kebetulan Ama juga sedang libur mengajar, jadi kami sekeluarga merencanakan piknik ke Pagaruyung.

Perjalanan diiringi hujan rintik, dan hawa yang cukup dingin. Begitu juga saat kami sampai disana. Perjalanan lumayan panjang dari Solok ke Tanah Datar tidak mengurangi kegembiraan Shoji, Rey dan Alissa yang bersemangat menemukan tempat main baru.

Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkarkabupaten Tanah DatarSumatera Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat (Wikipedia)

Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.

Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo(tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum.

Anak anak bersemangat, Uti dan Nenek bahagia

Nah tanggal 27 Februari 2007 istana Pagaruyung terbakar lagi, tapi pas kemaren kami jalan kesana, sudah terbangun sempurna dan boleh dikunjungi. Kata Ayah Shoji, dulu kalau ke Pagaruyung gak boleh naik, tapi kemarin kami dapet kesempatan bisa naik sampe ke tingkat paling atas.

Subhanallah, berada di atas istana dengan hawa yang dingin dingin seger (saat itu pas hujan rintik rintik) rasanya luarbiasa sekali. Apalagi mengajak Ibu jalan jalan sampe ke luar pulau.

Shoji dan Rey juga Alissa (anaknya adek ipar) keliatan seneng banget. Naik turun tangga dan lari lari di ruangan. Ama (nenek Shoji) juga seneng banget kami bisa ngumpul jalan jalan.

Banyak kami temui pengunjung menggunakan pakaian adat Minang berfoto disana. Mungkin untuk foto pre wedding ya hehehe (saya memilih foto selfie saja bersama ayah Shoji). Untuk kenang kenangan, kami juga ditawari untuk foto keluarga bersama, hasilnya bisa langsung dicetak dan di laminating untuk kenang kenangan. Ama mengusulkan mencetak 2 foto, satu untuk di Solok dan satu untuk dibawa ke Jogja :)


Groovie di Istana Pagaruyung

Seneng banget deh rasanya. Salah satu tempet wisata yang kudu didatengin :)

Mengajak 2 Balita Travelling Naik Pesawat

Travelling dengan balita

Haiii 

Alhamdulillah bisa juga ngisi blog lagi niih Kali inipengen cerita pengalaman mudik keluarga kami ke Solok, Sumatra Barat yang ke dua. Iya, sebelumnya kami pernah mengunjungi Solok 3 tahun lalu, tepatnya saat Lebaran tahun 2012 ketika Shoji berusia 6 bulan. 

Karena ketebalan dompet kami fluktuatif dari bulan ke bulan, akannya baru bisa ngumpulin duit untuk pulang kampung setelah 3 tahun (keplakan untuk segera keluar dari zona nyaman dan nambah penghasilan xixixi). Sebenernya rencana pulang kampung harusnya saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri Juni kemarin, tapiiii oh tapi ternyata belum diijinkan karena ternyata tiket pesawat TigerAir yang kami book tercancel karena Maskapai Tiger Air sendiri tidak mampu lagi beroperasi. 

Aktivitas balita di pesawat


Well, Alhamdulillah seluruh biaya yang kami keluarkan untuk pembelian tiket senilai hampir 7 juta (5 tiket berangkat dan 1 tiket pulang direfund full. Kami juga sudah bikin nadzar, kalau uang tiketnya kembali, kami akan ikut kurban tahun ini. Alhamdulillah itu juga terlaksana. Selanjutnya kami memilih maskapai Sriwijaya Air karena penerbangan Jogja-Padang gak ada rutenya, jadi tetep harus Jogja-Jakarta, Jakarta-Padang. 

Sampe saat ini Shoji berarti udah ngerasain take off dan landing sebanyak 8 kali xixixi, udah mulai terbiasa kayanya... Ini adalah Rey's first flight.

Di usia kurang dari 2 tahun, kami sudah harap harap cemas kalau Rey akan rewel sepanjang perjalanan. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 9.30, karena pesawat sriwijaya Air yang akan membawakami terbang take off pukul 10.50 Pas di pesawat, Alhamdulillah Shoji tidak ada masalah saat take off maupun landing. Selama di pesawat Shoji memilih baca tabloid yang disediakan, sambil ngemil snack yang kami bawa dari rumah. Rey masih agak tegang saat landing dan take off, selalu minta peluk, tapi selama perjalanan juga cukup kooperatif.
Balitas di pesawat


Sampai di Bandara Soekarno Hatta, menunggu pesawat ke Padang waktunya cukup lama. Shoji dan Rey kami ajak main main di playground. Lumayanlah daripada ngejar ngejar mereka di lounge mainan AC. KIra kira pukul 18.00 panggilan supaya segera boarding, Alhamdulillah tiba di Padang sekitar pukul 20.00 dan kami lanjut makan dI RM Lamun Ombak sebelum melanjutkan perjalanan ke Solok dengan mobil.

Intinya sih klo ngajak anak terbang siapkan bekal makan dan mainan atau buku. Biasanya nggak repot repot amat sih, kecuali saat mereka tidur pas transit dan kita kudu bopong bopong heheheh 

selamat travelling
/Aya