Showing posts with label perlengkapan bayi. Show all posts

Review Stroller Pockit Gen 5 789 Untuk Anak Berkebutuhan Khusus


#Aisha'sGears
#Perlengkapan Aisha

Hai Bunds,
Mulai postingan ini ke depan, saya akan mulai bahas alat-alat ajaib yang Aisha pakai ya. Karena banyak yang menanyakan sekalian saya rangkum disini biar lengkap mulai dari nama alat, untuk apa, beli dimana, harga, yay dan nay. Nah nantinya alat-alat ini akan masuk di hastag #Aisha’sGears atau #PerlengkapanAisha. Jadi, udah siap untuk postingan kali ini?

Manfaat Pijat Bayi Yang Harus Bunda Ketahui

Foto: halodoc.com

Hai Bunda,
Perlu diketahui bahwa dengan memijat bayi secara rutin merupakan salah satu cara untuk memberikan sesuatu yang lebih bagi dirinya. Selain itu juga bisa memiliki lebih banyak waktu untuknya sehingga bisa membangun ikatan yang lebih dalam lagi antara anak dan bunda. Bukan hanya itu, dengan pijatan juga bisa menstimulasi sensorik sehingga perkembangan bayi anda menjadi lebih sehat.

Tips Memilih Baju Menyusui

Nyaman saat menyusui

Hamil dan menyusui itu jadi momen paling indah karena memang momen istimewa. Cuma kadang memang momen hamil dan menyusui ini bikin saya suka mager alias males gerak. Mager dalam artian saya jadi males kemana mana. Bumil dan busui itu bawaannya gerah dan gak nyaman, ukuran badan udah oversize, baju baju kekecilan, gampang gerah, belum lagi kalau harus menyusui di depan umum jadi ribet bawaannya. 

Kemarin Selasa saya dapet kesempatan untuk ikut launching brand baru Lactivers, gamis yang dalam visi dan misi duo foundersnya ingin mensupport ibu ibu menyusui, menjadi bagian istimewa pada siklus kehidupan perempuan. 

Diawali dengan mendengarkan pembacaan AlQuran, lalu dilanjutkan sambutan dari bapak Muhammad Herbowo BOD lactivers. Sebagai seorang suami, beliau punya kegelisahan. Karena istri kalau diajak pergi pergi ketika masih dalam masa menyusui suka ribet. Mau gak diajak kasian, kalau diajak juga kasian. Jadi dengan adanya baju menyusui syar'i dari Lactivers, sekarang merasa dimudahkan untuk bisa mengajak keluar istri karena istri juga tetap nyaman, bajunya elegan dan tetap syar'i.

Acara selanjutnya adalah kajian dari Ustd. Diana Rahmawati. Beliau menjelaskan tentang tujuan manusia diturunkan di muka bumi. Misi penciptaan manusia ada tiga yaitu, Beribadah kepada Allah (Q.S Adz Dzariyat 56), menjadi khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah 30), dan menjadi khoiru ummah (menjadi umat terbaik dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, Q.S Ali Imron 30). Ustd. Diana juga menyampaikan bahwa Islam memperbolehkan seorang muslimah untuk membawa manfaat lebih bagi ummat, dan melakukan bisnis selama tidak melanggar hukum syara dalam AlQuran. Kajian lengkap ustd. Diana ada di postingan selanjutnya yaaa

Baca: Kajian Muslimah Sukses Dunia Akhirat


Talkshow Muslimah Sukses Dunia Akhirat
Usai kajian, ada sesi perkenalan dan sejarah brand New Lactivers dengan duo foundernya. Perkenalan pertama adalah dengan mba Novriana Dyah Puspitasari yang dipanggil mba Pipit, seorang lulusan sarjana psikologi UGM. Mba Pipit sudah sangat concern dengan baju menyusui sejak 2012. Beliau menemukan brand Lactivers dan mendesain baju baju menyusui lalu memasarkannya. Lactivers asalnya dari laktasi, produk laktasi lovers. Visi Misi pertama kali saat membuat brand Lactivers adalah menampik anggapan bahwa menyusui itu susah. Memang diakui mba Pipit banyak hambatan yang membuat ibu enggan menyusui seperti; kurangnya  komunitas dan dukungan terutama dari lingkungan. Lactivers diharapkan mba Pipit menjadi satu komunitas yang bisa memberi dukungan kepada ibu ibu menyusui untuk bisa Istiqomah dengan aktivitas menyusui selama 2 tahun. Baju baju Lactivers kreasi mba Pipit tahun 2012 baru seputaran atasan dan tunik tunik.

Menurut mba Pipit, sebenarnya lumayan ribet juga ya kalau muslimah harus pakai baju dobel dobel dan kurang praktis dengan baju atasan atau tunik. Kondisi ini membuat mba Pipit sempat vakum mengerjakan bisnisnya. Akhirnya mba Pipit bertemu dengan mba Tria.

Mba Tria Meriza adalah seorang sarjana komunikasi yang sudah memulai bisnis properti sebelum menggandeng mba Pipit di bisnis gamisnya ini. Salah satu bisnisnya adalah Simply Homy. Menurut cerita mba Tria, seharusnya bisnis properti itu akan lebih potensial untuk berkembang, tapi kok bisnis mba Tria dirasakan stagnan. Keuntungan lebih banyak "menguap". Akhirnya mba Tria selama 5 tahun terakhir belajar lagi mendalami agama Islam dan berkomitmen untuk menjalankan bisnis sesuai dengan aturan Islam. Semenjak itu, semua akad bisnis mba Tria diperbaiki. Bertemu dengan mba Pipit, akhirnya mba Tria dan mba Pipit berkolaborasi untuk menjalankan bisnis gamis menyusui syar'i dan menyempurnakan "Lactivers" menjadi brand baru dengan logo baru juga. 


Brand New Lactivers
Sebagai seorang ibu menyusui, buat saya Lactivers ini jelaaaas manfaat banget. Lactivers adalah gamis yang didesain untuk muslimah yang ingin tampil syar'i dan nyaman saat menyusui. Misi Lactivers adalah memberikan dukungan nyata untuk membangun ikatan terbaik di 100 hari pertama di kehidupan baru serta ambil bagian dalam menguatkan hubungan kasih antara ibu dan anak. 

Pas pertama kali lihat model gamis dan warna warnanya, ow jelas saya kepincut. Ngak kelihatan kaya gamis menyusui loh, cakeeep dan elegan. Ada 2 macem gamis yang ditawarkan Lactivers yaitu Gamis Basic yang bahannya rayon dan Gamis Mahira yang bahannya balotelli. 

Lactivers Mahira dan Basic


Setelah saya coba dan saya pakai jalan jalan sama Aisha dan suami, wiiih...beneran loh nyaman banget. Ini yang saya jadikan pertimbangan saat memilih baju menyusui: 

1. Ada lubang rahasia untuk menyusui

Nah "jendela" ini memungkinkan bunda menyusui tanpa harus "menumpahkan" seluruh isi "botol" jadi, aurat tetep terjaga. Di gamis Lactivers ada akses menyusui yang memudahkan kita tanpa buka kancing atau ritsleting. Untuk Basic tinggal tarik di samping dan untuk Mahira tarikannya di bagian bawah dada.
Akses menyusui mudah
2. Cuttingnya nggak membentuk lekuk badan. 

Saat ini saya cukup mempertimbangkan model gamis. Karena gimanapun juga kalau ingin benar benar menutup aurat, perintah Allah adalah pakaian tidak membentuk lekuk badan. Terus kalau bahan kaos rayon gimana?


Lactivers Basic Mint
Meskipun bahannya kaos, untuk Gamis Basic kalau dikenakan itu bikin efek lebih langsing! Aaah idolaaak banget deh. Selain itu, ketika dipakai nggak nyeplak badan karena bagian bawah juga dibuat rimpel rimpel. Cantik pokoknya...

3. Wudhu friendly.

Ini penting banget loh, ibu ibu dengan anak balita kan pengennya bisa gerak cepat #itusayadeng. Bagian lengannya untuk yang basic ada karetnya, sementara yang Mahira berbentuk manset. Untuk yang basic, ujungnya pakai karet, jadi sekali tarik langsung deh bisa wudhu.

4. Kainnya kualitasnya bagus.

Kalau beli pakaian kan pengen yang awet ya. Kain kaos dari gamis basic ini enak bangeet. Buat ibu menyusui kan butuh baju yang nyaman ya, karena bahannya kaos, bisa menyerap keringat. Oh iya, sering kan ya kalau abis dicuci suka mengkerut atau melar baju berbahan kaos itu? Ini enggak! Beneran. Masih sama dengan bentuk aslinya. Saya suka saya suka!

5. Warna warninya pastel cantik cantik.

Karena ibu menyusui usianya sekitar 23-35 tuh kudu pakai warna warna kekinian. Saya kebetulan suka warna warna pastel, jadi liat gamis ini berasa ratjun.  Pilihannya ada banyak warna loh, dan Lactivers juga tiap bulan akan berinovasi mengeluarkan model model baru. Waah jadi pengen selalu mantengin web nya lactivers nih.


Kembaran warna mint sama Aisha
6. Modelnya everlasting.

Ih, apa sih eveasting, emang love song 😜😜😜ini baju setelah hamil dan menyusui masih bisa dipakai buat baju pergi pergi ternyata, soalnya modelnya dipakai casual bisa, semi formal dan formal juga bisa.

Nah itu beberapa pertimbangan saya memilih baju menyusui, Bundas. Ada yang punya pertimbangan lain? Atau ada yang pernah cobain gamis Lactivers ini? Yuk boleh tulis di komen yaaa...

Love, 
/Aya

tak gendong kemana mana

bergaya bersama Shoji

Sejak perut saya mulai membesar kala hamil dan dapat vonis bahwa baby saya melintang, dokter saya menyarankan supaya saya memakai stagen ibu hamil untuk membuat panggul dan pinggang saya lebih nyaman.

Mendatangi berbagai toko peralatan bayi, tapi tidak juga menemukan korset yang dimaksud, kalaupun ada harganya selangiiittt.....sampai search di internet segala lho, mencari online shop yang menjual korset hamil.

Berhubung keuangan kami yang cekak, saya musti berusaha berhemat membeli barang barang, apalagi kami sudah harus mulai menabung untuk biaya persalinan. Akhirnya, melihat iklan babywrap di akun facebook saya, saya tertarik untuk membeli satu, ide saat itu adalah bila babywrap bisa dipakai untuk menggendong bayi di luar kandungan, tentunya nyaman juga dipakai untuk menggendong bayi di DALAM kandungan (sayang gak sempet foto jaman hamil pake babywrap).

Setelah survey OS termurah yang menawarkan babywrap, saya memesan satu yang warnanya favorit saya (ungu dengan motif garis garis). Setelah saya terima langsung saya pakai seperti pada petunjuk pemakaian, tapi tanpa bayi tentunya.
So proud to be a mother :)

Wow, ternyata selain hangat, babywrap juga bisa menyangga perut saya dengan baik lho...senangnya... Akhirnya sejak usia 6 bulan saya sudah menggunakan babywrap yang beralih fungsi menjadi pregnancy belt :)

Setelah Shoji lahir, ternyata berat Shoji amat minim, sehingga saya belum berani menggunakan babywrap untuk menggendong Shoji, tapi sebulan kemudian saat berat Shoji sudah normal barulah saya bereksperimen. Ayah Shoji juga tampak senang menggendong Shoji pakai gendongan kangguru itu.
Sleepy Shoji with ayah

Awalnya bingung gimana cara pakainya, tapi belajar, belajar dan belajar, akhirnya dari yang awalnya butuh bantuan, sekarang saya bisa menggendong Shoji sendiri tanpa dibantu memasang babywrap.

Perawatannya enggak susah kok, cuma rendam deterjen sebentar, kucek kucek sedikit, lalu jemur di tempat teduh. Yahhh kalau buru buru saya juga masih pakai selendang batik kok, cuma kalo mau agak lama gendongnya mending pake babywrap karena enggak pegal di badan. Kalau eyang uti dan eyang kakung lebih suka pake jarik batik hehehe....

pengalaman memakai clodi

Dres code Shoji kalau mau tidur

Haiii...
mau share lagi niee...
sebagai ibu baru, pastinya donk pengen ngasi yang terbaik buat anak, banyak baca, browsing, obrol obrol sama sesama bumil dan busui...jadi banyak tau juga. Kemaren saya pernah membahas mengenai hebohnya kami membeli clodi dipostingan gila-belanja-cloth-diaper 

Kalau yang belon pernah denger, clodi itu seperti diaper tapi dari kain dan tidak sekali pakai. ada isian microfiber atau bamboo untuk menahan pipis baby supaya tidak luber kemana mana. Merknya banyak banget, mulai dari yang lokal (sheizy, GG, ziya) sampai yang impor (coolababy, babyland, Moo moo kow, rump a rooz). Tentu saja lain merk lain pula harganya.
ini penampang clodi yang dimaksud


Makin lama mempelajari dan menelaah sekaligus  berbincang tentang plus minusnya clodi, akhirnya saya memberanikan diri mencoba membeli clodi sheizy keluaran baby-oz. Saya tertarik karena outernya bener bener keren, motifnya army hehehe...saya rasa cocok untuk Shoji yang bertampang sangar hahahah

Berawal dari seringnya Shoji pipis malam, dan ngantuknya saya untuk berkali kali mengganti popok dan celana, tapi saya juga tidak mau pakai pospak karena selain bikin ruam, banyak zat aktif yang berbahaya untuk Shoji, saya juga tidak mau menambah sampah dengan banyaknya pospak yang saya buang tiap hari (saya kan cinta lingkungan). Salah satu perhitungan lain adalah biaya, jadi setelah melalui perhitungan yang rumit bin pelit, saya memutuskan memakai clodi karena ternyata lebih irit.

Rencana saya pakaikan clodi kalau Shoji mau tidur saja, tapi eh tapi...(ini sekalian review clodi sheizy yaa) memang sih bentuknya kokoh, saya suka sekali, apalagi pakai snap (saya tidak suka velcro yang bisa bikin kulit perut Shoji luka klo masangnya gak pas) ternyata cuttingnya besar, terlihat so bulky di badan Shoji yang mungil. alhasil bobonya sepertinya kurang nyaman, sehingga Sheizy lebih sering saya gunakan saat jalan jalan saja *pamer anak* heheheh
keren ya...kek tentara :)

Berhubung Shoji pipisnya banyak, sepertinya Sheizy tidak cukup tangguh menampungnya, 3 jam aja sudah bocor dan tembus ke alas ompol, jadinya selama 3 jam harus diganti segera clodinya.

Kemudian ada teman yang menyarankan pakai babyland, katanya cocok untuk newborn karena cuttingnya kecil. Untuk babyland saya suka karena lebih tipis, snapnya lebih mudah diuka tutup, bahannya stretch *jadi gak takut Shoji sesak perut* dan sepertinya untuk tidur terlihat lebih nyaman.

babyland

Untuk daya serap, saya pakaikan ke Shoji jam 9 malam dan baru diganti jam 2, selanjutnya dengan clodi baru dari jam 2 sampai jam 7 pagi, lumayan siiihhh...gak bangun bangun untuk ganti clodi lagi, asal kalau kena pup harus langsung diganti.

Untuk pencucian cukup simple kok

Persiapan sebelum digunakan:
Cuci popok kain beserta insert untuk mendapatkan daya serap maksimal serta mensterilkan lapisan finishing bahan. Cuci-kering-cuci-kering-cuci-kering-pakai.

Cara pencucian:
Setelah dipakai, buang kotoran dalam toilet, pisahkan celana dengan insertnya, masukkan ember tertutup.Tidak perlu direndam dan jangan diberi detergen/dettol/obat apapun.
Sebaiknya cuci tiap hari untuk menghindari bau dan noda kotor yang menetap,
Bila mengunakan mesin cuci,gunakan level air yang paling tinggi sesuai dengan kapasitas mesin cuci.
Gunakan ½ detergen yg dianjurkan oleh pabrik pembuat detergen. Bisa dikeringkan dengan mesin cuci system SPIN (peras).

Tips untuk problem kebocoran:
Popok harus diganti setiap 3-4 jam (beda dengan popok disposable yang mungkin bisa bertahan sampai 6 jam) dan Pastikan tidak ada rongga di sekitar kaki si kecil.

Bila popok kain anda bau:
Tambahkan soda kue pada saat pembilasan awal untuk menghilangkan noda dan bau tidak sedap.
Gunakan ½ - 1 cangkir cuka putih pada pembilasan akhir untuk melembutkan popok kain dan untuk menghilangkan bau tidak sedap.
Coba untuk menambahkan ½ cangkir air lemon saat pencucian untuk menghilangkan noda.

Ingat!!
Hindari perendaman yang terlampau lama karena dapat merusak bahan.
Hindari memakai cream anti ruam karena bisa menutup pori-pori inner, penyebab bocor.
Hindari sabun laundri karena dapat meninggalkan sisa-sisa pada popok kain.
Jangan menggunakan air panas, karena dapat melarutkan lapisan waterproof.
Jemur dibawah sinar matahari karena matahari secara alami dapat menghilangkan noda serta membuat bahan popok tahan lama, Atau angin-anginkan hingga kering.
Hindari detergen yang mengandung softener/enzyme/bleach atau sabun colek, karena dapat merusak serat microfiber.
Lakukan ‘tes bau’ setelah mencuci.Jika popok kain berbau seperti detergen, lakukan pembilasan ulang.
Lakukan proses pemutaran ulang saat menjemur untuk membantu popok kain lebih cepat kering.
Jangan disetrika.

Bila popok kain dan insert mulai menurun kualitasnya seperti bau dan bocor, mungkin perlu dilakukan stripping.

Bagaimana cara melakukan stripping?
Cara I:
Cuci popok dengan air hangat, ½ cup cuka dan ½ cup baking soda (sesuaikan volume air dengan banyak clodi).Cuci berkali-kali sampai tidak muncul busa. Lakukan stripping secara berkala, misalnya setiap bulan. Selain tidak baik utnuk popok, residu juga bisa menyebabkan ruam pada kulit bayi.
Cara II:
  • Isi ember dengan air panas (untuk outer dengan bahan PUL TIDAK disarankan untuk dicuci atau direndam dalam air panas)
  • Tambahkan deterjen pencuci (dalam jumlah yang sangat sedikit sekali atau ¼ takaran yang dianjurkan untuk pencucian biasa)
  • Cuci clodi dengan menggunakan tangan. Bunda dapat menggosoknya dengan kuat (tapi jangan terlalu kuat) atau menggunakan sikat yang lembut
  • Balik clodi dan ulangi penggosokan atau penyikatan
  • Bilas dengan baik, pastikan air mengalir jernih, bebas dari deterjen (dari berbagai sumber)

Deterjen yang sementara aman*:
*Daia Bunga 900gr Rp 9000 (berhadiah mangkok)
*Daia Lemon 900gr Rp 9000
*Attack Clean Maximiser 450gr Rp 8200
*Attack Easy 700gr Rp 10890
*Rinso Excel 1kg Rp 19900
*B29 Water guard 1800gr Rp 18690
*B29 Rose Rp 10690
*Deterjen bubuk carefour 500gr Rp 3450
*Viso 900gr Rp 9450
*Deterjen BOOM putih 550gr Rp 4790

** Perhatian bahwa pabrik deterjen tidak memberikan info detail kandungan aktif dalam produk mereka dan seringkali merubah komposisi bahan aktif dalam produk mereka setiap saat, sehingga Bunda/Ayah perlu mengecek ulang kandungan aktif pada kemasan deterjen saat membeli. (Sumber : GreenNappy) 

Yaa..kira kira itu deh sedikit review dari saya. Kalau ada yang jualan dan gak berkenan ya mohon maaf, namanya juga cuma share pengalaman pribadi hehehe...semoga berguna :)

39th week...bersedia..siap..yak!!!

Saya yang bertambah 8 kg


Waa...tak terasa kehamilan saya sudah memasuki usia 39 minggu. Kata dokter Ivanna sih lahiran bisa maju 2 minggu atau mundur 2 minggu dari HPL, jadilah saya bersiap-siap dengan mengambil cuti kerja.

Sebagai calon ibu baru, saya sedikit bingung dengan apa yang musti saya persiapkan. Memang sih ini kehamilan kedua, tapi tetap saja anak pertama, jadi...yah kagok kagok dan tanya sana sini, browsing-browsing dan banyak tanya dengan yang lebih berpengalaman.

Alhasil setelah berkonsultasi dengan bu bidan ada beberapa benda yang memang perlu dipersiapkan dan semua sudah saya pack ke dalam tas kecil inihh...

tas darurat hehe...
Berikut adalah isi tas saya yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan lhoo...
Untuk Bunda:
- baju kancing depan untuk memudahkan menyusui
- sarung / kain batik + gurita ibu atau korset
- Satu stel baju untuk pulang
- Maternity pad untuk menyerap darah pasca melahirkan
- Underwear bumil dan Bra menyusui
-Sikat gigi dan peralatan mandi
- Handuk kecil untuk seka badan dan handuk besar
- Sendal
- Majalah atau novel favorit
- smartphone (diisi dengan musik relaksasi dan CD hypnobirthing

Untuk Dedek :
- 2 atau 3 pasang baju bayi, lengkap dengan bedong dan popok
- SElimut untuk pulang ke rumah
- Sarung tangan kaki
- Topi baby
- Minyak telon, baby oil, dan perlengkapan lain (tapi ini sih biasanya udah disediakan rumah sakit)

Untuk Ayah:
- Baju ganti
- Peralatan mandi dan handuk
- Selimut
- Bacaan dan Al Quran
- Sendal
- Surat surat untuk pengurusan administrasi (FC KTP, C1, KK, Surat Nikah, Form asuransi dll)

Karena rumah kami sangat dekat dengan tempat persalinan (sekitar 8 rumah hehehehe), bawa barangnya tidak perlu banyak banyak, jadi kalau kurang bisa langsung pulang ke rumah.

Berikut beberapa barang yang juga kami siapkan di rumah :

ntar dedek bobok disini

perahu dedek kalo mandi

gila belanja - cloth diaper

clodi jualan bu manager

Saya mulai kalap ni kalau lihat peralatan bayi yang lagi in sekarang. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi sekarang, saya amat sangat berkesempatan untuk belanja tanpa jalan-jalan. Browsing internet ^yang hampir tiap hari^ membuat saya dengan mudahnya mencari barang-barang yang saya butuhkan tanpa menghabiskan banyak energi. Cukup mengetikkan nama barang yang dibutuhkan di “google search” dan VOILAAAA….daftar list dan gambar barang yang saya inginkan sudah dipajang dengan manisnya di layar lappie saya :)  yippie….

asik pilih pilih clodi
Saya termasuk orang yang menganut paham go green ^bukan karena Uda sangat tertarik dengan misi GreenPeace lho…^  (well, itu juga sih…) tapi saya percaya bahwa jika kita ikut menjaga alam, maka alam akan ikut menjaga kita.

Karena itulah, saya jadi tetarik banget sama yang namanya clodi alias cloth diapers. Ini sama kaya diaper yang dipake ibu2 buat ngejaga biar pipis atau pup anak-anaknya tetap berada di celana selama bepergian, Cuma bedanya ini gak sekali pakai.

Naahhhh….kebetulan temen kantor saya juga sepantaran (maksudnya sama-sama punya anak-anak batita), jadilah saya yang sedang hamil ini berguru ngelmu dengan beliau beliau. Teman saya (lebih tepatnya bu manager) ternyata juga hobby shopping online, beliaunya kalo beli ogah rugi *prinsip khas emak-emak seperti saya* makanya she bought in bulk! Alhasil gag semuanya kepake sama little angel beliau, Veda.

nerngin cara pake clodi
Karena banyak barang yang gag kepake itu, makanya biasanya beliau sale ke kita, pake harga super duper miring dibanding klo kita beli onlen sendiri, soalnya beli banyak kan biasanya dapet diskon khusus n ongkos kirimnya juga lebih ekonomis, makanya kantor jadi ajang jualan juga hehhehe….

Beberapa teman saya yang juga punya baby dan toddler langsung aja kaya arisan ngegerumbulin jualannya bu manager hehe, hebatnya lagi semua boleh dibayar pas gajian bulan depannya (hahahaha….merasa beruntung sekali saya :)

Berikut ada tempat-tempat yang bisa di klik jika tertarik membeli clodi :)