Showing posts with label sahabat. Show all posts

Kelas Merajut Bersama Gendhis Bag


Hai Bundas,
Kemarin ada yang tanya sama saya, itu posting foto foto merajut dimana?
Sekalian aja deh mau sharing pengalaman belajar merajut bareng Kumpulan Emak Blogger di blog yaaa...

Jadi ceritanya kami emak emak blogger udah lama enggak kopdaran, arisan ilmu selalu jadi ajang ketemuan buat kami kami yang kangen ini sekaligus cari ilmu baru.
Beruntung banget, kesempatan Arisan Ilmu bulan Agustus akan diadakan event belajar merajut. Saya pernah sih diajarin sama Tante saya pake benang wool, tapi udah lupa juga, udah lama sekali. Karena hasil rajutan juga selalu bikin saya terkagum kagum, kepengen juga bikin sesuatu yang saya rajut sendiri.

Pengennya sih bikin sesuatu yang memorable, seperti syal yang dipake bapak saya, dirajut sendiri sama ibu. Jadi meski warnanya pink, bapak saya tetep aja mau pake. Minta diajarin ibu, katanya beliau udah agak agak lupa hehehe...

Baiklah, berbekal tekad dan semangat baja, di hari kemerdekaan saya membawa D.I.R.I (gubragh) untuk ikut kelas merajut pemula ini. Ngebayangin pulang pulang udah bisa bawa kantong hape bikinan sendiri. Kan keren tuh?

Rasakan Sensasi Nglathak yang Beda!



Nglathak di tengah kota
Hai Bundas, 

Beberapa waktu lalu saya tiba tiba dijapri seorang sahabat ngajak ketemuan. Kalau kita ketemuan tuh saya berasa dicharge banget hahaha. Secara ketemuan sama dia itu ngobrolnya bisa menggali ide ide terpendam. Jelas dong saya iya-in. Mak Ecka Pramita namanya. Familiar? Iyaaa...namanya udah terpajang manis di artikel artikel Kartini.com. Eh ternyata doi ngajakin makan di salah satu warung milik sahabat kami juga. 

Buat saya ini kesempatan, karena dari dulu memang pengen banget nyobain tapi kok nyari waktu sama suami nggak pernah sempet. Sebenernya yang suka sate kambing tuh saya, suami agak nggak suka karena kadang bau dan tekstur daging kambingnya kurang cocok di lidah dan penciuman beliau. 

Ketika Tawaran Kuliah S2 di Depan Mata

Hai Bundas,

Gambar dari www.blog.studentadvisor.com

Menjadi mahasiswa, yang terbayang adalah orang orang yang berjiwa muda, penuh prestasi, haus ilmu dan aktif berorganisasi. Ya setidaknya itu bayangan saya saat akan masuk ke jenjang kuliah (yang mana saya ternyata gak begitu wkwkwk).  

Masa kuliah buat saya adalah masa mencari jati diri. Karena semasa SMA adalah masa ABeGeh LabiL yang sedang cari eksistensi wohoooo. Tapi ada juga yang masa masa ini juga sudah memikirkan jenjang pernikahan looh. 

Baca: nikah muda

Nah, kemudian ketika sudah selesai masa perkuliahan dan segala romantika masa remaja matang #tsaah... Maka pilihan selanjutnya adalah:
1. Bekerja
2. Menikah
3. Lanjut kuliah.

Pilihan saya adalah yang pertama, meski akhirnya saya bekerja di bidang yang jauh banget dari pendidikan formal yang saya ambil. Gapapa lah yaaa... Kuliah kan tujuannya cari ilmu bukan cari ijazah *oh yaaa? #pasangtampangRaisakaget.

Lanjut yah, jadi ketika akhirnya pilihan jatuh pada nomor satu dan dua, apakah kemudian harus mengubur jauh jauh impian melanjutkan masa kuliah penuh romantika? Tentu tidaaaak, setelah bekerja atau menikah-pun melanjutkan kuliah S2 selalu jadi impian (termasuk bagi saya *hiks)

Dan ternyata sah sah saja untuk para pekerja atau bapak dan ibu rumahtangga untuk kembali meneguk bangku perkuliahan dengan berbagai alasan. Macam macam ternyata alasan alasannya ya, mulai dari yang remeh temeh, sampai yang jadi alasan standar. Apa aja siiiih, pengen tau? Atau salah satu alasan dibawah ini adalah alasan bunda mengambil S2?

Cekidot...

1. Bingung gak dapet dapet kerjaan dengan bekal ijazah S1.
Alasan klasik dan standar banyak mahasiswa S2. Biasanya sebulan sampai setahun mencoba peruntungan cari kerja di dunia yang penuh persaingan ini. Well, lulusan S1 sekarang udah bejibun cuuuy, saingannya kalau jaman dulu udah kaya lulusan SMA atau SMK laaah... Jadi untuk bisa memenangkan persaingan, mereka perlu senjata andalan dan (semoga bukan jadi) senjata pamungkas....tetereeeeteeeeet.....ijazah S2.

2. Pengen lebih mendalami ilmu yang dipelajari pada kuliah sebelumnya.
Nah yang seperti ini adalah contoh mahasiswa yang dulu pas masuk udah nemu ada yang klik sama bidang ilmu kuliah S1. Ibaratnya orang baru naksir naksiran, kenalan, lalu pengen masuk ke hubungan yang lebih serius #eaa. Rasa penasaran itu memang harus dituntaskan, bener gak? Karena apa? Karena darah itu merah, Jendral! Lanjuuut...

3. Ngikutin nasehat orang tua.
Jadi ada beberapa orangtua yang memang punya standar tertentu untuk anak anaknya. Kaya saya nih, ibu S1, bapak S2, anak kalau bisa standar kuliahnya S3. Hayo ngacung, ortu mana yang cita citanya sama kaya saya? Jadi sah sah aja yah sebenarnya. Yang penting kasih pijakan sama anak, beri kebebasan bertanggungjawab untuk bisa menjalankan cita cita mulia idaman ayah bundanya :D

4. Pengen ngejar syarat untuk profesi idaman.
Jadi dosen, peneliti, ilmuwan, penulis, dokter subspesialis dan beberapa profesi idaman lain tentunya mempersyaratkan jenjang pendidikan minimal. Maka itu, ini jadi motivasi untuk melanjutkan kuliah demi profesi. Biasanya kalau semangat kendor, diingat ingat lagi nih profesi impian, langsung balik lagi semangatnya hahaha

5. Menggunakan status mahasiswa demi aneka diskonan
Nah, ini agak unik nih. Kalau di kota lain, saya kurang tau. Tapi di Jogja; karena terkenal kota pelajar; banyak banget fasilitas yang bisa dinikmati dengan harga khusus. Tak terkecuali untuk mahasiswa S2. Seminar seminar atau workshop dan banyak pelatihan bisa diikuti dengan harga diskon jika kita menunjukkan kartu mahasiswa. Asik ya? Kesempatan seperti itu harus dimanfaatkan juga loh, selain mengejar keilmuan di bidang yang kita minati, mengejar berbagai ilmu tambahan dengan harga istimewa jangan sampai terlewat.

6. Pengen bernostalgia dengan suasana kampus
Sebagai seorang yang sudah menjalani kehidupan berkeluarga, atau bekerja tentu kesehariannya berbeda dengan yang berstatus mahasiswa. Bukan dalam artian cari gebetan atau untuk dolan dolan yaaa...tapi ada hal hal yang membuat hidup lebih refresh lagi ketika duduk kembali (dalam artian sebenarnya) di bangku dan ruang kuliah. Dan untuk pasangannya, dapat benefit diajak berkencan di kampus hahahah *itu saya sih. Abaikan!

7. Pengen mencari banyak relasi.
Kuliah lagi berarti menemukan komunitas baru. Komunitas yang isinya orang orang yang juga memiliki minat ilmu yang sama. Akhirnya, tidak hanya teman S1 saja yang bisa kita ajak joinan kerjasama, tapi juga temen teman kuliah S2. Umumnya mahasiswa S2 ini sudah semakin mengerucut tujuan kedepannya. Jadi jangan sampai kuliah S2 tapi nggak sosialisasi sama teman kuliahnya yaaa...

Nah, salah satu *eh banyak denk* alasan diatas juga menjadi alasan sahabat saya Ardiba Sefrienda untuk mengambil kuliah S2. Sebagai ibu rumahtangga 1 putra, Diba (panggilan akrabnya) punya berbagai harapan ketika memutuskan melanjutkan S2. Berawal dari keinginannya menjadi dosen atau peneliti, kini justru melirik bidang kepenulisan.

Ardiba dan saya di satu acara blogger

Tengok saja blog www.ardiba.com. Blog ini berisi aneka tulisan Diba mulai yang bertema teknologi pangan sampai yang curcol. Menurut Diba, menulis hal hal yang sesuai dengan bidang ilmu pasti lebih mudah kalau kita mempelajari ilmunya lebih dalam, tapi paling mudah adalah menuliskan curcolan hohoho.

Tips dari Diba, untuk Bundas yang mengambil kuliah S2 saat sudah berkeluarga, diantaranya:

1. Pastikan untuk menciptakan kondisi yang nyaman untuk semua anggota keluarga. Pastikan atmosfernya kondusif untuk semua. Gak dipungkiri akan ada lebih banyak waktu tersita untuk urusan kuliah ya, jadi time management kudu dipikirkan sungguh sungguh
2. Libatkan seluruh anggota keluarga untuk kerjasamanya. Ini termasuk eyang eyang dan pembantu rumahtangga (jika ada) dan suami (ini yang utama) untuk berbagi tugas menghandle anak dan pekerjaan rumahtangga.
3. Jalani dengan happy

Nah, temen temen yang akhirnya melanjutkan S2, apakah salah satu alasannya adalah yang saya sebutkan tadi, atau ada alasan lain? Sharing sharing yuk

Salam
/Aya

Bertumbuh Dengan Merangkul Internet Baik

Photo courtesy: www.tamasyaku.com
Bundas,

Berapa banyak dari kita yang geleng geleng lihat anak anak jaman sekarang? Karena mereka tumbuh dan berkembang bersama teknologi, kayanya sudah bukan hal aneh lagi ketika melihat balita bermain gadget. Yes or yes? *yes laaah yaaa*

Buka konten YouTube udah bukan hal asing. Bahkan menyalakan gadget dari posisi off hingga bertemu dengan icon berwarna merah itu sudah mahir sekali dilakukan oleh anak anak. Ya, setidaknya Shoji pun sudah melakukannya saat dapat jatah kesempatan main gadget mingguan.

Sudah benar belum sih pola didik kita saat ini? Ada yang merasa masih salah? Enggak? Jadi salah siapa doong? Salah gue?
Salah temen temen gue?
*abaikan intermezo minim manfaat tadi yaaa *LOL*

Nah, kemarin saya berkesempatan ikutan pelatihan Internet BAIK bersama Ima Satrianto (blogger www.tamasyaku.com) dan mak Siti Hairul (blogger www.catatansiemak.com)

BAIK? Kenapa internet baik? Suka traktir traktir gitu? Hahaha...enggak siih...BAIK-nya ini ada udang dibalik bakwan, eh ada kepanjangannya maksudnya
B = Bertanggung Jawab; dengan ini diharapkan kita memanfaatkan media sosial dengan menjunjung tinggi etika dan norma yang ada. Jadi nggak akan terjadi lagi tuh kasus bullying atau hacking hingga pelanggaran privasi pribadi atau hak cipta.
A = Aman; bisa membedakan mana dunia nyata dan dunia Maya, jadi lebih berhati hati melindungi dirinya.
I = Inspiratif; menjadi sumber inspirasi positif yang akan membawa manfaat untuk orang lain.
K = Kreatif; memantikkan ide ide segar yang akan makin mengambangkan daya cipta dan bisa dinikmati oleh lebih banyak pengguna internet.

Seperti kita ketahui bersama bahwa kulit manggis ada ekstraknya #eh, bahwa internet itu nggak bisa lepas dari kehidupan kita kan ya? Sesuai dari sumber APJII & Puskakom UI/2015, rentang usia netizen Indonesia terbesar adalah digital natives yaitu sebesar 49% dari total pengguna internet dalam range usia 18-25 tahun, yah seusia saya sih (sekitar 10 tahun yang lalu tapi).
Pengguna internet kian bertambah seiring bertambahnya penduduk Indonesia. Maka itu, bekal untuk hidup bersama internet mau gak mau, suka nggak suka kudu kita pahami. Ini supaya kita bisa menggunakan internet sesuai dengan porsinya.

Lewat survey terhadap 2064 anak usia 9 hingga 12 tahun (YKBH, 2015), internet dipakai sebagai sarana belajar (21%), bermain games (20%), menonton video (16%) dan berjejaring sosial (14%). Sisanya penggunaan internet untuk anak usia ini adalah untuk jual beli, membaca berita, download dan mendengarkan lagu. Tambahan info juga bahwa anak anak dibawah 2 tahun seharusnya tidak dikenalkan pada gadget #owowow

Kalau dilihat prosentase diatas, penggunaan internet anak untuk belajar ternyata gak signifikan dengan penggunaan internet untuk bermain games, nah ini nih yang bikin para orangtua ketar ketir, khawatir, berpikir, lalu nyengir nyengir.

Orangtua takut anaknya kecanduan games, padahal bermain games (terutama online) sangat menyenangkan untuk anak anak yang notabene memang usianya adalah usia bermain.

Photo courtesy : Instagram @indahjuli

Jadi sebenarnya gak perlu perlu juga sih antipati sama internet. Orang tua penyayang akan membangun tembok setinggi tingginya jika punya rumah di tepi sungai; tapi orang tua yang bijak adalah orang tua yang mengajarkan anaknya berenang. Quote ini langsung menghentak seiring mak Irul membuka presentasinya *tsaaah (mak Irul kibas Hoodie Telkomsel :D) Selama ini saya termasuk orang tua penyayang (so sweet ya) tapi belum cukup bijak :D

Jadi dari presentasi mak Irul ini saya jadi ngerti bahwa aplikasi aplikasi yang punya potensi memunculkan konten dewasa (nggak sesuai usia anak) bisa diatur sedemikian rupa sehingga bisa tetap diakses oleh anak anak.

Contohnya beberapa aplikasi ini

1. Google : aktifkan telusur aman; mengaktifkan pencarian terbatas
2. YouTube  filtering : perhatikan balon balon yang ada di bagian atas buat memulai pengaturan, masuk ke restricted mode
3. Playstore filter: masukkan ke mode parental control
4. Pengawasan oleh orangtua secara berkala.

Dan ada beberapa aplikasi yang memang dikhususkan untuk anak, seperti kakatu; aplikasi yang memang dibuat untuk memproteksi anak supaya nggak kecanduan gadget ataupun konten porno. Must try nih! Jadi yaa...pas anak anak berselancar di dunia maya kita bisa ngupi ngupi cantik. Siapa yang mau bikinin kopiiiii? *Jessica wongso ngacung* *lalu kemudian hening*

Tapi kenapa sih kita perlu mengajarkan anak "berenang"? Karena kalau tidak dibatasi, internet akan menyebabkan kecanduan. Bagi anak anak kecanduan games ini akan merusak bagian PFC otak mereka. Kronologinya begini, dibuat singkat supaya nggak nyaingi episode sinetron tersanjung bo! *ketauan angkatan berapa deh eik*

Jika terlalu sering main games, otak bagian emosi menjadi overstimulasi. Dan kemudian akan dibanjiri oleh dopamin (zat yang menimbulkan rasa senang). Hal ini kalau terus menerus akan membuat PRe Frontal Cortex (bagian yang mengatur emosi, kontrol diri, mengambil keputusan, merencanakan masa depan, dan menganalisa) bisa kurang terstimulasi dan sampai pada kondisi rusak. Jadi bisa dibilang kalau udah kecanduan games, masa depan bhaayyy.....

Nah, setelah tau bahayanya games, sebagai orangtua kita wajib ngerti rating rating panduan yang memang dibuat untuk melindungi anak anak kita dari paparan game online yang membanjiri playstore. Selain itu, beberapa tips ini bisa dipakai untuk meminimalisir hal negatif di internet, yang merupakan visi dari internet baik. Diantaranya adalah:

1. Merangkul anak sebagai teman sehingga bisa berdiskusi dan menjelaskan dengan hati, tentunya akan membuat anak merasa dihargai pikiran dan perasaannya.
2. Memahami bahwa anak anak kita adalah digital native yang masih punya semangat tinggi dan rasa ingin tau yang besar. Dengan digital literasi dan memperkenalkan rating kepada anak, diharapkan mereka juga dapat membatasi dirinya sendiri.
3. Punya kesepakatan bersama mengenai porsi internet serta gadget dan berikan alasan kenapa dilakukan pembatasan penggunaannya. Dengan aturan, maka konsekuensi bisa diberlakukan jika anak anak mulai melanggar kesepakatan tersebut.

Internet baik
Yes, begitu yah kira kira hasil meguru elmu sama pakar pakar internet baik kemarin, silakan ya bunda yang punya cerita tentang bagaimana suka duka menerapkan internet baik di rumah boleh sharing di kolom komentar :)

Salam
/Aya

Kompetisi: Menggali Kompetensi, Adu Prestasi


Hai Bundas,
apa sih yang terbesit dalam benak kita saat ada kata "kompetisi".

Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman (1993), kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari struktur reward dalam suatu situasi.

Jadi aktivitas mencapai tujuan ini biasanya dibandingkan dengan aktivitas orang lain untuk mencapai tujuan yang sama. 

Sedikit berbelok ya Bundas, di laman Facebook saya kemarin membuat status, seperti ini kurang lebih: 

"MasyaAllah...MasyaAllah...
Belum genap sebulan Shoji sekolah, rasa rasanya hal hal ini dulu masih jauh di angan angan.

Percakapan yang buat saya sungguh luarbiasa
Shoji yang belum lama bisa mengucap 1 kata (di usianya yang 5 tahun) sudah mampu ajak komunikasi adik dan ayahnya. 

Selama 5 tahun kami tunggu, akhirnya Allah kasih kesempatan juga kami merasakan betapa luarbiasa bisa berkomunikasi dua arah sama anak. *terharu...

Shoji: ini Rey *bagi pisang
Rey: pisang agi (pisang lagi)
Shoji: sudah habis Rey, maaf yaa *sambil membawa kulit pisang ke dapur untuk dibuang* 

Lain waktu
Ayah: Shoji bagi wafer yaaa
Shoji: boleh...boleh...
          Tapi sampahnya buang yaa...
Ayah: iya, terimakasih Shoji
Shoji: sama sama Ayah...

Dan saat yang lain
Bunda: *menjatuhkan benda
Shoji: ssttt...Aisha bobok
Bunda: ah iya, maaf yaa Shoji
Shoji: tidak apa apa bunda...

Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan? 

#bundabahagia
#AishaPunSudahGakDemam
#JumatBerkah"

Dan tiba tiba saya seolah tersadar, bahwa namanya kompetisi itu adalah "semacam persaingan" memperebutkan sesuatu. Tidak perlu kompetisi dalam ranah luas. Misal membayangkan kompetisi olahraga Olimpiade Rio atau kompetisi ajang adu bakat yang ditayangkan televisi nasional hingga internasional. Dalam keluarga pun namanya kompetisi sering tak terhindarkan, benar gak?

Saya pun merasa demikian. Shoji, anak pertama saya speech delay dan baru belajar bicara dengan intonasi yang tepat. Sementara adiknya, Rey di usia 3,5 tahun sudah hafal huruf Hijaiyah beserta pengucapannya dengan benar. 
Tampak, saat saya mengapresiasi Rey atas keberhasilannya, Shoji kemudian menarik diri. Lebih sering ngambek dan tidak mau terlibat aktivitas mengaji. Sementara jika Shoji kami apresiasi karena kemandiriannya, Rey serta merta merajuk mengalihkan perhatian kami dengan menjatuhkan semua benda yang ada di meja. 

Kompetisi kah ini? 
Ya! Mereka berkompetisi memperebutkan hati kami, orangtua mereka. 

Menurut Chaplin (1999), kompetisi adalah saling mengatasi dan berjuang antara dua individu, atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama.

Jadi, sebenarnya sebuah kompetisi sehat bisa menjadi hal yang positif yaa Bundas? Setujukah dengan hal ini?

Bagaimana menghadapi kompetisi kakak beradik secara positif? Kembali lagi pada kita orangtua, kita harus bisa memberikan apresiasi yang juga akan mampu memotivasi anak anak untuk juga menggali kompetensi terbaik mereka. Bukan berarti kita memberi goals yang sama untuk keduanya, tapi kita beri goals dan pijakan untuk anak sesuai dengan kemampuan mereka.

Mengajarkan anak untuk bisa menerima kompetisi adalah bagian dari kehidupan yang amat lumrah, itu yang tidak mudah. Membuat mereka menyadari bahwa, "gapapa kok untuk tidak selamanya mengungguli orang lain" itu yang kami orang tua dan anak sama sama belajar. Salah satunya dengan membuat banyak "kompetisi" di rumah yang fun dan semua bisa berpartisipasi. Misal lomba melipat selimut, lomba mengambilkan baju Aisha, lomba memakai kaus kaki, dibuat ceria dan menyenangkan. Sehingga saat mereka mengikuti kompetisi, yang tercipta adalah mindset untuk berpartisipasi, menggali kompetensi dan bukan semata mata kemenangan atau kekalahan saja.

Mengarahkan anak pada goalsnya juga menurut saya melatih anak lebih percaya diri karena mereka akan merasa "tertantang" dengan hal hal yang mereka kuasai atau mereka mampu raih, ntuk Shoji, goalsnya antara lain:
- Mengenal satu demi satu kawan di sekolah
- Mandiri memakai seragam / sepatu saat  mau berangkat sekolah
- Mandiri saat BAK maupun BAB
- Merapihkan mainan
- Membantu bunda mempersiapkan  keperluan keperluan Aisha
- menghafal warna dan bentuk (Shoji sudah  mulai menyebut benda dengan bentuk dan  warna, misal: "gasing jingga", " kotak biru",  "mobil merah" dst)

Sementara goals Rey:
- Mampu mengungkapkan saat ingin BAB di  kamar mandi
- Mau berusaha untuk menyelesaikan  masalah sendiri (tidak mudah menyerah  jika puzzle belum terpasang, atau ada  bagian mainan terlepas)
- Mulai mengulang hadis atau doa yang  diajarkan di sekolah
- Membilang 1 - 10 dan mengidentifikasi  bentuk angka
- Lebih konsentrasi dengan tugas yang  diberikan.

Terlihat berbeda? 
Ya, karena kompetensi mereka berdua berbeda, dan kita sebagai orangtuanya harus pandai pandai melihat potensi anak kita dan menggalinya. 

Bicara soal kompetisi, ada salah satu teman saya yang keahliannya menaklukkan kompetisi kompetisi blog. Berkunjunglah ke blog www.arifahwulansari.com, maka Bundas akan menemukan sosok seorang mamah muda dengan segudang prestasi.

Foto: Mak Ari, Tayo, Tifa diambil dari blog arifahwulansari.com

Perkenalkan sahabat saya, Arifah Wulansari. Seorang pegawai puskesmas dan juga ibu rumah tangga yang  momong anak, beres2 rumah, serta mengurus suami jadi peran utamanya selain blogger. Ia mulai ngeblog tahun 2012. Motivasinya dulu karena ikut oriflame dan memang salah satu yang diajarkan adalah bikin blog. Karena di Oriflame mak Ari merasa bukan passionnya disana, beliau mulai menulis untuk mengisi kekosongan blognya. Menggeluti dunia blog dan ikutan lomba lomba, membawa mak Ari menemukan passionnya. Sejak saat itulah, motivasi mak Ari menulis muncul lagi, untuk berkompetisi dalam lomba lomba penulisan blog. 

Seorang juwarak lomba blog, ternyata pernah juga kebingungan menulis loh, tapi seiring waktu katanya saat ini justru banyak ide yang sampai meluap luap untuk dituangkan ke tulisan. 

Sebagai seorang mamah muda yang punya bayi seperti saya, ngeblog itu hal istimewa, waktu yang amat sangat langka hahaha.... Itu juga yang saat ini sedang mak Ari perjuangkan untuk tetap menghidupkan blognya. Sampai saat ini, waktu tidur anak anak selalu digunakan mak Ari untuk update tulisan di blognya. 

Aktivitas padat mak Ari menyiapkan keperluan anak dan suami setelah subuh membuat mak Ari hanya bisa menulis di pagi hari kalau pas hari libur saja, apalagi beliau juga musti pergi kerja juga. Jaga stamina untuk kemaslahatan bersama hahaha... Apa kabar saya yaaa hahaha, lebih angot angotan daripada beliau euy...

Foto: tampilan blog arifahwulansari.com

Postingan mak Ari yang terakhir, "5 hal yang saya lakukan saat kalah lomba blog" menunjukkan bahwa sebenarnya kemenangan mak Ari dalam berpuluh lomba itu ya karena lomba yang beliau ikuti amat sangat banyak. Nah, justru dari kekalahan kekalahan itu membuat mak Ari malah mengasah kemampuan menulisnya dari pemenang pemenang lomba, hingga akhirnya tulisan tulisan mak Ari kian ciamik.

Sedikit tips dari mak Ari untuk kita yang mau ikutan lomba blog:

Yang harus kita siapkan:
1. Waktu
2. Gambar2 ilustrasi yg mendukung
3. Bahan referensi yg mendukung tema lomba blog yang sumbernya bisa dari riset sendiri atau bahan bacaan.

Selain itu, supaya tulisan kita dilirik oleh juri lomba, kita harus menulis dengan sepenuh hati, jujur, dan punya sisi unik atau menarik yg ditonjolkan sehingga bikin tulisan kita jadi beda dari tulisan peserta lain.

Nah, siap berkompetisi untuk menggali kompetensi dan adu prestasi? Sharing yuuuk kompetisi apa yang sudah pernah Bundas ikuti dan gimana kesannya mengikuti kompetisi.

Love
/Aya


Anak dalam kacamata Qur'an

Tampilan blog nunungnurlaela.com

Bunda,
Berapa banyak dari kita yang menginginkan buah hati setelah menikah? Banyak! Meskipun banyak juga yang memilih menunda punya momongan untuk mempersiapkan yang terbaik untuk menyambut mereka. Keluarga memang rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran buah hati, namun sekali lagi, buat saya pribadi, keturunan adalah hak prerogatifnya Allah.

Sekedar berbagi pengalaman ya bunda, saya pun menikah karena udah ngebet banget punya anak. Salah satu syarat memilih suami waktu itu adalah seseorang yang gak berencana menunda punya anak setelah menikah. Harapan itu doa kan ya? Jadi saat kita berdoa untuk disegerakan, ikhtiar, selanjutnya memasrahkan tangan Allah yang bekerja.

Saya dulu sebenarnya gak bercita cita punya banyak anak. Kenapa 3 orang anak saya bilang banyak? Karena saya sendiri anak pertama dari 2 bersaudara. Ayah saya 12 bersaudara dan ibu saya 5 bersaudara. Suami saya 5 bersaudara juga. Jadi sewaktu akhirnya kami menjalankan pernikahan berpikir kalau 2 itu lumayan sepi, dan 3 itu cukup.

Saat akhirnya keputusan keluarga ingin memiliki berapa orang momongan, kembali lagi pada pertimbangan orang tua. Salah satunya sosok sahabat yang saya kenal di komunitas Kumpulan Blogger Jogja.

Selfie bersama mak Nunung
Mak Nunung Nurlaela. Beliau adalah ibu dari 5 orang putra dan putri shalih shaliha. Putri pertama Agustus nanti 10 tahun, Putri kedua 7 tahun. Putra ketiga laki laki 6 tahun. Putra keempat laki laki 2,5 tahun. Dan putra terakhirnya laki laki 2 bulan. Pemilik blog www.nunungnurlaela.com ini mengaku masih belajar soal manajemen waktu. Alhamdulilah, sang suami banyak membantu dan kedekatan dengan mertua memberi andil untuk kemudahan manajemen putra putrinya.

Saat ini mak Nunung sedang cuti dari aktivitasnya sebagai seorang dosen. Dalam kesehariannya mak Nunung menikmati perannya sebagai ibu, dosen dan penulis. Beberapa tulisan ilmiah mak Nunung juga diterbitkan penerbit besar loh, beliau juga aktif menulis sebagai syarat sertifikasi profesinya. Berbagai antologi dan storycake hasil ide mak Nunung berjejer di galeri buku beliau. Mak Nunung juga menulis 1 buku solo "Pondok Mertua Indah", hmm...saya penasaran juga dengan isi bukunya.

Salah satu buku karya mak Nunung Nurlaela

Menulis ilmiah menurut mak Nunung lebih menantang, karena secara pribadi beliau lebih suka menulis tulisan populer. Tapi tantangan itu terbayar kalau sudah terima transferan royalti dan kalau ada yg testimoni pembaca yang merasa terbantu dengan tulisan beliau, akunya.

Dengan 5 orang putra dan putri tidak mengurangi semangat mak Nunung untuk terus memberdayakan diri. Jam kerja sebagai dosen yang cuma 4 jam sehari, masih bisa dibagi bagi untuk aktivitas menulis blog dan menulis buku. Silakan berkunjung ke blog mak Nunung di www.nunungnurlaela.com banyak inspirasi saya dapatkan, termasuk artikel kesehatan tentang kehamilan ektopik dan artikel Kompasiana yang berjudul "bersyukur dengan satu ovarium" Betapa Allah memberikan rejeki berupa anak kepada siapapun yang Dia kehendaki.

Anak 1 aja ribet dan repotnya minta ampun. Kadang ada yang berpikir demikian saat saya bilang punya 3 balita. Nah, mak Nunung punya cara tersendiri untuk mendelegasikan tugasnya sebagai ibu 5 anak. Anak pertama dan kedua sudah mandiri dalam hal mencuci pakaian mereka, otomatis mak Nunung cukup terbantu. Kerjakan yang mampu dikerjakan, delegasikan yang perlu didelegasikan. Kadang kakak kakak bisa diajak mengasuh adik adiknya, selain berbagi tugas, hal ini juga mendekatkan persaudaraan.

Mak Nunung Nurlaela dan keluarga


Punya anak 5 adalah cita cita mak Nunung sebelum menikah, "Biar ramai", kata beliau. Selain itu tiap anak pasti membawa rizkinya masing masing, jadi tugas orangtua hanya mengarahkan, memberi bekal agama sebaik mungkin agar mereka menjadi insan shalih shaliha.

Bukan kebetulan, ketika saya menulis postingan ini, pas dapat ilmu dari guru sekolah Rey mengenai peran anak dalam AlQuran. Poin poin ini benar benar menggetarkan hati saya untuk bisa memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak anak.

1. Anak adalah perhiasan
“ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” ( QS.18 Al Kahfi : 46 )

2. Anak adalah fitnah
“ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Allah-lah pahala yang besar.”( QS.64 Ath-Taghobun : 15 )

3. Anak adalah musuh
“ Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS.64 Ath-Taghobun : 14 )

4. Anak adalah amanah
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
(28) Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ( QS.8 Al Anfal : 27-28 )

5. Anak adalah QurotaA'yun
“ Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”( QS.25 Al Furqon : 74 )

Terimakasih mak Nunung atas kesempatannya berbagi ilmu. Semoga putra putri kita semua menjadi perhiasan dan QurotaA'yun untuk orangtua dan agama. Aamiin...

Love
/Aya

Tentang Mewarnai dan sosok Liya Swandari yang Penuh Warna

Liya dan suami (diambil dari FB Liya Swandari)
Hai Bundas,

Kali ini saya mau berbagi tips tentang menggambar dan mewarnai. Tips ini  saya dapat dari sahabat blogger saya mak Liya Swandari. Saya mengenal mak Liya sewaktu beliau bersedia di"make over"sama saya pakai make up Oriflame waktu itu di acara Beauty Class. Selain ngulik tips, yuk kenalan lebih dekat dengan momblogger satu ini.

Mak Liya Swandari ini termasuk salah satu mamah muda (barusan punya baby juga) yang cukup aktif di dunia tulis menulis dan beliau juga punya sanggar menggambar untuk anak anak lho. Buku yang diterbitkan belum lama ini juga mengenai panduan mewarnai untuk anak-anak PAUD, TK, hingga SD. Ada 27 teknik mewarnai yang akan bikin guru maupun orang tua mudah mengajarkan aktivitas mewarnai untuk anak anak maupun anak didiknya.

Aku Juara Mewarnai! Karya Liya Swandari

Mengenai buku ini, mak Liya cerita kalau dulunya naskah yang diajukan bukan mengenai modul mewarnai, tapi saat diajukan 4 naskah, ternyata modul mewarnai ini yang akhirnya diterbitkan. Buku ini juga merupakan modul mewarnai untuk sanggar mak Liya. Selain aktif mengajar di sanggar, keseharian mak Liya diisi dengan mengasuh Putri pertamanya, si cantik shaliha Sa'dayka dan mengerjakan aneka desain grafis via online.
Desain grafis itu maksudnya mengerjakan orderan desain untuk kartu nama, lay out buku, atau halaman depan buku. Nah, dalam buku mewarnai karya Mak Liya itu, ilustrasi semua dikerjakan mak Liya.

Sebagai seorang blogger, (psst doi pernah menang lomba berhadiah uang 5.000.000 loooh) mak Liya mencari inspirasi dari Sa'dayka dan adiknya. Biasanya seputaran keseruan tingkah laku mereka. Makin aneh tingkah mereka, makin mak Liya punya ide untuk ditulis di blog. Untuk waktu ngeblog, kata mak Liya dilakukan saat Sa'dayka sedang tidur. Silakan berkunjung ke blog senyum bahagia.com untuk lebih banyak melihat senyum manis Liya dan tingkah polah Sa'dayka dan adiknya.

Psst psst saya pun kepo dengan uang 5 juta hasil menulis sama mak Liya dipakai apa. Ternyata ditabung saudara saudara, mak Liya pengen mewujudkan impiannya punya mobil keluarga sendiri (saya puun...). Semoga segera kesampaian yaaa

Kekepoan saya berlanjut nih, kenapa yaa nama blog mak Liya ini namanya senyumbahagia.com. Ternyata awalnya pengen keluarga bahagia. Karena emang isinya blog ringan aja. Masalah rumah tangga. Masalah bisa dihadapi dengan senyuman jadi senyum bahagia.

Nama awal pun "keluarga bahagia" tapi kemudian beralih ke "senyum bahagia"
Nah kenapa akhirnya mak Liya beli domain karena ada tawaran menulis yang bayarannya lumayan dan syaratnya harus pakai .com, maka mak Liya memilih nama ini dan dibuatin domain. Hahaha...saya pun pernah tergoda tawaran model begini #ngaku.  

Saya dan suami memang gak gape gambar ataupun mewarnai hihihi, jadi mak Liya membagikan sedikit tips untuk pemula

Isi buku Aku Jago Mewarnai!

Tips untuk yang mau belajar menggambar a la mak Liya:

1. Mau. Kayak bisnis lah mak. Aseeek. Harus ada kemauan 😄
2. Gak boleh malu alias pede. Karena gambar kita itu spesial. Kita sendiri aja gak bisa lho ngulang dengan hasil yang sama persis. Apalagi orang lain.

Tips mewarnai a la mak Liya (ini bocoran isi bukunya)

"Setiap alat mewarnai mempunyai tugas masing-masing. Kalau tugasnya sesuai bakatnya, pasti bagus dong hasilnya 😄
Nah di buku saya itu ngasih info tugas alat mewarnai sesuai bakatnya 😂😂

Misal spidol. Spidol kalau untuk blok warna nggak bagus. Malah ngrusak kertas juga. Karena tugasnya tidak begitu. Harusnya diarsir, digores, atau membuat gambar.

Kalau krayon untuk mengisi. Bisa diputar putar membentuk gradasi.

Nah, pensil warna bisa keduanya."
(Liya Swandari)

Begitu hasil wawancara saya dengan Mak Liya. Sangat menginspirasi yaaa...mamah muda dan tetap berkarya dari rumah. Senang banget bisa kenalan lebih dekat dengan Umi nya Sa'dayka, lebih terinspirasi lagi untuk produktif disela sela kesibukan mengurus keluarga. Sukses terus yaaa mak Liyaa.... Mwaah...mwaaah...

Salam Cinta
/Aya




Blogging: Have Fun and Get the Money (Book-review)

Carolina Ratri dan saya

Hai Bundas,
Udah lama saya nggak ngereview buku. Kali ini mau review satu buku yang masuk daftar buku favorit saya.
Judul: Blogging : Have Fun and Get the Money
Penulis: Carolina Ratri
Penerbit Stiletto Book
Tebal: 245 halaman

Waktu lihat buku ini, saya udah ngerasa buku ini istimewa. Bukan, bukan karena pengarangnya mak Carolina Ratri, suhu per blog an yang juga idola saya #ehh, tapi lebih dari itu. Awal sekali saya menulis blog memang hanya ingin menyalurkan keinginan menulis saja, sama sekali nggak terbesit pengen menggunakan blog ini lebih dari itu.

Membaca bagian awal buku ini, serasa dibukakan mata hati *ciyeee... Bahwa selain ngeblog untuk senang senang, ngeblog itu juga bisa dipakai produktif. Produktif ini tentunya buat masing masing orang lain lain yaa. Ada yang karena pengen nulis keberhasilannya nemu resep baru, dia jadi rajin uji coba resep. Ada yang tertantang padu padan baju untuk diposting di blog fashionnya. Ada pula yang mau coba coba make up untuk nambah konten beauty blog-nya. Semua dijelaskan dengan lugas mengenai macam macam niche blog di buku ini.

Buat bunda yang butuh tips tips mendasar mengenai pentingnya tampilan cantik sebuah blog, mak Carra tips nya jempolan nih. Mulai pengaturan sidebar, memilih template dan mendandani blog kita agar makin bikin orang kangen berkunjung lagi juga dikupas disini.

Menulis ternyata tidak simpel. Yup, menurut mak Carra, sebuah tulisan itu harus punya nilai tersendiri. Belajar menulis dengan baik, sampai mengenai plagiarisme dibahas juga. Bagaimana mencari ide tulisan, cara cara mengembangkan tulisan kita supaya makin sempurna dibagikan di chapter ini.

Chapter selanjutnya membahas mengenai "Blogging for Job Review". Nah, ini adalah salah satu keuntungan jika kita mau serius menulis di blog. Dengan job review ini biasanya kita sudah bisa menghasilkan uang dengan tulisan tulisan yang kita posting di blog. Gimana caranya? Susah nggak?
Di buku Blogging: Have Fun and Get the Money ini mak Carolina Ratri menjelaskan teknis step demi step yang bisa diikuti, jadi kita bisa belajar dengan panduan buku ini.

Overall buat saya buku ini berguna banget, terutama buat bunda bunda yang memang pengen menulis untuk have fun dan juga untuk make money. Ibaratnya dari 0 dibimbing untuk bisa menulis dengan lebih baik, kaya punya mentor pribadi hihihi...

So, yang belum punya, buruan ke toko buku terdekat :)

Love,
/Aya

18 tahun mengenal sosok Primastuti Satrianto


Hai Bundas...

Membaca judul postingan kali ini pasti sudah mengira kita akan bernostalgia yaa...
Benar sekali...
Kali ini saya pengen cerita tentang seseorang yang menginspirasi saya, baik di masa lalu maupun saat ini.

Namanya Primastuti Indah Suryani. Nama itu yang dulu saya baca di jajaran kepanitiaan penerimaan siswa baru, HEP (Hakarya Eka Pakci) SMU saya. Nama yang indah sesuai sekali dengan sosok yang punya nama. Tak begitu banyak yang saya ingat dari seorang Prima masa gadis, tapi saya sudah punya rasa, akan berjodoh lama dengan beliau.

Bertemu lagi ketika mengikuti LC Meetingnya Oriflame. Saat itu saya mengenalinya tapi dia nggak kenal saya (hiks, saya golongan lumut jaman SMA) sama sama aktif di perusahaan direct selling ini, kami sering dipertemukan saat mengikuti training training. Karir Manda sangat bersinar, cepet sekali nanjaknya sementara saya masih begitu begitu saja heuheu

Foto dari FB Primastuti Satrianto

Ternyata Manda Ima (panggilan akrabnya) selain pintar menulis (saya tau dari laman Facebooknya) juga pintar sekali public speaking. Jujur saya terkagum kagum saat melihat Manda jadi MC di acara besar perusahaan kami. Wow!!! Bikin saya pengen berguru niiih soal tampil di depan panggung tanpa grogi kaya Manda begitu.


Selain menulis dan MC, ternyata kami dipertemukan dalam hobby yang sama. NgeBento!
Ingat nggak Manda, waktu ada workshop Bento bikin Minion dan Hello Kitty hihihi... *ubek ubek foto ahhh... Hasil Bento kami juga oke lhooo

Train the Trainer Nutrishake

Nah, setelah ngebento itu, ketemu lagi sama Manda waktu ikutan Training The Trainer nya Nutrishake :) nggak nyangka kami sering banget berjodoh. Manda lagi mencoba menerapkan pola hidup sehat nih, camilannya aja ubi rebus sama jagung rebus ya manda? Ada cerita tentang nutrishake juga nih, saat saya hamil dan menyusui di myvioletya.blogspot.co.id/2012/07/nwp-saat-puuasa.html?m=0

Waktu itu Manda jadi top 5 karena jawaban quiz nya banyak benernya. Banyak deh cerita cerita waktu itu. Seru seru sedap sama Manda.
Dari FB Primastuti Satrianto

Nggak berapa lama, ternyata kami dipertemukan dalam kepanitiaan acara OOM Jogja. Paling seru niih ngebahas dresscode. Manda tuh sangat sangat stylish hihihi. Urusan kostum beneran doi keren syekaliiii...
Alhasil kemaren semua berguru dan minta masukan sama Manda. Akhirnya dresscode kita biru dongker pake headband lucuuuukkk berbulu bulu hihihi.

Ihh...manda Ima yang cantik. Sekarang kita ketemu lagi niih di komunitas Kumpulan Emak Blogger. Jadi lebih sering update kehidupan Manda lewat blognya. Tiap hari ada saja yang diceritakan dan kalau Manda yang cerita selalu bisa bikin hari makin berwarna.
Kalau mau berkunjung, blog Manda ada di www.ceritamanda.com dan di www.tamasyaku.com

Terimakasih ya Manda...
Banyak hal yang saya kagumi darimu.
Masih selalu ingin belajar banyak hal dari seorang Manda yang sabar, ramah, pinter, kocak, seru dan banyaaak lagi hal positif yang melekat padanya.

Sehat sehat selalu yaa Manda Ima

Love,
/Aya

Arisan Ilmu Kumpulan Emak Blogger

Foto dari dokumentasi KEB


Hai Bunda

Postingan kali ini saya mau cerita soal pengalaman saya mengikuti kopdar Arisan Ilmu yang diselengggarakan komunitas Kumpulan Emak Blogger. Karena ini adalah acara arisan ilmu pertama yang saya ikuti, agak grogi juga rasanya. Bertemu dengan teman teman baru yang selama ini hanya bersapa lewat grup whatsapp maupun saling mengunjungi blog. Berbekal rasa percaya diri yang tinggi, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengikuti acara yang ternyata luarbiasa seru.

Bertempat di resto Alive, sekitaran Timoho, arisan ilmu kali ini dapat sharing plus plus dari emak tetua mba Carolina Ratri. Kami diajak diskusi mengenai apa saja sih yang bisa menaikkan trafik blog kita. Bagaimana supaya blog kita bisa dilirik sama google search.

Mak Carra memaparkan ilmu ilmu tentang DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority). Kenapa sih harus peduli sama DA?
1. Makin tinggi DA, postingannya berarti makin terpercaya
2. Situs yang baru biasanya skor DA-nya 1 - 10 dan ini adalah angka yabg sangat mudah didapatkan
3. Jika ingin meningkatkan DA ke 11 keatas, yang perlu dilakukan adalah menulis terus setiap hari.
4. Menanjak ke angka 21 akan semakin sulit lagi.

Ada 3 hal utama yang menjadi acuan DA
1. Usia situs
2. Popularitas dalam artian banyak dikunjungi visitor
3. Ukuran domain (jumlah artikel)

Nah, di acara ini mak Carra juga memberikan tips tips cara meningkatkan DA, diantaranya:
1. Tingkatkan SEO
    - gunakan keyword
    - keyword jangan sampai hilang dari permalink
2. Buat konten yang menarik (viral)
3. Internal linking
4. Cek brokenlinks dan backlinks
5. Tambah backlinks
6. Mengurangi bounce rate
7. Bersabarlah

Jadi mengelola sebuah blog, selain dibutuhkan ilmu, konsistensi, juga dibutuhkan kesabaran ya...

Buat saya acara Arisan Ilmu ini benar benar bermanfaat lho, saya yang tadinya buta sekali ilmu blogging jadi lumayan tercerahkan. Yang perlu untuk jadi catatan adalah untuk lebih konsisten lagi menulis. Jadikan menulis itu kebutuhan harian.

Terimakasih mak Carra untuk ilmunya, juga untuk teman teman di komunitas emak blogger yang seru banget...

Acara seperti biasa ditutup dengan foto bersama. Oh ya, ngomong ngomong soal foto, jadi inget untuk berfoto juga dengan idola saya Mami Ubii dan Aiden. Baca disini tentang mami ubii

Nagiiiihhhh....
Semoga bisa selalu berkesempatan untuk upgrade ilmu mengenai blog bareng keluarga besar KEB Jogja

Love
/Aya

Book-review-blogger sahabat baruku

foto diambil dari FB Asri Rahayu M S
Hai Bundas, 

Kali ini saya mau menulis tentang seorang sahabat baru saya di komunitas KEB. Meski belum berkenalan secara langsung, tapi sedikit banyak saya kepo kepo. Berkenalan dengan mba Asri, seorang yang memiliki kecintaan dengan buku membuat saya berbinar binar. Wah, ketemu sama penyuka buku juga niih. 


Ternyata eh ternyata mba Asri ini hobbynya baca buku fantasy sama buku buku romantic. Hakjedeeeerrr.... Soalnya jujur saya nggak terlalu suka baca buku buku romantis hehehe. 


Tapi karena kepo, lalu saya berkunjung ke blognya. Banyak banget nih cerita cerita romantis yang ternyata bikin mood saya jadi berbunga bunga. Mba Asri juga ternyata bisa bikinin cerita dengan tema yang kita mau loh, kaya postingannya di sini juga cerita tentang yang mendayu dayu di sini.


Sesi wawancara berlanjut, mba Asri yang akhirnya tau KEB dari blogwalking ini ternyata selain suka sama buku fantasy dan romantic, suka juga dengan buku buku detektif a la a la Holmes dan Conan. 


Naaaahhhh...ketemu satu lagi persamaan kami, pecinta Conan! Selain baca komiknya, ternyata saya dan mak Asri sama sama suka nonton Conan The Movie yang sampe 19 seri ituuuhhh


Saya bikinin list yaaahhh


Detective Conan Movie 1 - The Time-Bombed Skyscraper

Detective Conan Movie 2 - The Fourteenth Target
Detective Conan Movie 3 - The Last Wizard of The Century
Detective Conan Movie 4 - Captured in Her Eye
Detective Conan Movie 5 - Countdown to Heaven
Detective Conan Movie 6 - The Phantom of Baker Street
Detective Conan Movie 7 - Crossroad in The Ancient Capital
Detective Conan Movie 8 - Magician of The Silver Sky
Detective Conan Movie 9 - Strategy Above The Depths
Detective Conan Movie 10 - The Private Eyes'Requiem
Detective Conan Movie 11 - Jolly Roger in The Deep Azure
Detective Conan Movie 12 - Full Score of Fear
Detective Conan Movie 13 - The Raven Chaser
Detective Conan Movie 14 - The Lost Ship in The Sky
Detective Conan Movie 15 - Quarter of Silence
Detective Conan Movie 16 - The Eleventh Strike
Detective Conan Movie 17 - Private Eye of Distant Sea 
Detective Conan Movie 18 - The Sniper From Another Dimension
Detective Conan Movie 19 - Sunflowers of Inferno

Nah dari 19 seri itu, cuma nomer 19 yang saya belum nonton. 


Kalau movienya Conan ini masuknya genre romantis juga looh (pantesan mak Asri juga suka yaaa). Gak percaya? Coba deh tonton Captured in her eye pas Conan ajak Ran berdiri di tengah air terjun menari. Atau di film Countdown to Heaven saat mau menyelamatkan diri pakai mobil dari gedung pencakar langit. Ahhh... Terkadang Sinichi memang level romantisnya antimainstream yaaaa


Kembali lagi ke blog mak Asri yaaa... saya suka karena tampilannya seger, warnanya putih bersih jadi enak buat dibaca baca lama. Sekarang malah jadi punya hobby baru bacain cerita cerita di blog mba Asri nih saya.



Tampilan blog asrirahayu.com
Well, buat temen temen yang tertarik banget buat baca cerita romantis atau pengen tau orang orang dibalik cerita cerita romantis atau fantasi tersebut, bisa cuzz ke blog mba Asri di www.asrirahayu.com atau berkunjung ke FB nya Asri Rahayu M S untuk kenal lebih dekat dengan beliau.

Salam

/Aya

Ika koentjoro, yang mau berbagi dan selalu menginspirasi

Foto diambil dari fb ika koentjoro


Hai Bundas,
Postingan kali ini saya ingin cerita tentang salah satu sahabat baru saya. Saya mengenalnya lewat sebuah komunitas bloger, Komunitas Emak Blogger tepatnya. Berkenalan dengan banyak emak emak yang tergabung dalam komunitas ini, sungguh memberi warna baru terutama dalam menambah ilmu tentang blog, tentunya berguna banget untuk saya yang masih amatir ini.

Ika Koentjoro, nama yang simple dan mudah diingat, sesimple senyumnya yang bersahaja. Pertemuan pertama saya adalah saat mengikuti arisan ilmu di Alive resto bulan lalu, dan kemudian tertarik mengikuti postingan postingan beliau di facebook dan di blognya.

Menjelajah www.ikakoentjoro.com dan www.ikakoentjoro.blogspot.co.id, saya menemukan postingan postingan yang menarik dan makin memacu saya untuk belajar lebih mengenai ilmu fotografi.

Saya sebenarnya adalah penyuka fotografi dan pernah mengambil fotografi sebagai kegiatan ekstrakurikuler saat sekolah dulu, namun karena tidak dipupuk benar benar, fotografi hanya menjadi selingan dikala sedang jenuh dengan keseharian.

Karena mak Ika inilah, saya jadi jatuh hati lagi dengan dunia fotografi. Baru melihat 2 postingan saja saya sudah merasa nambah ilmu lho...

1. Understanding natural lighting
Buat saya yang suka jeprat jepret hasil masakan, tadinya nggak mikirin soal pencahayaan yang baik, yang bisa membuat foto yang kita ambil tetap istimewa. Sebenarnya ini ilmu sudah dipraktekkan oleh teman teman KEB di arisan ilmu sebelumnya (saya nggak bisa ikutan dan lalu mewek). Cahaya terbaik untuk food photography jika tidak menggunakan cahaya artifisial adalah pukul 08.00-10.00 dan 14.00-16.00. Catet niih, next time foto hasil masakannya jam seginian hehehe...

2. Tips sukses memotret candid
Saya termasuk orang yang suka sekali hasil foto candid. Karena memang segala sesuatunya terlihat alami (meski saya sendiri nggak begitu suka difoto candid dengan alasan " tidak sempat senyum" hehehe). Ternyata di postingan mak ika yang ini diberikan tips tips untuk saya agar sukses mendapatkan hasil foto candid. Tips tipsnya antara lain adalah penggunaan kamera, menemukan moment dan potret sebanyak mungkin.

3. Real Change Come From Within
Membaca postingan yang satu ini (meski bukan tentang fotografi) meninggalkan kesan mendalam untuk saya. Dituliskan dengan cantik oleh mak ika, bahwa segala sesuatu asalnya dari dalam. Semua motivasi dan keinginan akan pencapaian pencapaian kita berasal dari diri sendiri. Motivator keren pun kalau kita ikuti seminarnya paling bertahan paling lama 2 minggu

Waaah... Mak Ika, sebentar mengenalmu sudah kagum berat. Semoga persahabatan ini makih erat yaaaa...

Untuk yang kepo juga dengan profil beliau bisa klik fb nya ika koentjoro
Atau klik web beliau di
www.ikakoentjoro.com
www.ikakoentjoro.blogspot.co.id

Sangat bangga bisa mengenalmu mak

Love,
/Aya