Showing posts with label Averey. Show all posts

Book Review: Buku Cican Seri Perasaanku


Haiii...
Gimana kabarnya bunda-bunda selama liburan? Udah hampir setengah libur panjang terlampaui ya. Shoji sendiri selama liburan aktivitasnya di rumah aja nih. Palingan main monopoli sama baca buku. Oh iya, kebetulan juga dari sekolah diberikan tugas membaca buku selama liburan.

Kemarin Shoji cerita di sekolah ada pelajaran tentang "mengenali emosi". Hmm wah bagus juga nih, sekalian saya sendiri belajar mengenal emosi yang dimiliki Shoji dan apakah dia tau cara untuk menghadapi dan apa yang harus dilakukan jika dia sudah mengenali emosi dirinya
Shoji menyampaikan kalau dia memiliki emosi, diantaranya:

Pengalaman Konstipasi Aisha


Interlac
"Bund, udah berapa hari Aisha gak pup?"

Ini adalah pertanyaan yang sering dilontarkan suami ketika mendapati kamar mandi gak ada bekas pup Aisha beberapa hari. Sampai sampai kami membuat tanda khusus di kalender untuk hari dimana Aisha sudah BAB. Buat kami, anak sulit BAB sudah menjadi langganan bahkan sejak jaman Shoji.

Kemampuan Shoji yang belum baik dalam mengunyah makanan, menjadikan dia sering sekali kesulitan BAB. Padahal serat buah buahan udah selalu jadi menu makan sehari-hari lho. Memang benar makanan yang tidak terkunyah sempurna terkadang mempengaruhi pengolahan makanan pada saluran cerna.

Pernah tuh Shoji kami bawa ke dokter anak di Klaten (Dokter Pri nama beliau) karena sudah 5 hari gak BAB. Ketika masih ASI sebelum 6 bulan sih nggak akan ngerasa panik, karena anak ASI kalau misal terlambat BAB pun katanya tetap normal. Sejak lulus ASI eksklusif dan mulai MPASI kok agak bermasalah nih urusan "ke belakang". Setelah itu Shoji diberi obat pencahar yang langsung dari dubur. Cukup efektif namun tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama nih obat semacam ini.

Indahnya Saat Menyusui

Momen Menyusui Aisha
Ketika akan menjadi ibu, biasanya apa sih yang kita persiapkan benar benar? Ketika saya tau bahwa saya hamil, dalam bayangan saya adalah proses kehamilan yang nyaman dan proses menyusui. Dua hal ini kaya Upin dan Ipin, gak ada salah satu kaya ilang greget. Korelasi antara hamil dan menyusui seolah nggak bisa dipisahkan ya. Apalagi untuk Muslim sendiri ada perintah untuk menyempurnakan penyusuan hingga 2 tahun lamanya. Saya jadi throwbacktime ingat ingat lagi jaman awal saya menyusui Shoji maupun Rey. Boleh yaa nostalgia sedikit.

Suatu hari...dikala kita duduk di tepi pantai...
Eh yang tiba tiba ngelanjutin nyayik berati Anda tua (seumuran sama saya) #GimikMenjebak

Shoji lahir secara SC. Waktu itu dikarenakan proses kala 2 yang amat sangat lambat. 36 jam tidak juga bukaan lengkap membuat saya cukup khawatir atas keadaan Shoji. Akhirnya Shoji memilih keluar lewat jendela, lahir di meja operasi. 

Berkunjung ke Museum Dirgantara

Museum Dirgantara Jogja

Hai Bundas,

Tak terasa kita sudah mengawali tahun 2017 yaaa... 
Menutup tahun 2016 kemarin saya merasa punya resolusi baru. Resolusi jadi travel blogger hahaha. Soalnya habis jalan jalan ke blog sahabat saya Atanasia Rian kulinerwisata.com dan liputan jalan jalannya sakseissss bikin saya mupeng berat. Saya ngeces kaya kalo lagi menyantap asinan bogor atau rujak Muaro #pengakuantukangmakan. 

kulinerwisata.com

Dari postingan di blognya, keliatan yah kalau jalan jalan dan makan itu nyenengin. Rian juga cerita kalau pernah melakukan perjalanan terjauh sampai ke Pontianak dan jalan darat ke entikong. "Asyik banget selama 4 hari jalan naik mobil dan nyetir sampai perbatasan", katanya. 

"Main jalan-jalan mengenal orang-orang daerah perbatasan yang jauh sekali dari hingar bingar kota. Tau ramainya Indonesia saja mungkin tidak, disana hanya bisa sms, menggunakan internet tidak bisa." ungkap Rian saat cerita perjalanan asyiknya melintasi Kalimantan yang pertama kali.

Kompetisi: Menggali Kompetensi, Adu Prestasi


Hai Bundas,
apa sih yang terbesit dalam benak kita saat ada kata "kompetisi".

Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman (1993), kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari struktur reward dalam suatu situasi.

Jadi aktivitas mencapai tujuan ini biasanya dibandingkan dengan aktivitas orang lain untuk mencapai tujuan yang sama. 

Sedikit berbelok ya Bundas, di laman Facebook saya kemarin membuat status, seperti ini kurang lebih: 

"MasyaAllah...MasyaAllah...
Belum genap sebulan Shoji sekolah, rasa rasanya hal hal ini dulu masih jauh di angan angan.

Percakapan yang buat saya sungguh luarbiasa
Shoji yang belum lama bisa mengucap 1 kata (di usianya yang 5 tahun) sudah mampu ajak komunikasi adik dan ayahnya. 

Selama 5 tahun kami tunggu, akhirnya Allah kasih kesempatan juga kami merasakan betapa luarbiasa bisa berkomunikasi dua arah sama anak. *terharu...

Shoji: ini Rey *bagi pisang
Rey: pisang agi (pisang lagi)
Shoji: sudah habis Rey, maaf yaa *sambil membawa kulit pisang ke dapur untuk dibuang* 

Lain waktu
Ayah: Shoji bagi wafer yaaa
Shoji: boleh...boleh...
          Tapi sampahnya buang yaa...
Ayah: iya, terimakasih Shoji
Shoji: sama sama Ayah...

Dan saat yang lain
Bunda: *menjatuhkan benda
Shoji: ssttt...Aisha bobok
Bunda: ah iya, maaf yaa Shoji
Shoji: tidak apa apa bunda...

Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan? 

#bundabahagia
#AishaPunSudahGakDemam
#JumatBerkah"

Dan tiba tiba saya seolah tersadar, bahwa namanya kompetisi itu adalah "semacam persaingan" memperebutkan sesuatu. Tidak perlu kompetisi dalam ranah luas. Misal membayangkan kompetisi olahraga Olimpiade Rio atau kompetisi ajang adu bakat yang ditayangkan televisi nasional hingga internasional. Dalam keluarga pun namanya kompetisi sering tak terhindarkan, benar gak?

Saya pun merasa demikian. Shoji, anak pertama saya speech delay dan baru belajar bicara dengan intonasi yang tepat. Sementara adiknya, Rey di usia 3,5 tahun sudah hafal huruf Hijaiyah beserta pengucapannya dengan benar. 
Tampak, saat saya mengapresiasi Rey atas keberhasilannya, Shoji kemudian menarik diri. Lebih sering ngambek dan tidak mau terlibat aktivitas mengaji. Sementara jika Shoji kami apresiasi karena kemandiriannya, Rey serta merta merajuk mengalihkan perhatian kami dengan menjatuhkan semua benda yang ada di meja. 

Kompetisi kah ini? 
Ya! Mereka berkompetisi memperebutkan hati kami, orangtua mereka. 

Menurut Chaplin (1999), kompetisi adalah saling mengatasi dan berjuang antara dua individu, atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama.

Jadi, sebenarnya sebuah kompetisi sehat bisa menjadi hal yang positif yaa Bundas? Setujukah dengan hal ini?

Bagaimana menghadapi kompetisi kakak beradik secara positif? Kembali lagi pada kita orangtua, kita harus bisa memberikan apresiasi yang juga akan mampu memotivasi anak anak untuk juga menggali kompetensi terbaik mereka. Bukan berarti kita memberi goals yang sama untuk keduanya, tapi kita beri goals dan pijakan untuk anak sesuai dengan kemampuan mereka.

Mengajarkan anak untuk bisa menerima kompetisi adalah bagian dari kehidupan yang amat lumrah, itu yang tidak mudah. Membuat mereka menyadari bahwa, "gapapa kok untuk tidak selamanya mengungguli orang lain" itu yang kami orang tua dan anak sama sama belajar. Salah satunya dengan membuat banyak "kompetisi" di rumah yang fun dan semua bisa berpartisipasi. Misal lomba melipat selimut, lomba mengambilkan baju Aisha, lomba memakai kaus kaki, dibuat ceria dan menyenangkan. Sehingga saat mereka mengikuti kompetisi, yang tercipta adalah mindset untuk berpartisipasi, menggali kompetensi dan bukan semata mata kemenangan atau kekalahan saja.

Mengarahkan anak pada goalsnya juga menurut saya melatih anak lebih percaya diri karena mereka akan merasa "tertantang" dengan hal hal yang mereka kuasai atau mereka mampu raih, ntuk Shoji, goalsnya antara lain:
- Mengenal satu demi satu kawan di sekolah
- Mandiri memakai seragam / sepatu saat  mau berangkat sekolah
- Mandiri saat BAK maupun BAB
- Merapihkan mainan
- Membantu bunda mempersiapkan  keperluan keperluan Aisha
- menghafal warna dan bentuk (Shoji sudah  mulai menyebut benda dengan bentuk dan  warna, misal: "gasing jingga", " kotak biru",  "mobil merah" dst)

Sementara goals Rey:
- Mampu mengungkapkan saat ingin BAB di  kamar mandi
- Mau berusaha untuk menyelesaikan  masalah sendiri (tidak mudah menyerah  jika puzzle belum terpasang, atau ada  bagian mainan terlepas)
- Mulai mengulang hadis atau doa yang  diajarkan di sekolah
- Membilang 1 - 10 dan mengidentifikasi  bentuk angka
- Lebih konsentrasi dengan tugas yang  diberikan.

Terlihat berbeda? 
Ya, karena kompetensi mereka berdua berbeda, dan kita sebagai orangtuanya harus pandai pandai melihat potensi anak kita dan menggalinya. 

Bicara soal kompetisi, ada salah satu teman saya yang keahliannya menaklukkan kompetisi kompetisi blog. Berkunjunglah ke blog www.arifahwulansari.com, maka Bundas akan menemukan sosok seorang mamah muda dengan segudang prestasi.

Foto: Mak Ari, Tayo, Tifa diambil dari blog arifahwulansari.com

Perkenalkan sahabat saya, Arifah Wulansari. Seorang pegawai puskesmas dan juga ibu rumah tangga yang  momong anak, beres2 rumah, serta mengurus suami jadi peran utamanya selain blogger. Ia mulai ngeblog tahun 2012. Motivasinya dulu karena ikut oriflame dan memang salah satu yang diajarkan adalah bikin blog. Karena di Oriflame mak Ari merasa bukan passionnya disana, beliau mulai menulis untuk mengisi kekosongan blognya. Menggeluti dunia blog dan ikutan lomba lomba, membawa mak Ari menemukan passionnya. Sejak saat itulah, motivasi mak Ari menulis muncul lagi, untuk berkompetisi dalam lomba lomba penulisan blog. 

Seorang juwarak lomba blog, ternyata pernah juga kebingungan menulis loh, tapi seiring waktu katanya saat ini justru banyak ide yang sampai meluap luap untuk dituangkan ke tulisan. 

Sebagai seorang mamah muda yang punya bayi seperti saya, ngeblog itu hal istimewa, waktu yang amat sangat langka hahaha.... Itu juga yang saat ini sedang mak Ari perjuangkan untuk tetap menghidupkan blognya. Sampai saat ini, waktu tidur anak anak selalu digunakan mak Ari untuk update tulisan di blognya. 

Aktivitas padat mak Ari menyiapkan keperluan anak dan suami setelah subuh membuat mak Ari hanya bisa menulis di pagi hari kalau pas hari libur saja, apalagi beliau juga musti pergi kerja juga. Jaga stamina untuk kemaslahatan bersama hahaha... Apa kabar saya yaaa hahaha, lebih angot angotan daripada beliau euy...

Foto: tampilan blog arifahwulansari.com

Postingan mak Ari yang terakhir, "5 hal yang saya lakukan saat kalah lomba blog" menunjukkan bahwa sebenarnya kemenangan mak Ari dalam berpuluh lomba itu ya karena lomba yang beliau ikuti amat sangat banyak. Nah, justru dari kekalahan kekalahan itu membuat mak Ari malah mengasah kemampuan menulisnya dari pemenang pemenang lomba, hingga akhirnya tulisan tulisan mak Ari kian ciamik.

Sedikit tips dari mak Ari untuk kita yang mau ikutan lomba blog:

Yang harus kita siapkan:
1. Waktu
2. Gambar2 ilustrasi yg mendukung
3. Bahan referensi yg mendukung tema lomba blog yang sumbernya bisa dari riset sendiri atau bahan bacaan.

Selain itu, supaya tulisan kita dilirik oleh juri lomba, kita harus menulis dengan sepenuh hati, jujur, dan punya sisi unik atau menarik yg ditonjolkan sehingga bikin tulisan kita jadi beda dari tulisan peserta lain.

Nah, siap berkompetisi untuk menggali kompetensi dan adu prestasi? Sharing yuuuk kompetisi apa yang sudah pernah Bundas ikuti dan gimana kesannya mengikuti kompetisi.

Love
/Aya


Menyapih dengan Cinta (Weaning With Love)

Weaning with love
Hai Bundas,

Cukup lama sejak terakhir saya menulis yaaa...
kali ini saya akan cerita tentang pengalaman saya menyapih Rey. IYA Rey sudah 2 tahun nih sekarang, terhitung sejak 8 Desember 2012 hingga 15 Januari 2015 kemarin baru resmi disapih alias tidak nenen lagi.

Karena sebelumnya Shoji menyapih sendiri saat saya hamil Rey 5 bulan (Shoji 18 bulan). Kata orang tua karena air susunya sudah nggak enak, makanya Shoji nggak mau nenen hehe. Nah jaman Shoji saya nggak ngerasain nih yang namanya menyapih, karena Shoji menyapih sendiri.

Mengingat Rey yang sangat nenenholic, saya sempet khawatir kalau Rey akan sangat sulit lepas micubun (mik cucu bunda). Saya udah mulai sounding bahwa kami akan WWL (Weaning With Love) ketika Rey sudah 2 tahun.

Tiap mau bobo, Rey selalu saya affirmasi
"Rey, nanti kalau sudah 2 tahun, kalau mau bobo, mik susunya pake gelas yaaaa. Kalau bangun malam, mik air putih"

Saya sudah mulai mengenalkan cup dengan sedotan saat Rey 2 tahun kurang. Jadi dia cukup familiar. Intinya Rey selalu diajak untuk ngobrol mengenai "berhenti nenen" ini setiap malam.

Lanjut setelah 2 tahun pas, karena Rey masih belum  bisa lepas nenen, akhirnya saya kurangi waktunya. Kalau biasanya masih tiap hari, tiap saat, bangun tidur, abis mandi, mau bobo siang, abis mandi sore dan mau bobo malam plus sambil ngelilir ngelilir, saya mulai kurangi menjadi "hanya saat mau bobo malam"

Awalnya sempat manja-manja dan selalu minta, tapi selalu saya tolak halus dengan mengatakan bahwa Rey boleh nenen kalau mau bobo malam di rumah, Alhamdulillah dia mau mengerti.

Sejak nggak nenen siang, Rey mengambil kesempatan malam hari untuk memuaskan nenennya, jadi tidak pernah dilepas dari mulai bobo sampai bangun lagi.

Duuhh...saya jadi kurang tidur dan badan nggak seger, emosi pun gampang terpancing. Akhirnya setelah diskusi sama ayah Shoji mengenai hal ini, kami memutuskan untuk melepas nenen Rey, toh dia sudah 2 tahun lebih.

Day 1
Rey minta nenen sebelum bobo, masih saya kasih, sampai dia tertidur lelap. Nah saat ngelilir minta nenen ini saya nggak kasih. Dia mulai menangis, tidak mau berhenti, berusaha minta dan teriak teriak sambil menendang nendang saya. Ayahnya mencoba menenangkan juga nggak bisa. Sediiih rasanya, tapi kami tau kalau kami loloskan permintaannya, kami harus mengulangi lagi saat saat seperti ini besok.
akhirnya, karena kecapekan menangis, Rey minta gelas air putih yang kami sediakan di kamar. Dia minum beberapa teguk, lalu menagis di pelukan saya sampai tertidur.

Saat ngelilir selanjutnya juga begitu. Untungnya besoknya libur, jadi saya dan suami bisa bangun agak siang hehehe....

Day 2.
Rey minta nenen sebelum bobo, sampai tertidur lelap. Pas dia bangun dan minta nenen, saya tawari air putih di botol, ditolak. Tapi dia hanya menangis sebentar lalu lanjut tidur lagi. Begitu juga saat bangun malam, hanya menangis sebentar, lalu tidur lagi.

Day 3
Rey mau bobo, tapi kali ini minta digendong ayah. Sukses Rey nggak bobo diantar nenen. Begitu juga saat bangun malam, hanya menangis lalu diusap usap lanjut tidur lagi.

Day 4
Nampaknya Rey sudah mulai kehilangan "ketagihan" nenennya. Rey sudah mau diajak ke tempat tidur dan diselimuti plus berdoa. Ditepuk tepuk sambil sesekali dicium cium dan dipeluk serta disenandungkan Sholawat :)

Dan Resmi hari ke 5 Rey sudah total lepas dari nenen di usia 2 tahun lebih 1 bulan. Tanpa paksaan, tanpa oles oles, dan sebuah kelegaan bagi kami berdua, mengingat saya akan ke Bandung di 13 Februari nanti untuk acara Seminar Director 2015 di Bandung. Alhamdulillah ternyata diberi kemudahhan dalam penyapihan Rey. Udah  berkurang kekhawatiran saya.

Semangat menyapih dengan cinta yaaa bundaaa

Love
/Aya

Mengajak 2 Balita Travelling Naik Pesawat

Travelling dengan balita

Haiii 

Alhamdulillah bisa juga ngisi blog lagi niih Kali inipengen cerita pengalaman mudik keluarga kami ke Solok, Sumatra Barat yang ke dua. Iya, sebelumnya kami pernah mengunjungi Solok 3 tahun lalu, tepatnya saat Lebaran tahun 2012 ketika Shoji berusia 6 bulan. 

Karena ketebalan dompet kami fluktuatif dari bulan ke bulan, akannya baru bisa ngumpulin duit untuk pulang kampung setelah 3 tahun (keplakan untuk segera keluar dari zona nyaman dan nambah penghasilan xixixi). Sebenernya rencana pulang kampung harusnya saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri Juni kemarin, tapiiii oh tapi ternyata belum diijinkan karena ternyata tiket pesawat TigerAir yang kami book tercancel karena Maskapai Tiger Air sendiri tidak mampu lagi beroperasi. 

Aktivitas balita di pesawat


Well, Alhamdulillah seluruh biaya yang kami keluarkan untuk pembelian tiket senilai hampir 7 juta (5 tiket berangkat dan 1 tiket pulang direfund full. Kami juga sudah bikin nadzar, kalau uang tiketnya kembali, kami akan ikut kurban tahun ini. Alhamdulillah itu juga terlaksana. Selanjutnya kami memilih maskapai Sriwijaya Air karena penerbangan Jogja-Padang gak ada rutenya, jadi tetep harus Jogja-Jakarta, Jakarta-Padang. 

Sampe saat ini Shoji berarti udah ngerasain take off dan landing sebanyak 8 kali xixixi, udah mulai terbiasa kayanya... Ini adalah Rey's first flight.

Di usia kurang dari 2 tahun, kami sudah harap harap cemas kalau Rey akan rewel sepanjang perjalanan. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 9.30, karena pesawat sriwijaya Air yang akan membawakami terbang take off pukul 10.50 Pas di pesawat, Alhamdulillah Shoji tidak ada masalah saat take off maupun landing. Selama di pesawat Shoji memilih baca tabloid yang disediakan, sambil ngemil snack yang kami bawa dari rumah. Rey masih agak tegang saat landing dan take off, selalu minta peluk, tapi selama perjalanan juga cukup kooperatif.
Balitas di pesawat


Sampai di Bandara Soekarno Hatta, menunggu pesawat ke Padang waktunya cukup lama. Shoji dan Rey kami ajak main main di playground. Lumayanlah daripada ngejar ngejar mereka di lounge mainan AC. KIra kira pukul 18.00 panggilan supaya segera boarding, Alhamdulillah tiba di Padang sekitar pukul 20.00 dan kami lanjut makan dI RM Lamun Ombak sebelum melanjutkan perjalanan ke Solok dengan mobil.

Intinya sih klo ngajak anak terbang siapkan bekal makan dan mainan atau buku. Biasanya nggak repot repot amat sih, kecuali saat mereka tidur pas transit dan kita kudu bopong bopong heheheh 

selamat travelling
/Aya

Mie Sayur Schotel a la BunSho

Mie sayur schotel


Hai Bundas,

Liburan kemarin saya ubek ubek stock. Ternyata masih ada mie sayur cabe hijau dagangan yang udah lumayan lama ngendon. Trus liat liat kulkas ada lumayan banyak bahan. Akhirnya saya eksekusi juga mie sayur schotel a la BunSho

Bahan
1 bungkus mie sayur (saya pake varian cabe hijau), rebus 3-5 menit
150 ml susu UHT
garam
3 siung bawang putih
50 gr keju parut
1/2 sdt merica
2 bawang merah iris tipis
2 btr telur ayam kampung (ambil di kandang ayam)


Cara buat:
1. Rebus mie hingga setengah matang
2. Siapkan bumbu (haluskan bawang putih, garam, merica)
3. Kocok telur, tambahkan susu UHT
4. Masukkan kocokan telur ke mie
5. Panaskan happycall, api kecil
6. Masukkan adonan mie dan telur
7. Taburkan keju dan irisan bawang merah diats adonan
8. Masak 20 menit hingga matang
9. Nikmati, bisa dengan tambahan keju oles atausambal botol

mudah dan praktis yaaa...
anak anak suka

Makan


dibawah ini bahan bahan dari resep asli yang saya ambil dari web

Salam Sehat
/Aya
Makaroni (Macaroni)secukupnya
Minyak Gorengsecukupnya
Garamsecukupnya
Telur Ayam2 butir
Sosis Sapi2 buah
Bawang Bombay0 buah
Susu UHT150 ml
Keju Cheddar100 gram
Lada (Merica)1/2 sendok teh
Oregano1 sendok teh
Basil1 sendok teh

Cake Kukus NutriShake Strawberry





Kue kukus nutrishake strawberry


Hai bundas, 
Lama saya nggak posting resep kueh. Kali ini modifikasi dari resep cup mocaf brownies kukus anti bantat, saat workshop grup hhbf beberapa tahun lalu xixixi (saking lamanya baru eksekusi) 

Baiklaaah..ini resepnya 
Bahan 
200 gr tepung terigu segitiga biru 
1 scoop Nutrishake rasa strawberry (bisa juga pake vanilla atau coklat, tapi rasa strawberry ini lumayan enak untuk aroma dan rasanya) 
Sedikit garam 
3 butir telur ayam ukuran besar 
100 gr gula pasir 50 ml minyak goreng, saya pake fortune 
1sdm minyak oreng untuk olesan alufoil cup (saya pake loyang bulat diameter 16 cm) 


Penampakan cake kukus Nutrishake strawberry


Carabuat: 
1. Campur bahan kering (Nutrishake strawberry, terigu, garam) 
2. Panaskan kukusan, siapkan loyang dioles minyak 
3. Kocok telur dan gula pasir hingga putih mengembang baik (colek dengan jari, jika sudah kaku maka sudah cukup) 
4. Masukkan bahan kering bertahap sambil diayak dengan teknik aduk balik satu arah hingga rata menggunakan spatula besar 
5. Tuangi minyak goreng lalu aduk rata 
6. Masukkan ke dalam loyang, kukus kurang lebih 45 menit, gunakan api sedang dan besar 
7. Sajikan 

Cukup simple, sebanding waktu bikin dengan waktu menghabiskannya, kilat dan cepat. Tapi kurang sebanding dengan peralatan masak dan mikser yang dicuci hihihi, setumpuuukk :) 



Jempol dari Shoji n Rey


Menurut saya, kueh ludes dan Shoji Rey plus ayah kasih jempol itu cukup sebagai obat capek ngerjain perintilan bikin kue begini :)

Salam sehat 
/Aya

Grand Puri Waterpark Gabusan

Hai bundas,

Kemaren kemarin sempet posting yang rasa mellow dan serius yaah...Kali ini saya mau berbagi cerita sekalian sedikit reiew tentang tempat wisata air di Joga. Salah satu yang kami kunjungi kemarin adalah Grand Puri Waterpark Gabusan. Letaknya di selatan Jogja berseberangan dengan taman Gabusan. Kami sekeluarga brlibur bersama dengan rombongan sekolah Shoji TPA Amalia. Udah oebayang aja gitu, Shoji dan Rey yang memang doyan main air. Waktu itu kepikirnya bakalan susah untuk ngajak mereka pulang nanti. Ternyata oh ternyataaaa.... Hehehe... Yuk mari ikuti laporan selengkapnya.


selfie
Karena jadwal keberangkatan dari sekolah adalah pukul 07.00 sampai 07.30, dan saya plus ayah Shoji tidak yakin bisa mengejar waktu jika berangkat dari rumah kami di Bantul, maka kami putuskan menginap di rumah eyang Shoji yang lebih dekat dengan sekolah. Dari rmah eyang klo naik kotor nggak nyampe 5 menit kayanya (itupun kalau di perempatan satu satunya lampunya merah) jika yang mengantar adalah om nya Shoji maka, 3 menit pun sampai dengan wajah pucat plus deg degan :) Sehari sebelumnya kami putuskan membeli baju renang. Memang sih biasanya Shoji kalau berenang di kolam di rumah nggak pakai baju renang, tapi masak iya mau berenang di tempat umum gak pakai apa apa, bisa disemprit david haselhoff nanti (masih inget film baywatch gaak?)


Back to jadwal, ternyata Averey bisa bangun pagi. Jam 5 dia sudah ceria dan minta main di luar. Saya berinsiatif untuk memandikan Rey terlebih dahulu, nyicil. Selanjutnya saya yang mandi. Setelah ayahnya pulang dari masjid, ayah mau main sama Rey, saya setrika semua baju yang mau dipakai. Di gendongan ayah, ternyata Rey tertidur, ayah bisa mandi lalu kami lanjut sarapan. Jam 06.00 Shoji bangun, mandi dan sarapan juga. Sambil nunggu jam 07.00, kami sempet main di halaman depan dan selfie. Ini penting! (buat saya siih...buat Shoji sih enggak hihi) Pukul 07.00 Rey tnyata bangun, kami langsungbmenuju sekolah. Setelah ke toilet, kami segera berangkat menggunakan bus yang sudah disiapkan. Shoji tampak ceria, lihat keluar jendela sambil menunjuk nunjuk mobil di jalan raya. Kami sampai di lokasi dan langsung menga tri untuk pemeriksaan tas. Oh ya, saat masuk ke grand Puri tidak diperkenankan membawa snack, jadi harus dititipkan di petugas penitipan.


Kami berkumpul di gazebo paling besar dan mengikuti games. Games pertama adalah puzzle. Meskipun Shoji belum dipanggil sebagai peserta, tapi Shoji semangat sekali memasang puzzle kendaraan. Selanjutnya ada games kuda bisik dan yang terakhir adalah lomba pilih gelangmu dan pakaikan. Shoji memilih gelang warna biru, tapi kemudian tak sampai 5 menit minta ditukar yang warna ungu. Saat diminta berfoto, Shoji nampak kurang ceria dan memilih mojok gak mau masuk kolam. Beberapa kali Shoji minta jam nya dilepas (kebiasaan saat di rumah kalau mau masuk kolam semua atribut di badan harus dilepas) Akhirnyaaaa...yang nyemplung kolam malah Rey sama ayah. Rey berani juga diajak ke pancuran dan main kejar pelampung. Shoji yang ditepian berusahaaa banget niar baju renangnya gak basah (hyaaa...shoji, baju renang kan emang buat basah basahaaan)


Waterpark Gabusan

Sekitar jam 11 siang, kami sudahi main air, bilas lalu ganti baju. Untungnya dimdekat gazebo ada pancuran untuk mandi dan berbilas. Bawa oriflame hair n body wash yang praktis. Seger abis bilas, Shoji dan Rey makan siang yang sudah disedikaan dari sekolah. Oh ya karena snack tidak boleh dibawa masuk, tetap ada tempat untuk jajan di area sekitar kolam renang. Yang paling diminati shoji dan rey adalah kereta mini. Karena Shoji awalnya pengen ditemani, akhirnya bunda dan rey ikut naik kereta mini. Beruntungnya saya punya body mahasiswi (anak SMP kaliiii) jadi dibolehin ikut naik kereta mininya. Ibu ibu lain pada gak muaaat...sekali putar 5000 saja dapet 15 putaran, shoji minta naik 2 kali jadi 30 putaran saya naik kereta mini doweeeengg... Setelah dibujuk bujuk, akhirnya Shoji mau untuk siap siap pulang.


Kereta Mini Gabusan Waterpark


Games dan Free Activity

Sambil menunggu waktu siap siap, Shoji memilih main puzzle dengan ayah. Setelah rangkaian acara selesai, kami menuju ke bus untuk pulang. Dalam perjalanan pulang Shoji semangat sekali, tapi ternyata pas sampai tujuan, ternyata Shoji udah bobo pules, begitu juga dengan Rey.

Well, nambah lagi pengalaman wisata Shoji dan Rey :)

Salam Travelling :)

Roti Manis Panggang HappyCall

rotimanis panggang happycall


Hai Bundas,

Setelah cukup lama vakum posting resep, ini hari ini saya mulai bereksperimen  lagi. Awalan niatnya si mau bikin donat, tapi ternyata minyak goreng abis, jadilah pake plan B


Ini saya pake resep donat punya ibu saya
500 gr tepung terigu
150 gr gula pasir halus
1 bungkus fermipan
1 gelas air es
sedikit garam
1 sdm mentega
1 butir telur ambil kuningnya saja

olesan
1 butir telur
UHT secukupnya



Cara Buat:
1. Larutkan fermipan di air dingin
2. Ayak tepung terigu, masukkan sejimpit garam
3. Tuang air larutan fermipan sambil diuleni, masukkan kuning telur
4. Jika mulai kalis, masukkan mentega
5. Diamkan adonan selama 30 menit sambil ditutup kain lembab
6. Setelah 30 menit, kempiskan adonan, bagi menjadi bulatan bulatan kecil
7. Proofing kedua 60menit (saya nggak kasih isi roti. Alternayif bisa pake abon, keju, atau butter beku
8. Panaskan happycall (saya belom punya oven hihihi) kurang lebuh 5 menit api kecil
9.Olesi adonan siap panggang dengan bahan olesan yang dikocok ringan.
10. Panggang selama 15 menit




siap dinikmati, paling enak saat baru keluar dari panggangan empuuukk dan hangat

selamat mencoba

Salam Sehat,
/Aya

DoItYourself- Recycle NutriShake Box


Recycle Nutrishake


Hai bundacerdas...

Udah lama saya nggak posting tentang mainan anak hihihi
kali ini saya mau posting mengenai permainan yang simple tapi tetep seru banget buat dimainkan. Mengingat Shoji dan Rey yang bisa merusakkan mainan dalam sekali main, saya memilih untuk berhemat dengan tidak membelikan mereka mainan mahal. Bukan pelit lhooo, cuma hemat nah sama aja  saya lebih suka membuat mainan sendiri daei barang barang yang tidak terpakai.

Disini tuh ya, air PAM nya memang kurang bagus, jadi untuk masak, minum dan sebagainya, kami pakai air galon. Mahal dikut sih, tapi ya ngerasa lebih aman aja. So, saking banyaknya tutup galon yang ada, jadi kepikiran buat mainan.

saya amati juga Rey di usia14 bulan ini lagi suka memasukkan barang, Shoji juga tuuh, akhirnya saya siapin aja barang yang tampak


NutriShake dibolongin

bahan:
- box NutriShake (boleh box lain juga loooh, tapi NutriShake lebih baik xixixi)
- gunting/ cutter
- tutup galon air minum mineral

Cara buat:
Siapkan kotak NutriShake, di bagian atas diberi lubang sebesar tutup galon

cara main
masukkan koin koin tutup galon ke lubang di kotak NutriShake tadi
naaahhh, rebutan deh Shoji sama Rey buat masukin, kayanyabisa dibikinin satu satu terus
Jadi kompetisi



oke bunda, selamat berkreasi :)

Photoshoot Ramadhan

Baru sempat kembali menulis setelah sekian lama.

Mohon maaf lahir bathin semuanya....Semoga Syawal ini menjadi awal yang penuh keberkahan bagi kita semua. Di Ramadhan kemarin sempat kepikiran untuk foto bareng keluarga besar saya (eh enggak besar besar amat sih) bersama kakung dan eyang uti-nya Shoji dan Rey. Sebenernya keinginan ini sudah lamaa sekali terpendam, sejak Rey masih di perut, tapi di pending pending terus.

Alhasil baru sempat terlaksana, apalagi saat saya tau ada HAPPY HOUR di Kayonna (tempat foto deket kampus saya dulu) lumayan banget discountnya. Saya langsung kontak ke Kayonna untuk booking photo session.

Sedih banget pada saat yang ditentukan ternyata bapak saya sakit hiks. Beliau nggak boleh kecapekan dan kudu istirahat. Bahasa kerennya bed rest. Mau cancel kok rasanya sayang, ya sudah, akhirnya berjalanlah kami berempat saja ke Kayonna. 

Sampai di tempat ternyata Shoji ketiduran, begitu pula Rey, hawa yang panas membuat wajah kami kami kucel beras dan keringatan. Untungnya make up saya tidak luntur (pakai Oriflame dooong) hanya jilbab yang rada awut awutan. Akhirnya setelah menyelesaikan administrasi kami dimnta menunggu karena studio masih dipakai 

Nahh saat menunggu ini kami pakai untuk ganti baju, rapih rapihin rambut dan lain lain. Udah siap semua tapi kook studio belum kelar juga dipakai yaa? Akhirnya Shoji malah excited melihat mobil di jalan melalui jendela gedung. Rey juga nggak kalah aktif. Untunglah kami bawa kamera sendiri dan berhasil jeprat jepret mengabadikan moment ini 

Tampaknya hasil foto Ayah nggak kalah lho sama fotografer studio, dan anak anak kayanya lebih enjoy difoto candid. Terbukti saat difoto sama mas fotografer Shoji susaaah banget tenangnya. Foto foto kami pun heboh semua, heboh untuk menjaga Shoji tetap di tempat. 

Ini beberapa photo shoot yang kami abadikan, foto studionya nanti menyusul aja yaa :)



Alamat Kayonna Concept Photo Studio
Jl Kaliurang Km 4,5/1st Fl, Yogyakarta
Nomor Telepon
0274-558242
Website
www.kayonna.com


Salam eksis
/Aya