Old-school Coffee or Fancy Taste?

Jogja vanilla latte dan cozynut coffee

Hai Bunda,
Masih ingat postingan saya kemarin?

Baca: Gurat Senja, Karya Anak Bangsa

Nah, kemarin saya berkesempatan ikut launching Cozy Lounge Coffee and Bakery-nya Ibis Style. Waktu itu hujan gerimis menyapa Jogja, begitu masuk ke lobby lantai 1 Ibis Style langsung berasa hangat. Ada hiasan interior dari barang bekas yang memang khas-nya Ibis Styles tiap tahun.

Jadi, launching Cozy Lounge ini ditujukan untuk memeriahkan area lobby. Klo skybar memang sudah banyak promo dari LIVE musik hingga fashion show, nah supaya lobby ada nuansa yang lain maka dibuatlah area loby sebagai cozy lounge untuk para penikmat kopi dan bakery. Tampak di bagian sudut, ada bar display bakery dan pizza. Kali ini Ibis styles menggandeng Illy coffee, untuk sajian kopi yang berkualitas tentunya.

Cozy Lounge Ibis Style

Menikmati kopi, rasanya kurang pas kau nggak ada temennya. Maka, dibuatlah teman teman spesial untuk kopi di lounge ini. Dengan paket cozy lounge, pengunjung bisa memilih 2 bakery dari dapur bakery. Ada croissant, danish, appie pie, chocco cheese roll, fruit mixpeel bread, dan ada cookies juga. Bakery of the day diharapkan juga menjadi daya tarik, karena bunda dapat langsung melihat kuenya dipanggang dan keluar dari oven.


Dari jam 10 pagi hingga 10 malam, dengan 35 ribu saja, kita bisa memilih satu dari 9 item hot and cold coffee yang ditawarkan oleh cozy lounge. Untuk yang hot coffee: Coffee Jogja Latte, Hazelnut Marochino, Nutty Caramel Latte, Coffe Latte, Cappuccino. Sedangkan untuk cold coffee pilihannya adalah Jogja Vanilla Latte, Caramel Frappucino, Frezee Caramel Coffee. 


Old-school coffee

Fancy coffee

Pada kesempatan ini, saya juga dapat kesempatan belajar dari trainer barista bapak Arif Budiman dari Bahana Genta Victory. Pak Arif memperagakan cara meracik kopi old school, seperti cappuccino, latte, frappe dan half and half. Perbedaan keempat kopi ini terletak pada formula perbandingan espresso dengan coklat maupun susu. Disebut old school karena merupakan kopi tanpa campuran flavor yang lain. Sementara fancy coffee adalah kopi dengan campuran rasa yang modern.

Latte biasanya disajikan dalam gelas 250 ml, sementara cappuccino biasanya tersaji dalam cangkir mungil 150 ml. Ini karena porsi espresso untuk kedua racikan ini berbeda. Untuk yang suka rasa kopi yang sering, pilihlah cappuccino, sementara jika ingin ngopi tapi yang rasanya light bisa ambil coffeelatte. Frappe sendiri adalah pengajian kopi old-school yang disajikan dingin. Espresso dicampur dengan batu es sehingga berbentuk foam. Sedangkan half and half adalah minuman kopi dan cokelat dalam formula 50:50 atau setengah kopi dan setengah coklat.

Our picks
Sore itu saya dan Via (teman blogger) memilih Apple pie dan mixedpeel fruit sebagai teman ngopi kami. Saya memilih Jogja Vanilla Latte dan Via memilih Cozynut Coffee. Hujan rintik rintik tapi es kopi tetap terasa nikmat.

Bersama mba Diah
Oh ya, setelah event kemarin saya dapat doorprize sepasang anting, di acara ini saya dapat voucher untuk menikmati kopi di Ibis Styles Cozy Lounge, jelas tidak mungkin saya lewatkan dong kesempatan ngopi berikutnya.

Wefie bersama Via dan mba Diah 
Buat temen temen yang pengen ngobrol nyaman sambil ditemani kehangatan kopi andalan dari Cozy Lounge, langsung aja merapat ke Ibis Style. Bisa reservasi di (+62274) 588889 extension 6200 atau email ke info@ibisstyles-yogyakarta.com. Bisa juga langsung datang ke Ibis Styles Yogyakarta Jl Dagen No 109 Yogyakarta. Berbagi momen kehangatan bersama sahabat, kopi yang nikmat dan coffee dates yang lezat.

Salam Hangat
/Aya

Selamat Hari Difabel Internasional dari Aisha



Ini adalah kisahmu, Aisha...
Kutatap lekat mata bulat itu. Pipi gembulmu seolah olah mengundang bibir bunda mendaratkan ciuman disana. Perlahan lahan bunda menggelar sajadah dan memasang mukena. Ya, agar kau tak menyadari kehadiran bunda masuk ke kamar.

Sudah 14 bulan berjalan, Sayang. Dan rasanya masih baru kemarin semua bermula. Di empat belas bulan usiamu ini ada kejutan kejutan manis yang akhirnya bunda dapatkan juga.

Baca: Test Elektroensefalogram Aisha

Baru Minggu kemarin bunda mencoba menaruhmu di stroller, sebelum sebelumnya dirimu langsung mendongak dongak dan berontak. Kepala sudah langsung ada di pinggang seperti huruf C. Kamu cuma nyaman kalau digendong bunda...
Iya, cuma bunda. Bukan Ayah saat dirumah, bukan Uti saat kita berkunjung ke rumah Uti. Sampai badan Bunda pegal pegal karena kamu nggak mau ditaruh...


Tapi kejutan manis kamu berikan beberapa hari lalu. Bunda menaruhmu di stroller dan kamu mau duduk tenang bersandar sambil kepalamu diganjal guling. Terimakasih Aisha...itu sangat membahagiakan buat bunda...

Lalu kamu beri kejutan manis lagi ke Bunda, biasanya kalau Aisha makan sambil digendong, Aisha nggak mau menelan makanan. Makanan yang semi cair itu mengalir tanpa rasa bersalah keluar dari bibir mungilmu. Bunda harus buru buru mengambil lap dan membersihkan bekas makanan yang tersisa. Dari suapan pertama hingga kelima masih begitu. Dan baru lima suap Aisha langsung tutup mulut. Tapi beberapa hari lalu, saat duduk manis di Stroller bunda coba menyuapimu.

Alhamdulillah... Bubur butternut pumpkin yang bunda kukus dan lumatkan sukses kamu cecap lalu telan....habis seperempat mangkuk kecil naaak....bunda nggak habis habis bersyukur.

Hari berikutnya bunda coba melumatkan bubur kacang hijau diberi kuah santan. Aisha juga mau habiskan satu porsi seperempat mangkuk bayi.

Obat obatnya Aisha
Bunda mulai berkaca kaca Aisha, bunda senang Aisha mau kerjasama. Kalau Aisha mau makan, bunda nggak khawatir lagi menyiapkan obat untuk Aisha. Bunda sedih kalau Aisha gak mau makan, perut Aisha kosong, nanti obatnya bikin lambung Aisha sakit 😭😭😭

Kata mba Hikmah (yang bantu terapi aisha) itu obatnya lumayan keras, giginya bisa jelek kalau rutin konsumsi obat itu. Obatnya namanya Ikalep, Sha. Itu obat anti kejang yang harus rutin Aisha minum 2 ml sekali minum tiap 12 jam.

Tadi bunda sempat khawatir, Aisha tersedak waktu minum obat. Sepertinya obatnya masuk saluran nafas. Aisha keliatan susah sekali bernafas 😭😭😭. Lalu bunda merasa bersalah. Bukan karena tiap hari bunda kasih Aisha obat, bikin bunda jadi ahli meminumkan obat ke Aisha. Aisha sudah mulai tau kalau bunda mau kasih obat, dan sering sekali Aisha menolak. Entah itu tutup mulut rapat rapat, kadang langsung disemburkan. Kadang bunda pikir Aisha sudah telan, ternyata Aisha langsung nengok kanan atau kiri dan ternyata obatnya keluar lagi. Bunda bingung, Sha. Sudah berapa mili obat yang masuk, dan berapa yang harus bunda tambah. Belum lagi kalau Aisha minum piracetam. Beberapa kali bunda takut banget Aisha tersedak sampai parah.  Tadi bunda sampai nangis saking takutnya. Bunda sepertinya harus belajar metode CPR yaaa supaya bisa bertindak cepat kalau Aisha tersedak obat lagi.

Aisha kesayangannya bunda. Sungguh Aisha anak yang gak sulit. Aisha bisa main sendiri saat menyadari kalau bunda nggak ada di sekitar Aisha. Kalau sudah denger suara bunda, atau cium bau bunda, Aisha pasti langsung merengek rengek. Gapapa Aisha, bunda tau kamu sudah bisa merasakan kehadiran bunda, nak. Itu kemajuan sekali loh...

Kadang Aisha bisa terkikik kikik tanpa sebab. Dan saat melihat senyummu itu, bunda luarbiasa bahagia nak...karena Aisha jarang sekali tersenyum. Bahkan saat bunda kasih mainan atau bikin wajah wajah konyol, Aisha tetep belum merespon.

Beberapa waktu lalu Aisha kasih kejutan indah buat bunda lagi. Bunda iseng kitik kitik pinggang Aisha. Ternyata Aisha terkikik dan tertawa!!! Ah, tawa itu...tawa surga naaak...

Juga saat bunda gelitik telapak kakimu... Kamu akan menggeliat geliat lucu 😄😄😄. Dan belum ada seminggu ini, saat Aisha nenen, udah mau pegang "botol"nya! Xixiix...soalnya biasanya Aisha pasrah aja sewaktu bunda sodorin. Aisha juga udah mulai bisa ngepasin dimana harus ngenyot, karena sebulan lalu, Aisha masih bingung kalau " botolnya" belum pas.

Aisha saat terapi
Dear Aisha sayang,
Terimakasih yaa sudah bikin banyak kebahagiaan yang Aisha ciptakan buat bunda. Aisha udah makin gede dan pintar.

Malam ini Aisha bisa bobok sendiri, sebelumnya miring kanan dan kiri, tau tau udah terlelap cantik...

Banyak doa tercurah untukmu, Aisha-ku...
Semoga Bunda bisa memberikan yang terbaik dari bunda buat Aisha. Ayah dan kakak kakak juga sayang banget sama Aisha. Gak sabar pengen ajak Aisha main lari larian bareng, atau main masak masakan, atau main apa saja deh...

Terus jadi sumber semangat kami yaaa cantiiikk

Selamat hari difabel Internasional (3 Desember) semoga kedepannya dunia semakin ramah untuk kita.

Oh iya, ini ada video edukasi tentang TORCH. Kemarin Tante Grace menghubungi bunda untuk ikut partisipasi. Karena barengan jadwal periksa Aisha, baru bisa ikut bantu bantu jadi make up artist di lokasi kedua.  Seneng banget akhirnya bisa make up in tante Gesi yang cantik ituuuh. Bahagia banget bisa berpartisipasi dalam pembuatan video ini. Ketemu juga sama tim kreatif dan juga Mama Arrya salah satu narasumber di video yang sangat menginspirasi. Semoga bermanfaat untuk banyak orang yaaaa...

Video courtesy: Rumah Ramah Rubella

Dari yang makin hari makin mencintaimu...

Bunda...

Gurat Senja, Fashion Diary Karya Anak Bangsa

Hai Bundas, 
Sebagai seorang wanita, tentunya pengen juga untuk mengikuti trend fashion terkini yaaa... Kali ini saya dapet kesempatan untuk meliput acara fashion show, launching perdana karya tiga orang desainer ternama Jogja yaitu Endarwati, Theo Ridski, dan Djoko Margono. 


Pagelaran fashion show kali ini mengambil tema "The Enlightment Fashion Diary, Gurat Senja". Sebelumnya Ibis Styles juga sudah menggelar acara serupa bertema Svarna Bianglala 2015 lalu. 

Acara ini juga sekaligus sebagai launching promo terbaru dari Ibis Styles promo, Sunset Hour. Gurat Senja sengaja dipilih untuk mengangkat keindahan cahaya langit kala senja. Warna warni jingga akan mendominasi warna warna karya ketiga desainer ini. 

Dibuka dengan sambutan duo MC mba Sukma dan mas Firman, langsung membuat para pengunjung penuh semangat. Bagian runway di  sky bar Ibis Styles yang terletak di lantai 7 dan menghadap kolam renang membuat suasana semakin segar dengan terpaan angin sepoi-sepoi. 

Suasana seperti ini langsung aja deh kami rombongan blogger dari kumpulan emak blogger langsung mengambil spot terbaik untuk foto foto *yah, seperti biasanya laaah* Gimana hasil foto di lantai 7 hotel Ibis Styles? Kece badai yaaaa 😄😄

Photo credit: @imasatrianto


Setelah launching "Ibis Sunset Hour" langsung dilanjutkan dengan peragaan busana dari desainer Endarwati oleh 8 orang Diajeng Sleman dari Paguyuban Dimas Diajeng Sleman. Desainer Endarwari yang galerinya bertempat di Jl A Yani 47 Bantul mengusung desain simple chic dengan warna warna a la batik jumputan. Bajunya bisa dikenakan dalam acara casual maupun semi formal. Yang jelas saya suka banget karena desainnya simple dan selain enak dilihat, sepertinya juga nyaman untuk dikenakan. Para Diajeng tampak makin cantik dengan polesan make up dari Gandrix Professional Make Up Artist and Salon. 

Karya Endarwati

Desain kedua dari Theo Ridski didominasi desain untuk laki laki. Kemeja dengan detail etnik dan celana pendek tampak cocok saja dipadankan. Sesuai dengan tema summer, warna warni yang ditampilkan juga adalah warna warna ceria. Koreografer Lutfi Majid berhasil membuat tampilan karya busana ini enak dinikmati oleh pengunjung.



Usai tampilan baju baju untuk pria, saatnya doorprize yeeeaaay. Selamat untuk Via (salah satu teman blogger) yang dapat doorprize voucher. Waaah...rejeki nomplok ya Via. Tak disangka sangka, saya juga ketiban pulung, dapat doorprize dari HS Silver isinya sepasang anting. Cihuuuy makin cakep nih pakai anting baru.



Konsep unik dan modern juga ditangkap pada karya Djoko Margono, seperti juga konsep yang ingin ditampilkan Ibis Styles. Busana busana casual ready to wear ini memang kekinian dan eye catching sekali. Acara yang dibanderol 75.000/pax ini kumplit banget. Selain bisa untuk menikmati karya para desainer dengan nuansa sunset di tengah kota, bisa dijadikan ajang kumpul sama sahabat menikmati senja di Jogja. 

Makan bareng sahabat 

Oh iya, sekedar informasi bahwa dulunya Ibis Style ini bernama All Season hotel. Dengan 112 kamar dan 6 meeting room ini juga menyediakan lokasi wedding loh, bisa untuk 200 tamu undangan. Momen pernikahan special pasti butuh tempat special kaan? Siapa tau jodohnya di Ibis Styles

Pengen tau soal acara acara special di Ibis Style? Atau ingin menggelar acara special? Untuk informasi dan reservasi langsung aja hubungi: 
Ibis Styles Yogyakarta
Jl Dagen No 109 Yogyakarta 55271
0274-588889
www.Ibisstyles.com


Uji Kadar Narsismu di Museum Trick Eye



Hai Bundas,
Kali ini saya mau cerita soal jalan jalan saya. Jalan jalan??? Iyeessss...akhirnya emak rempong, Mahmud ASTI (mamah muda anak sudah tiga) ini bisa juga piknik cuyyy...

Lihat gambar diatas? Kira kira saya sama teman teman cantik saya lagi dimana tuuh? Di Korea? Hihihi...itu adalah hasil photo di greenscreen photobooth museum trick eye. Keliatan seger dan real banget yaaah :) 

Berawal dari tawaran seorang sahabat untuk ikutan liputan di salah satu museum kece di Jogja, @elizhabeth_elzha, akhirnya saya masuk jadi salah satu peserta blogger gathering untuk mengunjungi museum Trick Eya deMata deArca Jogja. Iyeessss....mamah kesampaian piknik :D

Tanggal 17 November kami janjian untuk ketemuan di venue. Jujur emang belum pernah kesana (kan udah dibilang tadi jarang bisa piknik). Datang paling awal dan langsung disambut sama mas Warli, marketing Managernya DeMATA yang mungkin sedikit bingung saat saya bertanya mengenai blogger gathering. Mungkin dipikirnya saya salah satu siswa SMP yang terpisah dari rombongan kali yaaaa, secara ukuran juga sama sebangun ama anak SMP *abaikan*

Saya langsung diminta untuk menunggu di ruang meeting DeMATA sambil menunggu teman teman yang lain. Sekilas melihat betapa serunya anak anak sekolah yang berkunjung dan mengambil foto. 17 bus. Saya ulangi (((17 bus!!!))) hari itu jadwal kunjungan DeMATA dan DeARCA museum. Gilingaaaaan....kebayang bakalan kaya cendol jadinya.

Ternyata eh ternyata dari pihak manajemen itu kece banget pengaturan keluar masuk pengunjung loh. Pengunjung sebanyak itu langsung disebar ke 3 lokasi (DeMATA1, DeMATA2 dan DeARCA) Mereka juga menyadari bahwa harga tiket masuk termasuk untuk middle up, jadi diusahakan banget dengan harga tiket segitu pengunjung bisa PUAS berkeliling menikmati lebih dari 100 gambar 3 dimensi, lebih dari 50 gambar 3 dimensi dan tambahan mirror illusion, 4D, Augmented Reality, dan yang paling bikin ngeces adalah costume booth.

DeMATA 1

Setelah semua blogger ngumpul, langsung deh kita diajak berkeliling sama mas Warli dan mba Thea. Pertama kali langsung ke studio DeMATA 1. Disini isinya museum foto 3 dimensi. Bisa foto foto dengan background piknik di Belanda atau jadi keluarga Khong Guan :D

Backgroundnya lucu lucu banget lho, dan ini biasanya tiap 2 bulan ganti tema. Jadi nggak akan bosen bolak balik ke museum trick eye demi mengejar background foto terbaru.

Photo credit @imasatrianto

DeMATA 2

Setelah dari DeMATA 1, kita lanjut ke deMATA 2. Isinya DeMATA 2 adalah museum foto 3 dimensi, 4 dimensi, ilusi cermin dan foto kostum. Disini kita bisa bikin video seruuuu, karena ada background yang bisa bergerak gerak. Iiih asik banget deh. Banyak gambar gambar yang kesannya real banget. Kalau udah foto disini, kemampuan akting, ekspresi dan totalitas jangan ketinggalan. Supaya hasilnya fotonya kece, jangan setengah setengah yaaa narsisnya. Kalau misal gak sempat bawa tripod sendiri atau nggak bawa tukang foto pribadi, bisa loh minta tolong sama penjaga museum untuk bantu fotoin. Mereka akan dengan suka cita membantu kita dan mengarahkan supaya hasil fotonya memuaskan :)

Nggak perlu bingung, di setiap gambar background ada contoh ekspresi foto yang bisa kita contek, bahkan disediakan tangga untuk pengambilan gambar terbaik. Kece badaaaiii pokoknya maaah...Nggak salah museum eye trick DeMata mengangkat jargon #bestplacetotakeyourpict. Sesuai banget emang sih.

Favorit saya adalah saat kita bikin foto kostum group. Langsung disediain kostum Korea yeaaayyy...seneng banget hihihi...


Photo credit @imasatrianto

Manda Ima juga sempet bikin video dengan lokasi background bergerak di DeMATA 2 loh, bisa diintip disini yaaa videonya :)



DeArca

Nah, kalau udah puas main main di spot spot terbaik DeMATA 1 dan 2, kita lanjut ke DeARCA. Disini ada patung dari fiberglass yang miriiip sama tokoh tokoh dunia, tokoh nasional juga ada, bahkan ada superhero juga loh, saya sempetin foto sama duo superhero ganteng ini

Foto lain bisa dilihat di Instagram @kartikanugmalia

Selain itu ada patung Einstein, patung pak Jokowi, patung Hary Potter, Katy Perry, Lady Gaga juga adaaa. Saya juga sempet berfoto di ruangan yang dipajang foto foto Lady Diana, idola saya.

Ruangannya lega, dan kesannya glamor. Mirip sama museum lilin Madam Tussaud di luar negri. Mau dipakai belajar sejarah atau mau dipakai nyenengin anak buat foto sama tokoh idola bisa bangeet.


Itu yang rambut pirang di belakang mirip kan yaa? *uhuuuk

Perlu bawa berapa duit?

Harga tiket buat masuk ke DeMata menurut saya masih terjangkau banget sih untuk fasilitas sekece itu. Tiket terusan untuk happy hour (Senin hingga Jumat jam 10.00- 15.00) cuma Rp.85.000 udah bisa jalan jalan ke 3 lokasi (DeMATA1, DeMATA2 dan DeARCA). Sementara kalau pas gak happy hour kita bisa menjelajah museum cukup dengan Rp.100.000 ajah.

Untuk weekend dari jam 10.00 hingga jam 22.00 tiket terusan seharga Rp 120.000, tapi jangan khawatir untuk yang sedang berulangtahun di hari itu, tiketnya FREE dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku. Oke banget kan?

Kalau nggak punya banyak waktu atau gak punya banyak tenaga, boleh lho mengunjungi satu atau dua lokasi saja, harga tiket masuknya juga beda dengan harga tiket terusan :)

Nah, untuk harga paket foto kostum, cukup 75.000/orang bisa dapet 3x foto dan 1x cetak 6R dan 1 CD juga. Untuk 2-5 orang cukup bayar 150.000 aja dengan fasilitas yang sama :) Untuk foto saya yang jadi sampul postingan ini, kita pakai greenscreen photobooth.

Tips kalau mau berkunjung

1. Kenakan baju yang nyaman supaya bisa jumpalitan seru seruan dan hasil fotonya tempak manjah terpampang nyata :D
2. Bawa tripod sendiri kalau kita termasuk yang "shy shy cat" (maksudnya malu malu kuciiiing) seperti saya untuk minta dipotoin
3. Siapkan batere cadangan atau memori hape yang buanyaaak... Biar nggak nyesel kehabisan batere atau memori sebelum tuntas jalan jalannya.
4. Bawa air mineral biar gak gagal fokus atau pingsan karena lompat sana lompat sini, jumpalitan pasang aksi.
5. Manfaatkan wifi yang bisa dipakai untuk langsung upload upload hasil foto narsis kita ke medsos.
6. Pilih happy hour supaya lebih hemat dan lebih leluasa memanfaatkan semua fasilitas karena pengunjung gak bejubel kaya kalau pas weekend
7. Makin banyak temen yang ikutan makin seru lhoooo...

Ini hasil video dari salah satu temen saya, mas Charis, si empunya blog sipenyugunung. Bisa dinikmati juga keseruan kita jumpalitan di spot spot foto 3 dan 4 dimensi :)




Nah, seru banget yaaa jalan jalan saya kali ini. Kalau masih ada yang penasaran, cus langsung aja deh kunjungi DeMATA dan DeARCA eyetrick museum yes

FB: De Mata - DeARCA
Twitter: DeMATA_DeARCA
Web: dematamuseum.com
Instagram: de_mata_de_arca
PIN BB: 7508F791
Lokasi: XT Square Jl Veteran No 150-151 Yogyakarta
Telp 0274-380809
MP: 081327166616

Salam Piknik
/Aya






Lampaui Batas untuk Senyum Ibunda



Sebagai seorang anak, pernahkah terlintas ingin memberikan sesuatu untuk orang yang paling kita sayangi? Orang tua?

Pertanyaan retoris ini membawa saya pada sebuah penyesalan ketika mengingat kegagalan mempersembahkan hadiah umroh untuk orang tua saya.

Saya ingat betul kata kata ibu saat itu,

"Nduk, ibu tuh punya rencana mau jual tanah di kampung. Ibu pengen umroh nduk."
...lalu ada semacam rasa sesak melanda hati, karena belum bisa mengajak ibu berangkat umroh kala itu.
"Kalau tanahnya gak laku, ya nanti biar diwakafkan aja jadi masjid.

Tak berapa lama, ada program leaders driver dari perusahaan tempat saya mengais rejeki, Oriflame. Oriflame menawarkan pilihan pergi ke Turki, Umroh dan ke Korea.


Ketika itu, secercah cahaya menyelimuti saya. Bismillah, semoga saya dimudahkan menjemput tiket umroh untuk ibu tercinta. 

Tantangannya adalah selama 6 bulan berturut turut harus punya kenaikan 1000 poin dan minimal poin adalah 13.000 BP. 

Bulan pertama...lolos
Bulan kedua...lolos
Bulan ketiga...lolos
Bulan keempat...lolos

Sisa 2 bulan lagi untuk mendapatkan tiket umroh idaman, ternyata di bulan ke 5 omzet saya turun. Tak tanggung tanggung, dari 17.000 poin (sekitar Rp 96.000.000,-) di bulan keempat, bulan ke lima saya baru mengumpulkan  16.000 poin menjelang closing poin. 



Usaha maksimal sudah saya lakukan untuk mendongkrak omzet, namun ternyata masih belum maksimal. Remuk hati saya saat itu. Bukan karena kegagalan saya, tapi karena merasa belum bisa berjuang untuk membahagiakan ibu. 

Yang bikin lebih nyesek lagi adalah, ketika di bulan ke 6 dalam hitungan kualifikasi saya lolos dengan 19.000 poin (sekitar Rp.107.000.000,-). Saya hanya gagal di bulan ke 5 *nangis India*

Kenangan ini saya ingat ingat untuk menjadi pelecut saya berjuang lebih baik lagi. Ketika akhirnya diumumkan bahwa Director seminar 2016 ke Bali. Bali adalah pulau yang saya, bapak dan adik pun sudah pernah kesana, tapi ibu belum.  Kalau lihat foto foto kami di Bali, ibu sering bilang kalau serumah cuma ibu yang belum pernah ke Bali.


Nah, ke Bali itu juga ada syarat syaratnya, jadi new achiever alias kudu mencapai title baru. Saat itu saya adalah seorang Director dan harus jadi Gold Director untuk bisa dapat tiket gala dinner dan nginep di hotel berbintang 5 di Bali. 

Naikin omset bukan perkara gampang. Mau hasil lebih, kerjanya harus lebih. Untungnya kerja team di Oriflame keren syekaliiii. Dibela belain ngadain OOM ke luar kota, Magelang, Klaten dijabanin. Semua saling kerjasama sehingga Alhamdulillah saya bisa jemput level Gold Director saya karena banyak team saya yang juga naik level.

Singkat cerita, untuk mengurangi rasa bersalah saya, sekaligus ingin ibu menginjakkan kaki ke Bali untuk pertama kalinya, saya mengajak ibu menjadi partner gala dinner saya di Bali. 

Akomodasi yang super wah dari Oriflame membuat ibu puas. Berangkat ke Bali pertama kali dengan traktiran Oriflame. Ibu yang jarang banget mau difoto malah jadi minta sering sering foto di pantai yang jadi bagian view Hotel Conrad, tempat kami menginap.


Saya tau, kisah ini nggak heroik dengan ending akhirnya bisa ajak ibu saya umroh, tapi setidaknya bisa mengulaskan kembali senyum ibu dari kekecewaan kekecewaan yang saya torehkan di masa lalu, cukup berharga bagi saya. Setidaknya saya bisa memberikan sedikit kenangan indah bagi beliau. 



Challenge dari Oriflame kadang memang sangat menantang, ya? Iya dong, emangnya hadiahnya piring cantik, cukup dengan belanja detergen? Hehehe.... Tapi insyaAllah sangat layak untuk dikejar dan diperjuangkan kok. Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah merasa gagal. Akan ada tantang tantangan baru yang akan saya persiapkan dengan lebih sungguh sungguh. Doakan sayaaaa :)

Ini cerita #lampauibatas ku. 
Mana ceritamu?