kenapa MLM an?
Thursday, March 19, 2015
"Mba Aya kok join MLM sih?
Gak takut gitu dikatain macem macem?"
Hehehe.. macem macemnya apa dulu niih?
Nipu orang?
Jujur saya dulu pas gabung gak tau klo Oriflame itu MLM wkwkwk
Pokoknya pernah beli produk dan ternyata cocok sama kulit saya yang sensitif sama make up (make up wisuda, make up nikahan, make up klo disuruh jadi pager ayu atau buku tamu)
Itu yang bikin saya nggak berani pake make up
Eh, trus tertarik buat jualan produknya karena saya pake, dan saya cerita aja ke temen temen kalau make up ini bagus
Baru setelah ngeliat starterkit yang dikirim ke rumah Jogja (waktu itu saya di Klaten) ternyata ada peluang bisnisnya
Belajar bareng sama suami soal sistem
Then finally, oke ini MASUK AKAL, dan BISA dikerjain
Tiap tupo dari hasil jualan muterin duit 200 ribu (suami kudu bolak balik klaten jogja ngambil orderan daeipada kena ongkir :D)
Yang bilang sekarang saya enak enakan, percayalah, temen temen juga akan sampai ke posisi saya saat ini
Rasain sendiri deh enak apa enggaknya
Karena saya juga pernah ada di level temen temen, dimana fasilitas dari Oriflame belum semudah sekarang
Saya yang tau apa yang saya kerjakan
Jadi orang mau bilang saya leha leha yang kerja yang dibawah saya
Hanya saya dan team kerja saya yang tau
Jika saya menipu, berarti saya tertipu sama upline saya juga...
Gapapa deehh ditipu dari yang saya cuma butuh 300 ribu aja sebulan, dapetnya Alhamdulillah rejeki ilmu, sahabat, macem maceemm lebiih dari materinya :)
salam
/Aya
Segera Kujemput Dirimu Dengan Cinta
Friday, January 23, 2015
![]() |
| Gambar diambil dari sini |
Hadiah itu biasanya pemberian orang lain yaaa...
Untuk kali ini saya ingin memberi hadiah untuk diri saya sendiri
Sejak masih gadis, belum menikah, selalu bercita cita punya mobil.
Kenapa?
Karena kalau mudik ke rumah eyang saya di daerah Imogiri, dulu kami sekeluarga selalu pakai motor. Awalnya jaman saya dan adik saya masih anak anak, satu motor dipakai ber 4. Lalu kemudian setelah ada 2 motor di rumah, saya boncengan berdua sama adik saya dan bapak bersama ibu.
Kalau kondisi cerah ceria cuaca sih gpp yaaah, tapi kalau hujan hiks...alamat silaturahmi berbasah basah.
Ibu saya itu seneng banget kalau diajak ke pantai. Salah satu keinginan saya adalah ajak ibu dan bapak ke pantai naik mobil milik kami sendiri, begitu juga saat silaturahmi. Kebetulan keluarga bapak juga jauh jauh tinggalnya, kalau mau acara trah,kami harus cari tebengan yang bawa mobil. Gak dapet tebenganberarti gak ikut :)
Kemudian menikah. Karena saya dan suami sama sama punya prinsip gak mau ngerepotin ortu, akhirnya semua biaya pernikahan ditanggung berdua dari hasil kami nabung selama kerja. Bisa dibilang akhirnya kami memulai pernikahan benar benar dari nol. Barang barang yang saat ini ada di rumah pasti ada ceritanya. Karena kami ingat berul setiap barang dibeli pada moment yang istimewa :)
Hamil anak pertama, kalau pas periksa ke dokter (biasanya sore setelah saya dan suami pulang kerja) seringanya hujan. Kalau sudah hujan gitu, pake mantel dan rela berbasah basah sampe di tempat dokter kandungan.
Satu anak naik motor masih oke laaah... nah ini anak udah 2, beruntung saya badannya kecil. Kalau antar sekolah Shoji dan Rey itu tas ayah isi laptop, tas saya saya bawa sendiri, tas shoji, tas Rey, belum lagi kalau sekalian mau melakukan pengiriman paket pesanan orang atau bawa bawa barang dari rumah ibu untuk dipacking di rumah kami.
Intinya, anak tidak akan bertambah kecil dan ruangan di motor tidak akan bertambah luas hehehehe....
Mobil impian kami adalah Nissan March putih, mobil favorit Shoji. Tiap kali liat mobil itu dia langsung pengen pegang. Mobil terbaik tahun 2011.
Akhirnya kami memutuskan pergi ke dealer untuk affirmasi, eh malah bertemu dengan mobil putih yang ternyata lebih menarik hati.
Bismillah, minimal pertengahan tahun, semoga saya bisa memberi hadiah untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk bapak ibu, dan team kerja saya saat ini.
mempermudah silaturahmi dan membuat kerja lebih efektif
Segera kujemput enggkau dengan Cinta, mobil putih idaman :)
Aya
Tulisan ini diikut sertakan dalam giveaway Kado Yang Aku Mau
Menyapih dengan Cinta (Weaning With Love)
Saturday, January 17, 2015
![]() |
| Weaning with love |
Cukup lama sejak terakhir saya menulis yaaa...
kali ini saya akan cerita tentang pengalaman saya menyapih Rey. IYA Rey sudah 2 tahun nih sekarang, terhitung sejak 8 Desember 2012 hingga 15 Januari 2015 kemarin baru resmi disapih alias tidak nenen lagi.
Karena sebelumnya Shoji menyapih sendiri saat saya hamil Rey 5 bulan (Shoji 18 bulan). Kata orang tua karena air susunya sudah nggak enak, makanya Shoji nggak mau nenen hehe. Nah jaman Shoji saya nggak ngerasain nih yang namanya menyapih, karena Shoji menyapih sendiri.
Mengingat Rey yang sangat nenenholic, saya sempet khawatir kalau Rey akan sangat sulit lepas micubun (mik cucu bunda). Saya udah mulai sounding bahwa kami akan WWL (Weaning With Love) ketika Rey sudah 2 tahun.
Tiap mau bobo, Rey selalu saya affirmasi
"Rey, nanti kalau sudah 2 tahun, kalau mau bobo, mik susunya pake gelas yaaaa. Kalau bangun malam, mik air putih"
Saya sudah mulai mengenalkan cup dengan sedotan saat Rey 2 tahun kurang. Jadi dia cukup familiar. Intinya Rey selalu diajak untuk ngobrol mengenai "berhenti nenen" ini setiap malam.
Lanjut setelah 2 tahun pas, karena Rey masih belum bisa lepas nenen, akhirnya saya kurangi waktunya. Kalau biasanya masih tiap hari, tiap saat, bangun tidur, abis mandi, mau bobo siang, abis mandi sore dan mau bobo malam plus sambil ngelilir ngelilir, saya mulai kurangi menjadi "hanya saat mau bobo malam"
Awalnya sempat manja-manja dan selalu minta, tapi selalu saya tolak halus dengan mengatakan bahwa Rey boleh nenen kalau mau bobo malam di rumah, Alhamdulillah dia mau mengerti.
Sejak nggak nenen siang, Rey mengambil kesempatan malam hari untuk memuaskan nenennya, jadi tidak pernah dilepas dari mulai bobo sampai bangun lagi.
Duuhh...saya jadi kurang tidur dan badan nggak seger, emosi pun gampang terpancing. Akhirnya setelah diskusi sama ayah Shoji mengenai hal ini, kami memutuskan untuk melepas nenen Rey, toh dia sudah 2 tahun lebih.
Day 1
Rey minta nenen sebelum bobo, masih saya kasih, sampai dia tertidur lelap. Nah saat ngelilir minta nenen ini saya nggak kasih. Dia mulai menangis, tidak mau berhenti, berusaha minta dan teriak teriak sambil menendang nendang saya. Ayahnya mencoba menenangkan juga nggak bisa. Sediiih rasanya, tapi kami tau kalau kami loloskan permintaannya, kami harus mengulangi lagi saat saat seperti ini besok.
akhirnya, karena kecapekan menangis, Rey minta gelas air putih yang kami sediakan di kamar. Dia minum beberapa teguk, lalu menagis di pelukan saya sampai tertidur.
Saat ngelilir selanjutnya juga begitu. Untungnya besoknya libur, jadi saya dan suami bisa bangun agak siang hehehe....
Day 2.
Rey minta nenen sebelum bobo, sampai tertidur lelap. Pas dia bangun dan minta nenen, saya tawari air putih di botol, ditolak. Tapi dia hanya menangis sebentar lalu lanjut tidur lagi. Begitu juga saat bangun malam, hanya menangis sebentar, lalu tidur lagi.
Day 3
Rey mau bobo, tapi kali ini minta digendong ayah. Sukses Rey nggak bobo diantar nenen. Begitu juga saat bangun malam, hanya menangis lalu diusap usap lanjut tidur lagi.
Day 4
Nampaknya Rey sudah mulai kehilangan "ketagihan" nenennya. Rey sudah mau diajak ke tempat tidur dan diselimuti plus berdoa. Ditepuk tepuk sambil sesekali dicium cium dan dipeluk serta disenandungkan Sholawat :)
Dan Resmi hari ke 5 Rey sudah total lepas dari nenen di usia 2 tahun lebih 1 bulan. Tanpa paksaan, tanpa oles oles, dan sebuah kelegaan bagi kami berdua, mengingat saya akan ke Bandung di 13 Februari nanti untuk acara Seminar Director 2015 di Bandung. Alhamdulillah ternyata diberi kemudahhan dalam penyapihan Rey. Udah berkurang kekhawatiran saya.
Semangat menyapih dengan cinta yaaa bundaaa
Love
/Aya
Berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung
Monday, December 22, 2014
Jadi ini masih bersambung sama postingan sebelumnya. Saya mengajak Ibu (utinya Shoji) untuk menengok kampung halaman suami di Solok Sumatra Barat.
Hari itu hari Minggu, kebetulan Ama juga sedang libur mengajar, jadi kami sekeluarga merencanakan piknik ke Pagaruyung.
Perjalanan diiringi hujan rintik, dan hawa yang cukup dingin. Begitu juga saat kami sampai disana. Perjalanan lumayan panjang dari Solok ke Tanah Datar tidak mengurangi kegembiraan Shoji, Rey dan Alissa yang bersemangat menemukan tempat main baru.
Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat (Wikipedia)
Hari itu hari Minggu, kebetulan Ama juga sedang libur mengajar, jadi kami sekeluarga merencanakan piknik ke Pagaruyung.
Perjalanan diiringi hujan rintik, dan hawa yang cukup dingin. Begitu juga saat kami sampai disana. Perjalanan lumayan panjang dari Solok ke Tanah Datar tidak mengurangi kegembiraan Shoji, Rey dan Alissa yang bersemangat menemukan tempat main baru.
Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat (Wikipedia)
Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.
Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo(tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum.
![]() |
| Anak anak bersemangat, Uti dan Nenek bahagia |
Nah tanggal 27 Februari 2007 istana Pagaruyung terbakar lagi, tapi pas kemaren kami jalan kesana, sudah terbangun sempurna dan boleh dikunjungi. Kata Ayah Shoji, dulu kalau ke Pagaruyung gak boleh naik, tapi kemarin kami dapet kesempatan bisa naik sampe ke tingkat paling atas.
Subhanallah, berada di atas istana dengan hawa yang dingin dingin seger (saat itu pas hujan rintik rintik) rasanya luarbiasa sekali. Apalagi mengajak Ibu jalan jalan sampe ke luar pulau.
Shoji dan Rey juga Alissa (anaknya adek ipar) keliatan seneng banget. Naik turun tangga dan lari lari di ruangan. Ama (nenek Shoji) juga seneng banget kami bisa ngumpul jalan jalan.
Banyak kami temui pengunjung menggunakan pakaian adat Minang berfoto disana. Mungkin untuk foto pre wedding ya hehehe (saya memilih foto selfie saja bersama ayah Shoji). Untuk kenang kenangan, kami juga ditawari untuk foto keluarga bersama, hasilnya bisa langsung dicetak dan di laminating untuk kenang kenangan. Ama mengusulkan mencetak 2 foto, satu untuk di Solok dan satu untuk dibawa ke Jogja :)
Banyak kami temui pengunjung menggunakan pakaian adat Minang berfoto disana. Mungkin untuk foto pre wedding ya hehehe (saya memilih foto selfie saja bersama ayah Shoji). Untuk kenang kenangan, kami juga ditawari untuk foto keluarga bersama, hasilnya bisa langsung dicetak dan di laminating untuk kenang kenangan. Ama mengusulkan mencetak 2 foto, satu untuk di Solok dan satu untuk dibawa ke Jogja :)
![]() |
| Groovie di Istana Pagaruyung |
Seneng banget deh rasanya. Salah satu tempet wisata yang kudu didatengin :)
Mengajak 2 Balita Travelling Naik Pesawat
Sunday, November 16, 2014
![]() |
| Travelling dengan balita |
Haiii
Alhamdulillah bisa juga ngisi blog lagi niih Kali inipengen cerita pengalaman mudik keluarga kami ke Solok, Sumatra Barat yang ke dua. Iya, sebelumnya kami pernah mengunjungi Solok 3 tahun lalu, tepatnya saat Lebaran tahun 2012 ketika Shoji berusia 6 bulan.
Karena ketebalan dompet kami fluktuatif dari bulan ke bulan, akannya baru bisa ngumpulin duit untuk pulang kampung setelah 3 tahun (keplakan untuk segera keluar dari zona nyaman dan nambah penghasilan xixixi). Sebenernya rencana pulang kampung harusnya saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri Juni kemarin, tapiiii oh tapi ternyata belum diijinkan karena ternyata tiket pesawat TigerAir yang kami book tercancel karena Maskapai Tiger Air sendiri tidak mampu lagi beroperasi.
Well, Alhamdulillah seluruh biaya yang kami keluarkan untuk pembelian tiket senilai hampir 7 juta (5 tiket berangkat dan 1 tiket pulang direfund full. Kami juga sudah bikin nadzar, kalau uang tiketnya kembali, kami akan ikut kurban tahun ini. Alhamdulillah itu juga terlaksana. Selanjutnya kami memilih maskapai Sriwijaya Air karena penerbangan Jogja-Padang gak ada rutenya, jadi tetep harus Jogja-Jakarta, Jakarta-Padang.
Sampe saat ini Shoji berarti udah ngerasain take off dan landing sebanyak 8 kali xixixi, udah mulai terbiasa kayanya... Ini adalah Rey's first flight.
Di usia kurang dari 2 tahun, kami sudah harap harap cemas kalau Rey akan rewel sepanjang perjalanan. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 9.30, karena pesawat sriwijaya Air yang akan membawakami terbang take off pukul 10.50 Pas di pesawat, Alhamdulillah Shoji tidak ada masalah saat take off maupun landing. Selama di pesawat Shoji memilih baca tabloid yang disediakan, sambil ngemil snack yang kami bawa dari rumah. Rey masih agak tegang saat landing dan take off, selalu minta peluk, tapi selama perjalanan juga cukup kooperatif.
Di usia kurang dari 2 tahun, kami sudah harap harap cemas kalau Rey akan rewel sepanjang perjalanan. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 9.30, karena pesawat sriwijaya Air yang akan membawakami terbang take off pukul 10.50 Pas di pesawat, Alhamdulillah Shoji tidak ada masalah saat take off maupun landing. Selama di pesawat Shoji memilih baca tabloid yang disediakan, sambil ngemil snack yang kami bawa dari rumah. Rey masih agak tegang saat landing dan take off, selalu minta peluk, tapi selama perjalanan juga cukup kooperatif.
![]() |
| Balitas di pesawat |
Sampai di Bandara Soekarno Hatta, menunggu pesawat ke Padang waktunya cukup lama. Shoji dan Rey kami ajak main main di playground. Lumayanlah daripada ngejar ngejar mereka di lounge mainan AC. KIra kira pukul 18.00 panggilan supaya segera boarding, Alhamdulillah tiba di Padang sekitar pukul 20.00 dan kami lanjut makan dI RM Lamun Ombak sebelum melanjutkan perjalanan ke Solok dengan mobil.
Intinya sih klo ngajak anak terbang siapkan bekal makan dan mainan atau buku. Biasanya nggak repot repot amat sih, kecuali saat mereka tidur pas transit dan kita kudu bopong bopong heheheh
Intinya sih klo ngajak anak terbang siapkan bekal makan dan mainan atau buku. Biasanya nggak repot repot amat sih, kecuali saat mereka tidur pas transit dan kita kudu bopong bopong heheheh
selamat travelling
/Aya
Labels:
Averey,
cerita,
liburan,
minang,
mudik,
padang,
personal life,
Shoji,
tahun kedua,
tahun ketiga,
travelling
Subscribe to:
Posts (Atom)









