Monday, May 2, 2016

Global Developmental Delay apa dan bagaimana?

Neurotam + enchepabol

Hai Bundas

Akhirnya terbit juga postingan ini. Setelah 4 hari terpending karena Rey sakit (diduga) ISK dan Aisha sedang masa adaptasi Dengan terapi terapi pertamanya.

Baiklah, saya lanjutkan cerita tentang Aisha yaa. Setelah sebelumnya postingan mengenai Screening gangguan pendengaran dengan OAE dan ASSR test untuk Aisha, kali ini saya mau cerita hasil kami menemui dokter Anak spesialis tumbuh kembang.

Setelah observasi pendengaran kemarin, Aisha dinyatakan kondisi pendengarannya baik. Namun ada hal yang menjadi concern dokter Ashadi, yaitu kemampuan Aisha untuk merespon sangat jauh tertinggal dari anak seusianya.

Saat ini Aisha sudah 7 bulan, namun kompetensinya masih seperti anak usia 1 bulan!

Bagaimana bisa begitu?

Well, setelah menemui Dr Suroyo Mahfudz, Sp.A TK, berdasar observasi beliau tentang kondisi Aisha, maka beliau mengatakan Aisha adalah bayi dengan Global Developmental Delay.

Apa itu Global Developmental Delay?

Dalam pertumbuhannya, anak anak akan terus dipantau perkembangannya secara berkala. Ada tahapan tahapan yang sudah harus dikuasai anak pada range usia tertentu. 

Pada kasus Aisha, banyak ditemukan keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Diantaranya, saat ini Aisha masih kesulitan untuk mengangkat kepala dengan stabil. Hal ini seharusnya sudah mampu dilakukan anak usia 3 sampai 4 bulan. Begitu juga dengan kemampuan motorik kasar seperti berguling, atau fokus pandangan matanya.

Itulah mengapa, Aisha membutuhkan banyak test untuk menegakkan diagnosa dan mencari penyebab terjadinya GDD ini. Hal ini akan selalu dipantau berkala oleh dokter anak, psikolog, terapis (terapi wicara maupun okupasi) lalu dievaluasi.

Aisha sendiri kata Dokter Royo saat melihat riwayat kelahirannya adalah bayi berisiko tinggi. Bayi berisiko tinggi itu punya kemungkinan lebih besar untuk punya hambatan dalam tumbuh kembangnya ke depan. 

Yang mempengaruhi diantaranya saat kehamilan kena infeksi toksoplasma, TORCH, hiperemesis, ketuban berlebihan, anemia, minum obat obatan juga.

Selain itu, ternyata bayi berisiko juga diakibatkan saat proses persalinan yang lama, bayi tidak menangis/ asfiksia berat, BBLR. 

Aisha kemarin juga terdeteksi mengalami hiperbilirubinemia, selain itu dia pernah kejang, hipoglikemia dan hipotermia.

Dalam kasus Aisha ternyata terdapat komplikasi berbagai indikasi, sehingga efeknya gangguan tumbuh kembang yang meliputi pertumbuhan fisik maupun perkembangan motoriknya. Hal ini juga berpengaruh terhadap gangguan pendengaran dan psikososialnya.

Nah, karena penanganan Aisha butuh banyak proses, kami perlu bersabar. Saat ini selain terapi fisik rutin dan minum obat tiap pagi sore, obatnya neurotam +enchepabol. Aisha juga perlu menjalani pemeriksaan CT Scan untuk mengetahui lebih lanjut dan mendeteksi kemungkinan kalsifikasi intrakranial, mikrosefali, hidrosefalus, ataupun perdarahan intrakranial.

Bismillah, semoga Allah melancarkan segala ikhtiar dan beri yang terbaik untuk Aisha yaaaa..

Love, /Aya


31 comments:

  1. Semangat mak ayaa..
    Kalo boleh tau ke dokter tumbang dimana mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku di dokter Royo di PKU mak. Beliau juga di Rachmi. Kalau jadwal di PKU Kamis dan Jumat sore

      Delete
  2. Replies
    1. Semangaaaat mak Juli *pasang ikat kepala

      Delete
  3. Orang tua hebat..
    Luar biasa
    Kereeen bunsho

    Aidha cantik, semangaaaat yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaa...eaaa...blushing saya mba Widya :D
      Cemumuud kakaaaaa

      Delete
    2. Aamiin...aamiin...doanya selalu ya tante cantik :*
      Salam buat bagian dan mbak cantik

      Delete
  4. Masyallah.. subhanallah... aisha, u are d best dear... be strong :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Tante cantik. Tetap semangaaat :)
      Kisskiss buat duo ganteng dan si cantik :)

      Delete
  5. anak istimewa untuk orang tua istimewa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...aamiin...
      Doanya selalu yaa tante
      KisskissBebenLi

      Delete
  6. semangaat aisha sayaaaang... peluuk buat mba aya :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peluuuk balik teteh Ila...
      Kisskiss buat Kakak Kyra dan dek Ayra

      Delete
  7. Semangaat mb ayaaaa...pasti bisa melewati ini semuaaa bareng aisha cantiiikkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...aamiin...
      Doanya selalu yaaa
      Salam buat dedek di peyuuut

      Delete
  8. Dl bintang jg asfiksia aya dikasih enchepabol jg. Dl pas lahir bintang gak nangis jd hrs di infus sm di oksigen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sekarang udah sehat yaaaa..
      Kisskiss buat Bintang :*

      Delete
  9. Replies
    1. Matursuwun bu Dokter, doanya selalu yaaaaa

      Delete
  10. Sehat terus ya.
    Supaya selalu semangat terapinya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mak Carra
      Aamiin...aamiin...aamiin

      Delete
  11. been there, Aya. sabar ya... Aik is having the same conditions, tapi aku tidak ingin membagi terlalu detil pada banyak orang. agak telat, dia baru mulai di usia 9 bulan, tapi sejauh ini cukup banyak perkembangan. Aisha will survive. *peluks*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peluk baliiiikkk...
      Wah, kayanya perlu mepetin La buat lebih banyak berbagi :)

      Delete
  12. Mak Aya, baru baca nih :( mak semoga Aisha bisa sehat selalu ya.. Keep stron mak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mak Ranny, sehat sehat juga yaaa

      Delete
  13. Mba Aya.. Masyaalloh.....
    Udah lama nggak mamoir ke blog ini.

    Sabar banget mba Ayaa. Pengen nangis. Semiga yg terbaik buat ade aisha. Kiss kiss big hug.

    Seniga semuanya bernilai pahala pahala dan lahala yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Tante atas doa dan kunjungannya
      Aamiin...aamiin aamin

      Delete
  14. Antara deg-degan sekaligus excited baca kisah-kisahnya Aisha. Jadi inget Shita juga soalnya. Bener ya, kondisi anak bikin kita jadi banyak belajar. Kok kayaknya yg perlu dibaca lebih banyak daripada jaman kuliah hahaha...

    Semangat terus ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba Ayu, saya puuun baca blog mba Ayu selalu deg degan. Terimakasih atas kunjungannya yaaa :)
      Sehat sehat ya kakak Shita :)

      Delete
    2. Sama mba Ayu, saya puuun baca blog mba Ayu selalu deg degan. Terimakasih atas kunjungannya yaaa :)
      Sehat sehat ya kakak Shita :)

      Delete