Showing posts with label rutinitas. Show all posts

Fisioterapi, rutinitas baru Aisha

Jumat, 29 April 2016

Fisioterapi

Hai Bundas
Hari ini Aisha fisioterapi yang kedua kali. Setelah kemarin jadwal hari Selasa siang, yang kedua ini Jumat siang.
Sesi terapi kali ini Aisha tampaknya dalam kondisi prima. Aisha sudah pup dan baru bangun tidur, jadinya seger seger aja waktu diterapi.
Jika terapi sebelumnya Aisha masih banyak menangis, lalu menegang negangkan badan, maka sesi kedua ini Alhamdulillah sudah banyak sekali perkembangan lho.

Contohnya untuk pas neurostructure, Aisha kelihatan lebih menikmati. Dia diam saja sambil senyum senyum saat mba Ima mengelus elus wajah, tangan dan kakinya.

Ketika senam merangkak pun Aisha tampaknya cuma menangis manja, tidak sampai teriak teriak seperti kemarin. Lalu, yang buat saya dan mba Ima cukup surprise adalah Aisha sudah tidak menangis lagi ketika ditengkurapkan. Ini pencapaian luarbiasa loh, karena sebelum fisio, Aisha nggak pernah suka saat ditengkurapkan.

Fisioterapi
Begitu juga saat bermain gym ball. Aisha sudah lebih nyaman bahkan saat gym ball digoyang goyang. Hanya saja ketika oral massage Aisha masih menangis keras. Belum nyaman juga bagian mulutnya dipijat.

Sudah dua kali fisioterapi ini, Alhamdulillah sedikit demi sedikit badan Aisha jauh lebih baik posturnya. Sampai ketemu di jadwal fisioterapi berikutnya ya...

Love
/Aya

Daaann...perang tidur....

Sleep tight sweetie...
Hai Bundas

Shoji sekarang udah 15 bulan, Alhamdulillah. udah pinter jalan, lari dan main bola xixixi. Aktif manjat manjat dan makannya banyak. 

Tapinya niihhh...menurut mbah google, anak seusia Shoji memang masanya hobby begadang sulit sekali diajak tidur. Saya nggak tau nih yaa, apa bunda bunda yang lain yang punya anak seumuran Shoji juga ngalamin hal yang sama. Udah bobo siang cuma bentar (meski tetep dua kali sih, jadwalnya jam 10.00 dan jam 14.00), bobo  malam juga biasanya diatas jam 21.00. 

Padahal niih, bobo yang cukup (14 jam untuk usia Shoji) perlu banget lhoo untuk perkembangan fisik dan psikologisnya. Hmmm, saya sudah coba menerapkan beberapa tips nih, coba bunda bunda yang punya kekhawatiran sama dengan saya soal jam tidur anak cukup terbantu ya...

Tips untuk membuat "perang tidur" menjadi gencatan senjata hihihi

  1. Matikan Lampu Ini cukup berguna buat Shoji lho...meski 3 hari pertama dia kadang menangis mengharu biru *yang bikin emaknya sungguh  sangat gak tega* tapi...karena berusaha konsisten, musti ditega tegain dan hasilnya Shoji cukup nyaman tidur tanpa lampu. by the way busway, gelap mengaktivasi pelepasan melatonin — hormon tidur — tapi kalaupun enggak mati, boleh lah pakai lampu remang remang :)
  2. Ruang yang tenang. Ini udah dipraktekin sejak Shoji masih dibawah 1 tahun sih, biasanya kami putar musik klasik lullaby, no need to tiptoe around, the house however: Intinya saat menidurkan usahakan sebisa mungkin suasana cukup lengang. Setelah 5 menit dan keliatannya baby udah mulai lelap, silakan beraktivitas seperti biasa. *kadang Shoji dengan suara gedumbrangan di dapur pas saya masak juga gak terganggu kok*, yang bikin dia bangun adalah suara adzan. Dari adzan subuh sampai isya, kalau saat adzan Shoji tertidur, dijamin langsung bangun hihhihihi, alarm saya untuk memenuhi panggilan absen :)
  3. Suhu yang adem. Shoji sejak bayi memang kurang suka dengan selimut. Suasana sedingin apapun, tiap dikasih selimut pasti disepak, Jadiii...saya selalu memakaikan Shoji piyama atau kaos dan celana panjang untuk tidurnya. Yah, katanya suhu terbaik 18 sampai 22 derajat celcius, tapi karena saya enggak punya pakai AC, jadi ya kalau mau tidur Shoji dikipas kipas sebentar.
  4. Sediakan air putih dalam sippy cup. Trik ini baru saya sadari, ternyata kebiasaan ortu bisa menurun ke anak. Ayah Shoji terbiasa membawa air putih ke dalam kamar, just in case terbangun tengah malam, dia pasti ingin meneguk air putih. Shoji...ternyata punya kebiasaan yang sama. Kadang dia terbangun dan gelisah. dikipas enggak mau, tawarin micubun (mik cucu bunda-red) enggak mau juga, akhirnya disodorin sippy cup berisi air putih, langsung diminum dengan penuh semangat. abis itu bobo lagi.
  5. Bacakan cerita sebelum bobo. Terbiasa membacakan cerita ke murid murid TK saya, saat menidurkan Shoji juga kadang berhasil dengan baca cerita. cerita favoritnya adalah "The very noisy night", cerita tentang tikus kecil yang enggak bisa tidur. Pas banget ama Shoji xixixix. Atauuu... kalau memang tidak berhasil juga, siapin VCD atau baby lullaby-nya baby TV :), nonton bentar dan...zzzz tak lama kemudian lelaplah Shoji.

Hmmm...sedikit share aja. Semoga berguna yaaa :)

Salam
/Aya

Good habit

Sabtu kemaren, sekolah (tempat aku bekerja) mengadakan parent's meeting. Kami membahas banyak hal terutama soal acara Open House SPEAK FIRST Primary School (Sekolah Bilingual) yang akan diresmikan 17 April 2010 besok serta event Kartini's Day.

Ada yang menarik saat ternyata kami punya sisa waktu untuk sharing pengalaman tentang anak. Seperti judul posting diatas, topik hangat yang dibahas kali ini adalah mengenai kebiasaan baik yang perlu untuk dikenalkan kepada anak, termasuk diantaranya soal mandi, gosok gigi, potong kuku, keramas, sarapan dan seabrek kebiasaan baik yang lain.

Banyak parent yang mengeluhkan kalau putra putrinya belum bisa menjalankan rutinitas dengan baik. Contoh aja nih, kerena beberapa waktu lalu salah seorang parent mengirimkan pesan singkat untukku, aku jadi tertantang untuk mengadakan sidak (inspeksi mendadak xixixix) dengan menanyakan pada salah satu muridku (dia anak TK A)

Aku     : Have you take a bath?
Anak   : (menunjukkan gestur "tidak" dengan menggelengkan kepalanya)
Aku     : Why?
Anak   : Kan kemarin sudah, Miss... (wajah tanpa berdosa diperlihatkannya dengan sangat sukses)

Wew.... lha berarti kalau sudah sekali madi, gak perlu mandi lagi ya??? xixixixi...

Hm...susah juga ya kalau punya anak yang belum bisa memahami pentingnya good habit dalam kehidupan keseharian. Ada juga anak yang sama sekali tidak mau sarapan (alhasil di kelas saat aktivitas sebelum snack ia selalu mengeluhkan lapar), which is mengganggu konsentrasi dia dan teman yang lain saat menerima informasi.

Mungkin tips ini bisa membantu, coba parents bekerjasama dengan anak membuat daily routine's schedule. Isinya ada 3 kolom, jam (lebih baik dalam bentuk gambar), aktivitas (dalam bentuk gambar juga) dan kolom kosong untuk menempelkan bintang (sebagai checklist bahwa aktivitas ini sudah dilakukan). Boleh menggungting gambar dari majalah atau jika anak punya hobby menggambar, ajak anak menggambar aktivitas yang dilakukan setiap hari dalam tabel.

Contoh tabel :

06.00    bangun pagi + rapikan tempat tidur
06.15    mandi + ganti baju
06.45    sarapan
07.00    berangkat sekolah
dst...

Jika mereka sudah mengerjakan aktivitas dalam tabel, mereka boleh menempelkan bintang di samping kolom aktivitas sebagai tanda mereka sudah mengerjakannya dengan baik. Hal ini ternyata berguna lho untuk anak-anakku di TK. Mereka jadi semangat untuk sikat gigi, mengumpulkan PR tepat waktu, begitu juga mengumpulkan laporan sekolah.

Selamat mencoba! semoga berguna.

Warm regards