Showing posts with label tahun ketiga. Show all posts

Mengajak 2 Balita Travelling Naik Pesawat

Travelling dengan balita

Haiii 

Alhamdulillah bisa juga ngisi blog lagi niih Kali inipengen cerita pengalaman mudik keluarga kami ke Solok, Sumatra Barat yang ke dua. Iya, sebelumnya kami pernah mengunjungi Solok 3 tahun lalu, tepatnya saat Lebaran tahun 2012 ketika Shoji berusia 6 bulan. 

Karena ketebalan dompet kami fluktuatif dari bulan ke bulan, akannya baru bisa ngumpulin duit untuk pulang kampung setelah 3 tahun (keplakan untuk segera keluar dari zona nyaman dan nambah penghasilan xixixi). Sebenernya rencana pulang kampung harusnya saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri Juni kemarin, tapiiii oh tapi ternyata belum diijinkan karena ternyata tiket pesawat TigerAir yang kami book tercancel karena Maskapai Tiger Air sendiri tidak mampu lagi beroperasi. 

Aktivitas balita di pesawat


Well, Alhamdulillah seluruh biaya yang kami keluarkan untuk pembelian tiket senilai hampir 7 juta (5 tiket berangkat dan 1 tiket pulang direfund full. Kami juga sudah bikin nadzar, kalau uang tiketnya kembali, kami akan ikut kurban tahun ini. Alhamdulillah itu juga terlaksana. Selanjutnya kami memilih maskapai Sriwijaya Air karena penerbangan Jogja-Padang gak ada rutenya, jadi tetep harus Jogja-Jakarta, Jakarta-Padang. 

Sampe saat ini Shoji berarti udah ngerasain take off dan landing sebanyak 8 kali xixixi, udah mulai terbiasa kayanya... Ini adalah Rey's first flight.

Di usia kurang dari 2 tahun, kami sudah harap harap cemas kalau Rey akan rewel sepanjang perjalanan. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 9.30, karena pesawat sriwijaya Air yang akan membawakami terbang take off pukul 10.50 Pas di pesawat, Alhamdulillah Shoji tidak ada masalah saat take off maupun landing. Selama di pesawat Shoji memilih baca tabloid yang disediakan, sambil ngemil snack yang kami bawa dari rumah. Rey masih agak tegang saat landing dan take off, selalu minta peluk, tapi selama perjalanan juga cukup kooperatif.
Balitas di pesawat


Sampai di Bandara Soekarno Hatta, menunggu pesawat ke Padang waktunya cukup lama. Shoji dan Rey kami ajak main main di playground. Lumayanlah daripada ngejar ngejar mereka di lounge mainan AC. KIra kira pukul 18.00 panggilan supaya segera boarding, Alhamdulillah tiba di Padang sekitar pukul 20.00 dan kami lanjut makan dI RM Lamun Ombak sebelum melanjutkan perjalanan ke Solok dengan mobil.

Intinya sih klo ngajak anak terbang siapkan bekal makan dan mainan atau buku. Biasanya nggak repot repot amat sih, kecuali saat mereka tidur pas transit dan kita kudu bopong bopong heheheh 

selamat travelling
/Aya

Mie Sayur Schotel a la BunSho

Mie sayur schotel


Hai Bundas,

Liburan kemarin saya ubek ubek stock. Ternyata masih ada mie sayur cabe hijau dagangan yang udah lumayan lama ngendon. Trus liat liat kulkas ada lumayan banyak bahan. Akhirnya saya eksekusi juga mie sayur schotel a la BunSho

Bahan
1 bungkus mie sayur (saya pake varian cabe hijau), rebus 3-5 menit
150 ml susu UHT
garam
3 siung bawang putih
50 gr keju parut
1/2 sdt merica
2 bawang merah iris tipis
2 btr telur ayam kampung (ambil di kandang ayam)


Cara buat:
1. Rebus mie hingga setengah matang
2. Siapkan bumbu (haluskan bawang putih, garam, merica)
3. Kocok telur, tambahkan susu UHT
4. Masukkan kocokan telur ke mie
5. Panaskan happycall, api kecil
6. Masukkan adonan mie dan telur
7. Taburkan keju dan irisan bawang merah diats adonan
8. Masak 20 menit hingga matang
9. Nikmati, bisa dengan tambahan keju oles atausambal botol

mudah dan praktis yaaa...
anak anak suka

Makan


dibawah ini bahan bahan dari resep asli yang saya ambil dari web

Salam Sehat
/Aya
Makaroni (Macaroni)secukupnya
Minyak Gorengsecukupnya
Garamsecukupnya
Telur Ayam2 butir
Sosis Sapi2 buah
Bawang Bombay0 buah
Susu UHT150 ml
Keju Cheddar100 gram
Lada (Merica)1/2 sendok teh
Oregano1 sendok teh
Basil1 sendok teh

...dan keajaiban itu bernama SPEECH DELAY


Hai Bundas,

Sebenarnya saya sudah ingiiin sekali menulis tentang ini sejak lama. Sejak saya yang mulai menyadari bahwa checklist kompetensi 2-3 tahun bagian linguistik banyak yang tidak saya temukan di Shoji. Sebelum Shoji punya adik, ia sudah mastering words sekitar 10 an kata dan mampu disebutkan dengan jelas, seperti "ayah", tak" (buka), tup (tutup) us (haus), num(minum), mam (makan), namun setelah kelahiran Rey, Shoji lebih banyak diam qdan menarik narik tangan ayah bundanya jika ingin sesuatu. Awalnya kami ikuti karena menurut kami itu cara shoji mengingkapkan keinginananya.


Tapi lama lama kok Shoji jadi merasa "nyaman" menarik tangan dan tidak mau berusaa untuk mengucapkan kata kata, bahkan untuk kata sederhana yang sudah pernah dikuasainya. Beberapa kali juga kalau kami panggil tidak menengok secara langsung.


akhirnya kami membawa Shoji ke psikolog dan konsultasi apakah ada hal hal yang perlu kami berikan sebagai stimulus. Setelah mendapat banyak usulan mengenai memasukkan Shoji ke PAUD akhirnya Shoji officially kami daftarkan ke PAUD dekat rumah eyang kakung dan utinya. Niat kami sih hanya supaya Shoji bersosialisasi saja.


Beberapa waktu berlalu ternyata kok tidak menunjukkan progress ya, kami kembali konsultasi lagi, dan psikolognya mulai menyarankan untuk tesBERA, mengecek organ auditorinya.


Tes BERA adalah tes dengan menidurkan anak lalu melihat respon syaraf pendengarannya terhadap suara. Hasil tes BERA Shoji bagus, dari frekuensi tertimggi sampe terendah batasan pendengaran normal baik baik saja, jadi secarakeseluruhan pemeriksaan dokter THT mengatakan organ pendengaran Shoji tidak ada masalah.





Apa sih BERA itu?


Informasi berikut saya ambil dari brosur klinik Pramita 


BERA (Brainsteem Evoked Response Auditory

Merupakan alat elektrodiagnostic yang digunakan untuk mengevaluasi organ atau syaraf pendengaran mulai dari perifer di telinga tengah sampai dengan batang otak. 

Apa istilah yang sering digunakan? 

BAEP (Brainsteem Auditory Evoked Potential), BAE (Brainstem Auditory Evoked Response Audiometry) BERA berbeda dengan audiometry. Alat ini bisa digunakan untuk memeriksa pasien yang kooperatif maupun non kooperatif seperti pada anak baru lahir, anak kecil, pasien koma maupun stroke, sehingga hasilnya lebih obyektif karena tidak memerlukan jawaban dari pasien. 

Indikasi klinis apa saja yang bisa diperiksa BERA 


1. Seorang yang mengalami gangguan pendengaranatau tiitus atau ketulian 
2. Seseorang dengan keluhan sering nggliyer, atau pusing berputar / vertigo 
3.Seseorang dengan kasus stroke yang melibatkan batang otak 
4. Seseorang dalam kondisi koma, untuk penentuan kerusakan batang otak 
5. Seseorang yang mengalami gangguan keseimbangan (meniere disease) 
6. Seorang anak dengan keterlambatan bicara (Shoji masuk yang ini) atau anak dengan autisme 
7. Seseorang dengan kecurigaan tumor batang otak 
8. Seseorang dengan kecurigaan Multiple Sclerosis Disease. 

Kapan kita perlu screening BERA untuk anak yang baru lahir?

1. Jika ada riwayat keluarga yang mengalami gangguan / penurunan pendengaran
2. Jika belum ada pre dan post natal (infeksi sebelum dan sesudah persalinan) terutama kasus TORCH
3. Jika anak kita lahir dengan berat badan rendah (shoji juga BBLR waktu lahir dulu)
4. Jika anak mengalami hiperbiliruinemia (Shoji juga kuning saat lahir)
5. Jika ada cacat bawaan misalnya mikrochepalus atau cranio facial deformities lain
6. Jika terjadi cidera kepala pada saat persalinan atau sesudahnya
7. Jika terjadi radang telinga menetap (Presistent Otitis Media)
8. Jima menggunakan obat obatan dengan kategori ototoxic drug (Obat yang mempunyai efek erhadap telinga)
9. Anak anak pasca menderita meningitis atau encefalitis

Untuk apa sih tes BERA itu?

1. Penentuan lesi nervus acusticus dari perifer di telinga tengah sampai dengan batang otak.
2. Untuk menentukan sumber gangguan pendengaran apakah di cochlea atau retro cochlearis
3. Untuk mengevaluasi Barinstem (batang otak)
4. Untuk menentukan apakah gangguan pendengaran disebabkan karena psikologis atau fisik

Persiapan sebelum tes BERA


Secara umum kondisi kepala dan rambut kita besih. berbeda dengan orang dewasa, untuk anak anak selain rambut dibersihkan, perlu pre medikasi dulu, agar anak tenang dan tidur, karena pemeriksaan BERA membutuhkan ketenangan saat pemeriksaan. 

Lepas dari tes BERA, kami konsultasi lagi, kali ini mengenai bagaimana perilaku Shoji di rumah baik terhadap ayah bunda, dan adiknya. Melewati berbagai macam screening dan hasil sementara, Shoji tingkat konsentrasinya bagus, secara kognitif juga baik, untuk motorik kasardan motorik halus juga tidak ada masalah, kalau ke arah autis atau keterbelakangan mental juga tidak, karena Shoji masih bisa berinteraksi dengan orang disekitarnya.


Saat ini kami sedang menjalankan test test dan berbagai konsultasi untuk Shoji, mohon doanya semoga semua berjalan lancar ya


Salam Hangat,

/Aya

Roti Manis Panggang HappyCall

rotimanis panggang happycall


Hai Bundas,

Setelah cukup lama vakum posting resep, ini hari ini saya mulai bereksperimen  lagi. Awalan niatnya si mau bikin donat, tapi ternyata minyak goreng abis, jadilah pake plan B


Ini saya pake resep donat punya ibu saya
500 gr tepung terigu
150 gr gula pasir halus
1 bungkus fermipan
1 gelas air es
sedikit garam
1 sdm mentega
1 butir telur ambil kuningnya saja

olesan
1 butir telur
UHT secukupnya



Cara Buat:
1. Larutkan fermipan di air dingin
2. Ayak tepung terigu, masukkan sejimpit garam
3. Tuang air larutan fermipan sambil diuleni, masukkan kuning telur
4. Jika mulai kalis, masukkan mentega
5. Diamkan adonan selama 30 menit sambil ditutup kain lembab
6. Setelah 30 menit, kempiskan adonan, bagi menjadi bulatan bulatan kecil
7. Proofing kedua 60menit (saya nggak kasih isi roti. Alternayif bisa pake abon, keju, atau butter beku
8. Panaskan happycall (saya belom punya oven hihihi) kurang lebuh 5 menit api kecil
9.Olesi adonan siap panggang dengan bahan olesan yang dikocok ringan.
10. Panggang selama 15 menit




siap dinikmati, paling enak saat baru keluar dari panggangan empuuukk dan hangat

selamat mencoba

Salam Sehat,
/Aya