“Kok sholatnya kakak nggak bisa anteng sih?”
“Kalau jalan sambil lihat ke depan dong, kak. Biar gak nabrak nabrak.”
Optimalkan Potensi Anak ADHD Sebagai Youtuber Masa Depan
Kunci Sukses Membersamai Anak Difabel
Mengenal Ankle Foot Orthosis (AFO)
![]() |
Beberapa kali saya mendapat pertanyaan terkait alat yang digunakan Aisha ketika terapi. Saya juga sudah sempat memasang gambarnya di akun Instagram saya @kartikanugmalia. Alat itu berbentuk seperti sepatu dan sering sekali digunakan Aisha bahkan saat beraktivitas sehari-hari di luar aktivitas terapi. Mungkin karena bentuknya unik, banyak yang penasaran apa fungsi alat ini untuk perkembangan anak-anak dengan cerebral palsy seperti Aisha.
Ankle Foot Orthosis
Mama's Choice Handsanitizer Lembut Bebas Alkohol
![]() |
| Mama's Choice Hand Gel No Alcohol |
Hai haloo Bund
Gimana kabar keluarga? Semoga sehat sehat semua ya. Masih
rajin 3M dan menerapkan protokol Kesehatan di setiap kesempatan kan Bund? Sama
dong. Sepertinya di setiap rumah sekarang dipastikan memiliki peralatan tempur
seperti masker, hand sanitizer, ataupun face shield di kotak P3K.
Menjaga dan melindungi keluarga sudah jadi panggilan hati
terutama buat bunda bunda yang hobinya masukin barang ke keranjang marketplace
tapi gak cek out cek out #eh. Beberapa keluarga bahkan memotong anggaran untuk
barang barang yang urgensinya dinilai rendah demi untuk memastikan perlengkapan
3M aman dan terkendali. Mamak yang salah satu hobbynya adalah belanja online
ini harus tau banget ya skala prioritas keluarga.
Sentuhan, Kunci Utama Terapi Anak Istimewa
Aku percaya ada "obat" dalam setiap sentuhan tangan ibu kepada anaknya. Karena disana melekat doa dan cinta yang tidak pernah putus. (Bunsho)
Sebagai seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus, tak bisa dihindari bahwa saya merasa cukup kesulitan berkomunikasi dengan Aisha. Aisha sudah 5 tahun namun memang belum bisa bicara untuk mengkomunikasikan keinginannya. Tak hanya Aisha yang berkebutuhan khusus, anak seusianya yang tidak punya hambatan kemampuan bicara terkadang juga masih sulit untuk mengungkapkan keinginannya secara verbal.
Menangis dan rewel adalah dua hal yang sering sekali saya
temui saat Aisha merasa tidak nyaman. Bukan hanya tidak nyaman dalam bentuk
fisik seperti kepanasan/ kegerahan, kedinginan, namun juga perasaan kurang
nyaman secara emosional yang harus segera direspon sebaik mungkin.
Bagi Aisha yang kebetulan juga belum bisa melihat karena
adanya CVI (Cortical Visual Impairment), dia merasakan keberadaan saya lewat
sentuhan yang saya berikan dan aroma tubuh saya. Yah, kurang lebih seperti bayi
baru lahir yang hanya mengenal bau dan sentuhan dari ibunya. Kedua hal tersebut
ternyata mampu memberikan rasa nyaman untuk Aisha.
Kulit merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai reseptor terluas, karenanya sensasi sentuhan/ rabaan merupakan indera yang aktif berfungsi sejak dini. Bahkan sejak dalam kandungan, janin sudah merasakan belaian hangat cairan ketuban. See, jadi memang rabaan adalah level cara berkomunikasi paling mendasar antara tubuh anak dengan lingkungan.





