Showing posts with label ADD. Show all posts

Optimalkan Potensi Anak ADHD Sebagai Youtuber Masa Depan


IndiHome Youtuber

 

“Kok sholatnya kakak nggak bisa anteng sih?”

“Kalau jalan sambil lihat ke depan dong, kak. Biar gak nabrak nabrak.”

Sudah tak terhitung saya mengingatkan Rey untuk lebih berhati hati, lebih tenang, lebih pelan-pelan lagi Ketika melakukan segala sesuatu. Ketika habis dikasih tau, dia akan mengurangi rasa tergesa-gesa, rasa ingin bersegera untuk melakukan lebih banyak hal lagi. Namun tak berapa lama, kembali lagi Rey melakukan hal yang sama.

Karena semua hal yang dilakukan terkesan terburu-buru, banyak tugas yang terlewat atau tidak selesai. Banyak perabot yang jatuh atau tertabrak. Di satu sisi, sebagai ibu yang berusaha mengajarkan kondisi ideal di rumah, saya juga ingat bahwa bagaimanapun juga Rey memiliki ADHD atau kondisi yang membuat seorang anak memperlihatkan symptom-symptom berupa kurang perhatian, hiperaktif dan impulsif yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka.

Kunci Sukses Membersamai Anak Difabel

Anak Difabel


Memiliki anak berkebutuhan khusus adalah anugerah. Sebagai orang tua yang sangat awam dengan hal ini tentu saja mau tidak mau kami harus terus belajar guna mendampingi anak-anak surga dengan baik, sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Berkaca dari banyaknya orang tua yang akhirnya tidak mampu menggali lebih dalam mengenai kondisi anak-anaknya, sehingga banyak yang berakhir dengan menelantarkan anak atau sama sekali tidak mau membahas, menceritakan kondisi anak ke orang lain. Tanpa disadari, hal seperti ini sebenarnya justru menghambat tumbuh kembang anak dan juga menghambat diri kita sendiri mencapai tahap keihkhlasan.

Apakah Anak ADD Bisa Menghafal Cepat?

cara mengajar anak ADD cepat menghafal


 

"Uda Shoji, coba belok kanan…"


Shoji akan belok ke kiri

"Uda Shoji coba belok kiri…"


Shoji akan belok ke kanan…

Kadang sesuai, kadang tidak.

Kebayang gak Bund, kalau anak-anak yang belum paham arah kanan dan kiri kita lepas untuk bersepeda di jalan. Wah, membayangkan saja saya tak sanggup. Untuk anak hiposensitif seperti Shoji, dia cenderung lebih mudah merasa aman dan nyaman. Itu bagus sih, tapi ternyata efek negatifnya adalah dia kurang bisa memahami potensi bahaya yang ada di sekelilingnya. Jadi bisa dibilang bertolak belakang dengan Rey yang lebih hipersensitif

Eh bahasan apa ya ini? Sebenarnya masih nyambung dengan postingan saya tentang Rey kemarin disini


Jika di postingan sebelumnya saya menceritakan pengalaman assessment Rey, maka di postingan kali ini saya akan menceritakan pengalaman assessment Shoji