“Kok sholatnya kakak nggak bisa anteng sih?”
“Kalau jalan sambil lihat ke depan dong, kak. Biar gak nabrak nabrak.”
Sudah tak terhitung saya mengingatkan Rey untuk lebih berhati hati, lebih tenang, lebih pelan-pelan lagi Ketika melakukan segala sesuatu. Ketika habis dikasih tau, dia akan mengurangi rasa tergesa-gesa, rasa ingin bersegera untuk melakukan lebih banyak hal lagi. Namun tak berapa lama, kembali lagi Rey melakukan hal yang sama.
Karena semua hal yang dilakukan terkesan terburu-buru, banyak tugas yang terlewat atau tidak selesai. Banyak perabot yang jatuh atau tertabrak. Di satu sisi, sebagai ibu yang berusaha mengajarkan kondisi ideal di rumah, saya juga ingat bahwa bagaimanapun juga Rey memiliki ADHD atau kondisi yang membuat seorang anak memperlihatkan symptom-symptom berupa kurang perhatian, hiperaktif dan impulsif yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka.


